Broken Angel

Broken Angel
Part 90


__ADS_3

Susah payah Rey menyempatkan diri menjenguk Allena ke rumah sakit dengan drama yang cukup alot antara dirinya dengan ayahnya bahkan dia rela menentang ayahnya sendiri hanya demi seorang Allena.Tapi, begitu dia sudah sampai di rumah sakit,dia malah di sajikan pemandangan yang merusak kornea matanya.


Belum lagi sikap marga,yang seakan membenarkan apa yang sudah di lihat dan di tuduhkan untuk nya.


"Kalau tau begini jadinya,mending gue gak usah kesini sekalian". Gertak Rey.


Yah, bagaimana lah tidak,jika Rey datang ke rumah sakit dengan melalui proses panjang dan perdebatan alot dengan ayahnya yang terkenal tegas dan serius bila membahas masalah perusahaan.


Dua hari ini,Rey memang tengah di sibukkan dengan urusan bisnisnya.Dia yang memimpin tapi dia juga yang di repotkan,karena ada masalah yang urgent.


Perusahaannya tengah menghadapi persaingan bisnis dan serangan di era globalisasi yang yang semakin maju dan tumbuh pesat.Memaksa perusahaan untuk lebih kreatif, inovatif dan kerja keras agar perusahaan yang sudah di bangun tak terancam gulung tikar.


Inilah pokok permasalahan yang tengah di bahas oleh Rey beserta dengan jajaran direksi yang lain nya, mengadakan meeting dadakan demi kelangsungan sebuah perusahaan.


Rey,yang begitu sampai di rumah sakit harus menelan kekecewaannya kala melihat keromantisan marga dan juga Allena,apalagi sikap Allena terhadap marga amat berbeda bila di bandingkan dengan dirinya.


"Entah sihir apa yang di gunakan oleh marga pada Allena,dan mantra apa yang bisa menghipnotis Allena".Gumam Rey.Dia daritadi hanya berdiri mematung,sembari memikirkan cara melunakkan Allena, seperti apa yang di lakukan oleh marga terhadap allena.


Ingin rasanya Rey bertanya pada marga tentang sihir atau mungkin sulap dan bahkan trik khusus untuk menjinakkan Allena yang seperti singa betina.

__ADS_1


"Ah,sudah lah lebih baik pulang saja, daripada kesini hanya bikin sakit hati saja".Gumam Rey lagi.


Pada akhirnya Rey,tak jadi menjenguk Allena.Lagi-lagi dia melupakan janjinya,gadis kecilnya yang dia cari.


....


Pagi kembali hadir,sinar bulan telah tergantikan oleh sebuah sinar mentari yang amat menyilaukan lagi bersinar terang.Terang menerangi gelapnya bumi dan memberikan warna untuk memulai beraktivitas.


Marga, seperti biasa dia menyempatkan diri untuk menjenguk Allena,menyambung rencananya yang gagal akibat keteledoran Rey dan bahkan berakibat gagal.


"Semoga,hari ini akan semesta mendukung usaha ku".Harap marga, sembari berjalan menuju ruang rawat Allena dengan membawa sebuket bunga mawar merah dan sekantong plastik berisi makanan.


Klek


Pintu ruang rawat terbuka oleh seorang perawat yang kebetulan berpapasan dengan marga, karena sudah mengantarkan nampan berisi sarapan untuk allena.


Entah kebetulan atau tidak,entah marga harus berterima kasih atau tidak yang jelas berkat adanya perawat penjaga, membuat marga tak perlu susah payah membukakan pintu untuk dia masuk.


"Selamat pagi,gadis manis".Sapa marga, begitu dia sudah masuk ke dalam.

__ADS_1


Allena,menoleh pada datang nya seorang pria yang di kenalinya."Marga".Gumam Allena.


"Yah,aku kembali lagi".Sahut marga,sembari meletakkan kantong plastik ke atas nakas dan menyodorkan buket bunga mawar merah pada Allena.


"Untuk ku?".Tanya allena,membeo.


"Yah,untuk mu.Untuk gadis manis dan pemberani seperti mu".Ucap lembut marga.


Allena, bukannya berterima kasih,dia malah melemparkan buket bunga mawar merah itu pada Rey."Loe,nyumpahin gue mati".Gertak Allena.


Marga menangkap buket bunga mawar merah itu yang di lemparkan oleh allena kearah nya.


"Aku tidak menyumpahi kamu cepat mati".Ucap marga,duduk di kursi dekat ranjang Allena."Justru bunga mawar ini melambangkan keberanian dan semangat.Aku sengaja memberikan nya untuk mu.".Ucap marga lagi,sembari menyodorkan buket bunga pada Allena.


Allena,masih terdiam.Dia tidak ingin di bodohi begitu saja."Yang benar?".


"Iya, ambillah".


Allena mau tak mau mengambil buket bunga itu dari tangan marga."hmmm,harum".Ucap Allena, begitu menghirup aroma harum dari buket bunga mawar merah itu.

__ADS_1


__ADS_2