
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 129
...•...
Nur termenung melamun di taman seorang diri sembari menopang dagunya, ia masih bingung saat ini harus mencari Sahira kemana lagi karena sampai sekarang belum juga berhasil menemukan apa-apa yang bisa dijadikan petunjuk untuk mencari temannya itu. Nur juga tidak tahu siapa sebenarnya yang membawa Sahira pergi dari sana, ia sangat menyayangkan apa yang terjadi padanya sehingga tak bisa menyelamatkan sahabatnya.
Air mata menetes membasahi wajahnya saat mengingat wajah Sahira di pikirannya, ia terisak tak dapat menahan kesedihannya disana. Dengan cepat ia menutupi matanya dengan telapak tangan jaga-jaga kalau ada yang melihatnya nanti, disana memang sepi karena saat istirahat para siswa kebanyakan berkumpul di kantin sembari menikmati makanan atau minuman. Hanya Nur yang memilih pergi ke taman untuk menenangkan diri, sudah berhari-hari ia coba bersikap tenang seperti yang diperintahkan sang ratu tapi tidak berhasil.
"Kamu kemana, Sahira? Kenapa kamu menghilang begitu saja dari bumi ini? Aku kangen loh sama kamu, apa kamu gak kangen sama aku?" batin Nur.
Di sisi lain yang agak jauh dari tempat Nur duduk, terdapat seorang pria tak lain adalah Alan sang kekasih yang penasaran mengapa Nur memilih pergi ke taman dan tidak berkumpul bersama teman-temannya di kantin. Ia terpukul melihat kekasihnya tengah menangis disana, tanpa sadar ia juga sampai meneteskan air mata karena tidak tega pada sang kekasih yang bersedih disana.
Disaat Nur tengah menangis sembari menutupi matanya dengan tangan, tiba-tiba seorang pria datang dan langsung duduk begitu saja di sampingnya. Ya tentu Alan melihat jelas pria itu dan langsung terbelalak begitu mengetahui kalau pria itu adalah Lucas yakni sahabatnya, Alan pun heran mengapa Lucas menghampiri Nur disana.
"Lucas? Dia ngapain ya?" gumam Alan bertanya-tanya sambil terus memandangi mereka dari kejauhan karena penasaran.
Nur masih belum menyadari kehadiran Lucas di sampingnya, karena ia terus saja menangis dan menangis sehingga tak sadar kalau ada seorang pria yang sudah duduk di dekatnya. Lucas sendiri juga hanya diam terbengong menatap ke depan dengan kedua tangan ia rentangkan pada sandaran bangku taman, Lucas mengambil nafas panjang merasakan sesak di dadanya karena memikirkan wanita yang sama dengan yang ditangisi Nur.
Barulah Lucas menoleh ke arah gadis di sampingnya dan menatap dengan penuh kesedihan, ia turut merasakan kesedihan yang dialami wanita itu dan mungkin saja Nur lebih sedih dibanding dirinya karena sudah bersahabat cukup lama dengan Sahira.
__ADS_1
"Ehem.." Lucas berdehem pelan berharap Nur bisa menyadari keberadaannya dan mau berbicara dengannya, ya benar saja wanita itu langsung mendongak menatap wajah Lucas dengan terheran-heran.
"Lucas? Lu ngapain disini?" tanya Nur heran.
Pria itu tersenyum memandang wajah Nur yang dipenuhi air mata, gadis itu sadar lalu menghapus air matanya dengan cepat karena merasa malu.
"Gak perlu dihapus, gue gak masalah kok!" ucap Lucas tersebut tipis.
"Ada apa?" tanya Nur kembali.
"Gak ada kok, gue cuma butuh ketenangan aja sama kayak lu! Tempat ini rasanya cocok buat itu, karena disini sepi dan damai gak ada orang yang bikin pikiran gue makin pusing! Selain itu, gue dateng kesini juga mau ngajak lu kerjasama buat cari Sahira! Gue gak tahu harus cari dia kemana lagi, barangkali lu ada ide dimana kiranya Sahira ada?" ucap Lucas menawarkan kerjasama pada Nur.
Nur membulatkan matanya terkejut mendengar perkataan Lucas, ia sungguh bingung apakah harus menerima tawaran kerjasama Lucas atau tidak. Di satu sisi ia ingin menerimanya agar kemungkinan Sahira untuk ditemukan meningkat, tapi di sisi lain ia juga takut kalau Lucas mengetahui asal usul dirinya dan juga Sahira.
"Gak perlu cemas, gue juga tahu kok Sahira itu bukan manusia biasa kan? Waktu itu gue sempat lihat dia berubah jadi sosok seperti bidadari dengan sayap di punggungnya, bukan begitu?" ucap Lucas tersenyum tipis melirik ke arah Nur.
Lucas terdiam menatap wajah Nur, ia maklum kalau Nur terkejut karena memang kedua wanita itu selalu berusaha menutupi identitasnya.
Sementara itu, Alan yang masih berada disana juga mendengar semua yang dikatakan Lucas. Ia menganga lebar tak menyangka kalau Sahira adalah seorang bidadari, yang artinya selama ini ia berteman dengan bidadari.
"Wah ini serius? Sahira itu bidadari? Apa mungkin kalo Nur juga bidadari sama kayak Sahira? Kalau iya, berarti hoki gue gede banget dong bisa pacaran sama bidadari dari khayangan!" batin Alan.
...•••...
Disisi lain, Saka mencari-cari keberadaan kekasihnya yakni Grey di sekeliling sekolahan untuk menjelaskan semua kesalahpahaman gadis itu padanya tentang ia menggendong tubuh Kania tadi. Telah hampir satu sekolah ia kelilingi, namun tak kunjung juga ia berhasil menemukan keberadaan Grey.
Saka pun berhenti sejenak mengambil nafas sembari membungkuk memegangi lututnya, ia hampir menyerah untuk mencari Grey karena sampai saat ini ia juga tidak tahu dimana kekasihnya itu berada. Akan tetapi, matanya yang tajam itu berhasil menemukan sosok gadis manis nan cantik tengah menonton pertandingan basket di dekat sana.
__ADS_1
"Itu dia si Grey, pantes aja gue cari keliling-keliling gak ketemu ternyata dia disana..." batin Grey.
Saka langsung menghampiri gadisnya ke lapangan basket, ia tampak terengah-engah dan keringat mulai bercucuran membasahi wajahnya. Begitu sampai disana, Saka pun menarik tangan Grey dengan paksa hingga gadis itu terkejut dan seluruh temannya juga menoleh kaget.
"Ish lu apaan sih?!" ujar Grey geram.
"Ikut aku, kita bicara sebentar!" ucap Saka memaksa Grey ikut dengannya pergi dari sana.
"Gak mau! Gue mau disini aja!" ujar Grey menolak keinginan Saka sembari meronta-ronta minta dilepaskan genggamannya.
"Ayolah, sebentar aja kok! Setelah itu aku biarin kamu mau ngapain juga, ya ikut ya!" paksa Saka tak mau melepaskan tangan Grey.
Akhirnya Grey terpaksa menuruti kemauan Saka karena pria itu terus saja memaksanya, ia tak mau ada keributan disana karena itu akan memalukan dirinya sendiri.
Saka pun membawa gadis itu ke rooftop sekolah, disana mereka berbincang-bincang untuk menyelesaikan masalah diantara mereka.
"Mau bicara apa sih?" tanya Grey malas, ia langsung menarik tangannya dari cengkeraman Saka lalu membuang muka.
"Kamu jangan salah paham dulu! Tadi aku gendong Kania karena pinggangnya sakit, dia jatuh di kamar mandi gara-gara tabrakan sama aku! Tolong ngertiin aku ya, jangan marah apalagi cuekin aku!" ucap Saka.
"Hah? Lu pikir gue peduli soal itu? Mau lu gendong Kania atau siapa kek, bodoamat gue gak pikirin! Kan diantara kita sekarang udah gak ada apa-apa lagi, jadi lu gausah ge'er deh!" ujar Grey.
"Sayang, jangan gitu dong! Aku sayang banget loh sama kamu, aku cinta! Tolong jangan bilang kayak gitu, aku gak mau putus sama kamu! Aku gak bisa jauh-jauh dari kamu, sayang!!" ucap Saka memegang dua tangan Grey sembari memohon-mohon pada wanita itu.
Grey masih tetap membuang muka, ia sungguh malas melanjutkan pembicaraan karena karena sudah terlalu muak mendengar kata-kata kosong dari lelaki di hadapannya itu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...