
"Tentu,bunga mawar merah itu harum karena aku memilihnya secara langsung dan di petik dari kebunnya langsung".Jelas marga,dia bangkit dari duduknya."Spesial for you".Ucap marga,sembari mengelus rambut Allena.
Allena,tentu dia senang bukan main karena mendapatkan sebuah perlakuan manis dari pria yang baru di kenalnya.Belum lagi tutur katanya yang lembut membuat Allena,hanyut dalam suasana yang haru.
"Terimakasih".Ucap Allena, berkaca-kaca melihat buket bunga mawar merah di tangan nya.
"Gak usah berterima kasih terus.Toh,aku gak bakalan kenyang dengan kata terimakasih saja". Kelakar marga.
Allena tersenyum, tatkala mendengar guyonan marga.Tentu,hanya dengan ucapan terimakasih tidak akan membuat seseorang merasa kenyang.
Krucut..Krucut..Krucut
Benar saja kata marga, dengan ucapan saja tidak akan membuat seseorang merasa kenyang.Lihatlah sekarang Allena memegangi perutnya yang tadi mengeluarkan suara orang tengah kelaparan.
Cacing-cacing di dalam perut Allena sudah melakukan aksi demo karena belum di isi nutrisi oleh sang empunya.
"Benarkan kata ku?".Kata marga,sembari membuka kantong plastik berisi makanan.
"Hehe".Allena,hanya menyengir kuda saja sebelum akhirnya cemberut."Tapi,aku sudah bosan makan makanan rumah saki terus".Keluh Allena.
Marga hanya tersenyum menimpali keluhan marga.Dia sudah tau perihal Allena yang sudah merasakan makan makanan yang di sediakan oleh pihak rumah sakit, karena nya dia sengaja membeli bubur ayam di pinggir jalan.
__ADS_1
"Ini untuk mu".Ucap marga,sembari menyodorkan mangkuk plastik berisi bubur panas, beserta dengan kerupuk,sambal dan juga sate usus,ada juga sate telur puyuh nya.
"Ini apa?".Tanya allena,sembari menerima mangkuk plastik berisi bubur ayam beserta dengan lauk pauknya.
"Buka saja".Sahut marga.
Allena membuka tutup mangkuk plastik itu dengan harapan bahwa marga akan membawakan makanan yang berbeda dari makanan yang di sediakan oleh pihak rumah sakit.
Begitu,Allena membuka tutup mangkuk plastik itu.Wajah Allena kembali cemberut."Yah,gak sesuai dengan ekspektasi".Keluh Allena.
Marga,sudah duduk kembali di kursinya dengan ranjang Allena sebagai meja untuk menampung bubur nya."Kenapa?".Tanya,marga demi di dapati wajah Allena yang di tekuk.
"Bosan".Ucap Allena,sembari menyodorkan plastik mangkuk berisi bubur.
"Tapi,aku bosan makan itu terus,sudah dua hari ini aku makan menu yang sama.Masa sekarang harus makan menu yang sama lagi?".Rajuk Allena.
"Kamu kan masih sakit,bubur adalah makanan yang terbaik untuk orang yang sakit macam kau ini".Jelas marga lagi, dengan telaten dan sabar dia mendengarkan dan menjelaskan.
"Aku tetap tidak mau".Rajuk Allena sembari memalingkan muka.
"Memang harus sabar".Gumam marga.Tak bisa dia pungkiri bahwa dia juga kesal mendapati tingkah Allena yang benar-benar seperti anak kecil.
__ADS_1
Marga, bangkit dari duduknya.Dia menyimpan bubur nya di atas nakas sebelum dia duduk di tepi ranjang Allena.
"Allena sayang,makan yuk.Kalau udah sehat,kakak janji akan mentraktir mu makanan yang kamu suka".Ucap lembut marga, setengah berbisik di telinga allena.
Allena masih tidak bergeming.Dia masih saja memalingkan mukanya,rasa sebal dan kecewa memenuhi hatinya.Biasanya dia di manjakan dengan keinginannya selalu di turuti, sekarang dia harus bersabar.
Tak ada kata menyerah bagi marga,dia terus membujuk Allena untuk makan dengan kata-kata nya yang lembut dan perlakuan nya yang santun.
"Allena,di coba dulu yuk".Ucap marga,masih berusaha.
Allena yang merasa kasihan pada marga, akhirnya luluh juga dengan sikap sabar dan tutur kata marga yang lembut.
"Ok,aku coba".Kata Allena,sembari mengambil mangkuk plastik berisi bubur dari tangan marga.
"Good girl".Ucap marga,mengelus puncak kepala Allena.
Sebenarnya Allena terpaksa menerima bubur pemberian marga,dan mencoba nya demi melihat ketulusan hati marga.
Perlahan tapi pasti,Allena mulai menyuapkan bubur pada mulutnya.Marga, melihat raut wajah Allena dengan tidak sabaran.
Dan
__ADS_1
Begitu sendok berisi bubur itu sudah sampai di mulut Allena.Allena tersenyum puas, ternyata bubur pemberian marga lebih enak dari bubur yang di sediakan rumah sakit.