Broken Angel

Broken Angel
Part 48


__ADS_3

Marga mengikuti langkah kaki Rey dengan wajah masam.Niatannya harus urung di lakukan karena di cegah oleh rey.Niat awal dia ingin melihat gadis sok keras nya itu,harus terhalang oleh rey.


Marga bukannya tidak bisa melawan,hanya saja dia juga punya tanggung jawab dan urusan yang lebih penting daripada sekedar say hello dengan gadis sok kerasnya itu.


"Lebih cepat, bego".Gertak Rey,geram bukan main karena marga berjalan amat lambat bak siput saja.


"Iya iya iya,sadis bener loe".Umpat Rey,memberenggut sebal.


Rey, menghentikan langkah kakinya."Sadis kenapa?,karena loe gak bisa bertemu dan say 'hello'dengan gadis sok keras mu itu?".Tanya Rey,penuh selidik.


"Dah tau nanya.Gak asyik loe".


"Kalau masih butuh kerja,gak usah mikirin cewek dulu". Nasehat rey di sertai dengan ancaman.


Marga,melipat wajahnya.Tak berani lagi melawan sahabat karibnya yang terkenal jago berargumen.Sekali di lawan saja,sudah ribet urusan Apalagi terus-menerus di lawan.


Mau tak mau marga mengalah pada sahabat sekaligus atasannya ini.Toh,urusan mereka lebih penting dan lebih padat daripada urusan cewek.


"Ada hal penting apa yang ingin kau sampai pada ku?".Tanya marga,begitu mereka sudah berada di parkiran.


"Aku ingin kau terus menyelidiki Allan McQuarrie beserta keluarga barunya bila perlu sampai ke dark web sekalipun".Perintah rey.


"Ok,akan aku usahakan.By the way,kenapa kau sangat ingin menyelidiki pria yang menjadi ayah kandung dari si gadis so keras itu?". Tanya marga,penuh selidik.

__ADS_1


Rey, nampak menimang-nimang tentang kecurigaannya terhadap allena.Gadis kecilnya yang dia temukan tengah menangis di pojokan pohon amat memilukan dan mengiris hati orang yang melihatnya.


Gadis kecilnya sangat mirip dengan Allena.Dimana Allena di temukan di pojok pohon rindang, seperti orang yang linglung sebelum akhirnya di bawa oleh marga ke rumah sakit dalam keadaan pingsan.


"Kalau di tanya itu jawab,bukan ngelamun aja terus".Sentak marga, membuyarkan lamunan rey.


"Iya bego ".Sahut Rey,terpancing emosi.


"So".


"Allena".Ucap Rey,sembari duduk di kap mobil marga."Kau menemukan di pojok pohon rindang?".


"Yuaps".


"Lalu".


"Dia,mirip sekali dengan gadis kecil ku yang tidak sengaja aku temukan di pojok pohon rindang yang sama tapi keadaan nya sangat memprihatikan".


"Jadi,kau mencurigai dia sebagai gadis kecil yang kau temui itu?".Tanya marga,menarik kesimpulan.


Rey, mengangguk kepala.Dia menerawang ke langit-langit,mengingat kala pertemuan nya dengan seorang gadis yang tengah duduk meringkuk sembari menangis sesenggukan,amat memprihatinkan untuk seusia nya dia sudah menyaksikan pertengkaran orang tuanya tepat di depan matanya.


Seusai Allena yang harusnya di habiskan dengan belajar dan bermain bukan di suguhkan pada kerasnya dunia dan di hadapkan pada perpisahan orang tuanya.Menyisakan trauma dan luka psikis yang beresiko dalam kehidupan masa depan.

__ADS_1


"Aku ingin kau menyelidiki ayah kandungnya dan juga kehidupan barunya".Ucap Rey,sembari berkaca-kaca.


Marga menepuk pundak rey."Seperti kata ku, akan aku usahakan".


"Thank you,brother".Ucap Rey, menatap sahabat karibnya yang selalu membantu nya.


"Kayak sama siapa aja,santai aja kali".Sahut marga,memberikan pukulan ringan di dada rey.


Marga sudah selesai urusannya dengan rey, sehingga dia main nyelonong aja masuk ke mobil yang kap nya di duduki oleh rey.


"Hai,Rey kau mau ikut bareng Ama aku gak?".Tanya marga, sebelum melesat pergi.


"No".


"Kau pake apa kesini?".Tanya marga.


"Tuh".Tunjuk Rey menggunakan jari telunjuknya.


Marga mengikuti arah telunjuk Rey yang mengarah pada sepeda motor bebek nan butut."Haha..haha,pantas saja Allena menatap rendah diri mu".Ledek marga dengan tertawa terbahak-bahak.


"Jangan di lihat dari penampilannya, tapi di lihat dari kerja keras nya".Skakmat Rey, membungkam bibir marga.


"Whatever".Ucap marga, sebelum akhirnya meninggal rey dengan menggunakan sepeda bebek nan butut nya.

__ADS_1


__ADS_2