Broken Angel

Broken Angel
Episode 247 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 147


...•...


Tak disangka tak diduga, Dimas sang pangeran langit yang kini sudah naik pangkat menjadi penguasa di kerajaan langit berhasil mengalahkan ratu Keira beserta para pasukannya yang ia kumpulkan dari beragam alam semesta. Dimas tertawa puas meratapi kekalahan ratu Keira dan beberapa pasukannya yang lemah itu, sedangkan sang ratu tampak kesakitan tergeletak di atas lantai sambil memegangi perutnya yang sakit.


Dimas melangkah ke dekat ratu Keira sambil masih membawa trisula mautnya, mungkin ia masih ingin menyerang ratu Keira dengan trisula itu karena terlihat dari tatapannya kalau ia belum puas dengan kondisi sang ratu saat ini. Sepertinya Dimas sungguh ingin membunuh ratu Keira serta seluruh pasukannya yang ada disana dan tengah tergeletak kesakitan, ia bahkan sudah bersiap mengangkat trisulanya dan menyerang mereka semua.


"Ada kata-kata terakhir, ratu bodoh?" tanya Dimas sembari tersenyum licik dan menatap wajah sang ratu yang tengah kesakitan.


Ratu Keira tak menjawab karena ia sungguh kesakitan saat ini, bahkan ia sampai terbatuk-batuk dan sulit untuk menggerakkan tubuhnya. Namun, ia masih mencoba mundur menghindari Dimas yang semakin mendekat ke arahnya dengan trisula di tangan kanannya dan suara tawa mengerikan. Baru kali ini ratu Keira mengalami ketakutan seperti ini pada seseorang, padahal sebelumnya ratu Keira tidak pernah merasakan takut pada siapapun.


"Hahaha, mau kemana ratu bodoh? Kau tidak akan bisa pergi dariku, karena nyawa mu sekarang ada di tanganku! Bersiaplah untuk menerima kematian mu yang akan segera terjadi ini, kau akan segera masuk ke neraka bersama para bidadari itu!" ujar Dimas.


"Kau salah, Dimas! Bukan aku atau para bidadari yang akan masuk ke neraka, tetapi engkaulah!" ucap ratu Keira di sisa-sisa tenaganya masih sanggup untuk berbicara dengan lantang.


"Hahaha, oh ya? Waw aku sungguh kagum pada kemampuan mu, ratu bodoh! Kau masih bisa berbicara seperti itu disaat nyawa mu sudah berada di ujung tanduk, sungguh luar biasa!" ucap Dimas.


"Kau seharusnya malu, Dimas! Akulah yang sudah memberimu pangkat untuk bisa tinggal bersama Sahira, mengapa kau malah berkhianat dariku? Apa yang membuatmu jadi seperti ini, Dimas?" ujar ratu.


"Ohh benar, ya kau belum bertemu dengannya! Baiklah, aku akan menunda kematian mu agar kau bisa bertemu dengan dia!" ucap Dimas.


"Apa maksudmu, siapa dia yang kau maksud?" tanya Ratu Keira penasaran.


"Hahaha, tenang saja ratu bodoh! Sebentar lagi aku akan memperkenalkan dia padamu, aku yakin kau pasti tidak akan menyangkanya saat nanti kau bertemu dengan dia!" ucap Dimas semakin membuat ratu Keira penasaran dan bertanya-tanya.


Tentu saja perkataan Dimas barusan semakin membuat ratu Keira terheran-heran menatap wajah pria di hadapannya penuh penasaran, sedangkan Dimas malah senyum-senyum saja menyaksikan keheranan di wajah sang ratu yang juga tengah menahan rasa sakitnya.


"Sayangku, dimana kamu...??"


Tiba-tiba Dimas berteriak seperti itu membuat ratu Keira yang mendengarnya makin penasaran, wanita itu celingak-celinguk ke sekeliling menantikan siapakah yang sedang dipanggil oleh Dimas.


"Aku disini, sayang!"


Suara seorang wanita muncul dari arah belakang ratu Keira, sontak sang ratu langsung menoleh dan terkejut menganga tipis melihat sosok wanita cantik yang bergerak maju mendekatinya serta Dimas.


Dimas sendiri langsung tersenyum melihat istrinya yang sangat anggun dan cantik dengan pakaian aslinya saat menjadi ratu di negerinya, ya siapa lagi sosok itu kalau bukan Wilona yang memiliki wajah mirip bukan mirip lagi tapi serupa dengan Keira.


"Selamat datang, sayangku! Ayo, marilah kita sama-sama menikmati penderitaan ratu bodoh ini!" ucap Dimas menyambut istrinya itu.


Wilona terus melangkah maju semakin mendekati suaminya serta ratu Keira yang masih tercengang karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


🌺


Sementara itu, Sahira masih bersikeras mengusir seluruh bidadari yang juga para sahabatnya itu dari sana dan ia sama sekali tidak mau berbicara lagi pada mereka walau Nur terus saja berusaha untuk mendekati Sahira dan memberi penjelasan.


Sahira saat ini memang sudah terpengaruh oleh ucapan Dimas & Wilona yang menyebabkan ia mengira para sahabatnya itu sudah bukan lagi bidadari yang baik, walau Nur juga telah berusaha mengatakan kalau ia maupun teman-temannya bukanlah orang jahat apalagi berniat tidak baik.


"Dengarkan aku, Sahira! Kami bukanlah bidadari jahat, kami ini temanmu!" ucap Nur masih terus berusaha menjelaskan pada Sahira.


Sahira malah geleng-geleng kepala tak percaya dengan ucapan Nur, ia masih yakin dengan perkataan Dimas kalau para bidadari itu sudah bukan lagi temannya karena makhluk jahat yang berwajah seperti sang ratu telah memengaruhi mereka.

__ADS_1


"Tidak, aku tak percaya dengan kalian semua! Cepatlah pergi dan jangan harap kalian bisa pengaruhi aku untuk membela kejahatan, karena aku ini akan tetap setia pada ratu!" ucap Sahira.


"Apa maksudmu, Sahira? Kalau memang kamu masih setia pada ratu, mengapa kamu malah menjauhi kami?" tanya Nur tak mengerti.


"Ya betul, ratu sekarang ada sama kami! Marilah Sahira, kita sama-sama mengalahkan si penjahat itu!" sahut Nawal membantu Nur meyakinkan Sahira.


"Kalian jangan coba-coba pengaruhi aku, yang bersama kalian itu bukanlah sang ratu! Dia orang jahat yang sudah memengaruhi kalian, sadarlah kalian hanya diperalat olehnya untuk menguasai bumi!" ucap Sahira penuh keyakinan.


"Hey, kamu ini kenapa Sahira? Pemikiran darimana itu? Sebaiknya kamu perlu membersihkan pikiranmu, karena semua itu salah! Justru kamulah yang harus sadar dan ikut bersama kami, ayo kita hadapi semua musuh-musuh kita..!!" ucap Nur.


Sahira hanya tersenyum tak percaya dengan ucapan Nur, sepertinya ia sudah terlalu percaya pada Dimas & Wilona yang berhasil mencuci otaknya.


"Kalian sudah benar-benar berubah, ayolah jangan seperti ini! Yang bersama kalian itu bukan ratu, dia hanya orang jahat yang wajahnya kebetulan mirip dengan sang ratu! Ratu Keira yang asli ada bersamaku dan Dimas, dia bahkan sampai kehilangan kekuatannya karena melawan si jahat itu!" ucap Sahira penuh keyakinan.


"Apa yang kamu katakan, Sahira? Itu semua tidak benar dan hanyalah bualan semata, tidak mungkin ratu ada bersamamu sedangkan dia selalu bersama kami di nirwana!" ucap Nur mulai kewalahan.


"Kamu ini sakit, Nur! Aku sudah katakan yang sebenarnya kalau itu bukanlah sang ratu, dia adalah orang jahat yang ingin menguasai kalian! Sebaiknya kalian sekarang dengarkan aku dan bersatu denganku melawan si jahat itu, buktikan kesetiaan kalian pada ratu Keira!" ujar Sahira.


Lagi-lagi Nur tampak tak mengerti apa yang membuat Sahira jadi seperti ini, padahal ia dan teman-temannya sudah terus berusaha untuk meyakinkan Sahira bahwa mereka semua bukanlah orang jahat dan ratu yang asli adalah yang bersama mereka bukan yang dimaksud Sahira.


...•••...


Disisi lain, Lucas bersama nyai selendang hijau serta Dorta sampai di sebuah tempat yang tak lain adalah kerajaan langit tempat dimana Dimas serta yang lainnya berada dan tengah bertarung demi merebutkan kekuasaan.


Lucas celingak-celinguk melihat ke sekeliling tempat yang memang sangat indah itu, belum pernah sebelumnya ia berada di tempat yang seindah ini. Sementara nyai selendang hijau tampak berusaha mencari-cari dimana keberadaan Dimas, ia pun dibantu oleh Dorta yang juga tengah menyelidiki lokasi tempat Dimas berada sekarang.


"Nyai, aku mendengar suara kebisingan di depan sana! Bisa saja itu berasal dari suara Sahira ataupun Dimas yang ada disini..." ucap Dorta.


"Baiklah, ayo kita segera kesana!" ucap nyai.


Namun, baru saja mereka ingin bergerak tetapi ada segerombol pasukan penjaga yang mencegah mereka dan tak memperbolehkan mereka untuk masuk ke dalam istana langit itu.


"Menyingkir lah dari hadapan kami, biarkan kami masuk untuk memeriksa teman kami!" ujar Dorta menjadi lebih lantang dan tegas.


"Tidak bisa, kalian langkahi dulu mayat kami jika ingin masuk ke dalam...!!" ujar penjaga itu.


Akhirnya tak ada pilihan lain bagi mereka selain menghadapi penjaga-penjaga itu untuk bisa masuk ke dalam dan menyelamatkan Sahira, Dorta pun mulai mengeluarkan kekuatannya dan dengan sekali serang seluruh penjaga disana pada mental serta tergelatak kesakitan di atas lantai.


Momen itu pun dijadikan kesempatan bagi mereka untuk masuk ke dalam mencari keberadaan Sahira, Lucas tampak antusias melihat ke sekeliling mencari sang kekasih yang sangat ia rindukan saat ini. Sedangkan nyai selendang hijau terus berusaha menggunakan kemampuannya untuk mengendus keberadaan Dimas, ya mereka masih terus bergerak maju menyusuri istana tersebut.


"Nyai, itu dia disana...!!" teriak Dorta sambil menunjuk ke arah rombongan di depan sana.


Sontak nyai selendang hijau dan Lucas sama-sama menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Dorta, wajah sumringah menghiasi Lucas begitu melihat Sahira sang kekasih ada disana walau ia cukup heran mengapa banyak makhluk berbentuk manusia dengan dua sayap di punggung berdiri disana.


"Kau benar, Dorta! Hey makhluk bumi, itulah kekasih mu bukan?" ucap nyai selendang hijau.


"Ya, dia Sahira kekasihku! Tapi, siapa itu yang bersamanya dan mengapa mereka berpenampilan seperti itu??" ujar Lucas tak mengerti.


"Mereka adalah para bidadari nirwana, kekasihmu itu juga termasuk salah satu dari mereka! Aku tidak mengetahui jika mereka sudah berhasil menemukan Sahira lebih dulu dibanding kita, tapi syukurlah karena Sahira bisa segera ditemukan!" ucap nyai.


"Bidadari?" ujar Lucas masih tak menyangka.


Ya Lucas terus berpikir keras mengenai semua ini, ia belum bisa mencerna semuanya karena terlalu sulit baginya untuk memahami itu. Lucas sungguh tak menyangka kalau pacarnya selama ini adalah seorang bidadari, pantas saja baginya Sahira selalu tampil cantik dan aura dari gadis itu terasa sangat berbeda dibanding wanita lainnya.


"OMONG KOSONG....!!"


Suara keras dari mulut Sahira mengagetkan mereka bertiga, ya mereka tak menyangka Sahira bisa berkata keras seperti itu dan tidak mencerminkan bidadari pada umumnya yang selalu bersikap ramah.


"Ada apa itu, mengapa Sahira begitu marah?" tanya Lucas terheran-heran.

__ADS_1


"Entah, tapi sepertinya ada sesuatu yang tidak benar padanya! Aku melihat aura hitam menempel pada diri Sahira dan kemungkinan besar itu berasal dari kekuatan Dimas, kita harus segera menyelamatkan Sahira sebelum dirinya benar-benar dikuasi kejahatan!" ucap nyai menjelaskan.


Ketiganya pun bergerak maju mendekati Sahira serta para bidadari yang masih saja berdebat, Lucas juga tampak cemas pada kondisi kekasihnya sekarang.




"OMONG KOSONG...!!" teriak Sahira dengan keras.


Semua bidadari disana termasuk Nuril terkejut mendengarnya, mereka tak menyangka Sahira bisa semarah itu bahkan sampai melotot dan tubuhnya bergetar dengan tangan terkepal.


Mendadak tatapannya juga berubah jadi penuh amarah, Nur yang berada di dekat Sahira merasakan perbedaan pada Sahira dan tak seperti Sahira pada biasanya karena gadis itu seperti kesulitan mengontrol emosinya.


"Sahira, itu bukan omong kosong! Dimas memang orang jahat dan dia sudah memanfaatkan kamu, bahkan Dimas yang sudah mencuri mustika merah dari tubuh kamu serta mengambil semua kekuatan kamu!" ujar Nur.


"Kurang ajar, dasar tidak tahu malu! Beraninya kamu menyebut kekasihku sebagai orang jahat, padahal kamu lah yang jahat!" ucap Sahira.


Tiba-tiba saja Sahira mengangkat tangannya kemudian mencekik leher Nur dengan kuat dan tatapannya semakin jahat, Nawal serta bidadari lainnya cemas melihat Nur mulai kewalahan menahan cekikan dari Sahira pada lehernya.


"Sahira, hentikan! Tindakanmu itu bisa mengakibatkan Nur celaka, dan aku yakin kamu pasti akan sangat menyesal nantinya!" ujar Nawal.


"Diam, kamu! Aku akan bunuh dia agar dia bisa sadar siapa sebenarnya yang jahat, setelahnya barulah aku juga akan menghabisi kalian!" ucap Sahira.


"Jangan, Sahira! Cepat lepaskan tanganmu itu, dengarkan perkataan kamu!" ucap Nuril.


Sahira melirik ke arah Nuril di sampingnya, sungguh tatapannya membuat raja langit itu tegang dan syok karena tak ada tanda-tanda Sahira disana.


"Ada apa ini? Kekuatan apa yang merasuki tubuh Sahira sampai dia seperti ini?" batin Nuril.


"Sebaiknya kamu jangan ikut campur! Akan ku pastikan kamu juga akan terbunuh, bila kamu masih saja membela mereka!" ujar Sahira.


Nuril terdiam begitupun dengan para bidadari lainnya, mereka tak tahu harus berbuat apa saat ini melihat kondisi Nur yang juga mulai melemah akibat cekikan dari Sahira tersebut.


Slaasshhh....


Satu serangan menerjang tubuh Sahira dan membuat gadis itu terpental ke belakang menabrak pintu kamar, Nut ambruk karena merasa sangat lemas sambil terus memegangi lehernya.


Seluruh mata kini mengarah pada sosok yang menyerang Sahira, ya itulah nyai selendang hijau bersama Lucas serta Dorta.


"Lucas...??" ucap Nur di sisa-sisa tenaganya.


Mata Lucas kembali terbelalak begitu menyadari ada Nur juga disana yang berwujud bidadari, ya kini ia pun tahu alasan mengapa Nur melarang dirinya untuk ikut mencari Sahira bersamanya.


"Kenapa kamu menyerang Sahira? Siapa kamu dan apa keinginan kalian??" ujar Nawal panik.


"Hey, yang ada disana itu bukan teman kalian! Dia adalah iblis jahat yang sudah menguasai hampir seluruh tubuh Sahira, satu-satunya cara untuk bisa membuat Sahira kembali adalah dengan mengalahkan si iblis itu dan mengusir dia dari dalam tubuh Sahira!" jelas nyai selendang hijau.


"Tenanglah, kami ada di pihak kalian!" sahut Dorta.


Lucas terus mengarahkan pandangannya ke Nur yang sedang tergeletak di pangkuan Nara & Nana, sedangkan Nur sendiri berusaha memalingkan wajahnya sambil mengurut area lehernya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...


...DETIK-DETIK MENUJU AKHIR S2...

__ADS_1


...😢😢😢...


__ADS_2