
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...~Perang dunia ketiga sudah di depan mata, tapi kenapa jodohku masih gak kelihatan juga sih? Ayo siapa yang mau jadi jodohku~...
...×××...
#BROKEN ANGEL S3 EPS. 33
...•...
...HAPPY READING....🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Aaarrgghh sial!" Wilona terlihat kesal sekali setelah melihat kekalahan Elargano di tangan ratu Keira dan juga raja Nuril.
Wilona langsung duduk pada singgasana miliknya dengan wajah kesal dan emosi.
Ratu Sofia yang juga ada disana berupaya untuk menenangkan hati Wilona yang sedang panas itu, ia mencoba membuat Wilona tenang dan dapat melupakan kekalahan raja El itu.
Ratu Sofia pun tersenyum menghampiri Wilona.
"Wahai Wilona, ratu nirwana yang agung nan cantik! Kamu seharusnya tidak perlu marah atau emosi seperti ini, Wilona! Kenapa? Karena raja El hanyalah awal dari rancangan kita untuk bisa menghabisi Keira dan juga bidadari bidadari itu, masih banyak yang bisa kita lakukan lagi Wilona!" ucap Sofia.
Wilona pun dapat menenangkan dirinya secara perlahan akibat perkataan ratu Sofia.
"Aku sengaja mengirim Elargano si raja angin yang serakah itu ke bumi hanya untuk membuat Sahira dan yang lainnya ketar-ketir, mereka pastinya akan lebih meningkatkan penjagaan di bumi setelah ini dan melupakan tentang kita!" ucap Sofia.
"Baik itu Keira, Nuril ataupun Sahira. Mereka semua pasti akan berpikir sama bahwa kita bukan lagi ancaman untuk mereka, dan mereka akan lebih fokus menjaga bumi kesayangan mereka agar tidak ada makhluk jahat lainnya yang bisa menyerang bumi! Dengan begitu, kita pasti akan lebih mudah untuk menghabisi mereka." sambungnya.
Wilona sama sekali tidak menyangka kalau ratu Sofia memiliki pemikiran yang sangat bagus itu.
"Kamu memang benar-benar hebat dan tidak tertandingi, ratu Sofia. Aku sangat beruntung bisa mengenal dan bekerjasama denganmu," ucap Wilona yang kini kembali tersenyum.
"Hahaha, tentu saja. Aku ini bukanlah orang sembarangan, karena aku adalah penguasa kegelapan yang akan menjadi malaikat maut bagi para bidadari milik Keira itu!" ucap ratu Sofia berbicara tegas sembari mengepalkan tangannya.
"Kapan kita akan menyerang mereka, ratu Sofia?" tanya Wilona yang sepertinya sudah tidak sabar untuk menghabisi ratu Keira.
"Kamu sabar dulu! Masih ada beberapa rancangan lagi yang harus kita lakukan, kita akan membuat mereka sibuk sehingga tidak dapat melancarkan rencana yang sudah mereka buat itu! Dan barulah kita bisa maju untuk menyerang mereka, lalu menghabisi Keira serta seluruh bidadari nya!" ucap ratu Sofia.
"Baiklah, ratu Sofia. Aku hanya bisa menurut dengan perkataan mu," ucap Wilona tersenyum.
"Yasudah, sekarang sebaiknya kau perbanyak istirahat dan jangan sampai saat penyerangan tiba kamu tidak memiliki cukup tenaga untuk menghadapi mereka semua! Aku tau belakangan ini kamu masih saja sulit tidur, karena memikirkan Dimas bukan?" ucap ratu Sofia.
"Iya ratu, entah mengapa aku masih kepikiran wajah mendiang suamiku itu. Padahal aku sudah berusaha keras untuk melupakannya!" ucap Wilona.
"Tenangkan dirimu, Wilona! Jika kau tidak bisa menghapus ingatanmu tentang Dimas, maka sudah pasti kamu akan terus memikirkan dia walau sekeras apapun kamu berusaha untuk melupakan dia! Mulai sekarang kamu harus mengalihkan fokus mu ke hal yang lebih penting, dibanding terus saja memikirkan orang yang sudah tiada!" ucap ratu Sofia.
"Baik, ratu Sofia! Aku akan mencoba saran darimu itu dan melupakan Dimas," ucap Wilona.
"Baguslah, sekarang aku harus pergi dan kembali ke tempatku untuk mengatur strategi kita selanjutnya. Kamu tidak apa kan aku tinggal sendiri disini?" ucap ratu Sofia berpamitan pada Wilona.
"Tentu tidak, ratu." jawab Wilona.
"Bagus, kalau begitu aku pergi sekarang. Jaga dirimu baik-baik!" ucap ratu Sofia.
"Iya, ratu!"
Ratu Sofia pun pergi dari tempat itu menuju ke tempat asalnya.
...•••...
Sementara itu, kini ketiga bidadari yang tergeletak akibat serangan Elargano telah berhasil disadarkan oleh ratu Keira dengan bantuan dari Nuril serta Sahira yang telah sadar lebih dulu.
Mereka semua telah pulih dan dapat berdiri seperti sebelumnya walau masih agak tertatih.
"Nur, apa kamu sudah membaik?" tanya Keira.
__ADS_1
"Sudah ratu, tubuhku sekarang sudah terasa lebih baik dibanding sebelumnya. Walau aku masih merasa sedikit sakit pada bagian dadaku, mungkin akibat serangan raja angin tadi." jawab Nur dengan menahan rasa sakit yang ia rasakan.
"Tidak apa, itu hanya sementara. Sebentar lagi pasti kamu akan pulih seutuhnya dan tidak akan merasakan sakit lagi!" ucap Keira.
"Iya ratu, terimakasih sebelumnya karena sudah mau membantu mengobati ku. Aku juga meminta maaf padamu karena aku gagal mengalahkan raja El, kekuatannya sangat hebat ratu sehingga aku kesulitan untuk menandinginya!" ucap Nur merasa bersalah karena kalah dari Elargano.
"Kamu tidak perlu meminta maaf! Itu semua bukan salahmu, memang kekuatan kalian saja yang masih belum sebanding dengan Elargano. Tapi, ku akui semangat kalian cukup bagus!" puji Keira.
"Terimakasih, ratu!" ucap Nur sedikit membungkuk.
Ratu Keira pun beralih menatap Rara yang juga nampak masih kesakitan.
"Rara, apa kamu baik-baik saja?" tanya Keira.
"Ah aku baik, ratu. Hanya sedikit terasa sakit pada perut serta punggungku, tapi aku yakin ini akan segera hilang dan aku bisa pulih kembali!" jawab Rara sambil tersenyum mencoba kuat.
"Baguslah, kamu masih bisa kan meneruskan penyamaran mu di bumi?" tanya Keira.
"Bisa, ratu! Tapi, apa aku harus kembali menyamar di markas geng the darks itu?" ucap Rara.
"Memangnya kenapa, Rara?" Keira bingung.
"Eee tidak apa, ratu. Aku hanya sedikit merasa takut kalau harus menyamar disana lagi, karena aku hanya seorang diri dan jumlah mereka cukup banyak! Aku takut kalau mereka mengetahui penyamaran ku, lalu mereka akan menghajar ku." jawab Rara.
"Hahaha, baru kali ini saya melihat ada bidadari yang takut dengan manusia." Nuril terkekeh kecil mendengar perkataan Rara.
Sontak Rara pun langsung merasa malu.
"Sudahlah, jangan membuat bidadari ku ini semakin terpojok! Seharusnya kamu membantuku untuk membuat mental mereka kembali naik, bukan justru menertawakan Rara seperti itu!" tegur Keira.
"Maafkan aku, Keira! Tapi, bidadari mu itu sungguh lucu dan aku tidak bisa berhenti tertawa dibuatnya!" ujar Nuril yang masih saja tertawa.
Sahira dan Nur disana juga tampak berusaha menahan senyum mereka melihat Nuril yang tertawa cukup keras.
"Rara, kamu akan aku pindah tugaskan. Jadi, kamu tidak harus menyamar sebagai seorang bartender lagi di markas the darks. Aku memang sudah memikirkan ini sebelumnya, karena aku yakin mereka pasti tidak mungkin melakukan serangan lagi kepada Sahira atau yang lainnya!" ucap Keira.
"Syukurlah, lalu kemana engkau akan memintaku untuk melakukan penyamaran ratu?" tanya Rara.
Ratu Keira tersenyum dan menghela nafas sejenak.
Sontak Rara terkejut mendengarnya, bahkan bukan hanya Rara tapi juga Sahira serta Nur.
...•••...
Disisi lain, Saka bersama Grey dan juga kedua teman gadis cantik itu telah berhasil keluar dari sekolah dengan selamat tanpa terluka sedikitpun walau angin kencang tadi hampir membuat mereka terluka.
Saka pun tampak senang bisa menyelamatkan gadisnya dengan usahanya sendiri tanpa melibatkan satu orangpun untuk membantunya, karena memang itulah yang ia mau yakni melindungi Grey serta tidak membiarkan Grey sampai terluka walau sedikit.
Kini mereka berempat tampak kebingungan mencari para murid-murid yang lain.
"Saka, gimana ini? Apa mungkin mereka semua udah pada pulang ke rumah masing-masing dan kita ditinggal karena mencar?" tanya Grey kebingungan.
"Pasti begitu! Ah elah gue nyesel ikut sama kalian berdua, tau gitu tadi mending gue stay aja di tempat sembunyi sama yang lain!" ucap Kia.
"Iya tuh, gue juga nyesel." sahut Zefora.
"Heh! Kalian kenapa sih pada ribut mulu? Kalo emang kalian gak mau ikut sama gue, harusnya tadi kalian diem aja ngumpet kayak yang lain disana! Kenapa ujung-ujungnya kalian mau ikut sama gue ha? Kan gue cuma ajak si Grey tadi," ujar Saka.
"Yeh dia emosi. Eh Saka, kita tuh gak bakal biarin lu nyakitin Grey lagi! Makanya kita mau temenin Grey dan jagain dia, dari laki-laki busuk kayak lu!" ucap Kia.
"Hah? Laki-laki busuk? Sembarangan aja lu kalo ngomong! Gue ini cowok setia, dan gue bukan cowok yang suka nyakitin perasaan ceweknya! Asal lu tau aja ya, hubungan gue sama Grey hancur itu karena Willy bukan atas dasar kemauan gue ataupun Grey sendiri!" ucap Saka tegas.
"Lah kenapa jadi Willy? Emang apa hubungannya Willy sama kalian putus?" tanya Kia.
"Ya banyak lah! Willy itu udah tahan-tahan gue waktu gue pengen dateng ke rumah Grey buat ketemu sama papa mamanya, nah gara-gara itu makanya gue telat datang ke rumah dia! Akhirnya Grey terpaksa terima perjodohan orangtuanya dan putusin gue, ya kan Grey?" jawab Saka.
"Kata siapa gue terpaksa? Gue emang cinta kok sama Alex calon tunangan gue itu, lagian udah deh kita gausah bahas soal itu lagi!" ucap Grey.
"Ahaha, kasian deh loh Saka! Emang enak gak dianggap lagi sama Grey?" ledek Zefora.
Saka tampak malu sekaligus kesal.
"Yaudah, kita cabut aja yuk guys! Sekarang kan udah aman nih, jadi mending kita langsung pulang aja pake mobil gue! Lagian pasti juga gak akan ada jam pelajaran lagi, guru-guru pada takut paling!" ucap Grey mengajak teman-temannya pulang.
__ADS_1
"Nah setuju! Oke kali ini gue ngikut sama lu, anterin kita pulang ya sampe ke depan rumah!" ujar Kia.
"Iya gue juga setuju!" sahut Zefora.
"Yeh ikut-ikutan aja lu!" ujar Kia.
"Dih biarin lah! Wle!" Zefora menjulurkan lidah.
"Ahaha, udah udah jangan ribut! Yuk kita langsung ke parkiran aja, ambil mobil gue!" ucap Grey.
"Gas!" ucap Kia dan Zefora bersamaan.
Grey langsung bergandengan tangan dengan kedua sahabatnya itu, mereka pun pergi begitu saja dari sana meninggalkan Saka yang masih terdiam mematung tanpa perduli lagi dengan nasib atau kondisi pria tersebut.
Saka hanya bisa diam melihat kepergian Grey dengan perasaan sedih sekaligus hancur.
...•••...
Sahira yang baru ingin merubah wujudnya kembali menjadi manusia, tiba-tiba dikejutkan dengan kemunculan Lucas sang kekasih dari arah berlawanan dan tampak khawatir padanya.
"Sayang!" ucap Lucas memanggil Sahira lalu mendekati bidadari tersebut.
"Lucas, kamu baik-baik aja kan? Gimana soal Willy dan temen-temen sekolah kita, mereka gak kenapa-napa kan?" tanya Sahira cemas.
"Kamu tenang aja! Sekarang mereka semua ada di markas wild blood dan baik-baik aja kok, sedangkan Willy sama anggota the darks udah berhasil aku kalahin dengan bantuan anak-anak wild blood sama gengnya bang Valen." jawab Lucas.
"Syukurlah, aku cemas banget tadi mikirin kondisi mereka semua." ucap Sahira.
"Sama, aku juga cemas banget mikirin keselamatan kamu yang lagi ngelawan Kirana sama Zaenal disini. Kamu gak kenapa-napa kan, sayang?" ucap Lucas cemas sembari memegangi pipi Sahira.
"Aku baik kok, ada ratu sama raja Nuril juga yang bantu aku dan Nur buat lawan Kirana sama raja angin tadi. Sekarang mereka semua udah kembali ke langit, setelah berhasil kalahin si raja angin itu!" ucap Sahira sambil tersenyum.
"Baguslah, kalo gitu sekarang kamu rubah wujud kamu lagi jadi manusia! Terus kita sama-sama kembali ke markas wild blood," ucap Lucas.
"Iya, kamu madep belakang dong!" ucap Sahira.
"Hadeh, yaudah iya!" ucap Lucas.
Lucas pun memutar tubuhnya menghadap membelakangi kekasihnya yang akan bertukar menjadi manusia kembali.
Setelah selesai, Sahira pun berjalan mendekati Lucas lalu meraih tangan pria tersebut dan menggenggamnya erat.
"Aku masih tetep cantik gak kalo begini?" tanya Sahira pada Lucas sambil tersenyum memainkan rambutnya.
Lucas yang melihatnya tampak terpesona.
"Ya masih dong sayang, malahan cantik banget! Kamu itu gak ada bedanya, mau jadi bidadari atau manusia biasa seperti ini. Sama-sama cantik dan bikin aku suka!" ucap Lucas memuji gadisnya sembari mengusap wajah Sahira.
"Ahaha, bisa aja kamu gombalnya!" ucap Sahira tersipu karena pujian dari Lucas.
Lucas dan Sahira pun pergi dari sana dengan bergandengan tangan sambil senyum-senyum menatap wajah satu sama lain.
Sangking senangnya bisa bertemu kembali dengan sang kekasih, Sahira sampai lupa kalau disana juga ada Nur dan Rara.
"Nur, kita kok ditinggal gitu aja sih?" tanya Rara.
"Ahaha, biarin aja. Emang begitu kalo orang lagi kasmaran jadi lupa sama segalanya! Kita ikutin aja mereka dari belakang, tapi jangan sampe ganggu loh nanti dimarahin!" ucap Nur.
"Iya iya, andai aku juga punya kekasih ya?" ucap Rara cemberut.
"Kamu mau punya kekasih juga?" tanya Nur.
"Ya maulah, siapa yang gak mau coba? Kan seru tau bisa gandengan tangan sambil tatap-tatapan begitu kayak Sahira," ucap Rara.
"Yaudah, kamu pacarin aja tuh Willy! Kan kamu kerja di markas gengnya dia, jadi bisa deh kamu deketin Willy terus pacaran sama dia!" ucap Nur.
"Yeh dasar sableng! Ngasih saran kok gak bener banget! Yakali aku pacaran sama musuhnya Sahira, gak banget tau! Lagian aku kan udah mau dipindah tugaskan ke rumah sakit sama ratu, kamu gimana sih?" ujar Rara ngomel.
"Ahaha, becanda kali..." Nur tertawa kecil sembari menutup mulutnya.
Rara pun jalan dengan perasaan jengkel karena ulah dari Nur barusan, sedangkan Nur berusaha mengejar Rara dan membujuknya agar tidak ngambek.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...