Broken Angel

Broken Angel
Part 26


__ADS_3

Tangan kekar nan kokoh itu dapat Allena rasakan membelai pipinya penuh dengan sayang.Ini adalah pertama bagi Allena mendapati orang yang masih peduli terhadapnya.


Sudah tujuh tahun sejak perceraian orang tuanya.Dia tidak merasakan sentuhan penuh kasih sayang.Tak dapat di pungkiri oleh Allena,dia memang nyaman saat pipinya di elus,di berikan belaian penuh cinta.Allena,hampir menangis dalam diamnya.Hanya,dia tahan.Tunggu,orang itu pergi terlebih dahulu.


Saat Allena masih terbuai oleh sebuah tangan yang membelai pipinya itu.Saat itu pula,ada suara seorang pria yang entah siapa.Menganggu sentuhan tangan kekar yang mengelus pipinya.Allena,tanpa sadar mendesah kecewa tatkala tangan itu berhenti mengelus pipinya.


"Sabar Al"Gumam Allena membatin.


Sayup-sayup Allena mendengarkan suara perbincangan mereka, belakang Allena ketahui bahwa suara laki-laki itu berasal dari suara seorang dokter yang memeriksa kondisi kesehatannya.


"Dia tidak hanya menderita hipotermia tapi dia memiliki resiko terkena penyakit ginjal".


Deg

__ADS_1


Dunia allena, seakan runtuh saat mendengar penuturan dokter.'Ginjal', penyakit itu adalah penyakit yang tergolong berat dan bahkan menjadi momok menakutkan setelah penyakit kanker.


Tak terasa butiran kristal bening membasahi pipi allena.Sentuhan tangan di pipinya seakan memberikan stimulus pada pipinya agar kuat menopang air mata yang sangat deras membanjiri pipinya.


Dia menangis bukan karena terlalu shock mendengar penuturan dokter, melainkan dia menangis karena tidak ada orang yang dia anggap adalah orang tuanya saat dia sakit.


Mamah Axel,terlalu sibuk dengan urusan pekerjaanya.Perusahaan yang di kelola sendiri oleh mamah Axel, memimpin perusahaan keluarga setelah perceraian nya dengan ayah Allan.


Sedangkan,ayah Allan.Dia jelas tak bisa di harapkan lagi,dia sudah memiliki keluarga baru dan bahkan sudah punya dua anak dan juga satu anak tiri yang masih menjadi misteri bagi Allena.


Allena, membuka matanya dan menangis tersedu-sedu.Menangis adalah cara dia untuk menumpahkan segala emosi yang berkecamuk dalam dirinya.


"Mamah".Bahkan dalam keadaan sakit pun Allena memanggil nama mamahnya,menuntut untuk di perhatikan,di belai,di berikan cinta dan kasih sayang untuknya.Untuk remaja tanggung yang sedari kecil di abaikan dan di biarkan hidup mandiri.

__ADS_1


Terkadang Allena iri dengan kehidupan keluarga teman-teman yang masih utuh dan dalam keadaan yang hangat.Tidak seperti Allena yang hidup bergelimang harta dan kemewahan tapi hanya ada kesepian dan kesendirian bersama dengan beribu luka dan perih di hatinya.


Tanpa di ketahui oleh Allena,di luar sana.Ada seorang pria berperawakan tinggi tegap dan tak kalah tampan dari rey,dia adalah orang yang membawa Allena ke rumah sakit atas perintah rey.


Marga,dia mengintip Allena dari luar atas perintah rey juga.Sebelum rey benar-benar meninggalkan Allena sendirian.Dia menitip pesan agar marga memantau keadaan allena.


"Rey".Gumam marga.


Tak dapat di pungkiri,bahwa marga juga ikut meneteskan air mata.Tubuh tinggi tegap nan Kokoh tak membuat dia malu untuk sekedar meneteskan air mata untuk gadis muda yang dia perkirakan bukan karena rasa sakitnya tapi mempertanyakan keberadaan orang tuanya.


"Rey,kau boleh memerintahkan anak buah mu tanpa pikir panjang.Kau boleh melakukan sesuatu sesuka hati mu,tapi yang aku bangga adalah kau ternyata masih punya hati untuk menolong orang yang kesusahan ".Ucap Rey, diantara tangisannya.


"Badan gede,tegap nan kokoh tapi cengeng ".Ucap seorang pria dari belakang.

__ADS_1


Marga menoleh kearah belakang demi melihat orang yang sudah meledeknya yang mampu menjatuhkan mental dan harga dirinya.


"Oh".Marga hanya beroh ria saat mengetahui siapa orang yang telah berani mengejeknya.


__ADS_2