Broken Angel

Broken Angel
Part 60


__ADS_3

Ibu Mia berjalan menghampiri rey dan Allena,berdiri dengan angkuhnya seakan dendamnya terbalaskan sudah yang dia tujukan untuk allena,siswi urakan nan nakal.


"Sudah, seharusnya Allena kita skor,bila perlu kita keluarkan dia dari sekolah ini". Ucapnya lantang,di saksikan oleh beberapa guru yang hadir,termasuk kepala sekolah.


Deg


Jiwa,Allena benar-benar terguncang,dimana dia di hukum dengan di saksikan oleh banyak pasang mata.Menatapnya dengan penuh kebencian,ada pula yang menertawakannya.


"Akhirnya,siswi itu di keluarkan juga".


"Di jamin aman sentosa, sekolah kita".


"Baguslah dia keluar dari sekolah ini,gak ada keributan,gak ada aksi bully".


Kasak-kusuk terdengar dari guru yang menatap benci pada Allena dengan perasaan dongkol menguasai diri mereka.


Tak terkecuali dengan Rey,dia sudah habis kesabarannya menghadapi allena.Sudah cukup baginya bersikap baik,pada kenyataannya dia mendapatkan sebuah kekecewaan,sudah cukup dia membela Allena sejauh ini.


Baik,Rey,Allena,ibu Mia maupun guru yang lain saling terdiam.Belum ada keputusan diantara mereka.Semua murid sudah masuk ke jelas mereka masing-masing,ada pula yang masih keluyuran kesana-kemari.Tak,sengaja melihat pemandangan langka di hadapan mereka.Allena,siswi urakan itu tengah di kelilingi oleh banyak guru.

__ADS_1


Rasa penasaran,telah membuat tempat parkir itu di padati oleh kerumunan siswa-siswi yang menonton pemandangan langka bagi mereka.


Yah,tentu mereka dengan gampangnya bisa berkerumun,toh berita itu sudah menyebar ke penjuru kelas.Dan disini lah mereka berada,di tempat parkir seperti apa yang sudah di sebarkan.


"Wah,Allena udah bikin keributan apalagi tuh?".


"Ada apa sih ini?".


"Minta kronologi nya dong".


Kasak-kusuk kembali terdengar,kali ini siswa-siswi yang bergosip ria,ada pula yang mengucapkan syukur apabila Allena tersanjung kasus berat dan mungkin berakhir di keluarkan.


Satu guru mungkin tak bisa melawan Allena,tapi kalau dengan banyak guru.Tentu,Allena tak mungkin bisa lagi melawan.


"Mari kita bicarakan masalah ini di ruang guru saja, jangan disini".Ucap Rey,pada akhirnya memutuskan keheningan yang menyelimuti tempat parkir.


Tentu, keputusan itu dia ambil bukan semata-mata untuk melindungi Allena,tapi memang tempat parkir itu sudah di padati oleh siswa-siswi yang menonton dan bahkan ada yang berani memfoto dan memvideo.


"Setuju".Ucap pak Hadi, mengeluarkan pendapatnya sebagai orang nomer satu di sekolah itu.

__ADS_1


"Dengar semua.Semua bubar,kembali masuk ke kelas masing-masing,bila ada yang sempat memfoto, memvideo dan bahkan menggunggah nya ke media sosial.Maka,akan saya pastikan kalian akan di keluarkan dari sekolah ini!".Seru rey.


Yah,lagi alasan rey bukan untuk melindungi Allena, tetapi untuk menjaga citra sekolah.Takut, nantinya akan tercemar oleh posting foto yang hanya mengetahui nya dari sepenggal cerita saja, tanpa tau kejadian yang sebenarnya.


"Huh". Siswa-siswi membubarkan diri masing-masing,tak ingin mengambil resiko atas perbuatan nekat mereka.


Begitu pun dengan guru,mereka juga membubarkan diri untuk pergi ke ruang guru,di ikuti oleh pak Hadi,Rey,ibu Mia dan terakhir Allena.


Malu luar biasa yang tengah dialami oleh Allena,karena dia menjadi pusat perhatian orang banyak.Biasanya,dia yang menonton sekarang dia yang di tonton.


'The power of karma'.Seperti kata Allena,sekarang itu semua berbalik pada Allena sendiri.


Allena bahkan menutup mukanya,saking malunya,dia juga berjalan paling akhir,diantara gerombolan guru.


"Amaju, Allena".Sentak rey, mensejajarkan langkah kakinya dengan Allena."Apapun yang terjadi, hadapilah".Ucap Rey,tersenyum manis.


Allena,memutar bola matanya jengah.Dia yang sudah mempermalukannya,dia pula yang bertindak bak pahlawan kesiangan.


"Hebat,bener aktingnya".Gumam Allena.

__ADS_1


__ADS_2