
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
..."Yang jauh raga, bukan hati kita~"...
...×××...
#BROKEN ANGEL S3 EPS. 5
...•...
...HAPPY READING....🎉🎉🎉...
...***...
Willy bersama anggota the darks mendatangi sebuah tempat yang mirip seperti bengkel mungkin saja memang bengkel, mereka melepas helm masing-masing lalu turun dari motor dan melangkah ke dalam tempat tersebut sembari celingak-celinguk.
"Wil, ini tempat apaan sih? Kok banyak koleksi motor rakitan begini? Lu mau ketemu siapa disini?" tanya Alves penasaran.
"Hahaha, lu tunggu aja nanti juga orangnya muncul dan kalian semua pasti bakal kaget ngeliat dia!" jawab Willy justru semakin membuat mereka penasaran.
Willy pun masuk ke diikuti oleh teman-temannya dari belakang, mereka semua tampak terpana melihat banyaknya motor antik yang cantik disana bahkan ada pula motor sport seperti yang mereka miliki namun tentunya lebih berkelas dan kencang.
"Bang, ini gue Willy...."
Willy berteriak sepertinya memanggil pemilik dari tempat tersebut, ya disana memang terlihat sepi tak ada pengunjung sedikitpun sehingga suara Willy terdengar jelas bahkan menggema di dalam ruangan tersebut.
Tak lama kemudian, seorang pria bertubuh kekar dipenuhi tatto pada setiap bagian tubuhnya pun muncul dari dalam dan berjalan menghampiri Willy serta anggota the darks sambil tersenyum membawa sebuah knalpot di tangannya.
"Eh elu, Wil! duduk-duduk...!!" ucapnya.
"Gausah bang, gue kesini cuma mau minta bantuan sama lu! Gue sama temen-temen gue abis dihajar bang sama geng wild blood, lihat aja nih muka gue sampe lebam kayak gini..." ucap Willy.
"Hah? Emang anak-anak wild blood itu semakin menjadi-jadi, mereka bahkan sudah menyebar sampai keluar kota tepatnya di Bogor!" ucapnya.
"Apa? Kok bisa sih bang?" tanya Willy terkejut.
"Iya, gua dapet kabar dari salah satu anak buah gua disana... katanya waktu itu geng wild blood lagi touring, tapi mereka ketemu sama penguasa disana dan akhirnya mereka pun ribut!" jelasnya.
"Ah sial! Terus gua harus gimana lagi bang buat balas dendam ke si Lucas?" ujar Willy kesal.
"Lu tenang aja, selagi gue ikut bertindak dan gabung sama geng lu udah bisa dipastiin 99% mereka pasti bakal kalah!" ucapnya.
Willy pun tersenyum senang sembari menoleh ke arah teman-temannya yang juga ikut tersenyum walau masih kebingungan, pria yang sudah lumayan berumur mungkin sekitar 20 tahunan itu menaruh sejenak knalpot yang ia pegang lalu kembali menemui Willy di depan sana.
"Gue bakal kasih tambahan pasukan buat geng lu, sekaligus gue juga ikut gabung sama lu!" ucapnya.
"Thanks bang, bantuan lu sangat berarti buat kita!" ucap Willy tampak senang.
"Eitss, tapi ini semua ada syaratnya dan gak gratis!" ucapnya sembari mengacungkan telunjuk.
"Apa tuh bang syaratnya?" tanya Willy penasaran.
"Ya, gue mau gabung sama kalian asalkan gue yang jadi pemimpin geng kalian! Gimana, setuju kan?" ucapnya.
Willy terdiam sejenak memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan pria itu, ia coba berdiskusi dengan teman-temannya dan mayoritas mereka semua setuju saja dengan keputusan yang akan diambil oleh Willy saat ini.
__ADS_1
"Oke bang, gue terima lu buat jadi ketua baru geng the darks!" ucap Willy setuju.
"Oke, bagus! Gue bakal bikin nama the darks terdengar di seluruh penjuru kota ini, bahkan lebih terkenal dibanding wild blood....!!" ucapnya penuh keyakinan sembari berjabat tangan dengan Willy.
"Tapi bang, sebelumnya kita mau tahu dulu lu ini siapa sebenarnya...." ucap Alves.
Sontak Willy langsung menoleh dan menatap tajam ke arah Alves, sedangkan pria yang dipanggil bang oleh Willy itu hanya tersenyum sembari melipat kedua tangannya di depan.
"Gapapa, wajar kalo dia belum tahu siapa gue! Namanya juga anak-anak..." ucapnya.
"Iya bang, yaudah guys kalo gitu sekarang gue kenalin sama kalian ketua baru the darks yang akan memimpin geng kita mulai hari ini...!!" teriak Willy.
"Dia adalah bang Dans, si mantan napi yang pernah menguasai jalanan dan jadi raja sebelum akhirnya dia ditangkap polisi karena penyalahgunaan narkoba! Tapi, bang Dans ini adalah sosok panutan bagi para gangster di kota ini....!!" sambung Willy berteriak.
"SIAPA KITA...???"
"THE DARKS...!!!"
Mereka semua nampak lebih bersemangat dibawah pimpinan ketua baru yakni bang Dans, terutama Willy yang dengan sangat berani menyerahkan jabatannya kepada bang Dans demi kemajuan the darks sekaligus pembalasan dendamnya pada Lucas.
...•••...
Sementara itu, tak kalah dengan Willy serta anggota the darks yang meminta bantuan pada Dans untuk menjadi ketua mereka, kini Kirana bersama abangnya pun terus berusaha untuk mencari cara agar mereka dapat membalas dendam kepada Sahira serta Lucas.
Kirana cukup emosional hari ini karena ia sudah tidak sabar untuk melihat kehancuran Sahira di depan matanya, hingga kini ia memang belum bisa melupakan semua kelakuan Sahira yang sudah membuatnya mendekam di penjara selama beberapa waktu sebelum akhirnya bebas.
"Bang, gimana rencana lu selanjutnya? Kayaknya rancangan awal kita buat manfaatin April gagal, sampe sekarang aja dia belum berhasil bawa Sahira kesini!" ucap Kirana emosi.
"Lu santai aja, semuanya butuh proses dan gak melulu langsung berhasil! Yang namanya rencana balas dendam itu harus disusun serapih mungkin, kita gak boleh gegabah supaya mereka gak mencium rencana kita ini..." ucap Zaenal.
"Tapi bang, gue udah muak banget sama si Sahira itu! Dia sekarang malah makin menjadi-jadi, gue gak mau tau bang pokoknya lu harus bisa habisin dia sekarang juga...!!" ujar Kirana.
"Heh, emangnya lu pikir ngebunuh orang itu segampang nepok nyamuk? Ini semua harus disusun dengan baik dulu, gak boleh gegabah kayak gitu!" ucap Zaenal menenangkan adiknya.
"Sabar Kirana, buat bunuh nyokap dan bokap aja gue butuh waktu sekitar 8 tahun supaya gak kelacak polisi! Apalagi kalau buat bunuh orang lain yang gue gak kenal siapa dia, itu mungkin butuh waktu yang lebih lama lagi..." ucap Zaenal.
"Kalo gitu gue gak mau minta bantuan lu, bang! Lebih baik gue urus ini sendiri, gue bakal sewa pembunuh bayaran yang jago dan gak lembek kayak lu!" ucap Kirana emosi sekali.
Gadis itu langsung hendak pergi dari sana meninggalkan abangnya, namun Zaenal dengan cepat mencekal lengan Kirana membuat gadis itu tidak bisa pergi kemana-mana dan akhirnya tetap disana bersamanya.
"Lu jangan gegabah, sayang! Kalo lu sewa pembunuh bayaran kayak gitu, emangnya lu punya uang?" ucap Zaenal yang kini mendekap tubuh adiknya dari belakang sembari melingkarkan tangannya pada leher Kirana.
Kirana terdiam tak bisa menjawab pertanyaan abangnya itu, ya memang benar kalau ia tidak memiliki cukup banyak uang untuk bisa menyewa pembunuh bayaran sekarang yang tentunya biayanya tidak akan sedikit.
"Gak punya kan? Makanya jangan gegabah dan ikutin aja semua arahan dari gue!" bentak Zaenal.
"Tapi bang, lu itu terlalu lama! Gue gak bisa nunggu lama untuk balas dendam ke Sahira, karena gue mau secepatnya dia harus mati...!!!" ujar Kirana.
"Hey, tenang! Kalo lu gak tenang, justru lu sendiri yang bakal gue abisin disini!" ancam Zaenal.
Sontak Kirana terkejut lalu reflek menatap wajah abangnya yang kini berada di belakangnya, terlihat Zaenal memang menatap tajam ke arahnya dan sepertinya ancaman tadi bukan hanya sekedar gertakan semata karena Zaenal telah memegang sebilah pisau di tangannya.
"Oke, gue bakal tenang!" ucap Kirana pelan.
"Bagus, sekarang mending lu keluar! Gue mau lanjutin mahakarya gue dari sisa-sisa tulang nyokap, lu tunggu aja di luar sana!" ucap Zaenal.
"Iya, bang!"
Kirana pun berjalan perlahan keluar dari ruangan bawah tanah tempat abangnya berkreasi dari daging atau bagian tubuh para korbannya, sudah banyak memang yang menjadi korban dari pria tersebut namun hingga kini dirinya belum berhasil ditangkap oleh polisi setempat.
...•••...
__ADS_1
Disisi lain, Lucas & Sahira tengah jalan bergandengan menyusuri lorong sekolah lalu berhenti saat mereka tiba di mading karena penasaran cukup ramai murid-murid disana mengerubungi mading tersebut dan tampak membicarakannya.
"Sayang, kita lihat yuk! Barangkali ada yang menarik di mading sekolah, buktinya sampe rame orang disana!" ucap Sahira.
"Iya, aku juga penasaran...." ucap Lucas singkat lalu menarik tangan Sahira.
Mereka berdua pun mendekati kerumunan tersebut untuk mencari tahu apa yang ada di mading itu sampai mereka pada berkerumun disana, tampak Lucas berupaya menerobos kerumunan tersebut demi melihat ada apa disana.
"Minggir, minggir! Gue mau lihat juga...!!" bentak Lucas dengan tegas.
Sontak semua yang ada disana langsung terkejut menutupi telinga mereka masing-masing, lalu memberi jalan pada Lucas & Sahira agar mereka bisa melihat Mading tersebut karena mayoritas murid disana memang takut pada Lucas.
Lucas langsung tersentak bukan main saat melihat tulisan serta foto-foto dirinya bersama Edrea yang diambil beberapa tahun lalu dipajang di mading tersebut, tentu saja Lucas nampak murka karena ia tahu betul ini pasti perbuatan Edrea yang sengaja menggoreng berita untuk membuat keretakan dalam hubungannya dengan Sahira.
"Kas, ini maksudnya apa?" tanya Sahira menatap wajah kekasihnya dengan penasaran.
"Kamu jangan percaya sama apa yang ada disini, ya! Ini semua tuh foto-foto lama aku, Edrea pasti sengaja ngelakuin ini dan pajang semua foto ini disini supaya kita marahan!" ucap Lucas menjelaskan sembari memegang pundak Sahira.
"Tapi, kenapa dia begitu?" tanya Sahira.
"Kamu kan tahu sendiri, sayang! Aku ini tampan dan pastinya banyak yang mau jadi pacar aku, Edrea itu salah satunya dan dia sangat terobsesi buat balikan lagi sama aku! Makanya dia sengaja lakuin ini, kamu jangan percaya ya sayang!" ucap Lucas.
"Iya, aku gak percaya kok! Aku juga yakin kamu cuma cinta sama aku...." ucap Sahira.
"Bagus deh, kalo gitu sekarang kita sama-sama cari dan temuin Edrea buat kasih pelajaran ke dia! Sekaligus minta dia untuk copot semua tulisan dan foto yang gak jelas ini, aku gak mau ngotorin tanganku buat pegang foto-foto ini!" ucap Lucas.
"Buat apa sih, sayang? Udah lah gausah diperpanjang! Kalo kamu mau copot foto ini yaudah biar aku aja yang copot, kita gausah marahin Edrea!" ucap Sahira.
"Loh kok gausah sih, sayang? Dia tuh harus dikasih pelajaran biar kapok dan gak kayak gini lagi, lihat aja tuh sampe banyak orang yang percaya sama foto ini dan mereka ngomongin kita! Ini semua gara-gara kelakuan Edrea si busuk itu...!!" ujar Lucas.
"Sayang, tenangin diri kamu ya! Jangan sampe kamu emosi terus lakuin hal yang enggak-enggak, emangnya kamu mau masuk BK untuk kesekian kalinya?" ucap Sahira mengingatkan.
Lucas yang tadinya sangat emosi langsung berupaya meredamnya dengan mengatur nafas sesuai arahan Sahira kekasihnya, tentu ia juga tak mau membuat kesalahan walau sungguh ia sangat emosi dan ingin memberi pelajaran pada Edrea.
"Lagian aku kan juga percaya sama kamu, jadi kamu gak perlu lah temuin Edrea segala terus marahin dia!" ucap Sahira.
Lucas pun mengangguk setuju dan mengurungkan niatnya untuk menemui Edrea, menurutnya kepercayaan dari sang kekasih saja sudah cukup untuk meredam emosinya dan tak perlu lagi ia harus susah payah memarahi Edrea yang bebal itu.
Sahira langsung bergerak mencopot foto-foto serta tulisan yang dibuat Edrea dari Mading tersebut, akan tetapi sebuah teriakan menghentikan tindakannya itu dan juga membuat Lucas serta semua orang yang ada disana terkejut lalu menoleh.
"Berhenti, Sahira...!!!"
Mereka semua disana menoleh mengarahkan mata mereka pada sosok pria yang tengah berjalan menuju ke dekat Sahira & Lucas, ya pria itu adalah Saka si ketua Mading yang tampaknya tidak terima kalau Sahira hendak mencopot foto-foto itu.
"Apa yang mau kamu lakuin, Sahira?" tanya Saka tegas.
Lucas langsung bergerak mengambil posisi untuk melindungi gadisnya dan berdiri di hadapan Sahira agar kekasihnya itu terhindar dari amarah Saka, ia tak mau tentunya kalau Sahira sampai kenapa-napa karena ulah Edrea yang mengesalkan.
"Bisa gak ngomongnya biasa aja, gausah ngegas kayak gitu ke cewek gue?" ujar Lucas.
"Gue gak peduli, mau dia cewek lu atau cewek raja sekalipun! Dia harus taat aturan dan gak boleh seenaknya aja copot gambar yang udah ditempel di mading, gue gak bisa terima kalau ada yang mau ngerusak Mading sekolah...!!" ujar Saka tegas.
"Ohh, jadi si ketua Mading marah nih? Salah sendiri kenapa di mading lu itu bisa sampe ada foto gue sama Edrea yang mancing keributan disini?" ucap Lucas lebih mendekat ke arah Saka.
"Itu gak bisa dijadikan alasan untuk merusak Mading! Karena Edrea masang itu atas persetujuan gue kok, dan lu atau Sahira gak berhak buat copot itu dari sana tanpa persetujuan gue!" ucap Saka.
Lucas nampak emosi setelah mengetahui kalau Saka juga berandil dalam masalah ini, ia mengepalkan tangannya sembari menatap tajam ke arah Saka seperti bersiap untuk menghajar pria di hadapannya itu sekarang juga.
Sedangkan Sahira tampak ketakutan tidak mau jika Lucas sampai bertengkar dengan Saka hanya karena masalah foto di mading, ia pun berusaha mencari cara untuk memisahkan mereka sebelum semuanya terlambat dan terjadi keributan.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...