Broken Angel

Broken Angel
Episode 212 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 112


...•...


"Ada apa, ratu? Tumben sekali ratu datang kesini diwaktu malam seperti ini, apa ada yang gawat?" tanya Sahira dengan gugup menatap wajah sang ratu.


Ratu Keira diam saja menatap tajam ke arah Sahira, ia mulai berjalan pelan ke samping menjauh dari Sahira lalu berhenti saat sampai di dekat jendela. Sontak Sahira bingung apa yang hendak dilakukan sang ratu disana malam-malam seperti ini.


"Sahira, kamu seharusnya tau bahayanya kalau menggunakan kekuatan mu di bumi ini! Akan banyak makhluk-makhluk jahat dari luar sana yang mungkin bisa mengendusnya lalu datang ke bumi dan membahayakan diri kamu sendiri! Sudah berkali-kali aku peringatkan kamu untuk jangan menggunakan kekuatan kamu disini, tapi kenapa kamu masih terus bandel dan memakai kekuatan itu?" ucap ratu Keira.


Sahira pun menundukkan wajahnya saat sang ratu menoleh ke arahnya, ia merasa sangat bersalah sudah sering menyalahgunakan kekuatannya di bumi untuk membantu orang terkasihnya. Sahira sendiri juga memang sudah mengetahui resikonya, namun ia tetap berharap tak ada sesuatu yang akan terjadi padanya maupun bumi ini.


"Maafkan aku, ratu! Semuanya aku lakukan dengan terpaksa, aku tidak bisa membiarkan dia terluka di rumah sakit seperti itu!" ucap Sahira dengan nada pelan tanpa melihat ke arah ratu Keira.


"Siapa memangnya lelaki itu, Sahira? Mengapa kamu terlihat peduli sekali dengannya sampai harus menggunakan kekuatan mu untuk menyembuhkan dirinya?" tanya ratu Keira penasaran.


Sahira pun bingung harus menjawab apa, ia takut nantinya ratu akan marah jika ia menceritakan yang sebenarnya kalau Lucas adalah kekasihnya saat ini dan ia sangat mencintai pria tersebut. Tentu saja hal itu akan terjadi karena ratu Keira memang menentang keras bidadari mencintai manusia, selamanya bidadari dan manusia tidak akan bisa hidup berdampingan di bumi.


"Kenapa diam, Sahira? Apa ada yang sedang kamu tutupi dari aku? Sebaiknya apapun itu cepatlah kamu beritahu padaku, daripada nantinya aku akan tau sendiri dan mungkin aku akan memberi hukuman yang lebih parah padamu...." ucap sang ratu.


"Tidak ada, ratu! Aku tidak sedang menutupi apapun! Mana mungkin aku berani seperti itu padamu, ratu!" ucap Sahira gugup.

__ADS_1


Ratu Keira sebenarnya tak percaya dengan kata-kata dari Sahira, namun ia memerlukan bukti kuat untuk menekan bidadari nya itu sebelum kembali bertanya padanya. Akhirnya sang ratu melupakan itu semua sejenak, ia membahas sesuatu yang lebih penting tentunya karena terkait keamanan bumi.


"Sudahlah, kita lupakan saja tentang itu! Ada yang lebih penting sekarang, aku merasakan kekuatan yang amat dahsyat sudah muncul dan mendekati bumi ini! Aku khawatir kekuatan itu nantinya akan merusak bumi dan bisa menyebabkan kesengsaraan dimana-mana, sebaiknya kamu cari tahu tentang itu dan laporkan padaku dengan segera!" ucap ratu Keira memberi tugas pada Sahira.


"Eee memangnya kekuatan macam apa itu, ratu? Apakah sangat berbahaya sampai kita harus mewaspadainya?" tanya Sahira penasaran.


"Bukan hanya berbahaya, Sahira! Tetapi juga mengerikan dan mungkin akan bisa menaklukkan bumi ini jika kita tidak segera menghentikannya, mintalah bantuan Nur serta Dimas untuk menyelidiki ini semua karena kekuatan mereka diperlakukan!" jelas ratu Keira.


"Baik, ratu!" ucap Sahira singkat.


"Yasudah, itu saja yang ingin aku bicarakan padamu! Pesanku hanya satu, jaga baik-baik mustika itu di tubuhmu dan jangan sampai jatuh ke tangan orang lain apalagi orang jahat!" ucap ratu Keira.


"Tentu saja, ratu! Aku akan menjaga mustika ini seperti halnya aku menjaga diriku sendiri!" ucap Sahira.


"Baiklah, aku pergi!" ucap ratu Keira.


Dengan sekejap sang ratu menghilang dari sana dan kembali ke tempatnya, sementara Sahira tampak kebingungan memikirkan perkataan ratunya tadi.


...•••...


Disisi lain, Dimas pergi ke luar menatap langit gelap yang berisi bintang-bintang bersinar disertai bulan yang melengkung seperti pisang. Entah mengapa seperti ada rasa yang mengganjal di dalam hatinya saat tadi ia hendak menikmati tubuh Wilona, tiba-tiba saja Dimas malah terbayang wajah Sahira di pikirannya. Tentu saja hal itu bukanlah sebuah kebetulan semata, mungkin akan ada sesuatu momen yang terjadi pada mereka berdua nanti.


"Ada apa ini langit? Mengapa tiba-tiba engkau memunculkan wajah Sahira di dalam kepala ku? Aku sedang berusaha melupakan dia dan fokus kepada istriku, seharusnya disaat seperti tadi hal seperti itu tidak boleh terjadi! Bagaimana kalau Wilona tau dan dia berfikir kalau aku masih mencintai Sahira? Walaupun itu memang benar, sulit sekali bagiku untuk menghilangkan rasa cinta kepada bidadari cantik itu!" batin Dimas.


Dimas pun memutuskan untuk duduk di bangku yang tersedia disana, ia terus melamun memikirkan apa yang terjadi sebenarnya. Susah sekali rasanya bagi dirinya untuk bisa tenang dan fokus pada Wilona, selalu saja ada bayangan wajah Sahira di dalam pikirannya. Ia pun tak mengerti mengapa ini baru terjadi sekarang padahal sebelum-sebelumnya saat ia berhubungan dengan Wilona, hal ini tak terjadi.


Tak lama kemudian, seorang wanita duduk di sampingnya dan langsung menempelkan wajahnya di bahu lelaki itu serta melingkarkan tangannya ke pinggang Dimas. Wanita itu ialah Wilona alias sang istri baru Dimas, pria itu nampak kaget saat tiba-tiba Wilona berada di sampingnya.


"Gimana caranya kamu bisa ada disini? Aku kan udah kunciin kamu di kamar, harusnya sebagai istri kamu nurut dan diam disana jangan malah keluar! Apa kamu ingin ngelawan aku?" ujar Dimas kesal.

__ADS_1


"Gak gitu, sayang! Aku cuma khawatir aja sama kamu karena tiba-tiba kamu berhenti tadi, makanya aku keluar kamar terus datengin kamu disini! Ada apa sih, sayang? Kenapa kamu kelihatan seperti orang yang lagi banyak pikiran??" ucap Wilona.


"Gak ada apa-apa kok, ini bukan urusan kamu! Lagian juga bukan hal yang penting kok, jadi lebih baik kalau kamu gak tau dan kita gak bahas ini lagi!" ucap Dimas.


"Ohh, yaudah deh gapapa!" ucap Wilona.


Dimas tertegun saat melirik ke arah belahan dada wanita di sampingnya itu, ia mulai kembali tertarik pada Wilona dan ingin memakainya. Namun, Dimas menghilangkan sejenak pikiran itu karena ia harus berfikir keras untuk bisa menjadi penguasa tertinggi di seluruh alam semesta.


"Wilona," ucap Dimas memanggil istrinya.


"Ya, sayang?" ucap Wilona nyaut.


"Bagaimana caranya agar aku bisa menjadi penguasa tertinggi di seluruh semesta?" tanya Dimas.


"Hah? Emangnya kamu pengen?" ujar Wilona kaget.


"Ya, kenapa tidak? Sekarang aku baru sekedar menjadi pemimpin alam pelangi serta pangeran langit saja, aku ingin yang lebih dari ini!" ucap Dimas.


Sontak Wilona langsung terkejut, ia tidak menyangka kalau pria di sampingnya itu benar-benar haus akan kekuasaan padahal saat ini ia sudah memberi Dimas pangkat tertinggi di alamnya.


"Kalau begitu, hanya ada satu yang perlu kamu lakukan sayangku!" ucap Wilona tersenyum.


"Apa itu, manis?" tanya Dimas menggoda Wilona dengan mengecup hidung wanita itu.


"Kamu harus rebut mustika merah dari tangan Sahira, setelahnya apapun yang inginkan bisa dengan mudah terwujud!" jawab Wilona.


Wajah Dimas langsung berubah menjadi terkejut, ia kini mempunyai pikiran kalau pantas saja sedari tadi ia selalu terbayang wajah Sahira. Mungkin langit sudah mengetahui keinginannya dan memberikan jawaban untuknya melalui pikirannya.


"Hahaha, baiklah aku akan rebut mustika itu dari Sahira! Dan untuk mendapatkannya akan sangat mudah, mungkin seperti merebut permen dari seorang bayi!" batin Dimas tersenyum.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2