Broken Angel

Broken Angel
Part 86


__ADS_3

Marga menggerakkan kursi mendekat kearah ranjang Allena."Apa kau tidak paham maksud ku atau kau pura-pura tidak tau?".Tanya marga,menelisik raut wajah Allena.


"Tidak".Jawab Allena mantap di sertai dengan gelengan kepala.


"Bohong".Sahut marga,menatap Allena dengan intens.


'Sial,kalau begini terus gue bisa ketahuan bohong nya'.Ucap Allena membatin.


Yah, bagaimana Allena bisa berbohong sedangkan marga selalu menatap nya dengan lekat seakan dia tengah mencari kebohongan dalam diri allena.


"Ketahuan".Ucap marga, mengagetkan Allena yang tengah melamun."Kau,tidak bisa membohongi ku karena aku bukan Rey,bukan pula mamah mu".Jelas marga,kembali dia duduk dengan bertopang dagu.


"Yah,jelas sama".


"Sama siapa?".


"Kau dan Rey".Jawab Allena,balik menatap lurus kearah marga.


Marga, mengerutkan keningnya.Merasa aneh dengan tingkah laku Allena."Kenapa?,sudah mulai cinta yah sama aku?".Goda marga, mengedipkan sebelah mata.

__ADS_1


Allena mengelus perutnya."Amit-amit jabang bayi, jangan sampai deh gue jatuh cinta sama loe".Ucap Allena, bergidik ngeri.


"Gue pegang omongan loe".Sahut marga, menyandarkan punggung ke sandaran kursi."Kalau pun loe cinta sama gue juga gak masalah, hanya_".


"Hanya apa?".Sahut Allena, menyambar ucapan marga.


Marga terdiam,menelisik tubuh Allena dari atas kepala hingga ke bawah.'Benar-benar anak kecil sok kuat'.Begitu maksud tatapan marga.


"Hayoh loh".Gertak Allena, mengagetkan marga."Jangan bilang loe yang cinta ama gue tapi loe gengsi ngomong nya jadi membalikkan fakta.Lempar batu, sembunyi tangan".Goda Allena.


"Aish,ngaco".Ucap marga,sambil mengibaskan tangannya.


Lebih tepatnya marga lah yang tidak merasa keberatan.Toh, dengan menjenguk Allena seakan menjadi sebuah hiburan baginya setelah seharian bekerja.


Allena,menjelma bak mainan baru bagi marga.Adik perempuan yang di rindukan oleh kakak laki-laki nya.Perasaan marga terhadap allena masih sebatas kakak-adik.Entah kalau nanti,sebab bagi marga Allena sebenarnya orang nya asyik untuk diajak bercanda,asyik pula diajak untuk serius.Allena,bisa bersikap sesuai dengan situasi dan kondisi.


Jauh berbeda bila di bandingkan dengan penjelasan Rey mengenai Allena.Allena,yah diri Allena yang apa adanya dan suka bersikap sesuai dengan insting dan apa yang di rasakan nya,dia tidak suka memendam rasa, apalagi emosinya yang masih labil.


Marga,masih betah memandang wajah Allena.Mata berwarna coklat,rambut pirang,bibir munggil dan berwarna agak kecoklatan,pipi tirus dan terdapat lesung pipi,amat cantik bila di bandingkan dengan gadis kebanyakan.Maklum saja,Allena merupakan warga blasteran dan juga pandai merawat diri.

__ADS_1


"Kenapa loe gak pulang ke rumah loe?".Tanya,marga.


Deg


Sekali lagi pertanyaan marga,berhasil membuat dia teringat akan kejadian di masa lalu dan juga kehidupannya.


"Gak semua rumah bisa di jadikan tempat untuk kita pulang,tidak semua rumah memberikan mu keceriaan dan tidak semua rumah bisa di jadikan tempat untuk berlindung".Jawab Allena, sembari menyuap makanan ke dalam mulut.


Marga, semakin di buat penasaran dengan pribadi Allena.Semakin penasaran, semakin menarik untuk di bahas dan di teliti, begitu menurut pemikiran marga.


Lain halnya dengan pemikiran Rey.Tentu, keduanya memiliki cara pandang dan pemikiran yang berbeda.Bila Rey, mendekati Allena dengan cara kasar dan keras.Maka,lain hal dengan marga,dia lebih lembut dan sabar.


"Boleh juga jawaban mu.Boleh aku tau, kenapa kamu berkata seperti itu?".Pancing marga.


Allena, berhenti dari kegiatan makannya.Dia kembali menatap kearah marga,meski enggan."Pengen tau atau pengen tau banget?". Tanya allena.


"Hmmm".Marga berpura-pura berpikir, padahal dia tau betul Allena memberikan pertanyaan kepada nya karena dia tau di balik pertanyaan nya ada maksud tertentu.


'Ternyata Allena bukan gadis biasa.Kecil,nakal,urakan,dan bebas tapi dia pintar '.Gumam marga membatin.

__ADS_1


__ADS_2