Broken Angel

Broken Angel
Part 51


__ADS_3

Allena kembali terbangun oleh suara perutnya yang berdemo,meminta untuk di berikan asupan nutrisi oleh sang empunya.


Krucut..Krucut..Krucut .


Bunyi perut Allena yang lapar begitu nyaring terdengar,menganggu sang empu dari tidur siang nya.Hal,itu membuat Allena menjadi meradang karenanya.


"Sial,dasar perut gak tau situasi".Umpat Allena,yang kegiatan istirahat nya harus terganggu.


Dia berjalan menuju dapur untuk mencari makanan sebagai ganjal perutnya yang sudah melakukan aksi demo massal tanpa melihat sang empunya.


Dia edarkan pandangan nya ke penjuru ruangan.Mencari sosok yang selama ini telah berjasa dalam menjaga asupan nutrisi untuk sang pemilik rumah,tentu yang di cari Allena bukan mamah Axel.


Ekor matanya menangkap sosok bi Surti dan pak tejo yang seperti sedang terlibat perbincangan serius.Allena berjalan menuju bi Surti dengan mengendap-endap layaknya seorang perampok.


Kasak-kusuk Allena mendengar percakapan bi Surti dan pak tejo yang berbicara dengan berbisik, seakan takut ketahuan oleh orang lain.


"Semalam,pak Allan datang kesini".Ucap pak tejo, hati-hati sekali dia berucap.

__ADS_1


"Lalu,apa yang bapak lakukan di sini?,sebab aku mendengar teriakkan nya dan juga ibu yang sepertinya sedang ketakutan?".Tanya bi Surti.


Pak tejo, mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan.Memeriksa apakah ada yang mendengar atau tidak.Allena bersembunyi di balik tembok.


"Bapak mencari non Allena".Gumam pak tejo.


"Hah,gak mungkin ayah ku mencari ku."Gumam Allena.


"Kan nona Allena gak ada?".Tanya bi Surti,semakin penasaran saja dia.


"Nah itu masalah nya".Teriak pak tejo,tanpa sadar dia menaikkan oktaf nada bicaranya.


"Hehe".Pak Tejo hanya menyengir kuda saja, sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Jadi,apa yang di lakukan oleh bapak terhadap ibu?".Tanya bi Surti sekali lagi.


Pak tejo,menunduk dalam.Menyesal begitu kentara di raut wajahnya yang mulai keriput termakan usia."Bapak menyiksa ibu". Ucapnya dengan suara parau.

__ADS_1


Bi Surti membungkam mulutnya sendiri menggunakan tangan nya, seakan tak percaya dengan ucapan pak tejo.Sedangkan,Allena dia tak begitu terkejut dengan ucapan pak tejo.Karena memang itu adalah tabiat buruk ayah nya,sejak perceraian itu terjadi.


"Sudah gak aneh.Udah berpisah pun masih melakukan kekerasan".Gumam Allena."Cuih, bajingan".


"Lalu,apa yang kau lakukan?".Tanya bi surti tak kuasa menahan Isak tangisnya.


"Aku sudah berusaha untuk menyelamatkan ibu, tapi aku kalah body sama kalah kuat.Jadinya aku tak mampu melawan dan bahkan melindungi ibu pun tak kuasa".Sesal pak tejo.


Raut penyesalan begitu tampak di raut wajah pak tejo.Bagaimana tidak,jika dia sendiri yang sudah menyaksikan bagaimana kejamnya mantan tuannya itu terhadap nyonya nya.Amarah nya begitu besar dan Axel lah yang menjadi pelampiasan kemarahannya.


Dia,tidak menampik bahwa itu bukan kejadian untuk pertama kalinya.Tapi,yang ini sudah sangat terlalu dan mungkin bisa di bawa ke jalur hukum.


Allena yang bersumber di balik tembok,tak kuasa menahan emosi dan amarahnya.Keputusan berpisah adalah jalan terbaik dan keputusan dia untuk tinggal bersama sang mamah juga adalah hal yang baik,meski tak sepenuhnya baik tapi setidaknya dia tidak hidup dengan seekor binatang.


Di saat pak tejo, tengah tertunduk,menyesal dan bi Surti yang menenangkan di saat itu pula mereka di kejutkan oleh suara tepukan tangan seseorang.


Puk..Puk..Puk

__ADS_1


Tepukan tangan ini,begitu kencang di sertai dengan kemunculan seseorang yang tak asing bagi mereka.


__ADS_2