
Aida dan marga berjalan saling beriringan,menuju ruangan Axel.Tempatnya bekerja.Tapi, begitu mereka sampai di depan pintu ruangan kerja Axel.Mereka harus menelan kekecewaan kala Axel sedang menghadiri rapat.
"Mau kemana,bapak ibu?".Suara seorang wanita dengan ramah bertanya pada aida dan marga.
"Mau bertemu dengan ibu Axel,ada?".Jawab aida.
"Kebetulan ibu Axel,sedang menghadiri rapat bersama dengan pimpinan direksi.Bila ada keperluan mendesak,bisa di sampaikan pada saya".Ucap wanita itu.
"Saya tunggu saja,sebab ini adalah masalah sensitif".Jawab aida.
Wanita cantik nan seksi itu nampak berpikir."Ya sudah, silahkan bapak dan ibu menunggu di sofa,sebelah sana" Ucap wanita itu seraya menunjuk sofa tak jauh dari meja kerjanya.
Aida dan marga, berjalan ke meja yang di tunjuk sebagai ruang tunggu.Tak lupa mereka mengucapkan rasa terimakasih mereka.
Sembari menunggu aida dan marga,memeriksa laporan tentang Allan,selaku ayah kandung allena dan menjadi target mereka setelah pertemuan dengan Axel berhasil menemui titik terang.
__ADS_1
Sekitar satu jam mereka menunggu, dengan beberapa kali berdebat, sesekali mereka membalas notifikasi dari Allena dan rey,ada pula dari pihak mereka yang di mintai untuk memata-matai dan melaporkan hasil investigasi mereka tentang Allan McQuarrie yang keberadaannya belum mereka ketahui.
Belakang marga memang sudah mengetahui tempat tinggal Allan tapi berita terbaru mereka sudah pindah ke tempat lain dan semua informasi itu di rahasiakan.Dari dark web saja hanya sedikit informasi yang mereka dapatkan.
"Anda ingin bertemu dengan saya?".Suara wanita dengan nada lembut menyapa marga dan aida yang tengah fokus mencari informasi mengenai Allan.
Aida dan marga, keduanya menoleh ke sumber suara."Yah kami ingin bertemu dengan ibu".Ucap aida dan marga secara serempak.Keduanya bangkit berdiri untuk bersalaman.
"Perkenalkan saya marga Prayudha".Ucap marga, memperkenalkan diri sendiri,seraya berjabat tangan."Dan ini aida nur janah".Marga memperkenalkan aida, dengan menunjuk kearah aida.
Aida tersenyum."Saya aida".Ucap aida,berjabat tangan dengan Axel.
Ketiga orang itu duduk saling berhadapan dengan Axel berada di depan aida dan marga.Dia,memang tidak mengenali kedua tamu tak di undang nya, melakukan perjanjian pun tidak.Tapi,hanya kepada marga saja,sedang dengan aida.Dia seperti ingat,tapi lupa pada nama dan wajah dari seorang wanita berjilbab.
"Ada keperluan apa yah?".Kata Axel,memecah keheningan yang sempat terjadi.
__ADS_1
Aida dan marga saling pandang,tak tau harus memulai percakapan nya dengan seperti apa.Langsung menjelaskan atau to the point' saja.
Axel, menatap aida dan marga silih berganti.Lama-lama dia bosan sendiri,menunggu kedua tamu nya angkat bicara.
"Bila tidak ada yang ingin di bicarakan?,lebih baik kalian pergi saja,aku bukan pengangguran,bukan pula ibu-ibu arisan yang memiliki banyak waktu luang".Sentak Axel.
Aida dan marga kembali saling pandang.Benar kata Allena,Axel terlalu sibuk dan sering menghabiskan waktunya untuk bekerja.
Semakin di buat kesal saja Axel terhadap kedua tamu nya yang hanya duduk diam seperti patung.
"Waktu ku terlalu berharga untuk kalian yang hanya duduk diam".Sentak Axel, bangkit berdiri hendak pergi.
"Tunggu".Cegah aida, mengenggam tangan Axel."Tunggu dulu Bu,aku tau ibu adalah orang yang sibuk tapi biarkan kami untuk menyampaikan pesan dari adik kami".
"Pesan apa yang ingin kalian sampaikan?".Axel,menyentak tangan aida.Membalikkan badan nya, menghadap aida."Sedari tadi kalian hanya diam, seperti patung ".Gertak Axel.
__ADS_1
"Alangkah baiknya kita duduk kembali dan berbicara dengan pikiran jernih".Marga pada akhirnya harus turun tangan demi meredam emosi Axel,yang sempat memuncak karena kesalahan mereka sendiri.
Dengan terpaksa Axel duduk kembali."So,apa yang ingin kalian sampaikan pada ku?".Tanya Axel, dengan angkuhnya.