Broken Angel

Broken Angel
Part 59


__ADS_3

Allena, seperti biasa berangkat ke sekolah dengan mengendarai mobilnya sendiri tanpa supir.Sengaja,agar tidak ada yang membuntuti,menjadi pengadu atas sikap dan kelakuannya yang selalu pergi ke bar.


Kali ini Allena, menggunakan mobil Brio berwarna ungu.Sanhst cocok untuk pribadi Allena yang menyukai warna terang.


"Mobil baru, keluar baru dan semangat baru.Semangat untuk menghajar si pelakor,Mayangsari".Gertak Allena,memegang stei kemudi dengan kuat.


Allena sudah berada di gerbang sekolah.Alangkwh terkejutnya dia saat dia mengetahui,tak ada satu mobil pun siswa yang terparkir di tempat parkir siswa,motor pun masih bisa di bilang menggunakan jari.


Allena yang notabene wanita yang cuek,tentu tak memperdulikan itu semua.Baginya,yang terpenting dia merasa senang.


Tanpa,di ketahui oleh Allena.Kepala sekolah SMA Tunas bangsa,tengah mengamati mobil siswa yang dia perkirakan adalah mobil Allena.


Hadi Jayaningrat,selaku kepala sekolah menatap tajam pada mobil Allena.Seakan tengah mengamati targetnya.


"Apa Rey,tidak memberitahu Allena?".Tanya Hadi pada diri sendiri.


Dia berlalu pergi,untuk menanyakan perihal Allena sudah di beritahu atau tidaknya.Rey,guru yang di tunjuk oleh Hadi untuk menyampaikan informasi mengenai larangan siswa menggunakan kendaraan pribadi ke sekolah, kalau pun boleh itu untuk orang-orang tertentu saja.


Hadi melangkah dengan dongkolnya,sang keponakan yang dia percaya untuk menyampaikan amanatnya.Malah,berkhianat,Allena tetap menggunakan kendaraan pribadi nya untuk pergi ke sekolah.


"Reynaldi Kenzo Pratama".Teriak Hadi,menggelegar di ruang guru.


Sontak saja,banyak guru yang ada di ruangan tersebut, mengalihkan perhatiannya pada sumber suara yang berteriak dengan kerasnya.

__ADS_1


"Om Hadi".Gumam Rey, melangkah menghampiri om hadi.


"Apa kau tidak menyampaikan hasil meeting kita pada Allena?".Tanya om Hadi, tanpa basa-basi langsung bertanya pada intinya.


Rey, mengerutkan keningnya tak mengerti."Maksud om?".Tanya Rey.


Bukannya menjawab pertanyaan Rey,om Hadi malah menyeret tangan rey agar mengikuti langkah kakinya.


Kasak-kusuk terdengar nyaring diantara beberapa guru bahkan mereka beramai-ramai mengikuti langkah kaki kepala sekolah yang menyeret tangan Rey, secara paksa.


"Kamu,mau tau apa jawaban?".Gertak om hadi.


Rey, mengangguk kepala.Tentu dia butuh jawaban atas pertanyaan yang sederhana dan bukan di seret secara paksa tanpa penjelasan.


"Lihat baik-baik agar kau mengerti".Sentak om Hadi.


Rey, mengikuti arah jari telunjuk om Hadi.Alangkah terkejutnya dia,saat ekor matanya menangkap dengan jelas,Allena yang baru turun dari mobil mewahnya.


"Sekarang kamu sudah mengerti kan apa maksud ku?".Tanya om Hadi, memperhatikan raut wajah rey.


Guru yang mengikuti langkah kaki om Hadi,berbisik,mencibir Allena.Lebih ke menyalahkan Allena, daripada rey.Tentu,itu bukan tanpa alasan sebab memang Allena sering membantah bahkan melawan guru.


Rey,yang tadinya ingin membela Allena.Entah kenapa dia juga ikut terbawa emosi.

__ADS_1


Dengan membawa rasa kecewa dan amarah, rey berjalan menuju tempat parkir.


"Allena Aidira".Teriak Rey, menginterupsi langkah kaki allena.


Yah,Allena hendak berjalan menuju kelasnya,ingin sekali Allena mencabik-cabik mulut Mayangsari.Wanita yang kelakuannya sama seperti ibunya, pelakor.Duri dalam rumah tangga orang lain.


Allena,menoleh kearah belakang, mengikuti arah sumber suara yang meneriakkan namanya seperti sedang meneriaki maling.


Deg


Allena terkejut bukan main, karena suara teriakan itu berasal dari guru barunya,pria yang selalu ada saat dia tengah kesakitan.


"Rey".Gumam Allena.


Rey,berjalan mendekat kearah Allena dengan tatapan tak pernah lepas dari pandangan Allena.Menatap dengan kilatan mata tajam.


"Apa loe,gak baca notifikasi dari gue?,apa loe gak bisa nulis, hingga loe gak balas notifikasi dari gue?".Rey, memberondong Allena dengan banyak pertanyaan tanpa memberikan Allena sedikit celah untuk berbicara.


"Memang, sebaiknya loe itu menerima hukuman berat,berupa skors sekolah".Teriak ibu Mia,ikut bersuara di sebrang sana.


Rey dan Allena , menatap pada ibu Mia.Seringai jahat terpampang di wajah cantik ibu Mia, seakan kemenangan berpihak padanya.


'Kurang ajar'.Ucap Allena membatin.

__ADS_1


__ADS_2