
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 101
...•...
Seluruh geng wild blood sudah pada kumpul di warung babeh dengan membawa tas mereka masing-masing, tentunya walau hanya akan menginap satu malam mereka tetap harus membawa perlengkapan untuk disana.
Memang sesuai kesepakatan, semua yang ikut akan kumpul terlebih dahulu di warung babeh sebelum nantinya mereka akan berangkat bersama-sama menuju villa milik papa Kania yang berada di Bogor.
"Assalamualaikum, beh!" ucap Wildan memberi salam lalu mencium punggung tangan babeh yang langsung keluar begitu mengetahui anak-anak wild blood sudah sampai di tempatnya.
"Waalaikumsallam..." jawab babeh.
Tak hanya Wildan, semua anggota wild blood yang lain juga mencium tangan babeh karena bagi mereka babeh bukanlah orang lain tapi sudah menjadi orang tua mereka sendiri. Setelahnya, mereka pun duduk disana menunggu kedatangan yang lainnya sambil ngemil serta ngopi-ngopi sejenak.
"Ini emang pada mau berangkat jam berapa sih? Masih tengah hari bolong begini udah pada dateng aja, bukannya kata si Lucas kalian jalan abis Dzuhur? Lah ini adzan aja belom udah pada nyampe disini, mau pada ngapain dulu kalian?" ujar babeh.
"Hehehe, gapapa dong beh lebih awal itu lebih baik supaya kita juga gak tergesa-gesa nantinya! Lagian kita kan sekalian mau numpang ngopi di warung babeh, kan untung juga buat babeh!" ujar Wildan.
"Yeh iya emang harusnya begitu, tapi nyatanya kan kagak malah kalo diminum sama kalian tuh kopi gue, warung ini jadi tambah rugi! Orang kalian pada ngutang siapa gak pernah bayar..." ujar babeh.
"Ahahaha, tenang aja beh khusus hari ini kita pasti bayar kok gak bakal ngutang lagi!" ucap Wisnu.
"Ya bagus dah," ucap babeh lalu masuk ke dalam warungnya merebus air untuk dibuat kopi.
Sementara Wildan dan yang lainnya saling berbicara satu sama lain sambil menikmati kopi serta jajanan yang ada disana, mereka bercanda ria menunggu kedatangan Lucas serta sisanya yang belum datang.
Tak lama kemudian, terdengar suara adzan dari masjid di dekat sana yang berkumandang karena memang sekarang sudah waktunya Dzuhur. Babeh pun keluar memakai pecinya lalu mengajak seluruh anggota wild blood shalat berjamaah di masjid.
"Heh, ayo lu pada ikut gue ke masjid! Kita shalat dulu menjalankan kewajiban kita sebagai orang muslim, baru nanti setelahnya lu lu semua lanjut dah tuh kegiatan yang mau lu lakuin..." ucap babeh.
"Siap beh!" ujar seluruh anggota wild blood bersamaan.
Mereka semua berdiri menghabiskan kopi serta jajanan lalu menyusul babeh pergi ke masjid bersama-sama, tampak mereka begitu ceria ketika hendak pergi menuju masjid disana.
...•••...
__ADS_1
Sementara itu, Lucas & Alan sampai di depan rumah pujaan hati mereka yakni Sahira serta Nur. Tampak dua wanita cantik itu langsung keluar gerbang menemui pasangannya masing-masing sambil tersenyum dan sudah menggemblok tasnya.
Tentu saja Sahira menghampiri Lucas dan langsung disambut dengan senyuman lebar oleh pria tersebut yang memang sudah tidak sabar menanti momen ini dimana ia bisa pergi touring bersama kekasihnya.
"Waduh, eh sayang kamu tadi make-upnya pake spidol ya?" tanya Lucas dengan wajah penasarannya.
"Hah? Ya enggak lah, mana ada makeup pake spidol ngada-ngada aja kamu!" jawab Sahira terkekeh.
"Ohh tapi kok itu cantik kamu permanen sih? Dari kemarin gak pernah berubah, selalu aja cantik!" ujar Lucas menggombal pada Sahira.
"Ya ampun ternyata malah ngegombal," ucap Sahira tersipu sambil memukul lengan pacarnya pelan.
Melihat Lucas langsung melontarkan gombalan pada kekasihnya, Alan pun tak mau tinggal diam dan berusaha untuk menggombal Nur juga.
"Eh sayang, kamu lihat deh ke atas sana! Itu namanya apa?" ucap Alan menunjuk ke langit.
"Eee matahari..." jawab Nur sambil mendongak.
"Nah hati aku bagaikan matahari yang selalu bersinar disaat bersama kamu sayang," ucap Alan mencolek pipi kekasihnya tersebut.
"Aduh Alan, jadi kamu ngegombal juga? Emang ya kamu tuh selalu ngikut ngikut orang!" ujar Nur tersenyum menggelengkan kepalanya.
"Hahaha, biar mereka tahu bukan cuma mereka yang bisa romantis tapi kita juga...." ucap Alan.
"Kamu kenapa sih, sayang?" tanya Sahira heran karena kekasihnya diam saja seperti melamun.
"Eh enggak kok, cuma lagi mikirin aja kira-kira tanggal yang bagus buat nikahin kamu itu tanggal berapa ya..." ucap Lucas sambil nyengir.
"Ish ngaco aja kamu! Belum juga lulus sekolah udah mikirin nikah, masih lama sayang!" ucap Sahira.
"Hahaha, gapapa dong dipikirin dari sekarang biar nanti gak susah-susah pas mau nikah..." ujar Lucas.
"Ih udah ah jangan gitu! Kita kan sekarang mau jalan-jalan, mending cepetan kita pergi ke warung babeh sesuai kesepakatan semuanya!" ucap Sahira.
"Iya iya, yaudah nih helm kamu! Eh ya itu tas kamu mau aku yang gemblok aja gak?" ucap Lucas.
"Gausah sayang, kamu kan juga udah bawa tas sendiri itu nanti repot loh! Lagian tas aku juga gak begitu berat kok, kan bawaan ku gak banyak!" ucap Sahira tersenyum memakai helmnya.
"Ohh yaudah deh, yuk naik!"
Sahira pun naik ke jok belakang motor Lucas, tanpa diminta ia langsung memeluk kekasihnya itu dan membenamkan wajahnya di punggung sang kekasih membuat Lucas merasa nyaman.
Hal itu bikin Alan makin panas dan tak mau kalah, ia langsung menyodorkan helm ke hadapan Nur dan meminta pacarnya itu untuk memakainya.
__ADS_1
"Sayang, nih pake!" ucap Alan.
"Ih gak romantis banget sih kamu! Pakein dong di kepala aku, katanya gak mau kalah dari Lucas sama Sahira tapi kamu sendiri gak bisa romantis sama aku!" ucap Nur cemberut.
"Eee iya iya aku pakein kok..." ucap Alan lalu memakaikan helm di kepala Nur.
"Nah udah, yuk kita langsung capcus!" sambung pria itu meminta Alan segera naik ke motornya.
Nur pun manggut-manggut lalu naik ke motor Alan, ia juga melingkarkan tangannya di pinggang sang kekasih lalu perlahan menempelkan wajahnya di punggung Alan sehingga Alan pun merem melek.
...•••...
Disisi lain, Diandra bersama ketiga temannya yang lain sampai di depan rumah Kania dengan mobil milik Tiara yang dikendarai oleh Diandra. Tentu karena orang tua Tiara tak mengizinkan anak gadisnya mengendarai mobil sendirian.
Tampak Kania sudah berdiri di depan pagar dan bersiap untuk berangkat bersama mereka, ia langsung masuk ke mobil dan duduk di kursi belakang bersama Tasya & Andini.
"Loh Kania, Valen mana?" tanya Tiara.
"Ohh ada kok di dalam, emang kenapa?" ucap Kania.
"Gapapa hehe..." ucap Tiara nyengir.
"Yeh bilang aja lu mau ketemu kak Valen kan?" ujar Diandra tau maksud dari Tiara bertanya seperti itu.
"Hehe emang dah lu paling ngertiin gue!" ujar Tiara.
"Ya iyalah gue gitu loh..." ujar Diandra.
"Ohh jadi lu mau ketemu abang gue, Tiara? Yaudah bentar gue panggilin dulu ke dalam ya!" ucap Kania lalu hendak turun kembali dari mobil.
"Eh gausah! Udah biarin aja Kania, nanti kita telat kalo lu turun lagi buat panggil Valen!" ucap Tiara menahan Kania agar tidak turun kembali.
"Lah katanya lu mau ketemu sama bang Valen? Kok giliran gue mau panggilin gak boleh?" tanya Kania.
"Ya gak jadi Kania, udah ah tancap gas Diandra!" ucap Tiara.
"Siap!" ucap Diandra membentuk huruf o.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju warung babeh tempat mereka sudah sepakat untuk berkumpul sebelum berangkat bareng.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1