Broken Angel

Broken Angel
Part 93


__ADS_3

Allena masih terdiam, bukan perkara tidak percaya dengan sosok marga yang selama tiga hari ini menghiasi hari-hari nya dengan kelemah lembutnya dan parasnya yang tampannya yang mampu membuat Allena terpana.Bukdn tentang itu,Allena sudah mempercayai marga untuk berbagi kisah dan masalah hidup.


Hanya saja tak mudah bagi Allena untuk kembali mengingatkan semua kejadian dan peristiwa kelam yang telah dialami nya.


Susah payah Allena berlari dari rasa sakit dan rumah megah bak istana yang di dalamnya terdapat kenangan pahit akan kehancuran hidupnya.


Allena, berusaha untuk melawan rasa sakit dengan caranya sendiri, menegarkan hati agar tetap kuat.Tapi,lagi marga memaksanya untuk kembali mengingat masa kelamnya.


"Al".Ucap marga,menyentuh pergelangan tangan allena.


"Hmm".Sahut Allena,belum tersadar dari lamunannya.


"Kalau kamu tidak mau berbagi masalah dengan ku?,gak papa,aku akan bersabar menunggu mu siap bercerita".Ucap marga, lembut.


Allena, menggelengkan kepala."Tidak, bukan aku yang belum siap hanya hati ini belum cukup kuat".Gumam Allena.


Marga tersenyum."Sama aja,Allena".Ucap marga."Memang tidak mudah berbagi cerita dengan orang baru, apalagi kita baru saling mengenal".Jelas marga, memberikan pengertian pada Allena.


Allena, mengenggam tangan marga, seakan meminta kekuatan pada tangan kekar yang penuh dengan kelemah lemburan.

__ADS_1


Marga,balik mengenggam tangan allena.Mengerti dengan rasa gugup dan rasa trauma Allena."Bercerita lah semampu dan sekuat mu,tapi jangan di paksa apabila kamu tak kuat menahan nya?".Ucap marga.


Perlahan Allena menutup matanya, merasakan kekuatan yang mengalir melalui genggaman tangan marga yang begitu lembut dan bersih untuk ukuran pria.


"Orang tua ku bercerai saat umur ku baru 10 tahun".Allena memulai kisah kelam nya dengan menyebutkan awal perceraian orang tuanya yang berhasil menghancurkan hidupnya pula.


Marga, fokus mendengarkan cerita Allena, sesekali dia menenangkan Allena yang terisak menangis kala cerita demi cerita itu meluncur dari bibir mungilnya.


Tak di sangka nya kehidupan Allena begitu amat memprihatinkan di tengah kemewahan dan bergelimang harta.


Allena boleh di manjakan dengan sebuah kemewahan,tapi jauh dalam hati nya dia haus akan kasih sayang dari orang tuanya,haus akan cinta dan perhatian dari mereka.


Allena menginginkan waktu senggang dengan ibunya yang hampir tak pernah dia dapatkan karena kesibukan mamahnya,apalagi sang ayah yang sudah lama tak berjumpa dengan nya hanya untuk melepas rindu dan bercerita tentang hari-hari yang di lalui nya.


"Aku berusaha untuk lari dari masalah dengan menghisap rokok,pergi ke bar dan menghabiskan beberapa botol wine".Ucap Allena, menceritakan awal dia menjadi kecanduan terhadap minuman beralkohol dan benda yang memiliki kandungan zat adiktif.


"Kamu sendiri,yang memutuskan untuk menghisap rokok sebagai alat pelarian atau karena bujukan dari orang lain?". Tanya marga, mengintrogasi Allena.


Allena menggelengkan kepala."Tidak.Aku sendiri yang memutuskan untuk menghisap rokok hingga aku menjadi kecanduan,tapi_".Allena menjeda penjelasannya,air mata kembali membasahi pipinya yang mulus.

__ADS_1


Marga, dengan sabar dia terus mendengarkan dan memberikan kekuatan agar Allena bisa kuat menceritakan semua masalah nya.Hal yang selama ini marga cari dari diri Allena.


"Kau ingat,aku pernah bercerita bahwa aku punya kekasih?".Tanya allena,begitu dia sudah tenang.


"Yah".


"Dia adalah Andre.Dia merupakan anak dari bandar narkoba _".


"Kau mengonsumsi narkoba?".Tanya marga, memotong penjelasan Allena.


Allena mengangguk."Yah".


Marga,menepuk jidatnya."Oh my God".Gumam marga, seakan tak percaya.


"Maaf ".Ucap Allena, menunduk.Menyesali kebodohannya.


Marga menghembuskan nafasnya secara kasar, diam-diam dia mengepalkan tangannya geram dengan kekasih Allena dan juga kebodohannya.


"Seberat-beratnya masalah,tak seharusnya kau mengonsumsi narkoba dan lari pada benda-benda yang bisa merusak masa depan mu".Sentak marga,nada bicaranya tak selembut tiga hari yang lalu,ada kilatan kemarahan dan rasa kecewa dalam diri marga.

__ADS_1


Allena terlonjak kaget,tak di sangka nya.Pria yang memberikan kekuatan dan kepercayaannya dengan sikap dan tutur katanya yang lembut, sekarang malah membentak nya.


__ADS_2