
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 126
...•...
Sahira telah bangun dari tidurnya, ia langsung panik saat menyadari Dimas tidak ada di sampingnya dan ia sendirian di kamar itu. Sahira yang sudah sedikit lebih bertenaga turun dari ranjangnya lalu berjalan menuju pintu, ia berhasil membuka pintunya karena memang tidak dikunci oleh Dimas. Gadis itu kemudian berjalan keluar mencari-cari dimana kekasihnya, ia sangat cemas takut jika ditinggal sendiri di tempat yang asing baginya itu.
Ia celingak-celinguk melihat ke sekeliling ruangan tersebut mencari keberadaan Dimas, namun ia masih belum bisa menemukannya dan tentunya merasa sangat khawatir. Akhirnya Sahira melihat cahaya matahari dari luar ruangan, dengan cepat ia menuju ke depan berharap barangkali Dimas ada disana. Gadis itu memang tidak bisa mengingat apa yang terjadi padanya dan mengapa ia berada di tempat asing ini, tetapi ia merasa tenang jika bersama kekasihnya.
Setelah berada di luar, Sahira berhasil menemukan Dimas tengah berdiri bersama seorang wanita disana. Tentu Sahira penasaran siapa wanita itu dan mengapa Dimas terlihat akrab sekali dengan wanita tersebut, Sahira pun memutuskan untuk maju mendekat ke arah kekasihnya memastikan sendiri siapa wanita yang bersama Dimas disana.
"Dimas..." ucap Sahira kini berdiri di depan kekasihnya lalu memandang wajah Dimas dengan tatapan penuh keheranan.
"Siapa dia?" tanya Sahira menatap wajah wanita di samping Dimas.
Sontak Dimas langsung merasa cemas dan panik ketika melihat Sahira berada disana, ia tak menyangka gadis itu bisa cepat sadar lalu menyusulnya disana. Dimas pun mengusap wajahnya kasar, ia sedikit bingung harus bagaimana caranya menjelaskan pada Sahira tentang Wilona.
Sementara Sahira mengernyitkan dahinya merasa mengenali wanita yang saat ini sedang ia tatap, ya setelah memandang seluruh tubuh gadis itu akhirnya Sahira menyadari jika yang berada di hadapannya adalah sang ratu. Sahira langsung bersimpuh di depan gadis itu karena mengira dia adalah ratunya, bahkan Sahira juga merasa bersalah telah berani lancang pada sang ratu barusan.
"Maaf, ratu! Tadi aku tidak mengenali mu dengan wujud baru seperti ini, ada apa gerangan engkau turun ke bumi dan berpenampilan seperti ini ratu?" ucap Sahira.
__ADS_1
Wilona dan Dimas saling bertatapan lalu tersenyum licik, rupanya mereka kini memiliki rencana dadakan untuk mempengaruhi Sahira yang menyangka kalau Wilona adalah sang ratu. Gadis itu pun memegang kedua bahu Sahira kemudian memintanya berdiri sembari tersenyum, ia bersikap ramah coba meniru ratu Keira supaya Sahira makin percaya.
"Bangunlah!" ucap Wilona.
Sahira pun bangkit kembali dibantu oleh Wilona, kini mereka berdiri hadap hadapan dengan senyum terukir di wajah Sahira karena ia tak menyangka sang ratu bisa berada disana dan berwujud manusia. Sementara Wilona juga senang karena rencananya kini akan semakin mulus dengan Sahira yang menganggap dirinya sebagai ratu Keira.
"Aku baru tahu ratu ada disini, kenapa kamu gak bilang sama aku Dimas?" ucap Sahira melihat wajah kekasihnya dengan tatapan bertanya-tanya.
"Ya maaf, tadi kan kamu masih belum sembuh benar makanya aku biarin kamu istirahat dulu! Lagian ratu juga sekarang gak punya kekuatan apa-apa lagi, itulah kenapa wujudnya berubah menjadi manusia biasa! Kekuatan ratu diambil secara paksa oleh seseorang yang wajahnya mirip dengannya, semua bidadari berhasil dipengaruhi olehnya karena ia mengambil kekuatan ratu!" jelas Dimas mengarang.
"Apa? Siapa orang yang memiliki wajah mirip dengan ratu, apakah ada??" tanya Sahira penasaran.
"Aku pun tidak tahu, Sahira! Tapi wajahnya memang sangat mirip denganku, dia tiba-tiba muncul lalu menyerang ku sampai aku hampir mati! Seluruh kekuatan ku dicuri olehnya termasuk jabatan ku sebagai pemimpin para bidadari, yang lebih parahnya dia mencuci otak Nawal serta lainnya sehingga mereka malah percaya pada si jahat itu! Untunglah kamu datang bersama Dimas, walau orang itu juga berhasil mengambil seluruh kekuatanmu Sahira!" jawab Wilona memengaruhi Sahira.
"Benar itu, aku sangat menyesal sekali tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan kamu! Sosok itu sungguh jahat, aku tidak tahu dia berasal darimana tetapi kekuatannya sungguh luar biasa! Masih untung aku bisa membawa kamu dan juga ratu pergi dari sana sebelum dia menghabisi kalian, walau konsekuensinya kalian harus hidup di bumi sebagai manusia biasa!" saut Dimas.
"Lalu bagaimana sekarang? Tidak mungkin kan kita diam saja begini membiarkan orang jahat menguasai nirwana, kita harus berbuat sesuatu!" ucap Sahira.
"Ya kau benar, Sahira! Itulah yang sedang aku bahas dengan Dimas tadi, yakni bagaimana caranya agar kita bisa merebut kembali nirwana darinya! Tetapi sampai saat ini kita belum bisa menemukan caranya, karena kita tidak mempunyai kekuatan apapun! Hanya Dimas lah yang kekuatannya tak diambil olehnya, namun itu saja belum cukup Sahira!" ucap Wilona.
"Kalau begitu kita harus cari cara lain untuk mengembalikan kekuatan kita, mungkin kita bisa belajar dari awal lagi untuk mendapatkan itu semua!" ucap Sahira.
"Kamu tenang aja sayangku, aku akan membantu kamu mendapat kembali kekuatan kamu! Jangan khawatir, semuanya pasti akan baik-baik saja!" ucap Dimas mendekat ke arah Sahira lalu merangkulnya.
"Makasih ya, Dimas!" ucap Sahira membenamkan wajahnya di bahu sang kekasih.
Sahira merasa nyaman sekali berada di bahu kekasihnya, namun ia tidak menyadari kalau mereka berdua sebenarnya yang jahat dan ia sedang berada di tengah-tengah orang jahat itu.
__ADS_1
...•••...
Disisi lain, Grey sadar dari pingsan membuka matanya sembari memegang kening yang terasa pusing. Ia menatap langit-langit kemudian mengarahkan pandangannya ke kanan dan kiri secara bergantian, ia merasa tak mengenali tempat tersebut dan heran mengapa ia bisa ada disana.
"Grey, kamu udah sadar?"
Tiba-tiba ada suara seorang laki-laki yang muncul dari arah kiri, ia terkejut lalu menoleh ke asal suara dan matanya seketika terbuka lebar saat melihat laki-laki yang tengah berjalan ke dekatnya itu.
"Ka-kamu?" ucap Grey.
"Ya, gimana kondisi kamu?" tanya pria itu.
"Kenapa aku bisa disini, ini dimana?" ujar Grey.
Pria itu malah tersenyum tipis memandang wanita yang tengah terbaring disana, ia mengarahkan tangannya mengusap lembut kening wanitanya. Tak ada penolakan dari Grey karena ia masih dibuat bingung dengan apa yang terjadi padanya, laki-laki itu membungkuk sedikit mendekatkan wajahnya.
"Aku yang bawa kamu kesini, karena aku tidak mau kamu kenapa-napa! Maafin aku ya, semua ini salahku yang gak bisa lindungin kamu tadi dari sosok aneh disana!" ucap pria itu.
"Kenapa kamu masih peduli sama aku? Harusnya kamu biarin aku tetap disana, lebih baik aku mati daripada harus ditolong sama kamu!" ujar Grey.
"Sssttt… Jangan bicara begitu! Aku ini masih sayang dan peduli sekali sama kamu, aku gak peduli walaupun kamu benci sama aku atau apalah itu! Sampai kapanpun rasa sayangku ke kamu gak akan pernah berubah sedikitpun, aku sayang kamu Grey!" ucap pria itu mengusap kepala Grey lembut.
Grey dibuat tak berdaya oleh perkataan serta perlakuan lembut pria yang tak lain adalah kekasihnya yakni Saka, ia bingung memang dengan perasaan Saka sebenarnya pada dirinya.
"Kalau emang kamu sayang sama aku, kenapa kamu tidak datang waktu itu ke rumah ku?" batin Grey.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...