Broken Angel

Broken Angel
Part 122


__ADS_3

"Kau adalah pria yang bernama Kenzo?,kau yang memberikan ku sebuah earphone?".Tanya allena,sembari bergeser.Menciptakan jarak diantara dia dan rey.


Rey, mengangguk kepala."Yah Al,aku lah Reynaldi Kenzo Pratama.Akulah yang telah memberikan mu sebuah earphone,akulah yang telah menemukan mu tengah menangis di pojokan pohon".Ucap Rey,sembari melangkah, mendekat kearah Allena.


Allena, menggelengkan kepala seakan tak percaya dengan apa yang di dengarnya."Tidak mungkin".Kilahnya,dia tak percaya begitu saja dengan penjelasan rey.


Nama tengahnya memang mungkin sama dengan pria yang dia temui,pria yang memberikan senyuman tulusnya dan memberikan earphone padanya.Mungkin itu sebuah kebetulan.Toh,bukannya yang memiliki nama yang sama itu adalah hal yang lumrah.


"Tidak mungkin".Allena, lagi-lagi dia membantah penjelasan Rey,tak mungkin pria nya tega menghancurkan masa depan,tega menghancurkan barang yang sudah dia berikan.


"Ini aku,Al.Pria yang telah memberikan mu earphone".Ucap rey,terus melangkah agar lebih dekat dengan Allena,menepis jarak diantara mereka yang sengaja Allena ciptakan.


"Nama mu mungkin memiliki kesamaan dengan pria ku.Pria yang telah memberikan ku alasan untuk tetap melanjutkan hidup ku dengan segala kekurangan kasih sayang dan pria ku hadir bak malaikat.Buksn seperti mu yang hadir bak iblis yang tega menghancurkan masa depan ku".


Deg


Perkataan allena berhasil membuat mental nya down.Dia menghentikan langkah kakinya, rasanya nyeri saat Allena menganggapnya sebagai iblis penghancur masa depannya.


"Sampai hati kau berbicara seperti itu,Al".

__ADS_1


"Sampai hati kau tega menghancurkan barang berharga yang kau telah berikan pada ku".Gertak allena, memberikan kata-kata menohok pada rey.


Rey,kembali terdiam.Memang benar apa yang di katakan Allena terhadap nya tapi itu dia lakukan karena dia belum tau dengan indentitas asli Allena yang ternyata gadis kecilnya yang selama ini dia cari.


"Dengar Al,itu semua aku lakukan karena aku tidak tau dengan diri mu_".


"Dan setelah tau,kau akan memutar waktu agar kau tidak gegabah dalam tindakan mu".Sentak Allena, lagi-lagi menyambar ucapan rey.


Rey, menggelengkan kepala."Tidak Al".Ucap Rey,sembari melangkah mendekat.


"Stop".Teriak Allena, berhenti di tempat mu.Aku gak Sudi kau mendekati ku untuk memohon sebuah ampunan dari ku".Sentak Allena.


Rey,tersenyum penuh kemengan.Dia semakin berjalan mendekat kearah Allena, sedang Allena tidak bisa menghindar.Di detik selanjutnya,rey berhasil mengungkap tubuh Allena dengan kedua tangannya dia tempelkan ke pohon yang ada di belakangnya,hingga wajahnya dengan wajah Allena tak berjarak.


Gleg..gleg..gleg


Sudah payah Rey,menelan salivanya akibat wajahnya yang begitu dekat dengan wajah Allena tanpa jarak.Pandangannya tertuju pada bibir Allena yang munggil, seakan memanggil untuk di cicipi,demi merasakan kenikmatan dari lidahnya.


Perlahan,dia dekatkan bibirnya di bibir Allena.Mengecup sekilas bibir ranum yang telah berhasil menggoda imannya.

__ADS_1


Cup


Rey,berhasil mengecup bibir ranum Allena tanpa perlawanan karena Allena sendiri pun tak siap dengan sebuah kecupan manis di bibirnya yang secara tiba-tiba.


Allena,dia mematung setelah kecupan singkat itu mendarat di bibirnya.Begitu cepat dan singkat hingga dia tak siap.


Rey,kembali tersenyum mendapati Allena yang dia mematung seakan tak pernah di kecup oleh laki-laki manapun.Sekali lagi,bibir ranum itu menggoda imam rey.


Tangannya,memegang dagu Allena, mengangkat wajahnya agar pandangan mereka bertemu.Kembali rey mendekatkan bibirnya pada bibir Allena,kali ini Allena tersadar hingga dia memalingkan mukanya dari tatapan rey yang seakan ingin menyesap bibirnya.


Rey,tak menyerah mendapatkan sebuah penolakan dari Allena.Dia memalingkan wajah Allena agar kembali menghadap nya, tanpa permisi rey kembali mengecup bibir Allena.


Kali ini,agak lama hingga memaksa mulut Allena terbuka.Tanpa sadar pula Allena memberikan jalan agar lidah rey bisa masuk ke dalam mulutnya.


Seakan di beri izin,Rey memasukkan lidahnya pada mulut Allena.Mengabsen gigi Allena sebelum lidahnya berperang dengan lidah Allena yang lagi-lagi tanpa sadar dia terbawa suasana,terjebak dalam permainan rey.


Cukup lama keduanya berperang lidah, tanpa sadar tangan allena memeluk tubuh Rey agar semakin masuk ke dalam dan menikmati sensasi yang ada.Hingga Rey,menyudahi ciuman nya pada bibir Allena, mengakhiri perang lidah yang baru pertama rey lakukan pada gadis kecilnya.


Buru-buru dia melepaskan diri agar tak membangkitkan hasrat nya terhadap gadis kecilnya agar tak menodai mahkota gadis kecilnya sebelum waktunya tiba.

__ADS_1


"Maaf".Ucap rey ".Begitu dia menyudahi aksinya.


__ADS_2