
Allena yang kelelahan mengejar Rey yang semakin menjauh darinya.Langkah kakinya yang lebar,tentu tak sebanding dengan langkah kaki allena.
Itu pula yang menyebabkan dia memutuskan untuk tidak lagi mengejar Rey.Tak apa baginya harus kehilangan barang gratisan daripada harus menyiksa dirinya,terus berlari tanpa henti.
"Huh..Hah..Huh..Hah".Allena, mengatur napasnya yang tak karuan akibat berlari.
Tak di sangka nya,Rey tega meninggalkan nya sendirian tanpa menunggu nya atau bahkan memperdulikan keberadaan nya yang jauh tertinggal di belakang.Menoleh pun tidak,rasa kesal sekarang malah berbalik padanya.
"Gue kena karma instan nih".Ucap Allena,di sela-sela kelelahan nya.
Saat dia tengah mengatur napasnya,ekor matanya secara tiba-tiba menangkap sosok pria yang selama ini dia rindukan.Tenfah tersenyum sembari mengandeng tangan wanita begitu mesra nya.
Laki-laki itu tanpa malu menunjukkan keromantisan nya di khalayak umum dengan sang wanita seperti nya merasa malu dan risih di perlukan manis oleh pria nya dengan pasang mata tertuju pada mereka.
Bagaimana tidak,jika yang satu tampan dengan aura kharisma nya yang begitu menawan dan yang satu gadis berkerudung peach dengan hidung mancung,kulit putih dan pakaian tertutup bak wanita keturunan Arab.Amat serasi mereka berdua.
Tak tahan rasanya allena, melihat pemandangan di hadapannya yang begitu merusak Korea matanya.Dadanya bergemuruh menahan rasa kesal dan cemburu.Prianya tengah bermesraan dengan wanita selain dirinya.
"Pantas,selama ini kau tidak menemui ku.Ternyata kau selingkuh".Gertak Allena, mengepalkan tangan nya.Geram dengan kelakuan dua insan yang tengah di mabuk asmara.
__ADS_1
Terbakar rasa cemburu,Allena mengikuti langkah kaki kedua insan itu yang terus berjalan masuk ke dalam mall yang bahkan tempat tujuan utama mereka adalah toko perhiasan.
Semakin dongkol saja rasanya allena pada kedua sejoli itu.Dia semakin terbawa hawa napsu,ingin sekali dia mencabik-cabik wanitanya agar menjauh dari pria nya.
"Marga".Teriak Allena.
Baik marga maupun wanita itu, mereka berdua menoleh kearah Allena yang berdiri tepat di belakang mereka dengan tatapan penuh emosi, seperti singa lapar yang ingin menerkam mangsa di hadapannya.
"Allena!".Seru marga,kaget.
Begitu pun dengan wanita yang ada di sebelah nya.Bukan kaget,tapi lebih ke penasaran tentang sosok wanita yang memanggil nama kekasihnya, seakan mereka pernah bertemu atau mungkin wanita itu merupakan teman dari kekasihnya.
Marga menatap kearah all na dan aida secara bergantian.Bingung itu yang dia rasakan.Bingung harus menjelaskannya darimana,di sampingnya jelas ada kekasihnya.Namun,di hadapannya ada seorang wanita yang menaruh hati padanya.
"Allena Aidira".Ucap marga,menoleh pada aida."Allena,ini aida nur janah.Kekaaih ku".Jelas marga,saling memperkenalkan kedua wanitanya.
Deg
Seakan di sambar petir di siang bolong, seakan di kejar hantu di tengah malam dan seakan mendapatkan serangan jantung dadakan.Allena diam mematung, mencerna penjelasan marga.
__ADS_1
"Kekasih?".Tanya allena,tak percaya.
"Yah, kekasih ".Jawab marga,ada gurat penyesalan dalam diri marga.
"Dan ini siapa nya mas?".Tanya wanita itu,tak tau situasi dan kondisi sekali.
"Dia teman mas,temannya Rey juga".Jelas marga,menoleh kearah aida dengan tatapan penuh cinta.
"Oh".Aida hanya beroh ria,tak mempermasalahkan wanita yang ada di hadapannya.
"Bukan teman tapi_".
Belum, sempat Allena melanjutkan ucapannya.Tiba-tiba mulutnya di bekap oleh seorang pria menggunakan tangannya.
"Dia teman nya marga,teman ku juga".Ucap si pria.Menyerobot penjelasan Allena yang mungkin itu akan membuat hubungan marga dan aida berakhir.
Allena,yang tak terima mulutnya di bekap.Diw menginjak kaki pria itu dengan sekuat tenaga.Si pria langsung mengaduh kesakitan sambil melepas tangannya yang membekap mulut Allena.
"Sadar gak, tangan loe bau".Ledek allena.
__ADS_1
"Loe,juga gak sadar ucapan loe bisa menghancurkan hubungan orang lain".Gertak pria itu,tak mau kalah.