
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 154
...•...
KRIIIINNGGGG... KRIIIINNGGGG...
Bel istirahat telah berbunyi, kini waktunya seluruh murid di SMA panca sakti untuk beristirahat menikmati makanan di kantin atau hanya sekedar mengobrol dan bertemu dengan teman-teman mereka di luar kelas.
Sahira yang baru masuk sekolah kembali setelah beberapa hari tidak datang, kini hendak keluar kelas juga seperti yang lainnya untuk menemui Nur serta teman-temannya di bawah sana yang kemungkinan sudah menunggunya.
"Sahira, gue duluan ya..." ucap April.
"Iya,"
Setelah wanita itu pergi lebih dulu dari kelas, kini giliran Sahira yang akan keluar kelas sesuai niatnya sebelumnya sesudah ia merapihkan semua alat-alat tulis serta barang lain miliknya.
Akan tetapi, baru saja Sahira berdiri dari kursinya dan ingin melangkah tiba-tiba tangannya langsung dicengkeram erat oleh seseorang dari belakang yang ia sendiri belum tahu siapa orang tersebut.
"Tunggu!"
Sahira pun menoleh untuk melihat siapa yang mencengkram tangannya secara tiba-tiba itu, ya rupanya dia adalah Saka lelaki yang pernah mencintainya dan terobsesi padanya.
"Kenapa, Saka?" tanya Sahira penasaran.
"Gue mau tanya sesuatu dong sama lu, boleh kan?" ucap Saka terlihat serius dari mimik wajahnya.
"Boleh aja, tanya apa?"
"Sebenarnya kemarin-kemarin lu kenapa gak masuk sekolah? Apa yang terjadi sebenarnya sama lu, sampe lu gak bisa dateng ke sekolah dalam waktu yang lumayan lama...??" ucap Saka.
"Eee... gak ada apa-apa kok, cuma penculikan biasa aja yang gak harus dibahas lagi!" jawab Sahira.
"Tapi, lu serius gak kenapa-napa? Biasanya kan kalo cewek diculik itu...." ucap Saka menggantung ucapannya sembari garuk-garuk pelipis kanan.
"Itu apa?"
"Ya masa gak tau sih? Kan udah banyak contohnya di film-film atau sinetron, nah makanya gue mau tanya sama lu sekarang!"
"Ohh maksud lu diperkosa? Cetek banget sih otak lu!"
Sahira langsung menarik paksa tangannya dari genggaman Saka lalu pergi meninggalkan pria itu disana, sedangkan Saka sendiri masih menatap Sahira yang berjalan pergi dengan mata terbelalak serta ekspresi tak percaya.
"Kok diperkosa sih? Perasaan yang gue pikirin tuh Sahira disiksa atau diambil organnya, ini siapa sih yang cetek sebenarnya?" ujar Saka terheran-heran.
🌺
Sahira yang sudah keluar dari rumahnya dan lepas dari Saka, kini berjalan menuruni tangga dengan cepat karena tak sabar hendak mencicipi makanan kantin yang lezat dan nikmat itu.
Ya Sahira merindukan makanan buatan penjual kantin yang rasanya memang sangat berbeda dari makanan biasanya, entahlah mungkin karena pake pengawet atau boraks lebih parahnya bisa aja dicampur daging tikus dan kawan-kawannya.
Naas bagi Sahira hari ini, ya di tangga gadis itu malah bertemu dengan geng acikiwir yang kini udah nambah personilnya jadi 4 orang lengkap banget dah mau nyaingin black pink dan bikin girlband blackpink cabang wakanda.
"Kalian kalo jalan tuh jangan berderet gitu! Gimana gue bisa lewat coba?" tegur Sahira kesal.
"Hahaha, heh cewek songong! Kita tuh emang sengaja ngalangin jalan lu, supaya lu gak bisa lewat dan gak bisa ketemu sama my Lucas!" ujar Edrea si ketua geng yang cantik tapi kek jablayy.
"Ya ampun, Edrea kok lu jadi gini sih sama gue? Perasaan waktu terakhir kita ketemu, lu baik-baik aja deh! Apa ini karena pengaruh kesurupan?" ujar Sahira.
"Enak aja lu kalo ngomong, sejak kapan emang gue baik sama lu? Itu mah cuma perasaan lu aja kali, orang gue dari zaman jahiliah sampe sekarang tetep benci kok sama lu...!!" ujar Edrea.
"Ah yang bener? Emang lu udah hidup di jaman itu?" tanya Sahira meledek.
"Ya jelas belom lah! Gue itu lahir tahun 2004, lagian mana ada orang di zaman jahiliah masih hidup sampe sekarang! Otak tuh dipake, jangan malah ditinggal di rumah!" jawab Edrea ngegas.
"Iya nih, cantik doang otaknya gak dipake..." cibir Imeh.
"Hahaha, apa banget sih kalian? Mau bercanda? Sumpah gak ada lucu-lucunya, udah ah gue mau ke bawah ketemu temen bukan Lucas! Ya tapi kalo misal gak sengaja ketemu sama Lucas sih gapapa, dia kan sekarang udah jadi pasangan gue!" ucap Sahira malah berbalik meledek mereka.
__ADS_1
Dengan santainya Sahira melewati mereka berempat dan sedikit mendorong bahu Cat & Imeh dengan bahunya, ya tentu keempat gadis cantik itu terbelalak melihat kelakuan Sahira yang semakin berani dan bukan lagi sosok gadis lemah seperti dulu.
"Kurang ajar tuh cewek, kayaknya dia harus dikasih pelajaran deh!" ujar Edrea kesal.
"Iya bener, makin songong aja gayanya gue lihat! Mentang-mentang udah jadi pacarnya Lucas!" sahut Imeh ikut kesal.
"Itu tadi Sahira? Kok beda banget sih?" ujar Cat.
Tak ada satupun yang menjawab pertanyaan dari Cat karena dianggap buang-buang waktu saja, ya mereka malah pergi begitu saja meninggalkan Cat yang masih linglung karena merasa perbedaan yang sangat mencolok pada tingkah laku Sahira.
•
•
Singkat cerita, Sahira pun sampai di koridor sekolahnya yang ramai dan berisik itu karena memang pada saat istrinya eh istirahat kok jadi istrinya sih? Emang dasar keyboard otomatis gak bener, orang mau ngetik istirahat malah jadi istrinya!
Ya seperti yang kita tahu disaat istirahat (nah untung bener gak istrinya lagi) seperti ini pasti tiap sekolah selalu ramai gak mungkin sepi, kecuali sekolah hantu beserta jin dan sejenisnya.
"Sahira!"
Suara teriakan perempuan memanggil namanya dari arah belakang dan terdengar cukup keras serta lantang, sontak Sahira menoleh ke belakang lalu tersenyum melihat Nur alias sahabat sejatinya tengah berlari ke arahnya.
"Eh Nur!" ucap Sahira tersenyum manis.
"Lu baru keluar?" tanya Nur.
"Iya nih, lu juga?" ucap Sahira berbalik menanyakan pertanyaan yang sama pada Nur.
"Gak kok, gue mah udah daritadi! Tapi, tadi abis dari toilet aja..." ucap Nur tersenyum.
"Ohh, yaudah kantin yuk!" ujar Sahira.
"Oke!"
"Eh tapi, emang lu gak mau ketemu sama Lucas dulu? Kan sekarang lu sama dia udah bisa berpasangan tanpa khawatir, beda sama hubungan gue dan Alan!" ucap Nur.
Sahira tersenyum lalu mendekati sahabatnya yang tampak bersedih itu setelah mengatakan perkataan barusan, Sahira merangkul Nur dan mengusap-usap punggung gadis itu untuk menghibur sekaligus menenangkan hati Nur yang sedang sedih.
"Sabar ya, Nur! Gue yakin hubungan lu sama Alan pasti juga bisa langgeng kok, percaya deh!" ucap Sahira.
Nur pun kembali tersenyum ceria walau perasaannya masih tidak tenang karena ia takut akan mendapat hukuman yang parah dari sang ratu, beruntung saat ini ia memiliki sahabat seperti Sahira yang selalu bersamanya dan melindunginya.
Akhirnya mereka berdua berjalan menuju kantin bersama-sama sembari rangkulan dan tersenyum manis ala bidadari, hal itu membuat seluruh murid disana yang melihatnya tampak terkesima pada aura yang terpancar dari wajah serta senyum duo itu.
Degg....
Jantung Sahira & Nur seketika berhenti berdetak saat tiba-tiba Lucas dan Alan muncul di hadapan mereka seperti pocong yang mengagetkan, ya siapa sih emang yang gak kaget atau terkejut kalau digituin sama orang apalagi setan.
"Lucas, Alan! Kalian ngapain sih muncul tiba-tiba begitu? Kita kan kaget tau jadinya!" ujar Sahira.
"Hahaha, iya maaf sayangku...!!" ucap Lucas langsung mendekati kekasihnya dan merangkul Sahira dengan lembut sambil tersenyum.
"Hilih, sok romantis!" cibir Sahira.
"Kok bilangnya gitu sih, sayang? Aku kan emang cowok romantis, ya tapi cuma sama kamu doang!" ucap Lucas sembari mencolek dagu Sahira.
"Ah bisa aja kamu...!!" ujar Sahira tampak salting.
Melihat sepasang kekasih itu sangat romantis dan manis, Alan pun tampak iri serta cemburu karena pasangan itu memang sengaja memancingnya supaya iri seperti sekarang.
Ya akhirnya Alan pun coba melakukan hal romantis sama seperti Lucas, namun tentunya pada kekasihnya sendiri yakni Nur yang saat ini berdiri tegak dengan kedua tangan terlihat di hadapannya.
"Hey, manis amat sih jadi cewek!" ujar Alan.
"Bohong!"
"Gak bohong kok, sayang!"
"Buktinya semut-semut aja gak ada yang ngerayap di tubuh aku, itu artinya kamu bohong!"
"Ya gak gitu juga lah, sayang!"
"Kenapa? Kan semut suka sama yang manis-manis!"
"Ya iya, tapi kalo kamu disemutin nanti malah gatel-gatel loh!"
__ADS_1
"Ah udah bohong mah bohong aja...!!"
Nur pun menyingkirkan tangan Alan yang ada di pundaknya lalu berjalan lebih dulu ke dalam kantin meninggalkan kekasihnya itu, tentu saja Alan makin panas apalagi Lucas menertawakan dirinya dengan puas sampai terbahak-bahak.
"Hahaha... ahahaha...."
"Sialan lu! Temen lagi susah malah diketawain, gak bener lu jadi orang!" umpat Alan kesal.
"Hahaha, bodoamat wlee...!!" ujar Lucas menjulurkan lidah sembari tertawa keras.
Alan yang kesal akhirnya pergi dari sana untuk mengejar Nur yang sudah berlari jauh, sedangkan Lucas masih saja tertawa terbahak-bahak disana sampai harus memegangi perutnya sangking tak bisanya menahan rasa tawa di tubuhnya.
"Sayang, ih! Kamu gak boleh gitu dong sama temen kamu sendiri!" ujar Sahira menasehati Lucas.
"Hahaha, iya iya maaf...."
Barulah setelah Sahira memberi nasihat pada kekasihnya itu, Lucas pun bisa berhenti tertawa walau di pandangannya masih saja terlintas momen kocak tersebut saat Alan ditolak mentah-mentah oleh kekasihnya sendiri.
"Nur kayak gitu pasti karena kepikiran soal masa depan hubungannya sama Alan, kasian juga dia!" batin Sahira merasa kasihan pada sahabatnya.
🌺
Alan berhasil mencegat Nur sebelum wanita itu memasuki area kantin yang ramai dan berisik, ya dengan cepat Alan menggenggam tangan Nur lalu menariknya paksa ke dekat tembok yang ada disana dan Alan pun mengungkung Nur disana.
"Kamu apa-apaan sih, Alan? Ngapain pake kayak gini segala?" tanya Nur terheran-heran.
"Aku heran deh sama kamu, sayang! Kamu tuh sebenarnya kenapa sih, sayang?" ucap Alan mendekatkan wajahnya ke arah Nur dan menatap mata gadis itu dengan tajam menelisik.
Nur pun tampak gugup salah tingkah karena ditatap sedekat itu oleh kekasihnya, bahkan ia sampai kesulitan menelan saliva dan juga tak bisa bernafas dengan leluasa akibat wajah Alan yang terlalu dekat dengan wajahnya dan hembusan nafas pria itu saja sampai menyentuh area wajahnya.
"Aku gapapa kok..." jawab Nur santai.
"Terus kenapa daritadi pagi kamu selalu bersikap kayak gitu sama aku? Seakan-akan aku ini bukan pacar kamu lagi, kamu tahu gak sih itu tuh bikin aku malu dan jadi bahan tertawaan Lucas!" ujar Alan.
"Ya tenang dulu dong, Alan! Iya iya aku minta maaf kalau sikap aku udah bikin kamu jadi malu dan kesel, tapi aku gak bermaksud kayak gitu kok!" ucap Nur.
"Yaudah, terus maksudnya apa? Kenapa kamu jadi dingin dan cuek gitu ke aku? Aku ini pacar kamu loh, tapi kayaknya jarang banget kamu kasih perhatian ke aku seperti pacar pada umumnya!" ujar Alan.
Nur dibuat diam tak berkutik dengan pertanyaan dari Alan yang sangat penasaran dan meminta jawaban darinya, ia sungguh bingung saat ini harus bagaimana karena itu semua ia lakukan supaya tidak timbul rasa cinta yang semakin dalam pada Alan dan nantinya malah akan hancur sendiri.
"Hey, kalian!"
Alan langsung kaget dan reflek menjauhkan diri dari Nur serta melepas kungkungannya, ya Alan bertambah kaget saat melihat pak Johan tengah berdiri disana menatap mereka dengan mata melotot tajam dan sebilah penggaris di tangannya.
"Mau ngapain kalian, ha? Pake mepet-mepet begitu ke tembok, jangan melakukan hal-hal yang tidak terpuji di sekolah ini ya!" ujar pak Johan.
"Eee... kita gak ngelakuin apa-apa kok, pak! Tadi tuh kita cuma ngobrol biasa aja, bapak jangan suudzon dulu dong sama kita!" ucap Nur membela diri.
"Halah, alasan! Iya tadi belum sempat ngelakuin apa-apa soalnya keburu dateng saya, coba kalo enggak? Pasti kalian udah skidipapap disini kan? Dasar anak muda gak tahu malu!" ujar pak Johan.
"Ya ampun, pak! Pikirannya negatif mulu sih sama murid sendiri juga! Disini kan juga rame tuh, banyak orang lalu lalang contohnya bapak! Mana mungkin kita berani begituan disini..." ujar Alan.
"Iya bener tuh, kalo mau begituan mah kita ke hotel pak biar mana!" ucap Nur.
"Nah iya!" sahut Alan.
"Ohh, iya juga ya...."
"Eh eh, maksudnya apa? Hotel? Ohh jadi kalian sudah pernah skidipapap di hotel? Ya ampun kalian ini, masih muda sudah tersesat!" ujar pak Johan.
"Hehehe, gak gitu pak! Maksud saya tuh kalo emang niat kita mau begituan, ya pasti gak mungkin disini! Tapi Alhamdulillah kok pak, pacaran kita mah pake cara syar'i jadi gak ada begitu-begituan...!!" ucap Nur sambil nyengir.
"Halah! Mana ada pacaran yang syar'i? Kalo ngomong ngaco aja kamu! Yaudah tapi kalian jangan begitu lagi, saya gak mau lihat ya!" ujar pak Johan.
"Emang kenapa, pak?" tanya Alan.
"Soalnya saya jomblo, hargailah perasaan jomblo yang satu ini! Jangan pacaran sembarangan, pacaran lah pada tempatnya...!!" jawab pak Johan sembari sesenggukan.
"Eh ternyata gara-gara itu... udah pak, sabar pak! Nanti saya dukung deh bapak buat jadian sama Bu Keket!" ucap Alan menenangkan gurunya.
"Sembarangan kalo ngomong! Jangan sama Bu Keket juga kali, sama yang mudaan dong! Bu Meli contohnya, baru tuh mantap!" ucap pak Johan.
"Yeh dia malah nawar...." ujar Alan.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...