
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...~Pengen sukses di jabatan, ya pake duit! Pengen sukses jadi artis, ya pake duit! Pengen sukses pengen kaya, ya pake duit! Pengen sukses segalanya ya pake duit! Doa, usaha, ikhtiar, tawakal kepada Tuhan semata~...
...×××...
#BROKEN ANGEL S3 EPS. 65
...•...
...HAPPY READING....🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Hari telah kembali berganti, saat ini Lucas dan Alan juga bersama-sama datang ke depan rumah kekasih mereka yakni Sahira serta Nur yang akan pergi ke sekolah bersama mereka. Ya Alan telah sembuh saat ini dari lukanya, ia pun bisa kembali bersekolah dan bahkan menjemput Alan seperti rutinitas harian yang ia lakukan bersama Lucas sebelumnya.
Kedua lelaki tersebut masih ada di atas motor mereka menanti kehadiran Sahira dan Nur, memang Lucas telah mengirim pesan kepada Sahira bahwa ia dan Alan akan menjemput mereka. Namun, Lucas mengatakan pada gadisnya itu untuk tidak memberitahu pada Nur kalau Alan juga akan menjemputnya di pagi hari yang indah nan cerah ini.
"Lu beneran kan udah baikan? Gak ada yang sakit lagi tuh badan?" tanya Lucas cemas.
"Santai aja! Gue ini cowok kuat, kemarin mah cuma kecapekan aja gue. Sekarang ya semuanya udah membaik, gue juga bisa jemput dan ketemu lagi sama cewek yang gue suka!" jawab Alan.
"Hahaha, ya bagus deh! Kalo gitu berarti gue gak perlu susah-susah dateng ke rumah sakit buat bantu jagain lu lagi," ucap Lucas tersenyum.
"Iya bro! Oh ya, makasih banyak lu udah bantu gue selama gue di rumah sakit! Gue berhutang budi sama lu bro, kalo gak ada lu pasti gue susah sendiri pas di rumah sakit kemarin!" ucap Alan.
"Yaelah pake makasih segala lu! Itu yang namanya teman bro, gue juga seneng kok bisa bantu lu!" ucap Lucas sembari menepuk punggung Alan.
Kedua pria itu saling tersenyum tipis dan kembali fokus menunggu kedatangan kekasih mereka, ya mereka juga bingung karena cukup lama sekali Sahira ataupun Nur tak kunjung muncul. Padahal sudah sekitar lima sampai sepuluh menit mereka menunggu disana, namun belum ada tanda-tanda dari Sahira dan Nur yang akan muncul.
"Kas, ini pada kemana sih pacar-pacar kita? Udah sepuluh menit lebih loh kita nunggu, apa jangan-jangan mereka gak pergi sekolah?" tanya Alan kebingungan.
"Ya gak mungkin lah! Tadi kan gue udah sms Sahira, dia bilang mau sekolah kok. Udah kita tunggu aja sampe mereka keluar, paling gak lama lagi!" jawab Lucas sambil tersenyum.
"Ya iya sih, masalahnya ini bentar lagi mau masuk waktu sekolah loh. Kalo kita telat gimana? Ya gue sama lu sih gapapa, tapi kan Sahira sama Nur gak boleh dong sampe telat dan dihukum sama guru!" ucap Alan cemas sendiri.
"Sabar aja! Kan lu tahu sendiri kebiasaan cewek gimana, mereka pasti masih dandan sekarang. Kan pantang bagi cewek untuk pergi kemana-mana tanpa dandan, ya gak?" ujar Lucas.
"Hahaha, iya juga sih. Ya semoga aja mereka bisa cepet kelar dah dandannya! Soalnya ini udah mepet banget sama waktu bel bunyi, lagian ngapain sih mereka pake dandan segala ya? Padahal mereka itu cantiknya udah alami, gausah dandan juga udah kelihatan cantik banget kok!" ujar Alan.
"Entahlah, kita kan gak tahu pikiran cewek tuh kayak gimana." ujar Lucas senyum-senyum.
"Iya, susah ditebak emang para cewek." ucap Alan.
Akhirnya mereka memilih menunggu saja, Lucas yang sudah mulai bosan bahkan sampai menempelkan dagunya pada speedometer motornya dengan tangan sebagai bantalan. Sedangkan Alan juga terus celingak-celinguk dan menatap langit sambil menghela nafasnya, kakinya yang menapak di aspal juga tak berhenti bergerak karena rasa bosan.
__ADS_1
❤️
Sementara itu, Sahira dan Nur kini baru keluar dari dalam rumahnya setelah selesai sarapan serta dandan lebih dulu untuk menambah kecantikan kedua gadis bidadari tersebut. Mereka berdua sudah bersiap saat ini untuk berangkat ke sekolah, Nur juga telah meminta pada pak Tirta untuk mengantarnya ke sekolah karena ia tak tahu ada Alan yang sudah bersiap menunggunya di depan pagar rumah.
Sahira pun bingung karena Nur justru bilang pada pak Tirta alias supirnya untuk mengantarnya, ia pun tak tahu saat ini harus berbicara dan melakukan apa untuk membuat Nur mau pergi keluar dulu. Biar bagaimanapun Sahira sudah berjanji pada Lucas agar tidak bilang dulu ke Nur mengenai Alan yang menjemputnya disana, akibatnya ia pun bingung saat ini dan belum mendapatkan ide untuk bicara apa.
"Eee Nur, temenin gue yuk ke depan! Nanti baru deh lu masuk lagi kesini, ya mau ya?" ucap Sahira menoleh ke arah Nur dan tersenyum.
"Umm, gak mau ah! Gue langsung jalan aja sama pak Tirta ke sekolah, nanti gue malah jadi nyamuk di depan ngeliatin lu pacaran sama Lucas!" ujar Nur tidak mau ikut dengan Sahira ke depan.
"Gak kok! Udah yuk ikut aja dulu, please!" bujuk Sahira memaksa Nur untuk ikut dengannya.
"Haish, lu kenapa sih ha?" tanya Nur heran.
"Gak kenapa-napa sih, gue cuma mau ngajak lu ke depan aja. Sebentar doang kok, kan abis itu lu bisa masuk lagi ke dalam temuin pak Tirta." jawab Sahira sambil tersenyum.
"Huft, yaudah deh iya. Walau gue males banget dan gak ngerti kenapa lu maksa gue buat ke depan, tapi gapapa soalnya gue gak tega sama lu." ujar Nur.
"Hehe, gitu dong. Yaudah yuk kita ke depan sekarang sebelum makin siang nih, nanti kalau telat kan bisa gawat kita bisa dimarahin sama Bu Tantri loh!" ucap Sahira langsung menarik tangan Nur.
"Iya iya..." ucap Nur menghembuskan nafas.
Mereka berdua pun berjalan keluar pagar untuk menemui Lucas yang sudah menunggu disana, ya Nur sampai saat ini memang belum tahu bahwa ada Alan di depan sana menunggunya. Sahira terus saja menggandeng tangan Nur dan mempercepat langkahnya menuju depan pagar, ia sudah tak sabar untuk mempertemukan Nur dengan Alan disana.
Sementara Nur juga masih penasaran dengan apa sebenarnya yang ingin dimaksud oleh Sahira, karena biasanya memang Sahira jika dijemput Lucas pasti langsung pergi ke depan tanpa mengajaknya. Itulah sebabnya ia terus saja berpikir apa yang hendak dilakukan Sahira padanya, tidak mungkin tentunya jika Sahira hanya iseng atau ingin bermain-main.
"Sahira ini kenapa sih? Heran banget gue sama dia, gak biasanya tahu dia kayak gini. Dia juga gak ngebatin lagi, kan gue jadi gak bisa denger dan tahu apa maksudnya dia." batin Nur sembari melirik sekilas ke arah sohibnya itu.
❤️
Sesampainya di luar gerbang, Sahira langsung menunjukkan seseorang yang tak lain ialah Alan selaku kekasih dari sahabatnya itu kepada juga tentunya Nur yang ada di dekatnya. Sahira memang sudah tidak sabar untuk segera mempertemukan Nur kepada Alan disana, karena itulah yang juga sudah diatur atau direncanakan oleh mereka.
Sementara Nur sendiri langsung terkejut bukan main begitu melihat sosok Alan ada disana, ia tak bisa menutupi itu karena ia memang sangat terkejut ditambah senang sekali saat melihat ada kekasihnya di depan sana bersama Lucas. Nur benar-benar tak menyangka akan hal itu, kini ia juga tahu apa alasan Sahira mengajaknya ke depan bersamanya.
"Nur, kamu lihat kan siapa itu disana? Apa sekarang kamu masih mau berangkat ke sekolah sama pak Tirta?" tanya Sahira sambil tersenyum.
"Jadi ini alasan lu ajak gue ke depan? Ya ampun, kenapa lu gak bilang sih daritadi ke gue?" ujar Nur.
"Hahaha, sabar dong jangan marah-marah begitu! Kan gue sengaja mau kasih kejutan buat lu, lagian Lucas sendiri sama Alan yang minta gue buat rahasiakan ini dari lu dulu." ucap Sahira.
"Ohh, jadi ini ulah lu juga Lucas?" tanya Nur.
"Ahaha, maaf maaf! Alan juga kok yang mau kasih surprise buat lu, dia kan soalnya udah seharian kemarin gak muncul dan balas pesan lu." ucap Lucas menjawab pertanyaan Nur sambil terkekeh.
Nur pun cemberut sembari menaruh dua tangannya di depan dan memasang ekspresi kecewa, ia juga membuang muka tak mau melihat ke arah Alan yang sedari tadi tersenyum ke arahnya. Tampaknya Nur memang sedikit kesal lantaran Alan dan kedua temannya itu mengerjainya, ya walau ia juga merasa senang karena bisa bertemu dengan Alan kembali.
Sementara Alan kini turun dari motornya lalu menghampiri Nur yang masih saja ngambek, Alan terus tersenyum dan berdiri tepat di samping Nur saat ini untuk coba menghiburnya. Alan tak mau dipertemuan pertamanya kali ini dengan Nur setelah ia sakit, justru Nur malah marah dan tidak mau menatap wajah seperti sekarang ini.
"Nur sayang, jangan ngambek dong! Aku minta maaf, ya? Aku janji deh gak akan begini lagi, nanti di sekolah aku traktir kamu makan deh!" ucap Alan coba membujuk kekasihnya.
__ADS_1
Nur masih tetap pada pendiriannya untuk tidak mau menoleh ke arah sang kekasih, biarpun sebenarnya ia ingin sekali menatap dan mengelus wajah Alan yang sudah lama tak ia lihat. Nur rindu sekali dengan kekasihnya itu, karena sudah sekitar dua harian Alan menghilang tak ada kabar dan membuatnya bingung harus mencari kemana kekasihnya itu.
"Nur, ayolah! Maafin aku ya! Gini aja deh, kamu mau apa biar aku turutin nanti?" ucap Alan.
"Aku gak mau apa-apa kok, aku cuma mau kamu kasih kabar ke aku walau sekedar pesan singkat! Bukannya ngilang gak ada kabar kayak gitu, kamu pikir dengan traktiran bisa ngilangin rasa kesal dan emosi di dalam tubuh aku?" ucap Nur.
"Iya iya, aku minta maaf lagi nih! Kamu tinggal bilang aja mau apa, aku pasti bakal lakuin supaya bisa dapat maaf dari kamu!" ucap Alan.
"Huft, yaudah sekarang aku mau kamu jelasin ke aku kenapa kamu menghilang kemarin?!" ujar Nur.
Alan pun terdiam menunduk sejenak dan mengambil nafas agar bisa tenang, ia bingung harus mengatakan apa kepada Nur kekasihnya itu karena tak mungkin ia menjelaskan yang sebenarnya. Alan sudah sengaja menutup-nutupi semuanya dari sang kekasih kemarin, mana mungkin ia akan membuka semua itu saat itu dan usahanya akan sia-sia.
"Kenapa diem? Ayo jawab!" bentak Nur.
Akhirnya Sahira dan Lucas berusaha membantu Alan untuk dapat lepas dari cecaran Nur.
"Eee Nur, kita berangkat aja yuk!" ucap Sahira.
"Iya Nur, nanti lu bisa lanjut bicara sama Alan di sekolah. Sekarang mending kita berangkat dulu ke sekolah sebelum terlambat, soalnya ini udah mau masuk waktu bel bunyi." sahut Lucas.
Nur pun terpaksa menurut dan melupakan sejenak pertanyaannya tadi, ia meminta pada Alan untuk menunggu disana karena ia harus masuk ke dalam rumah sejenak dan bicara pada pak Tirta alias supirnya bahwa ia tidak jadi minta diantar. Ya sebelumnya Nur memang sudah terlanjur meminta pak Tirta untuk mengantarnya.
"Lan, mending lu jujur deh sama Nur!" ucap Lucas memberi saran sembari menepuk pundak Alan.
"Iya Alan, jujur itu lebih baik! Daripada lu terus-terusan berantem sama Nur, ya kan?" sahut Sahira.
"Iya, nanti gue jujur deh." ucap Alan.
"Yaudah, kita duluan ya?" ucap Lucas.
"Iya..." ucap Alan.
Lucas dan Sahira pun bergegas pergi dari sana untuk segera menuju sekolah mereka, ya mereka sengaja membiarkan Alan berduaan lebih dulu dengan Nur agar bisa lebih lempeng. Selain itu, Lucas jika tidak mau terlambat ke sekolah jika harus menunggu Nur yang masih masuk sejenak ke dalam rumahnya itu untuk berbicara pada pak Tirta.
Tak lama kemudian, Nur pun kembali ke luar menemui Alan yang juga masih berdiri disana menunggunya. Tampak Nur juga heran karena sudah tidak ada Lucas maupun Sahira disana, padahal ia baru pergi sebentar dari dalam tadi.
"Lan, Sahira sama Lucas mana?" tanya Nur.
"Ohh, mereka udah ke sekolah duluan. Sekarang giliran kita yang susul mereka!" jawab Alan.
"Iya yuk!" ucap Nur tersenyum tipis.
Mereka pun juga sama-sama naik ke motor Alan untuk pergi ke sekolah menyusul Sahira serta Lucas yang sudah lebih dulu berangkat, Alan menyerahkan helm dan kemudian menyalakan mesin motornya untuk bersiap pergi dari sana menuju sekolah mereka.
Alan sengaja melaju dengan kecepatan yang lumayan tinggi, karena sekarang mereka tengah dikejar waktu agar tidak terlambat sampai sekolah. Tentu Alan tak mau jika Nur pacarnya itu sampai telat dan dihukum oleh guru disana, karena ia sangat menyayangi Nur dan tidak mau sesuatu terjadi kepada kekasihnya tersebut.
"Aku seneng banget bisa boncengin kamu lagi, semoga kita bisa terus begini ya sayang!" gumam Alan di dalam hati sambil senyum-senyum.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...