Broken Angel

Broken Angel
Part 32


__ADS_3

Allena terbangun kan oleh suara alarm yang memekakkan telinganya,suara alarm yang menggema di seluruh penjuru kamarnya.Menganggu tidur Allena,yang terbuai mimpi indah dengan beribu harapan.


"Hoam".Allena menggeliat,bangun dari tidurnya untuk memulai aktivitasnya.


"Huh, nyokap gue benar-benar udah gak peduli ama gue.Gue tidur dalam keadaan belum mandi aja,kagak di pedulian".Umpat Allena sembari berlalu ke kamar mandinya.


Tak lama bagi Allena untuk membersihkan diri karena dia bukan tipe wanita yang suka berlama-lama berada di kamar mandi, menghabiskan sebagian waktu untuk bermanja-manja an di dalam bathtub nya.


Allena tengah siap mengendong tas di bahunya, berjalan menuju meja makan yang seperti biasa di penuhi oleh berbagai macam hidangan yang tersaji padahal makanan itu hanya untuk allena seorang.


"Seperti biasa main keroyokan,mana muat perut gue menyantap hidangan makanan sebanyak ini".Keluh Allena.


Alih-alih dia berselera makan,dia malah tak nafsu begitu banyaknya hidangan makanan yang tersaji.Bukan karena tak enak,tapi suasananya berbeda apabila sarapan bersama dengan anggota keluarga yang lainnya.


"Loh,non gak makan?".Tanya Mbak Surti.


"Gak".


"Sarapan dulu non, sarapan itu penting".


"Penting buat orang susah kayak loe".Sentak Allena sembari berlalu pergi.

__ADS_1


"Non".Teriak Mbak Surti,mengejar langkah kaki Allena.


"Jangan coba-coba ngejar gue atau membujuk gue untuk sarapan!.percuma".Teriak Allena, menginterupsi langkah kaki mbak Surti.


Mbak surti menghentikan langkah kakinya,tak ingin memaksakan diri untuk membujuk nona nya,takut dia akan mendapatkan sebuah hukuman yang sama seperti yang belum lama ini terjadi.


"Pak,gue pengen nyetir sendiri".Teriak Allena,yang sudah berada di dalam mobilnya.


Sang supir pribadi yang tidak mengetahui keberadaan Allena yang ternyata sudah berada di dalam mobil amat terkejut dengan keberadaan Allena.


"Jangan non,nanti saya_".


"Gue naikin gajih loe dua kali lipat".Teriak Allena sembari menginjak pedal gas.


Yah,Allena sudah melesat pergi tanpa bisa di cegah atau di bujuk.Tentu Allena lebih pintar dari anak buahnya,dia dengan akal liciknya selalu berhasil mengelabui anak buahnya.


"Punya anak buah,Pada bodoh semua".Umpat Allena.


Allena sudah berada di tempat parkir sekolah,dia berjalan dengan anggunnya dengan tas gendong di bahunya.Banyak orang yang menatap kagum pada Allena,di balik keonaran nya.Allena terkenal dengan siswi tercantik di sekolah nya.


Hidung mancung,bibir munggil,wajah putih nan bersih menjadikan dia sebagai siswi tercantik.Tapi,sayang kecantikan wajahnya tak menjamin perilakunya baik pula.

__ADS_1


Lihatlah Allena, berjalan dengan dengan menendang tong sampah yang ada di dekatnya sesekali dia dengan jahilnya menendang tubuh siswa atau siswi yang tengah duduk di lantai.


"Woy,sopan dikit dong".Teriak siswi yang mendapatkan tendangan maut tepat di perutnya.


"Bodoh amat,emang gue pikirin".Sahut Allena.


"Amat nya juga udah sekolah kali,gak bodoh lagi".Celetuk siswi itu tak mau kalah.


"Whatever".Jawab Allena, mengibaskan tangannya.


"Percuma cantik tapi gak punya etika".Umpat siswi itu lagi.


Allena tak memperdulikan umpatan yang di tujukan untuknya, fokusnya sekarang bertemu dengan Andre untuk meminta sebuah penjelasan atas penglihatannya kemarin malam.


"Andre".Teriak Allena,begitu sudah ada di ambang pintu.


Andre yang mendapatkan teriakan, bersikap acuh tak acuh seperti tidak ada sesuatu yang terjadi.


"Andre".Teriak allena, tepat di telinga Andre.


"Woy, kalau ngomong gak usah pake teriak-teriak segala kayak di hutan aja".Sentak maya,geram sang pria pujaan hatinya mendapatkan teriakan maut.

__ADS_1


"Diam loe, wanita murahan".Gertak Allena, menatap tajam kearah maya.


__ADS_2