Broken Angel

Broken Angel
Part 23


__ADS_3

Dengan segala kekuasaan dan kekuatan uang yang di miliki,hanya dengan perintah.Rey bisa mendapatkan apa yang dia inginkan,walau dengan jarak jauh dan tanpa sepengetahuan orang lain.Seperti saat ini,dia memerintahkan anak buahnya yang seorang detektif handal untuk menyelidiki kediaman Allena.


"Aku punya perintah untuk mu".Ucap Rey,tanpa basa-basi saat sambungan telpon itu terhubung.


"Perintah apa yang ingin kau berikan?".Sahut seseorang di sebrang sana.


"Selidiki kediaman Axel Maureen.Aku ingin kau melaporkan tentang kehidupan Allena".Perintah nya sembari menutup kembali sambungan telepon itu.


Yah,rey bisa mengetahui kehidupan Allena dan bahkan alasan di balik dia pernah membuat dia celaka karena diam-diam rey menyelidiki kehidupan allena.


"Allena Allena,kenapa aku bisa sepeduli ini pada mu?".Tanya Rey,pada diri sendiri.


Rey,sudah kembali fokus ke rencananya.Memulai sesuatu yang sebelumnya tertunda akibat pikirannya terus memikirkan allena.Gadis manis dengan segala kehidupan rumitnya.

__ADS_1


Sayup-sayup, pikirannya melanglang buana ke kejadian pada lima tahun yang lalu.Saat usianya 17 tahun dan mungkin gadis itu berusia 10 tahun.Gadis manis yang tengah duduk di pojokan pohon dalam keadaan yang memprihatinkan.


Sayang, pertemuan singkat itu tak membuat nya mengenal indentitas dari si gadis manis yang rambutnya tergerai indah.


Rey,yang saat itu juga menerima pendidikan keras nan tegas dari sang ayah,memang tak menampik dia merasakan kebahagiaan bersama dengan si gadis manis dengan kecantikannya yang tertutup selimut duka.


"Pak Rey,pak".Ucap seorang pria di sebrang sana.


Rey,masih terjebak dalam pikiran masa lalunya.Sejak daritadi rey melamun,kembali tak fokus dalam bekerja.Pikirannya sekarang di penuhi oleh wajah imut nan manis dari seorang gadis yang pernah di temuinya.Seingatnya dia pernah memberikan earphone.


Rey,terlonjak kaget dengan sentakan itu seakan dia di tarik paksa dari dunia masa lalunya.


"Loe udah bosan kerja Ama gue?".Gertak rey

__ADS_1


"Maaf pak bukannya saya lancang,tapi bapak daritadi tidak fokus terhadap meeting kita".Jelas seorang pria itu.


"Ehem".Rey,berdehem."Kau menganggu konsentrasi ku saja,saya tidak jadi menanam modal di perusahaan loe.Gak ada bantahan dan meeting selesai ".Ucap Rey, memberikan poin terakhir sebagai penutup.


"Tapi pak-".


"Pak pak pak,gue bukan bapak loe.Bego".Gertak Rey,sembari mematikan laptop nya.


Laki-laki di sebrang sana, berteriak.Memohon agar Rey tidak mengambil keputusan dalam keadaan emosi.Tapi,lagi Rey tidak mau memaafkan kesalahan sekecil apapun apalagi sampai menganggu pikiran nya yang melanglang buana ke masa lalunya.


"Loe jual,gue beli.Bego".Umpat rey.


Saat Rey,tengah emosi dengan salah satu klien yang berani menegurnya dan bahkan membentaknya.Lain hal dengan anak buah yang di perintahkan oleh Rey.

__ADS_1


Dia tengah membawa Allena ke rumah sakit karena pada saat dia bertandang dan bertamu ke rumah nya.Tanpa permisi dari tuan rumah,dia langsung mendobrak kamar Allena begitu dia tidak mendapati Allena di ruangan lain.


Beruntung detektif itu punya insting seorang ibu yang mengkhawatirkan anaknya saat dia menerima laporan bahwa Allena masih di dalam kamar.Dan alangkah terkejutnya dia,saat di dapati Allena tergeletak di lantai dengan posisi telentang dan obat-obatan yang berserakan di kana kirinya.


__ADS_2