
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 148
...•...
Kania masih bersama Aldi di taman sekolah yang sepi itu dan hanya ada mereka berdua disana, sampai sekarang Kania juga masih belum mengetahui apa yang hendak dikatakan oleh lelaki di sampingnya itu karena Aldi lebih banyak diam dan membahas hal lain yang tidak penting.
Tentu Kania cukup kesal lantaran ia penasaran sekaligus juga tidak memiliki banyak waktu untuk berada disana terus, ya ia memikirkan nasib anggota kelompoknya yang harus bekerja tanpa dirinya karena Aldi memaksanya untuk ikut dengannya. Namun, saat ia sudah ikut justru Aldi malah tidak langsung berbicara dan terus saja membuat ia kesal.
"Ish Aldi, sebenarnya lu serius gak sih mau bicara sama gue disini? Atau jangan-jangan lu cuma bercanda dan pengen bikin gue kesel? Denger ya Al, gue tuh masih harus kerja kelompok!" ucap Kania.
"Hahaha, udah sih lupain dulu soal kelompok! Lagian lu kan udah kerja banyak, jadi gantian dong sama yang lain jangan maruk!" ujar Aldi tertawa kecil.
Lagi-lagi Kania dibuat kesal dengan tingkah Aldi yang malah cengengesan dan banyak tertawanya dibanding bicara, padahal waktu sudah semakin sore dan tentunya ia harus segera pulang ke rumah sebelum abangnya nanti marah-marah.
"Kalo lu gak mau bicara sekarang, yaudah gue balik ke kelas aja deh! Males juga gue ngeladenin orang stress kayak lu!" ujar Kania kesal.
Kania bangkit dari duduknya dan hendak pergi kembali ke kelasnya, akan tetapi dengan cekatan Aldi menahan tangan Kania dan mencengkeramnya erat lalu mendudukkan Kania kembali di kursi. Gadis itu hanya bisa pasrah karena tenaganya kalah kuat dibanding cengkeraman Aldi, sedangkan Aldi sendiri tersenyum mendekatkan wajahnya ke Kania.
"Mau kemana sih, Kania? Lu gak boleh pergi kemana-mana dulu sebelum gue bicara, sabar ya cuma sebentar kok!" ucap Aldi.
"Ish, sebentar apanya? Udah hampir setengah jam lu belum ngomong-ngomong juga, sebenarnya lu niat gak sih ajak gue kesini?" ujar Kania tambah kesal.
"Hahaha, ya niat lah masa enggak!" ujar Aldi.
"Yaudah kalo gitu cepetan ngomong!" bentak Kania.
"Iya iya, sabar dong! Kan gue lagi ngukir kata-kata yang pas buat nyampein ke lu nya, nanti kalo salah ngomong kan berabe..." ucap Aldi santai.
Kania terdiam sembari membelai rambut bagian depannya, sedangkan Aldi juga masih diam menatap wajah mulus Kania dari samping sambil senyum-senyum sendiri karena makin tertarik pada keindahan yang dimiliki gadis di sampingnya itu.
Akhirnya setelah menimang-nimang cukup kuat, Aldi pun yakin untuk mengungkapkan perasaan yang selama ini terpendam di hatinya. Aldi tidak mau lagi menunda-nunda semuanya karena ia takut Kania malah akan direbut oleh orang lain mengingat dia adalah idola satu sekolah, tapi entah kenapa rasanya masih sulit baginya untuk mengatakan hal itu.
"Eee... Kania..."
"Ya?"
Lagi-lagi disaat gadis itu menatap matanya, Aldi merasa tak sanggup mengatakan hal yang membuat hatinya terus bimbang. Ya Aldi masih sulit melupakan kekasihnya yang saat ini juga telah kembali dari luar negeri, walaupun ia sudah berusaha keras mengusir Cat dari pikirannya.
"Kok diem lagi sih? Lu itu sebenarnya mau ngomong apa sama gue, Aldi? Jangan bikin gue penasaran kayak gini dong, ah!" ujar Kania kesal.
Aldi masih diam dengan mulut mengatup dan juga tampak grogi sampai tak berani menatap wajah Kania, sepertinya pria itu belum cukup berani untuk mengungkapkan isi hatinya saat ini padahal sudah sangat ingin ia mengatakan semuanya pada Kania.
"Al, Aldi...??" ujar Kania.
"Iya gue mau lu jadi pacar gue....!!" ucap Aldi spontan karena terkejut dengan Kania yang tiba-tiba berbicara sembari menyentuh tangannya.
"Hah??"
...•••...
Ratu Keira masih terus menganga lebar memandangi wujud sosok gadis yang saat ini ada di hadapannya, ya sang ratu tentu sangat mengenali siapa sosok tersebut karena mereka memang penuh bertemu bahkan sering ketika mereka belum terbagi ke dua alam yang berbeda antara jahat dan baik.
__ADS_1
Sementara Dimas & Wilona saling pandang sambil tersenyum, bahkan pria itu menunjukkan kemesraannya di depan ratu Keira dengan mengecup bibir sang istri sekilas sembari mencolek dagu Wilona. Tentu sang ratu geleng-geleng kepala dibuatnya karena ia tak menyangka Dimas bisa melakukan itu, padahal Sahira sangat mencintainya.
"Apa kabar, mbak Keira?" ucap Wilona secara mendadak bertanya seperti itu pada sang ratu.
Tentu saja ratu Keira menatap wajah Wilona seketika begitu gadis itu menegurnya, ia sungguh rindu pada Wilona dan tak menyangka kalau mereka akan bertemu kembali walau harus dalam kondisi seperti ini yang membuat mereka saling bermusuhan. Ya ratu Keira & Wilona adalah sepasang saudara yang merupakan putri dari yang maha agung penguasa alam bidadari dahulu, sayang sekali mereka berbeda pendapat sampai sang ayah memutuskan untuk menghukum Wilona.
"Aku baik, Wilona! Aku gak nyangka kita bisa bertemu kembali disini, tapi sayang sekali pertemuan kita harus ternoda seperti ini!" ucap ratu Keira.
"Iya, ini semua juga karena kerakusan kamu mbak! Andai saja kamu mau berbaik hati mengalah dengan adikmu ini, mungkin ini semua tidak akan terjadi!" ucap Wilona tersenyum.
Dimas masih celingak-celinguk keheranan karena baru mengetahui jika Wilona istrinya itu adalah adik dari sang ratu Keira, ya memang sebelumnya Wilona tidak pernah mengatakan tentang itu padanya bahkan membahas sang ratu saja jarang karena dia terlihat sangat membenci mbaknya tersebut.
"Sayang, maksudnya apa? Ka-kamu..."
"Ya, ratu Keira adalah mbak ku! Kami adalah anak dari sang penguasa alam bidadari, kami terlahir kembar tetapi dia yang selalu dimanja oleh ayahku!" ucap Wilona menjelaskannya pada Dimas.
"Bertahun-tahun aku mencoba untuk sabar, aku berlatih ekstra keras walau hanya sendiri tanpa bantuan ayahku! Aku juga ingin menjadi pemimpin para bidadari, tetapi ayahku seperti tak menganggap diriku ada! Dia hanya menyayangi Keira dan menginginkan Keira untuk menjadi sang ratu agung, sedangkan aku ini malah diasingkan!" sambungnya.
Ratu Keira membuang muka seperti bersedih mengingat masa kecilnya dulu bersama Wilona dan sang ayah, ia sangat menyesali karena hubungannya dengan saudaranya sampai jadi seperti ini hanya karena masalah perebutan kekuasaan.
"Wilona, tolong maafkan ayahanda! Aku yakin ayah tidak bermaksud untuk mengasingkan kamu, mungkin maksudnya adalah agar kamu bisa menerima keadaan dan tidak terus-terusan meminta dijadikan sebagai ratu! Asal kamu tau Wilona, yang berhak menjadi ratu hanyalah yang paling tua dan dalam hal ini aku adalah kakakmu Wilona!" ucap ratu Keira coba untuk berdamai dengan Wilona.
"Cih, apapun alasannya itu sama saja tidak pantas dilakukan oleh seorang ayah pada anaknya! Aku akan menuntut balas semuanya, termasuk merebut kembali tahta pemimpin nirwana darimu Keira!" ucap Wilona masih tampak emosi.
Ratu Keira terdiam menatap wajah adiknya, sedangkan Wilona juga memberi tatapan tajam ke arah mata sang ratu dan seperti ingin menghabisinya sekarang juga.
•
•
Sahira bangkit kembali lalu menghampiri rombongan bidadari beserta sang nyai tersebut, ia sepertinya masih dikuasai oleh iblis dan ilmu hitam yang memang berasal dari ilmu pemberian Dimas. Terlihat matanya masih menatap tajam penuh amarah dan sangat ingin menghabisi mereka, kini bukan lagi Sahira yang ada disana melainkan sang iblis jahat yang sudah menguasai seluruh tubuh Sahira.
Lucas yang melihat kondisi kekasihnya jadi seperti merasa sangat bersedih, ia tak sanggup menyaksikan Sahira seperti itu dan rasanya ingin sekali ia segera menolong Sahira agar bisa kembali seperti dulu dan menjadi kekasihnya tercinta.
Nyai selendang hijau beserta Dorta bersiap mengeluarkan ilmu mereka untuk menghadapi iblis di dalam tubuh Sahira, begitupun dengan para bidadari disana yang juga berniat membantu mereka menghadapi Sahira.
"Mundurlah, biar aku saja yang menghadapi iblis ini! Aku memiliki ilmu khusus untuk bisa mengusir iblis itu dari dalam tubuh Sahira, kalian semua sebaiknya menyingkir dan menjauh!" ucap nyai selendang hijau.
Nur dan yang lainnya mengangguk membiarkan nyai selendang hijau melawan Sahira, begitupun dengan Lucas yang juga digandeng oleh Dorta untuk menyingkir demi keselamatan dirinya. Walau sebenarnya Lucas tidak mau meninggalkan Sahira begitu saja, bagaimanapun Lucas sangat menyayangi Sahira.
"Hey, iblis jahat! Keluarlah dari tubuh Sahira dan jangan harap kamu bisa menguasainya! Aku akan memberikan kamu kesempatan untuk keluar secara baik-baik, atau aku terpaksa harus menggunakan jurus pengusir iblis!" ucap nyai selendang hijau.
"Hahaha, jangan bermimpi kau untuk bisa mengalahkan aku! Justru kaulah yang akan mati di tanganku, bersiaplah menerima ajal mu!" ujar Sahira.
Sahira yang sudah dikuasai oleh iblis itu langsung bersiap untuk menyerang nyai selendang hijau, begitupun dengan nyai yang juga bersiap mengeluarkan jurus andalannya untuk mengusir iblis jahat itu dari dalam tubuh Sahira.
Slaasshhh....
Dua kekuatan hebat bertemu beradu untuk mencari siapa yang terkuat diantara mereka, nyai selendang hijau cukup dibuat kewalahan menghadapi kekuatan iblis itu sampai-sampai ia hampir saja terpental. Beruntung ia masih bisa menahannya dan kembali menambah kekuatan untuk bisa mengalahkan iblis itu, sang nyai pun menggunakan mantra turun temurun untuk mengusir iblis dari dalam tubuh Sahira.
Duaaarrr....
Keduanya terpental akibat kekuatan yang sangat dahsyat itu, namun beruntung bagi nyai karena hanya terkena sedikit kekuatan dari iblis itu. Sedangkan Sahira tampak tergeletak lemas di lantai dengan tangan terlentang seperti tak berdaya, nyai selendang hijau langsung menghampiri Sahira untuk mengecek apakah iblis itu sudah bisa dikeluarkan.
"Hahaha, segitu saja kemampuan mu iblis bodoh? Kau bilang kau ingin menghabisi ku, mana buktinya?" ujar nyai selendang hijau menyombongkan diri.
Tiba-tiba mata Sahira terbuka lebar sembari memegangi keningnya, tentu nyai tersenyum lebar karena ia sadar kalau Sahira sekarang sudah terbebas dari iblis jahat yang ingin menguasai tubuhnya.
"Sahira, syukurlah kamu—"
__ADS_1
"Kamu siapa?" tanya Sahira memotong ucapan nyai, ia masih memegangi keningnya sembari menatap wajah wanita yang ada di hadapannya.
🌺
Sementara itu, Lucas tampak memandangi wajah Nur yang masih saja menyembunyikan dirinya dari pandangan lelaki tersebut. Akhirnya Lucas pun mendekati Nur karena ia sangat penasaran dengan semua ini, ia masih tak percaya kalau selama ini dua wanita yang dikenalnya ternyata adalah bidadari.
"Nur, gue masih gak percaya kalau lu—"
"Nanti aja kita bahas ini, ya! Sekarang kondisi Sahira lebih penting dari segalanya, aku yakin kamu juga pasti tidak mau Sahira kenapa-napa kan?" potong Nur dengan cepat, ia tak mau ada pembahasan lain disini karena ingin fokus dengan Sahira.
"Ohh, oke!"
Lucas pun tidak jadi melontarkan pertanyaan kepada Nur, ia berpikir betul juga apa yang dikatakan Nur kalau saat ini kondisi Sahira lebih penting dari apapun karena wanita itu dalam keadaan bahaya dan kemungkinan selamatnya tipis.
Mereka semua reflek menutup mulut begitu melihat pertarungan dahsyat di depan mata mereka, ya nyai selendang hijau dengan iblis di dalam tubuh Sahira tengah beradu kekuatan sampai keduanya terpental dan mengakibatkan Sahira juga tergeletak lemas.
"Sepertinya nyai sudah berhasil mengalahkan iblis di dalam tubuh Sahira itu, dan kemungkinan iblis itu juga sudah keluar dari dalam tubuh Sahira!" ucap Dorta yang mengamati dengan serius.
"Benarkah itu, Dorta?" tanya Lucas penasaran.
"Ya, aku tidak lagi merasakan aura hitam yang sebelumnya aku rasakan itu! Sepertinya memang benar kalau iblis itu sudah keluar, tapi aku masih tak tahu kemana perginya iblis itu!" jawab Dorta.
"Kalau begitu ini belum usai, aku juga tak yakin iblis itu akan kalah begitu saja!" ucap Nuril disana.
"Benar itu, aku pun yakin sekali kalau iblis tadi pasti masih berada di sekitar sini dan mungkin sedang memutar otak untuk melawan nyai!" ucap Dorta.
"Sebaiknya kita maju sekarang, kita harus segera membawa Sahira pergi dari sini sebelum iblis itu merasuki kembali tubuhnya! Sungguh aku tak mau bila sahabatku sampai menjadi orang jahat, dia itu baik dan tak pantas mendapat semua ini!" ucap Nur.
"Ya, kau benar! Tapi, aku minta kalian semua hati-hati dan jangan ada yang mengosongkan pikiran!" ujar Dorta memperingatkan semuanya disana.
Lucas, Dorta, Nuril dan para bidadari itu maju ke depan mendekati nyai selendang hijau juga Sahira yang masih tergeletak lemas namun sudah sadarkan diri dan tampak berbicara dengan sang nyai.
🌺
"Kamu siapa?" tanya Sahira pada nyai selendang.
Nyai selendang hijau hanya tersenyum manis sembari mengangkat selendangnya dengan jari.
"Aku akan mengobati mu dan memulihkan kondisi kamu seperti semula, karena iblis itu sudah menyerap seluruh energi di dalam tubuhmu selama ia merasuki mu tadi!" ucap nyai.
Tanpa menunggu jawaban dari Sahira, sang nyai langsung saja mengeluarkan mantranya untuk mengobati Sahira sekaligus memberi perlindungan pada tubuh gadis itu agar tidak lagi bisa dirasuki oleh iblis seperti tadi.
"Nyai, apa yang kau lakukan pada Sahira?" tanya Nur panik ketika melihat Sahira kesakitan.
"Kamu jangan berani menyakiti temanku!" sahut Nawal.
"Kalian tenanglah! Nyai selendang hijau hanya ingin mengobati Sahira, dia mempunyai mantra hebat yang bisa melindungi Sahira dari iblis itu!" ucap Dorta membentak Nur & Nawal.
Akhirnya bidadari itu terdiam dan menyaksikan nyai selendang hijau mengobati Sahira, begitupun dengan Lucas yang tampak tak tega melihat kekasihnya harus menahan sakit seperti itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...Akhirnya Sahira bebas, bentar lagi akan tamat nih...
...❤️❤️❤️...
__ADS_1