
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 153
...•...
Seminggu kemudian...
Setelah kepergian Dimas, kini Wilona sendirian dan tak tahu harus bagaimana menjalani hidupnya yang sudah terbiasa dengan kebersamaan serta kehangatan yang diberikan Dimas sang suami.
Semua yang terjadi antara dirinya dan juga Dimas kini hanyalah sebuah kenangan yang tak mungkin terulang kembali, mereka sudah berbeda dunia sehingga Wilona harus terbiasa untuk hidup sendiri tanpa kehadiran sosok Dimas disisinya yang selalu dapat membuatnya merasa tenang dan hangat.
Tangis air mata membasahi wajahnya, mengingat semua kenangan yang ia lakukan dengan Dimas dahulu walau kebanyakan adalah menyusun rencana jahat untuk menghabisi sang ratu atau menculik Sahira dari tangan para bidadari itu.
"Wilona..."
Suara seseorang yang tak asing di telinganya terdengar berbarengan dengan tapak kaki yang seperti menuju ke arahnya, Wilona pun menoleh ke belakang mengecek dan memastikan siapakah yang memanggil namanya barusan.
Matanya terbelalak lebar terkejut begitu melihat sosok sang ratu tengah berjalan mendekatinya sembari tersenyum, tentu Wilona cemas serta takut kalau-kalau Keira ingin menangkapnya dan bahkan memenjarakan dirinya di penjara nirwana.
"Wilona, apa kabar...??" tanya Keira tersenyum dan kini sudah sampai di dekat saudaranya itu.
"Mau ngapain kamu datang kesini, ratu Keira? Gak mungkin kan kalau kamu cuma mau tanya soal kabar aku, langsung to the point aja!" ujar Wilona dengan nada ketus dan ekspresi datar.
"Ya oke, aku datang kesini mau coba menghibur kamu supaya gak terus larut dalam kesedihan!" ucap ratu Keira menjelaskan maksudnya.
"Buat apa kamu peduli sekali sama aku, ratu? Mau aku sedih atau dendam dan marah sekalipun, itu gak ada urusannya sama kamu...!!" ujar Wilona mulai sedikit tegas dan emosi pada Keira.
Ratu Keira masih tetap berusaha tenang menghadapi sikap sang adiknya itu, ia tahu betul Wilona pasti masih sedih dan kesal karena kehilangan sosok Dimas yang selama ini selalu menemaninya dan menjadi orang satu-satunya yang mendukung dia disaat yang lain semuanya memusuhi Wilona.
"Biar bagaimanapun juga, kamu adalah adikku Wilona! Maka dari itu, aku juga ikut sedih melihat keadaan kamu kayak gini..." ucap ratu Keira.
"Halah, gausah sok kasihan deh! Aku tahu kamu kayak gini tuh cuma pura-pura doang, kan? Sampai kapanpun aku gak akan pernah mau berdamai dengan kamu, jadi jangan harap kalau kamu bisa bikin aku berpihak sama kamu!!" ujar Wilona.
"Tenang dulu, Wilona! Semua itu cuma persepsi kamu doang, aku gak ada niat sama sekali buat pengaruhi kamu atau apalah itu!" ucap Keira.
"Udah deh, gausah pura-pura terus! Sekarang kamu pergi atau aku bakal panggil penjaga disini buat usir kamu dan bawa kamu pergi, aku gak mau lihat wajah busuk kamu lagi disini...!!" bentak Wilona.
"Oke, iya aku pergi oke! Sekali lagi aku minta maaf kalau kehadiran aku disini bikin kamu gak enak, tapi tolong kamu jangan terus sedih!" ucap Keira.
"Gausah banyak omong, cepet pergi..!!" ujar Wilona.
Ratu Keira pun mengangguk pelan sembari mengukir senyum di wajahnya, ia tidak mau terjadi keributan lagi disana dan lebih memilih pergi secara damai membiarkan Wilona sendiri lebih dulu agar wanita itu bisa belajar untuk mengikhlaskan kepergian Dimas.
Setelah sang ratu pergi dari sana, Wilona pun kembali duduk di taman indahnya dan bersedih menangisi kepergian sang suami yang sudah dianggap sebagai setengah dalam hidupnya.
"Gimana aku bisa ngelupain kamu, Dimas? Kalau semua kenangan yang kita lakukan itu masih berbekas di hati aku, kenapa sih kamu lebih pentingin orang lain dibanding keselamatan kamu sendiri?" batin Wilona terisak.
...•••...
Sementara itu, Sahira yang telah kembali seperti semula kini pun menjalani kesehariannya lagi seperti sebelumnya yakni sebagai manusia biasa dan sudah mulai bersekolah bersama sahabat setianya yakni Nur yang sekarang juga sudah di bumi.
Mereka berdua memakai jaket andalan yang membuat mereka tampil lebih cantik, ya walau memang sudah sangat cantik karena mereka adalah bidadari khayangan jadi mau gak pake jaket pun mereka akan tetap cantik dan manis.
"Nur, seneng deh gue bisa kayak gini lagi!" ucap Sahira tersenyum sembari melihat seluruh bagian tubuhnya dari atas sampai bawah.
"Iya sama, gue juga seneng kalo kita bisa balik jadi manusia biasa lagi! Entah kenapa gue malah lebih suka jadi manusia begini, ya tapi tetep sih gue harus sadar diri kan kita terlahir sebagai bidadari!" ucap Nur tersenyum renyah.
"Hahaha, awas loh nanti omongan lu didenger sama ratu terus ratu bakal bikin lu jadi manusia biasa! Beuh gak akan bisa balik lagi deh lu ke semula, nanti lu juga selamanya jadi manusia..." ujar Sahira.
"Ish, lu mah nakut-nakutin gue aja deh!" ujar Nur.
"Hai Sahira, hai Nur...!!"
Tiba-tiba saja Nawal muncul di hadapan mereka untuk yang kesekian kalinya, ya tentu saja seperti biasa Sahira serta Nur masih terkejut karena Nawal memang datang mengagetkan mereka berdua.
"Ya ampun, Nawal ish...!! Lu kenapa sih ngagetin kita mulu kerjaannya??" ujar Sahira kesal.
__ADS_1
"Hahaha, maaf maaf guys! Soalnya kalo ngeliat kalian kaget begitu, aku jadi tambah seneng dan bahagia gitu!" ucap Nawal tertawa puas.
"Emang gak bener nih bidadari satu, harus dicipratin minyak goreng panas kayaknya...!!" ucap Sahira.
"Hahaha, duh jangan dong! Nanti kulit mulus aku ini bakal gosong dong kebakar, terus gak ada makhluk yang mau deketin aku atau gak mau aku deketin!" ucap Nawal cemberut.
"Ya makanya jangan iseng, Nawal! Lama-lama kita emosi kamu bisa kita bikin ancur loh!" ucap Sahira.
"Nah iya tuh, jangan main-main deh sama Sahira si bidadari terkuat di khayangan...!!" sahut Nur.
"Hehehe, iya iya ampun Sahira! Aku kan cuma bercanda, jangan lah kamu emosi begitu sama aku!" ucap Nawal memasang wajah memelas.
"Yaudah, sekarang lu mau ngapain kesini?" tanya Nur.
"Eee... gak ngapa-ngapain sih, aku gabut aja lagi gak ada tugas dari ratu di nirwana! Makanya aku kesini mau main sama kalian, gapapa kan?" jawab Nawal dengan santainya sambil tersenyum renyah.
"Hadeh, gak bisa Nawal! Kita ini mau pergi sekolah, kalo mau kamu ikut aja yuk...!!" ucap Sahira.
"Hah? Sekolah?? Gak mau ah, males! Nanti aku disuruh belajar sama baca-baca buku gak jelas, mending aku main di taman khayangan aja!" ucap Nawal langsung menolak tawaran Sahira.
"Hahaha, emang sekolah itu sulit! Hanya orang-orang yang pintar dan sabar yang bisa memahami arti sekolah sebenarnya, kamu mah iya sih mending balik aja ke khayangan..." ucap Sahira tertawa kecil.
"Iya, aku balik ya? Bye....!!" ucap Nawal melambai.
"Bye juga, Nawal!" ucap Nur & Sahira bersamaan.
Nawal pun menghilang kembali ke khayangan tempatnya berasal, sedangkan Sahira serta Nur lanjut berjalan ke depan gerbang menghampiri duo pasangan mereka yang sudah menanti disana.
•
•
Lucas & Alan sudah standby tepat waktu di depan gerbang rumah pacar mereka berdua, tampak kedua pria itu hanya diam sembari mengetuk-ngetuk jari ke badan motor dan mengangguk seperti orang menikmati alunan musik padahal gak ada musik.
"Heh, ini kita ngapa manggut-manggut aja dah daritadi?" ujar Alan keheranan sendiri.
"Ya gak tahu, mungkin kita udah stress kali..." jawab Lucas asal sambil masih manggut-manggut.
"Yeh stress ngajak-ngajak, udah napa gausah kek gitu mulu!" ujar Alan sembari mengeplak tengkuk Lucas dengan pelan.
"Hehehe, ampun bos ampun! Bercanda doang itu, abisnya muka lu ngeselin kalo kayak tadi! Kayak orang ngajak ribut gitu, makanya gue keplak aja sebelum kepancing..." ucap Alan sambil nyengir.
"Ohh, yaudah ayo sini ribut sama gue!" ujar Lucas langsung turun dari motornya sembari melipat lengan bajunya ke atas.
Alan pun tampak kicep dan membuang muka sembari mengusap-usap wajahnya, sedangkan Lucas terus memancing Alan dengan kata-kata tantangan serta mata menyala ke arah pria itu.
Baru saja Lucas hendak maju memberi pukulan pertama untuk Alan, tiba-tiba terdengar suara teriakan wanita idamannya dari arah pagar.
"Lucas...!!"
Ya itu adalah suara dari Sahira yang merupakan kekasih Lucas si tampan yang kini mengemban tugas sebagai pangeran langit pengganti Dimas, namun Lucas memilih tinggal di bumi untuk menjaga kekasihnya sekaligus menemani Sahira.
"Eh sayangku, akhirnya muncul juga..." ujar Lucas.
"Huh selamat..." ucap Alan sembari mengelus dada.
Lucas menatap sinis ke arah Alan dan pria itu langsung menunduk kembali ketakutan, sementara Sahira & Nur saling pandang tak mengerti dengan apa yang terjadi pada pacar mereka itu.
"Ada apa sih, sayang?" tanya Sahira terheran-heran.
"Eh gak ada kok, gak ada apa-apa!" jawab Lucas.
"Ohh, terus tadi ngapain kok tangan kamu kayak mau mukul si Alan gitu? Kalau ada masalah dibicarain baik-baik, jangan pake kekerasan!" ujar Sahira.
"Gak ada masalah kok, cantik! Ya kan Lan?" ujar Lucas tersenyum sembari menatap Alan.
"Hooh, iya iya gak ada apa-apa kok Sahira! Tenang aja, tadi kita mah cuma guyon..." ucap Alan gugup.
"Yaudah bagus deh, yuk kita langsung berangkat aja sebelum telat!" ucap Sahira.
"Oke, sini aku pakein helmnya...." ucap Lucas.
Sahira pun menundukkan kepalanya membiarkan Lucas memasangkan helm disana, keduanya tampak tersenyum tersipu bahkan wajah Sahira sampai memerah saat Lucas mengeratkan tali helm.
__ADS_1
Melihat itu, Alan pun tidak mau kalah dan juga ingin memakaikan helm di kepala Nur kekasihnya itu. Akan tetapi, Nur malah lebih dulu mengambil helm dari motor Alan dan memakainya sendiri.
"Duh, kok kamu pake duluan sih?" ujar Alan kesal.
"Loh kenapa emang?" tanya Nur terheran-heran sembari mengaitkan tali helm di lehernya.
"Gak, gapapa kok!" jawab Alan dengan wajah datar.
Tentu saja Alan menjadi bahan tertawaan bagi Lucas karena gagal bersikap romantis dengan Nur tak seperti dirinya tadi, ya Alan pun harus menahan malu karenanya dan langsung menutupi wajahnya dengan telapak tangan agar tak semakin malu.
"Hahaha, hahaha.... kasian deh loh!" ledek Lucas.
"Ish, sayang! Jangan gitu ah, gak baik!!" ujar Sahira menegur kekasihnya sambil menabok pelan lengan sang kekasih dengan tangannya.
"Hehe, iya maaf sayang..." ucap Lucas nyengir.
Akhirnya mereka pun pergi dari sana, Sahira naik ke motor Lucas dan langsung melingkarkan tangannya di pinggang sang kekasih sembari membenamkan wajahnya pada punggung Lucas.
Alan merasa iri pada sahabatnya itu, ia ingin sekali Nur juga melakukan hal yang sama padanya. Akan tetapi, wanita itu ternyata malah berpegangan pada badan motor bukan badannya.
"Hadeh, nasib nasib..." batin Alan bersedih.
...•••...
Disisi lain, sebuah mobil mewah nan cantik berwarna kuning cerah berhenti tepat di depan sekolah SMA panca sakti yang tak lain adalah sekolah Sahira serta teman-temannya.
Seorang wanita modis berpakaian seragam rapih dengan kacamata hitam bulat dan besar serta jaket merah ati bertuliskan till i die itu turun dari mobil, ya wanita itu pun menutup kembali pintu mobilnya lalu bersandar di badan mobil dengan kedua tangan terlipat di dada.
"Hmm... gak ada yang berubah ternyata disini, semuanya hampir sama!" batinnya.
Murid-murid disana bahkan sang security tampak terkejut melihat gadis yang lumayan cantik dan tampil mewah itu, mereka semua menganga tak bisa mengalihkan pandangan dari si cewek karena sangking cantiknya serta manisnya gadis itu.
Perlahan wanita itu melangkah maju ke depan dengan kaki kanan terlebih dahulu, sembari membenarkan tas yang ia gemblok di punggung.
Tiiinnnn....
Langkahnya terhenti saat suara klakson panjang dari sebuah motor berbunyi membuatnya terkejut bukan main dan reflek menutup telinga, sedangkan motor itu hampir terguling karena harus ngerem mendadak akibat si cewek yang jalan gak lihat-lihat.
"Ish, ngagetin aja sih! Kalo bawa motor tuh yang bener, jangan ugal-ugalan...!!" bentak wanita itu.
Pemotor itu langsung membuka kaca helmnya menatap wanita di hadapannya, matanya terbelalak saat mengetahui bahwa wanita itu ternyata adalah seorang yang pernah mengisi hatinya beberapa waktu lalu bahkan membuatnya susah moveon.
Akhirnya pria yang mengemudikan motor itu melepas helmnya dan merapihkan rambutnya yang acak-acakan, ia turun dari motor lalu menghampiri si cewek di depan sana. Barulah ketika ia dekat dengan wanita tersebut, ia membuka masker yang menutupi mulut serta sebagian wajahnya.
"Heh, yang salah itu lu! Kok malah jadi lu yang ngotot?" ujar pria tersebut.
Kali ini giliran wanita itu yang terkejut bukan main mengetahui siapa lelaki yang berdiri di depannya, ya ia pun membuka kacamatanya kemudian memandang wajah pria di hadapannya dengan tatapan berkaca-kaca penuh kesedihan.
"Aldi...??"
"Iya Cat...."
Dua insan itu bertemu kembali setelah sempat terpisah karena alasan klasik, ya butuh waktu cukup lama bagi keduanya untuk bisa saling melupakan dan sekarang mereka malah dipertemukan kembali di tempat ketika dahulu mereka pertama kali menjalin hubungan yang lebih serius.
"Kok ada disini?" tanya Aldi penasaran.
"A-aku sekolah lagi disini..." jawab Cat gugup.
"Ohh, lain kali hati-hati kalo jalan!" ujar Aldi.
Cat hanya mengangguk pelan tanda kalau ia mengerti dengan apa yang diucapkan Aldi, keduanya kini saling bertatapan dalam jarak dekat dan disaksikan oleh banyak orang disekitarnya.
Tak disangka, rupanya Kania juga melihat kejadian tersebut dan merasa kalau Aldi hanya memainkan perasaannya saja karena pria itu malah mendekati Cat kembali saat ini.
"Aku pikir hubungan kita istimewa, Aldi..." batin Kania sembari menitikkan air mata.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...Detik-detik menuju end season 2...
__ADS_1
...❤️❤️❤️...