
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 92
...•...
Alan pun tersenyum mencolek hidung kekasihnya, sementara Nur mendekatkan tubuhnya lalu memeluk Alan.
Tak lama kemudian, Sahira menyusul keluar menghampiri sepasang kekasih itu.
"Ehem, ehem..." Sahira berdehem membuat Alan & Nur yang tengah pelukan kaget lalu reflek menoleh ke asal suara.
Sahira mendekati mereka lalu bertanya pada Alan mengenai kondisi pacarnya yakni Lucas yang dari kemarin belum ada kabar.
"Alan, lu tau gak Lucas dimana sekarang? Gue udah coba telpon sama sms dia tapi gak bisa, gue takut dia kenapa-napa Lan! Lu kemarin susul dia kan, pasti lu tau dia kemana?" ucap Sahira sangat cemas.
"Eee...." ucap Alan menggantung karena bingung harus mengatakan apa pada Sahira.
"Kenapa Lan? Cepet kasih tau gue dimana Lucas dan dia gak kenapa-napa kan? Alan ayolah jawab aja jangan bikin gue penasaran!" ujar Sahira memaksa Alan berbicara.
"Lu tenang aja Sahira, Lucas baik-baik aja kok! Dia sekarang lagi dirawat di rumah sakit, ada anak-anak wild blood yang jaga dia disana! Lu gausah cemas ya, Lucas pasti bakal cepat pulih seperti semula asal lu gak panik!" ucap Alan menjelaskan semuanya pada Sahira.
Sontak Sahira syok mendengarnya, mata gadis itu langsung berair setelah mendengar perkataan Alan tentang kekasihnya.
"Apa? Emangnya apa yang terjadi sama Lucas Lan? Kenapa dia bisa sampe dirawat di rumah sakit kayak gitu?" tanya Sahira sambil menitikkan air mata kesedihan.
"Kemarin Lucas duel sama seseorang dan dia kalah terus pingsan, gue sama yang lain langsung bawa dia ke rumah sakit supaya luka-lukanya bisa segera diobatin! Beruntung malamnya dia udah bisa sadar, bahkan dia minta gue buat jagain lu sampai dia pulih!" jawab Alan menjelaskan pada Sahira.
Sahira pun menjauh dari Alan sambil menutup mulutnya dan mulai menangis, Nur yang khawatir langsung mendekati sahabatnya dan merangkul gadis itu untuk menenangkannya.
"Sabar ya Sahira, kan Alan bilang tadi lu gak boleh panik! Lucas pasti bisa sembuh karena dia cowok kuat, lu juga harus semangat ya!" ucap Nur mengusap-usap punggung Sahira.
"Iya Nur, gue cuma sedih aja kenapa Lucas sampai harus seperti itu? Hiks hiks, gue mau jenguk Lucas di rumah sakit Nur! Gue harus kesana dan jagain dia!" ujar Sahira.
"Jangan sekarang Sahira! Nanti ya setelah kita pulang sekolah, kita sama sama ke rumah sakit buat jenguk Lucas!" ucap Nur menenangkan sahabatnya tersebut.
"Bener kata Nur, kita berangkat sekolah dulu sekarang biar nanti pulangnya bisa jenguk Lucas sambil bawa buah tangan!" ucap Alan.
Sahira pun bisa tenang setelah Nur serta Alan meyakinkan dirinya kalau Lucas akan baik-baik saja di rumah sakit, akhirnya mereka berangkat sekolah tapi gak naik motor Alan.
__ADS_1
Ya Sahira diantar oleh pak Tirta, sementara Nur tentunya bareng dengan sang pacar di motornya dan jalan di belakang mobil Sahira.
"Kamu harus kuat Lucas! Aku gak akan biarin sesuatu terjadi sama kamu, apapun bakal aku lakuin untuk kesembuhan kamu! Termasuk gunain kekuatan aku ini..." gumam Sahira terisak memandangi telapak tangannya.
Sahira memakai kekuatannya kali ini untuk melihat kondisi Lucas melalui tangannya, ia terpaksa melakukannya karena sudah terlalu khawatir dengan pacarnya.
Ya ia berhasil menampakkan tubuh Lucas di telapak tangannya yang sedang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit, Sahira tampak bersedih melihatnya apalagi saat tau kondisi luka yang dialami Lucas cukup parah.
...•••...
Disisi lain, Kania diantar ke sekolah oleh abangnya yang tampan... melihat itu banyak siswi disana yang langsung terpesona dan terus memandangi ketampanan Valen.
Termasuk juga Edrea, Imeh & Sonya yang baru datang ke sekolah dan tak sengaja berpapasan dengan Kania & Valen disana.
Valen memang sengaja mengantar adiknya menggantikan tugas kang Amin karena ia ingin sekalian melihat kondisi sekolah yang dulu membesarkan namanya.
"Wah makin keren aja nih sekolah, gue jadi pengen sekolah lagi disini..." ujar Valen mengagumi sekolah tersebut.
"Iya dong bang, yaudah kalo gitu lu sekolah aja lagi bilang sama guru-guru disini biar lu bisa diterima lagi sekolah disini!" ucap Kania.
"Yeh gak gitu juga kali, mungkin gue bakal sering-sering main kesini buat antar atau jemput lu soalnya gue kangen juga sama suasana sekolah ini! Ya walau baru beberapa bulan gue lulus, tapi disini kan banyak kenangan yang gue alami sama temen-temen gue!" ucap Valen melepas kacamata hitamnya.
Para siswi yang tengah memandangi Valen tampak syok serta menganga lebar saat pria itu melepas kacamatanya, bahkan tak sedikit yang pingsan serta mimisan dibuatnya.
Valen menyadari kalau dirinya jadi pusat perhatian para cewek-cewek disana, ia pun jadi semakin besar kepala dan menyombongkan dirinya di hadapan sang adik.
Kania hanya memutar bola matanya malas meladeni kesombongan abangnya itu, sementara Valen tampak celingak-celinguk mencari seseorang yang ia temui.
"Eh ya, btw pacar gue mana ya ini kok gak kelihatan sih? Heh dek, lu tau gak dimana Tiara?" ujar Valen bertanya pada Kania.
"Mana gue tau emang gue emaknya! Belum dateng kali dia, lagian mau ngapain lu tanyain dia? Jangan bilang mau pacaran di sekolah?" ujar Kania terheran-heran.
"Cuma mau lihat aja, kan lu temennya masa gak tau sih? Temen macam apa lu?" ujar Valen.
"Yeh kan temen gak harus tau semua tentang temennya lah bang, gini aja deh emang lu tau kak Bryan sekarang lagi ngapain?" ucap Kania.
Valen malah membuang muka terdiam membuat Kania sedikit kesal lalu memukul lengan abangnya itu.
Tak lama kemudian, Edrea beserta Imeh & Sonya menghampiri mereka sambil tersenyum mungkin berniat untuk tepe tepe alias tebar pesona ke Valen yang tampan itu.
"Ehem ehem, hai kak! Udah lama banget ya kita gak ketemu sejak kamu lulus..." ucap Edrea menyapa Valen sambil tersenyum.
Melihat itu Valen pun merasa senang dan menatap ke arah Kania menyombongkan diri.
"Eh kamu siapa ya? Maaf saya lupa kalau sama adek kelas, soalnya kan terlalu banyak!" ujar Valen tak mengenali Edrea.
__ADS_1
"Ah aku Edrea Leta kak, dulu waktu kelas 10 aku ikut program pertukaran pelajar selama satu tahun ke Australia!" ucap Edrea.
"Nah kalo aku Fatimeh binti Abdul Qodir kak, sejak Edrea pergi aku jadi idola di sekolah ini!" saut Imeh menyerobot Edrea.
"Aku Sonya temannya mereka berdua," ucap Sonya yang gak mau kalah dengan temannya.
Valen pun makin menjadi-jadi sombongnya, sedangkan Kania tampak malas lama lama berada disana mendengarkan obrolan gak jelas antara abangnya dan ketiga cewek gatel itu.
•
•
Sementara itu, Aldi & Jack yang baru datang langsung dibuat penasaran saat melihat banyak wanita tengah berkerumun memandang ke arah yang sama di dekat mereka.
"Eh Jack, itu cewek-cewek pada ngeliatin apaan ya kok pada senyum-senyum gitu?" tanya Aldi.
"Gak tau, jangan-jangan ada artis datang ke sekolah kita makanya mereka pada kayak gitu!" ucap Jack menerka-nerka.
"Yeh masa iya? Gak mungkin artis mau datang ke sekolah model begini, yang ada bakal turun derajat tuh artis kalo kesini..." ujar Aldi.
"Ehem ehem," seseorang berdehem dari belakang mereka berdua.
Sontak Aldi & Jack terkejut lalu kompak menoleh ke belakang, ternyata disana ada pak Johan tengah berdiri menggoyangkan kakinya.
"Eh pak Johan, selamat pagi pak!" ujar Aldi nyengir mencoba sopan.
"Wah bapak dilihat-lihat makin mengkilat aja, eh maksudnya makin ganteng aja pak..." ucap Jack.
"Halah gausah basa-basi kalian! Saya dengar tadi kalian ngejelekin sekolah ini, memangnya kalian pikir ini sekolah macam apa ha?" ujar pak Johan tampak marah.
Aldi & Jack pun ketakutan bahkan sampai kesulitan menelan saliva nya ketika pak Johan menatap mereka dengan mata menyala.
"Eee pak, bukan saya kok pak yang ngomong begitu! Dia doang nih pak tadi, saya mah gak pernah jelekin sekolahan ini kan saya cinta sama SMA panca sakit pak..." ujar Jack nyengir.
"Yeh gitu lu!" ujar Aldi panik.
"Hehe sorry Al, tapi kali ini gue gak mau ikut-ikutan... bye bye, permisi pak!" ucap Jack kemudian langsung berlari dari sana.
"Woi jangan tinggalin gue!" teriak Aldi lalu berusaha mengejar Jack.
"Heh heh, mau kemana kamu?" ujar pak Johan menahan tangan Aldi.
"Hehehe bapak lagi, itu pak saya mau ngejar temen saya yang kabur..." ucap Aldi nyengir.
"Banyak banget alasan kamu, ayo ikut saya ke ruang BK biar kamu dihukum!" ujar pak Johan kemudian menarik tangan Aldi secara paksa.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...