
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 103
...•...
Aldi baru keluar dari rumahnya dan hendak pergi menuju warung babeh untuk menyusul yang lainnya, ia memakai helmnya di atas jok motor dengan terburu-buru karena sadar kalau dirinya terlambat akibat bangun kesiangan dan belum menyiapkan apa-apa saja yang harus dibawa olehnya. Tak lupa Aldi juga mengabari Lucas kalau ia telat datang agar teman-temannya disana tidak khawatir.
Disaat ia hendak melajukan motornya, tiba-tiba seorang wanita berdiri di depannya mencegah ia untuk pergi sambil merentangkan tangannya. Aldi pun membuka lagi kaca helmnya untuk melihat dengan jelas siapa wanita tersebut.
"Kia?"
Ya rupanya wanita itu ialah Kia, entah mau apa dia datang ke rumah Aldi lalu mencegah pria itu pergi dengan menghalangi jalannya. Kia pun maju mendekati Aldi lalu berhenti kembali tepat di samping pria tersebut sambil memegang lengannya.
"Lu mau kemana, Al?" tanya Kia.
"Bukan urusan lu! Gue mau kemana juga suka-suka gue, lu gak perlu tau Kia!" jawab Aldi dengan jutek.
"Ya iya sih, tapi lu bisa gak temenin gue dulu sebentar? Gue cuma mau bicara sama lu, abis itu terserah deh lu mau kemana..." ucap Kia.
"Duh sorry banget, Kia! Gue udah telat banget nih, kapan-kapan aja ya kita ngobrolnya!" ujar Aldi menolak permintaan dari gadis itu.
"Yah sebentar aja kok! Please, lu mau ya!" ucap Kia memohon-mohon pada Aldi dengan menarik-narik tangan pria itu memaksanya untuk mau berbicara dengannya.
"Sorry, Kia! Gue gak bisa bicara sama lu sekarang! Gue harus pergi, lain kali aja ya!" ujar Aldi menyingkirkan tangan wanita itu lalu menyalakan mesin motornya dan bersiap pergi.
Akhirnya Kia tidak lagi memaksa pria tersebut untuk mau berbicara dengannya, ia membiarkan Aldi pergi karena merasa sia-sia saja usahanya untuk menahan pria tersebut. Ya Aldi pun menancap gas dengan cepat meninggalkan Kia sendirian disana.
Tampak wanita itu menitikkan air mata dan langsung menghapusnya karena tak mau terus menangisi laki-laki yang sudah tidak menganggapnya, Kia pun pergi dengan berjalan kaki perlahan.
Sementara Aldi terus menambah kecepatannya agar bisa cepat sampai kesana, sepanjang perjalanan ia terus membayangkan wajah Kania dan tidak sabar untuk menyatakan perasaannya kepada gadis itu ketika sampai di Bogor nanti.
Tiba-tiba saja, segerombolan motor mendekatinya dari arah samping kiri-kanan, depan belakang juga mengepung motor Aldi. Sontak Aldi panik melihat ke sekelilingnya banyak motor-motor menghimpitnya, ia melihat salah satunya memakai jaket the darks dan meneriakinya untuk berhenti ke pinggir.
__ADS_1
"Woi! Berhenti lu, pengecut!"
Aldi tak menggubris perkataan itu, ia terus menambah kecepatannya berusaha menjauh dari kejaran para anggota the darks tersebut. Namun apa daya, ia berhasil masuk ke dalam perangkap mereka dan akhirnya tercegat saat melelaui jalan kosong.
"Sial, itu kan si Willy! Mampus gue!"
Tampak Willy memang tengah berdiri di hadapannya bersama seorang lagi disampingnya, namun Aldi belum mengetahui siapa orang tersebut dikarenakan dia memakai helm gelap menutupi wajahnya.
...•••...
Sementara itu, di warung babeh semuanya masih pada menunggu kehadiran Aldi yang sampai sekarang belum datang juga kesana. Para cewek tampak sudah kegerahan karena memang cuacanya cukup terik hingga membuat mereka mengeluarkan keringat dan mengeluh panas.
Tliingg...
Handphone Lucas berbunyi menandakan ada pesan masuk, ia langsung mengeceknya dan ternyata itu adalah pesan dari Aldi yang mengabari dirinya kalau dia akan terlambat datang.
"Guys, ini barusan Aldi sms gue katanya dia bakal dateng terlambat! Jadi kayaknya kita tunggu beberapa menit lagi deh sampe dia bisa sampai disini, sabar ya semua!" ucap Lucas.
"Duh, gue udah gak bisa sabar nih Kas! Gerah banget tau disini, panas! Udah yok kita lanjut jalan aja, biarin si Aldi nanti nyusul kesana!" ujar Diandra.
"Aduh kasian banget sih pacarku ini, sini sini biar aku kipasin pake telapak tangan aku yang suci ini!" ujar Jack menyambar begitu saja.
"Ahahaha, nice try bro!" ujar Wildan tertawa puas.
Jack yang hendak mendekati Diandra pun mengurungkan niatnya lalu duduk kembali, sementara Diandra terus mengipas-ngipaskan lehernya yang berkeringat.
"Gak mungkin kita tinggalin Aldi, sebagai teman kan kita harus saling setia gak boleh pergi sendirian aja! Kasian Aldi kalau dia gak tau jalan nanti kan?" ucap Lucas.
"Ish tapi dia lama banget masalahnya, ini keburu sore loh kita nunggu disini terus mau nyampe disana jam berapa, Lucas?" ujar Tasya ikut protes.
"Tau nih, lagian lu tuh jadi ketua geng yang tegas dong sama anggotanya jangan lembek! Harusnya lu tegesin kalo dateng gak boleh terlambat, jadinya kan kita gak perlu nunggu kayak gini!" saut Diandra.
Mendengar keributan di luar, babeh pun muncul untuk coba menenangkan mereka semua.
"Hey, udah jangan pada saling ribut gitu! Buat cewek-cewek nih, kalo kegerahan masuk aja ke dalam tuh kebetulan ada kipas angin gede dibeliin anak babeh!" ujar babeh.
"Nah tuh, sana gih cewek-cewek pada masuk biar gak kepanasan sama kegerahan!" ujar Alan.
"Huft boleh deh..." ucap Diandra berdiri lalu masuk ke warung babeh diikuti oleh Tasya serta Tiara & Andini.
__ADS_1
Sedangkan Kania masih berdiam diri disana tidak ikut bersama teman-temannya yang lain, entah mengapa ia jadi pendiam sekarang padahal dulu setiap kali main dengan anggota wild blood ia selalu ceria dan banyak bicara.
"Kania, lu gak ikut ke dalam?" tanya Wildan penasaran.
"Eee enggak, gue disini aja!" jawab Kania.
"Oh oke,"
...•••...
Disisi lain, Grey bersama kedua orangtuanya masih setia menunggu kedatangan Saka kesana. Namun, hingga saat ini pria tersebut tak kunjung datang padahal sudah lebih dari waktu yang disepakati oleh mereka untuk bertemu disana. Sang papa dari wanita itu pun geram karena Saka yang belum datang juga kesana apalagi tidak ada kabar.
"Diwi, mana pacar kamu itu? Kenapa dia belum datang sampai sekarang? Sudah hampir setengah jam loh papa sama mama nunggu disini, papa gak suka ya dipermainkan seperti ini!" ujar Abdel alias papanya Grey.
"Iya benar tuh, Diwi! Pacar kamu itu sebenarnya niat apa enggak sih buat ketemu sama kita? Katanya dia tulus sayang sama kamu dan gak mau kamu dekat sama laki-laki lain, tapi kenapa dia ingkar janji kayak gini? Baru pacaran aja udah begini apalagi nanti pas kalian berdua nikah sayang, bisa-bisa ketika acara pernikahan kalian dia datang 5 jam kemudian!" saut Alice alias mamanya Grey.
"Maaf pah, mah! Aku juga gak tau kenapa dia belum datang sampai sekarang, soalnya daritadi aku sms sama telpon selalu gak diangkat padahal nyambung! Mama, papa sabar aja dulu ya tunggu beberapa waktu lagi mungkin Saka bakal dateng!" ujar Grey.
"Hadeh mau berapa lama lagi kita harus nunggu dia, Diwi? Papa sudah malas, mending kamu batalkan saja janji ini dan putusin dia! Laki-laki ingkar janji seperti dia itu tidak pantas bersanding dengan kamu, Diwi! Sebaiknya kamu coba buka hati untuk Alex, anak teman papa itu! Papa yakin dia baik dan cocok untuk kamu nak..." ucap Abdel.
TOK TOK TOK...
Tak lama kemudian, pintu diketuk dari luar dan Grey tampak sumringah karena mengira yang datang adalah Saka kekasihnya. Ia langsung bangkit membukakan pintu untuk orang yang datang itu.
"Pah, mah, aku bukain pintu dulu ya! Pasti itu Saka yang datang deh!" ucap Grey tersenyum.
Papa dan mamanya hanya diam duduk disana, sedangkan Grey berjalan menuju pintu depan dengan penuh semangat menyambut kedatangan Saka.
Ceklek...
"Sayang, kamu kok lama sih dat-"
Ucapan Grey belum terselesaikan, ia terkejut karena ternyata yang datang kesana bukanlah Saka melainkan Alex anak teman papanya itu sambil membawa satu buket bunga di tangannya.
"Hai, Diwi!" sapa Alex sambil melambaikan tangan.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1