
Allan berjalan kearah Axel,memburu mantan istrinya dengan kalap.Seakan dia hendak membalaskan dendam pada mantan istrinya itu,ibu dari putrinya yang bahkan tak Sudi untuk bertemu dengannya.Menatap pun, seakan jijik.
"Apa yang kau ajarkan pada Putri ku, hingga dia tak mau lagi bertemu dengan ku?".Tanya Allan.
Rasa takut dan cemas akan kemurkaan sang mantan suami, membuat Axel melangkah mundur.Selangkah demi selangkah,takut dia akan mendapatkan sebuah kekerasan fisik seperti yang dulu pernah dia alami.
"Dia bersikap sebagaimana kamu bersikap.Kau melupakannya maka dia juga jauh akan melupakan mu.Ingat,buah tak jauh dari pohonnya".Ucap Axel,bergemeteran melihat tatapan tajam Allan.
"Bohong,kau yang selama ini berada di sisi nya,kau pula yang selama ini mendidik nya".Gertak Allan.
Axel,terkekeh dengan gertakan Allan.Allan menyalahkan dirinya atas sikap buruk sang putri pada ayah kandungnya.
"Bahkan kau tidak pernah menemuinya selama tujuh tahun ini".
"Alasan saja kau".Sambar Allan.
Selangkah demi selangkah dia berjalan mendekat kearah mantan istrinya itu.Hingga mantan istrinya tak bisa lagi lari menjauh.
Plak
__ADS_1
Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Axel amat keras hingga Axel terjatuh dan bibirnya mengeluarkan darah.
"Itu balasan yang kau terima akibat kau tidak mendidik putri ku dengan benar".Gertak Allan.
Tak hanya sebuah tamparan yang dia dapatkan dari mantan suaminya dan Allan pun tak merasa puas dengan aksinya hingga dia menjambak rambut mantan istrinya.
"Dengar baik-baik,Axel Maureen.Aku peringatkan kamu sekali lagi.Jika,putri ku tak mau menemui ku,maka bersiaplah untuk menerima kematian mu".Ancam Allan, menghempaskan kepala Axel.
Axel tertawa cekikikan."Haha..Haha,kau menyalahkan ku?, bahkan kau sendiri tidak berkaca pada diri mu sendiri.Dimana kau saat Allena membutuhkan mu?,dimana kau saat Allena kecil membutuhkan figur seorang ayah?dimana?".Teriak Axel,balik menyalahkan.
Plak
Allena yang terlelap dalam tidurnya.Tiba-tiba dia bermimpi.Dalam mimpinya sang mamah tengah mendapat sebuah kekerasan fisik dari ayah kandungnya.Kekerasan fisik yang sering di terima oleh mamahnya dari ayahnya.
Yah,rumah tangga Axel di penuhi oleh kasus KDRT.Dimana Allan sering melampiaskan amarahnya pada Axel,seakan kekerasan fisik pada perempuan adalah hak yang lumrah di lakukan oleh pria.
Dalam mimpi Allena, mamahnya terus di tampar dan di Jambak.Hingga darah segar mengalir di bibir dan hidung mamahnya, sangat memprihatikan kondisi mamahnya.Yang lebih parahnya adegan kekerasan itu di saksikan langsung oleh Allena kecil,kekerasan fisik itu begitu nyata terpampang di depan matanya.
Allena kecil terus berteriak, memohon agar sang ayah menghentikan aksinya.Tapi,yang ada malah semakin menjadi saja aksi brutalnya.
__ADS_1
"Tidak.Jangan".
"Mamah".
"Tolong..Mamah".
Allena terus berteriak meminta pertolongan atas keselamatan sang mamah.Hingga dia terbangun dari tidurnya.
"Tidak".Teriak Allena,sembari terbangun dari tidurnya.Memutus mimpi buruk tentang mamahnya.
Allena terengah-engah,keringat membasahi pelipis nya.Mimpinya seakan begitu nyata baginya.Mamahnya tengah berada dalam terkaman binatang buas.
"Hanya mimpi Lena,hanya mimpi".Ucap Allena, menenangkan diri sendiri.Sembari mengelus-elus dadanya, berharap itu hanya mimpi buruk dan sang mamah berada dalam keadaan aman.
Tanpa Allena ketahui bahwa yang dia alami bukan sekedar mimpi tapi sebuah firasat.Hubungan emosional antara mamah Axel dengan Allena begitu dekat hingga kejadian yang menimpa mamah Axel pun terbawa mimpi oleh allena.Bak telepati yang menyampaikan berita baik dan berita buruk yang tengah dialami oleh keduanya.
Di rasa hanya sekedar mimpi buruk saja,Allena kembali melanjutkan tidurnya.Setelah tadi dia minum air putih dengan sekali tegakkan, menetralisir rasa takut nya.Takut,itu memang terjadi pada sang mamah.
"Mimpi indah,Lena.Goid night".Gumam Allena,sebelum kembali terlelap.Melanjutkan bunga mimpinya yang sempat layu.
__ADS_1