
Allena,berjalan gontai tak tentu arah dan tujuan.Hidupnya sudah terlanjur hancur,susah mengembalikan keceriaan yang dulu pernah ada,susah untuk menyatukan dua hati yang sama-sama keras.
Semua terbukti dengan hadirnya Allena di hidup mereka aja tak mampu mencegah perpisahan mereka yang sayangnya itu ternyata berdampak besar terhadap hidupnya,masa depan dan juga kesehatan psikis nya.
Allena,sudah terlanjur mendapatkan cap anak nakal nan urakan di lingkungan sekolah nya.Hanya berteman kan sepi,di bangkit kan oleh sebuah harapan yang lagi-lagi telah mematahkan semangat nya.Tak ada lagi yang bisa membangkitkan gairah hidup nya, satu-satunya keluarga,mereka dengan kejamnya merenggut kebahagiaan nya.
"Lidahku rasanya terasa asam".Keluh allena.
Yah,Allena yang terbiasa merokok belum lagi masalah yang menghimpit membuat dia ingin sejenak melupakan masalah dengan merokok.
Dia, memutuskan untuk kembali saja ke ruang rawatnya.Toh,buat apa pulang juga,tak ada yang peduli terhadap kesehatan nya.Mamahnya terlalu sibuk dengan pekerjaannya,di butakan oleh kemewahan,di gelapkan oleh sebuah uang.
"Darimana saja,kamu?".Suara seorang pria menginterupsi langkah kaki allena.
Pikiran nya yang kusut,tentu membuat Allena tak mendengar suara laki-laki yang tak lain dan tak bukan adalah rey.
Allena terus merangkak naik ke ranjang nya,tak memperdulikan wajah rey atau suara nya yang mengkhawatirkan keberadaan nya.Sejak Allena pergi, rey tak menemukan Allena ada dimana-mana.
__ADS_1
Setelah dia merasa frustasi, barulah dia kembali ke ruang rawat allena, berharap Allena sudah ada di ruangan nya.Ternyata dugaan benar,Allena kembali ke ruangan nya dengan tatapan kosong.
"Allena".Ucap rey.
Lagi,Allena tak memperdulikan keberadaan Rey.Dia terus merangkak naik ke ranjang nya,menyibak selimut dan kemudian tidur membelakangi rey.
"Aish,gadis nakal sekali nakal tetap nakal".Keluh rey.
"Udah tau nakal,kenapa masih peduli?".Celetuk Allena.
Rey,diam mematung dengan ucapan allena.Di kiranya Allena tak bisa mendengar keluhannya,tapi ternyata salah.
"Allena".Ucap Rey, khawatir.
Allena,masih tidak bergeming dengan ucapan rey.Dia bahkan dengan sengaja menutup wajahnya dengan selimut.
"Kau,mau tidur yah?".Tanya Rey,tak putus asa.Dia berjalan mendekat ke ranjang Allena,membelai rambut Allena yang tertutup oleh kain selimut.
__ADS_1
"Kalau,kamu mau tidur.Aku keluar yah?,kalau ada apa-apa kamu bisa berteriak memanggil ku".Ucap rey.
Allena tak menanggapi ucapan rey.Dia masih betah menutup wajahnya dengan selimut.
"Good night,semoga mimpi indah".
Rey, berjalan keluar setelah di rasa Allena sudah terlelap dalam tidurnya dan di buai oleh bunga mimpi yang memabukkan hingga betah berlama berada dalam dekapan bunga mimpi.
Klek
Pintu sempurna di tutup oleh rey.Menyisakan Allena,yang menangis sesenggukan setelah mendapatkan belaian penuh kasih.
"Kenapa?,kenapa dia hadir di saat aku terluka?".Tanya allena.Dia sibak selimut nya hingga terbuka semua.
Tak dapat di pungkiri oleh Allena,dia tersentuh dengan belaian tangan Rey dan kata-kata manis yang terlontar di bibir guru barunya.Dia bahkan sudah menyusun rencana balas dendam nya untuk guru yang telah menjatuhkan harga dirinya.Tapi,dia sendiri malah di buat takjub oleh perlakuan guru barunya itu.
"Hush,Allena.Fokus".Ucap Allena, menepuk-nepuk pipinya."Jangan mudah tersentuh dengan kebaikan orang lain karena itu bisa membuat mu lemah". Nasehat Allena,pada diri sendiri.
__ADS_1
Di pandanginya pintu itu seakan takut rey mengintip dan mendengar ucapannya."Semoga dia tidak mendengar ucapan ku".Harap allena