Broken Angel

Broken Angel
Episode 214 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 114


...•...


Aldi sudah diperbolehkan pulang oleh dokter karena kondisinya juga telah membaik, semua anggota wild blood serta Sahira & Nur pun kompak merasa senang lalu bersama-sama mengantar Aldi keluar dari ruang rawatnya. Ya Aldi sudah berganti pakaian dan tentunya siap untuk pulang sekarang, ia dituntun oleh sahabat sejatinya Lucas dan juga Alan.


Saat mereka sampai di lorong rumah sakit dan hendak meneruskan perjalanan ke luar, tiba-tiba Kia muncul lalu langsung menghampiri Aldi yang berada di tengah-tengah geng wild blood itu. Tampak Kia sangat senang melihat pria yang dicintainya bisa kembali sembuh, ia tanpa ragu mengusap wajah Aldi di hadapan semua orang disana.


"Aldi..."


"Aku seneng banget, kamu akhirnya bisa pulang!" ucap Kia sambil tersenyum menatap mata Aldi.


"Ya, makasih karena udah bawa gue ke rumah sakit! Gue gak tau gimana nasib gue kalo gak ada lu di lokasi kemarin, mungkin gue bakal terus disana!" ucap Aldi membalas senyuman Kia.


"Sama-sama, udah sewajarnya kalo aku bantu kamu! Karena aku kan tulus cinta sama kamu..." ucap Kia.


Sontak Aldi langsung merasa gugup, apalagi gadis itu menatapnya terus-menerus dengan ketulusan membuat Aldi semakin tidak tega padanya.


"Boleh aku peluk kamu?" tanya Kia.


Aldi pun bingung harus berbuat apa, ia memandang wajah Lucas serta Alan secara bergantian. Mereka memberi isyarat agar Aldi mau berpelukan dengan Kia sebagai ungkapan terimakasih, bahkan Lucas & Alan kompak melepaskan pegangannya agar Aldi bisa leluasa memeluk wanita itu.


"Ya, boleh kok!" jawab Aldi tersenyum.


Kia tampak senang lalu maju memeluk tubuh Aldi dengan erat, pria itu juga membalas pelukan Kia dan membenamkan wajahnya di pundak wanita itu. Semua orang disana menatap haru momen yang mereka saksikan saat itu, bahkan Lucas juga ikut merangkul pundak kekasihnya yakni Sahira.


"Lucas ih! Cari-cari kesempatan aja kamu mah!" ujar Sahira.


"Hehe gapapa dong, yang penting cari kesempatannya itu sama pacar sendiri..." ucap Lucas tersenyum mengedipkan matanya genit.


"Yeh dasar!" ujar Sahira memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


Tak hanya Lucas yang mencuri kesempatan untuk bermesraan dengan pacarnya, Alan pun mendekati Nur secara perlahan lalu merangkulnya dari samping sambil mengecup pipinya. Gadis itu nampak kaget lalu menoleh ke arah Alan dengan wajah geram.


"Ish main cium-cium aja kamu mah!" ujar Nur.


"Hehehe..." Alan malah nyengir tanpa rasa bersalah.


Aldi & Kia semakin larut dalam pelukan hangat itu sampai mereka lupa kalau disana ada teman-temannya yang sedang menyaksikan, sepertinya keduanya belum mau melepas pelukan itu saking nyamannya.


"Kenapa ya rasanya nyaman banget pelukan sama Kia? Harusnya kan gue gak kayak gini, gimana kalo nanti Kia malah salah paham dan anggap gue kasih dia harapan palsu?" batin Aldi terheran-heran.




Sementara itu, Kania baru sampai di rumah sakit setelah taksinya sempat mampir sejenak ke pom bensin untuk membeli bensin. Ia pun langsung turun dari taksi lalu berjalan masuk ke dalam rumah sakit itu, ia tergesa-gesa karena sangat khawatir pada kondisi Aldi yang sampai sekarang ia masih belum tahu bagaimana perkembangannya.


Sesampainya di dalam rumah sakit, Kania kebingungan dimana ruang rawat Aldi karena ia belum pernah menjenguk Aldi disana. Kania pun bertanya pada petugas disana mengenai ruang tempat Aldi dirawat.


"Eee mbak, pasien atas nama Aldi dirawat dimana ya?" tanya Kania.


"Oh, sebentar saya cek dulu!"


"Pasien atas nama Aldi ada di ruang vip 2, tapi baru aja pasien diperbolehkan pulang! Eee mungkin sekarang sih masih ada disana, mbak!" jawab petugasnya.


"Sama-sama,"


Kania pun langsung menuju ruangan yang disebutkan petugas tadi, ia penasaran sekali bagaimana kondisi Aldi saat ini. Namun, hatinya sedikit merasa tenang karena petugas tadi mengatakan padanya kalau Aldi sudah diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit.


Naas bagi seorang Kania, senyum di wajahnya itu mendadak hilang ketika melihat Aldi tengah berpelukan dengan seorang wanita disana. Kania pun menghentikan langkahnya, seketika itu juga tubuhnya terasa lemas sampai-sampai bingkisan kue di tangannya jatuh ke lantai.


"Kenapa sih lu, Kania? Harusnya lu gak perlu sedih kayak gini, Aldi kan cuma temen lu bukan pacar! Wajar aja dong kalo dia pelukan sama cewek, barangkali itu emang pacarnya..." batin Kania.


Akhirnya Kania menghela nafasnya kasar dan mengambil kembali bingkisan yang jatuh tadi, beruntung kue di dalamnya tidak berantakan sehingga masih layak untuk dimakan.


Kania pun berjalan ke dekat Aldi yang masih tampak menikmati pelukannya dengan Kia, tampak Lucas dan yang lainnya langsung terdiam saat melihat ada Kania datang kesana. Begitupun dengan Aldi yang pas sekali wajahnya menghadap ke arah Kania, ia reflek melepaskannya pelukannya dari Kia.


"Hai, semua!" ucap Kania menyapa semua orang yang ada disana termasuk Aldi.


Kia pun menoleh memastikan siapa yang datang sampai Aldi harus melepas pelukannya, ia melipat kedua tangannya di depan saat melihat Kania berdiri di dekatnya sambil menenteng sesuatu.

__ADS_1


"Hai juga, Kania!" ucap semua orang disana bersamaan terkecuali Aldi yang masih syok.


"Aldi, gimana kondisi lu?" tanya Kania menatap wajah pria di hadapannya sambil tersenyum.


"Eee Alhamdulillah gue udah siuman, kata dokter gue juga boleh pulang dan gak ada luka yang serius!" jawab Aldi masih tampak terkejut.


"Alhamdulillah, bagus deh! Oh ya ini gue ada kue buat lu, jangan lupa dimakan ya!" ucap Kania menyodorkan bingkisan yang dibawanya pada Aldi.


"Wah thanks banget, Kania!" ucap Aldi menampani bingkisan itu dengan senang hati.


"Sama-sama, yaudah kalo gitu gue langsung balik aja ya! Soalnya ada janji sama yang lain..." ucap Kania.


"Eee kenapa gak bareng aja?" tanya Aldi.


"Gausah," jawab Kania singkat menolak tawaran Aldi.


"Bye, semua!" ucap Kania melambaikan tangan.


Tanpa berlama-lama disana, Kania langsung kembali pergi dengan perasaan sedikit kecewa karena harus melihat Aldi berpelukan dengan Kia tadi. Meskipun Kania juga tidak tahu mengapa dirinya merasa kecewa sampai seperti ini.


...•••...


Disisi lain, Dimas & Wilona berusaha mencari-cari keberadaan Sahira karena mereka berdua hendak mencuri mustika merah dari tangan bidadari itu. Dimas memang sangat berambisi untuk bisa menguasai seluruh alam semesta, oleh karenanya ia akan melakukan cara apapun demi mewujudkan mimpinya tersebut. Wilona yang juga punya niat jahat pada para bidadari pun mendukung sekali tindakan yang dilakukan suaminya.


"Wilona, kemana lagi kita harus cari Sahira? Sudah hampir satu jam kita mencari, tapi bidadari itu masih belum kelihatan wujudnya..." tanya Dimas.


"Sabarlah, sayangku! Biar aku cari dia dengan kekuatan yang aku miliki, kamu sekarang istirahat dulu ya! Oh ya jangan lupa selalu minum ramuan buatanku supaya kamu semakin kuat dan impian kamu untuk menguasai alam semesta bisa segera terwujud, semakin kuat kamu semakin besar juga kemungkinan kamu menguasai dunia!" ucap Wilona.


"Iya, sayang! Kabari aku ya kalau kamu sudah berhasil menemukan keberadaan Sahira, sekarang aku mau istirahat di kamar..." ucap Dimas merentangkan tangannya ke atas lalu menguap.


"Okey,"


Cupp..


Dimas mengecup sekilas bibir Wilona sebelum ia bangkit lalu keluar dari ruangan sihir yang dibuat olehnya agar mereka punya tempat khusus untuk mengeluarkan kekuatannya.


Setelah Dimas pergi, Wilona pun mulai mengeluarkan kekuatan yang dimilikinya untuk mencari keberadaan Sahira melalui cermin ajaib di telapak tangannya.


"Hahaha, semudah ini mencari kamu Sahira! Tunggulah, sesaat lagi aku dan Dimas akan datang kepadamu dan menghabisi mu!" batin Wilona.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2