Broken Angel

Broken Angel
Episode 238 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 138


...•...


Lucas dan gengnya melipir sejenak ke sebuah warung soto mie Bogor yang berada di dekat mereka, rasa lapar yang sudah melanda membuat Lucas harus mampir ke warung itu.


Entah mengapa begitu mereka masuk ke dalam warung soto tersebut, hampir semua pelanggan disana langsung kabur ketakutan dan para karyawan disana juga berjaga-jaga dengan membawa gagang sapu di tangannya.


"Loh Kas, ini pada kenapa sih?" tanya Alan heran sembari menatap wajah Lucas dari samping.


Lucas hanya geleng-geleng kepala karena ia juga tidak tahu mengapa semua orang jadi ketakutan, namun mereka berusaha tetap tenang lalu menghampiri para karyawan yang sedang panik sembari mengacungkan sapu ke arah mereka.


"Tenang mbak, kita ini bukan orang jahat kok!" ucap Lucas berusaha menenangkan karyawan disana.


"Jangan mendekat! Mending kalian semua pergi deh, kita gak punya uang buat kalian!" ujar salah satu karyawan yang memegang gagang sapu.


"Kita gak minta uang, mbak! Justru kita mau makan disini, kalo kita diusir ya berarti kalian gak dapat uang nanti!" ucap Lucas tersenyum.


Karyawan-karyawan disana menurunkan gagang sapu yang mereka pegang, mereka sedikit tenang namun tetap waspada karena melihat penampilan Lucas dan gengnya yang menyeramkan.


"Jadi gimana nih, kita dibolehin masuk apa enggak? Kalo gak yaudah kita cari tempat makan lain, lagian orang mau makan kok dicurigain!" ujar Lucas.


"Maaf mas, kita cuma takut aja sama anak geng motor! Soalnya beberapa hari yang lalu ada rombongan geng motor datang kesini, mereka acak-acak warung kita terus palak semua pelanggan disini termasuk ambil uang di laci kami!" ucap salah seorang karyawan itu.


"Ohh, pantesan jadi pada ketakutan begitu ya? Udah santai aja, kita bukan modelan geng motor yang begajulan dan suka nindas orang lemah! Gini aja deh sebagai permintaan maaf karena semua pelanggan tadi pada kabur, kita bakal ganti rugi dan bayarin semua mangkuk yang ada disini!" ucap Lucas.


"Beneran mas?" tanya karyawan itu memastikan.


"Iya, tapi bikinin dulu soto mie buat kita semua! Udah gausah takut lagi, pake segala megang sapu begitu! Tenang aja ya mbak-mbak semua, kita bukan orang jahat kok!" ucap Lucas tersenyum.


"Iya mas, maaf kalo kita udah suudzon sama kalian!" ucap karyawan itu.


"Gapapa, jadi kita boleh masuk gak nih?" tanya Lucas.


"Oh boleh kok, silahkan duduk kang semuanya!" ucap karyawan itu menarik kursi di dekatnya mempersilahkan Lucas dan gengnya duduk.


Mereka semua pun masuk kesana dan duduk di tempat masing-masing, tampak para karyawan tadi juga membersihkan mangkuk bekas makan pelanggan yang kabur dan tak membayar tadi.


Lucas masih senyum-senyum saja membayangkan kejadian tadi saat seluruh pelanggan disini ketakutan dan kabur begitu melihat mereka, padahal mereka datang ke tempat itu hanya karena ingin mengisi perut yang kosong.


"Kas, kocak banget ya tadi? Masa iya pada kabur cuma gara-gara kedatangan kita?" ujar Alan berbisik di telinga Lucas sembari tertawa kecil.


"Hahaha, maklum aja itu namanya waspada dan penjagaan diri!" ucap Lucas.


"Tapi cara mereka tadi patut dicontoh loh, soalnya bisa makan tanpa bayar!" ujar Geri.


"Ahahaha..." semua geng wild blood tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Geri.

__ADS_1




Sementara itu, Edrea bersama Imeh & Sonya juga berada di Bogor hendak refreshing menikmati akhir pekan selagi mereka libur sekolah. Sekaligus juga untuk menghilangkan penat karena Edrea sempat kehilangan beberapa energi di tubuhnya akibat kerasukan tempo hari, begitupun dengan Imeh serta Sonya yang sama sama kesurupan.


Mereka kini berada di dalam mobil baru memulai perjalanan mereka menuju villa Edrea, namun tiba-tiba perut ketiganya berbunyi akibat belum diisi karena tak sempat makan siang ketika di rumah.


"Duh laper banget nih gue, kita cari makan dulu yuk!" ucap Imeh mengusap perutnya yang lapar.


"Iya nih sama, gue juga laper banget!" saut Sonya.


"Tenang aja guys, tuh di depan ada warung soto mie Bogor yang pastinya enak banget! Kita mampir dulu kesana ya, sekalian isi perut!" ucap Edrea.


"Oke, gas!" ucap Imeh & Sonya bersamaan.


Edrea pun mengarahkan mobilnya menuju warung soto mie Bogor yang ada di dekatnya, ia memarkirkan mobilnya tepat di depan warung. Namun, ia cukup kesulitan mencari ruang untuk parkir karena banyaknya motor gede disana.


"Duh kok banyak banget motor yang parkir disini ya, mana motor begituan semua lagi?" ujar Edrea.


"Iya ih, eh tapi kayaknya gue kenal deh sama jenis dan warna motor-motor itu! Rasanya kayak gak asing gitu di mata gue, tapi gue lihat dimana ya?" ujar Imeh.


"Haish kalian gimana sih? Itu kan udah jelas motor anak geng wild blood, lihat aja tuh ada stiker wild blood di body motor mereka!" ucap Sonya.


"Nah iya bener tuh! Edrea, berarti Lucas sama temen-temennya juga ada disini!" ucap Imeh.


"Yaudah kita langsung turun aja yuk! Gue udah lama banget nih gak makan bareng sama Lucas, dengan hilangnya Sahira bisa gue manfaatin untuk deketin Lucas lagi deh!" ujar Edrea tersenyum.


"Nah ini baru Edrea temen kita! Bagus bagus, kita seratus persen bakal dukung lu buat dapetin Lucas lagi! Karena menurut kita cuma lu yang cocok sama si Lucas, kalo cewek gak jelas itu mah gak ada serasi-serasinya sama si Lucas!" ujar Imeh.


Edrea tersenyum licik seperti memiliki rencana tersendiri untuk dapat mendekati Lucas sang pujaan hati yang saat ini tengah ditinggal kekasihnya, tentu Edrea berharap bisa kembali mengambil hati Lucas yang dahulu sempat menjadi miliknya.


"Guys, bener ternyata mereka ada disini!" ucap Edrea berhenti di depan warung itu ketika melihat sosok pria yang ia cintai ada di dalam sana.


"Nah kan, ingatan gue tuh gak pernah salah! Udah yuk kita langsung deketin aja mereka, sekalian gue juga mau kenalan sama anak wild blood yang lain!" ucap Sonya celingak-celinguk mencari pria yang cocok untuk ia goda dan dekati.


"Setuju! Gue juga mau cari gebetan baru ah, siapa tau kan ada yang nyantol di hati gue!" saut Imeh.


Edrea, Imeh & Sonya masuk ke dalam warung itu berjalan layaknya seorang model kelas dunia yang sudah terkenal di mancanegara. Ketiga wanita cantik nan seksi itu berhenti tepat di hadapan Lucas yang tengah menikmati satu mangkuk soto mie.


"Ehem ehem..." Edrea berdehem sembari membenarkan rambutnya.


Lucas menoleh ke samping dan terkejut ketika melihat ada Edrea disana, gadis itu langsung tersenyum mengedipkan mata untuk menggoda Lucas seperti biasanya.


...•••...


Disisi lain, Dimas menuntun Sahira ke kamarnya dengan perlahan karena gadis cantik itu merasa pegal-pegal pada seluruh area tubuhnya akibat berlatih sangat keras siang tadi.


Dimas merebahkan Sahira di atas ranjang lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh gadis itu sampai ke arah dadanya, Dimas tampak sangat prihatin pada kondisi gadisnya karena Sahira benar-benar ingin kembali seperti dulu lagi.


"Sahira, besok kamu istirahat dulu ya! Kita akan mulai latihan lagi lusa, aku gak mau kamu malah jadi tambah capek dan nantinya terjadi sesuatu yang gak diinginkan sama kamu!" ucap Dimas duduk di pinggir ranjang sembari mengusap wajah gadisnya.


"Aku gapapa kok, Dimas! Aku masih kuat buat latihan besok, justru aku malah kecewa kalau gak bisa secepatnya menguasai jurus itu! Kamu jangan khawatir ya Dimas, aku gak akan kenapa-napa kok!" ucap Sahira menatap wajah Dimas sembari mengukir senyum di wajahnya, ia juga menggenggam telapak tangan kekasihnya yang tengah mengelus wajahnya.


Dimas menelan saliva nya menatap wajah cantik nan mulus yang dimiliki Sahira, sepertinya ia tergoda untuk mencicipi tubuh bidadari itu karena hingga saat ini ia belum pernah menyentuhnya.

__ADS_1


"Yaudah kalo gitu sekarang kamu istirahat yang cukup, apa kamu mau aku pijat kakinya biar rasa pegal kamu bilang?" ucap Dimas menawarkan diri untuk memijat kekasihnya.


"Gausah, Dimas! Nanti yang ada malah kamu yang kecapekan dan gak bisa istirahat, aku juga udah agak mendingan kok paling dibawa tidur juga ilang!" ucap Sahira menolak tawaran Dimas.


"Hey, emang kamu lupa kalau sekarang aku udah jadi pangeran langit? Aku gak akan merasa capek, Sahira! Makanya udah biar aku pijat urut aja ya?" ucap Dimas memaksa gadisnya.


"Umm, yaudah boleh deh kalo kamu maksa mah! Tapi jangan lama-lama ya, aku udah ngantuk juga soalnya!" ucap Sahira.


"Kalau udah ngantuk ya sekalian aja kamu tidur sayang, kan enak tuh sambil diurut terus tidur!" ucap Dimas tersenyum.


"Gak enak lah, Dimas! Masa iya aku tidur sedangkan kamu urutin kaki aku disini?" ucap Sahira manyun.


"Hahaha, gapapa lah Sahira! Udah sini aku pijitin kaki kamu supaya pegalnya ilang, kamu balik badan dong!" ucap Dimas menyibakkan selimut dari tubuh Sahira kemudian naik mendekat ke Sahira.


Gadis itu menurut kemudian mengubah posisi tidurnya menjadi tengkurap, Dimas mulai beraksi dengan menarik gaun putih yang dikenakan gadisnya ke atas agar ia bisa leluasa mengurut kaki Sahira.


Tak lupa Dimas mengambil minyak gosok yang ia munculkan melalui telapak tangannya, orang sakti mah bebas mau ngelakuin apa aja gampang tinggal buka telapak tangannya langsung muncul dah barang yang ia kau.


Dengan perlahan Dimas menyentuh area kaki kiri Sahira mulai dari pergelangan kaki hingga betis sampai paha gadisnya, Sahira merasa nyaman karena Dimas sangat ahli memijat kakinya.


"Kamu jago juga ya, aku pikir kamu bakal asal-asalan mijit akunya!" ucap Sahira.


"Ya gak bakal dong, aku ini kan ahli pijat dan urut sewaktu masih jadi manusia dulu! Kalau cuma beginian mah kecil dong buat aku, kamu pejamin aja mata kamu biar tidur!" ucap Dimas.


Sahira menjawabnya dengan mengangguk pelan, ia pun menikmati pijatan tangan Dimas sembari memejamkan mata hingga tanpa sadar ia pun tertidur dengan posisi tengkurap.




1 jam telah berlalu, Dimas kini berada di depan pintu kamar Wilona karena ia tahu betul kalau istrinya pasti cemburu melihat kemesraan dirinya dengan Sahira saat di ruang sofa tadi. Ya Dimas memilih mendatangi Wilona karena Sahira juga sudah tertidur pulas, Dimas pun hendak meminta maaf pada istrinya sekaligus melanjutkan aksi yang sempat tertunda pada siang sebelumnya.


TOK TOK TOK...


Dengan berani Dimas mengetuk pintu kamar Wilona berharap gadis itu masih mau membukakan pintu untuknya, cukup lama ia menunggu sampai akhirnya Wilona keluar membuka pintu tersebut.


Ceklek...


"Mau apa kamu kesini? Emang udah gak mesra-mesraan lagi sama Sahira?" ujar Wilona jutek, sepertinya ia masih kesal dan cemburu pada Dimas karena merasa tak dianggap tadi.


"Hey, manis! Kamu jangan ngambek gitu dong sama aku, kan aku ini suami kamu! Aku datang kesini ya karena mau minta maaf sama kamu, sekaligus juga aku mau nikmati malam ini berdua sama kamu! Pasti kamu mau kan ngelanjutin permainan kita yang tertunda tadi siang?" ujar Dimas mendekati Wilona kemudian menyentuh dagu gadisnya.


"Jangan coba-coba goda aku ya! Sampai kapanpun aku gak akan pernah tergoda sama kamu, udah deh mending kamu tidur di kamar Sahira aja sana! Sekalian kamu puas-puasin tuh main sama dia, aku gak butuh kehadiran kamu disini!" ucap Wilona mengusir Dimas.


"Halah gak butuh gak butuh, padahal daritadi kamu pasti rindu belaian dari aku kan? Udah deh ngaku aja kalau kamu gak bisa tidur tanpa aku, lagian kita kan udah sah jadi suami-istri di mata alam semesta! Jadi, malam ini aku maunya tidur sama istri aku yang cantik jelita nan manis ini!" ucap Dimas terus saja merayu istrinya dengan memberi sentuhan lembut pada area sensitif Wilona yakni leher.


Wilona terdiam tak memberi jawaban, namun ia masuk ke dalam tanpa menutup pintu yang artinya ia juga mempersilahkan Dimas masuk ke kamarnya. Tanpa basa-basi lagi sudah tentu Dimas langsung masuk ke dalam, ia bahkan mengunci pintu rapat-rapat kemudian memasang kedap suara di ruangan itu dengan kekuatannya.


Sepertinya Dimas sudah merencanakan malam panjang yang panas dengan istrinya kali ini, itulah sebabnya ia membuat kamar ini kedap suara agar tak bisa didengar siapapun dari luar.


Wilona duduk di ranjangnya dengan wajah masam dan cemberut, ia terus membuang muka tak mau memandang wajah Dimas karena masih kesal. Dimas pun mendekati istrinya dengan duduk tepat di samping Wilona tanpa berjarak sedikitpun, ia meraih tangan gadisnya kemudian menggenggamnya erat.


"Cantik, malam ini aku bakal bikin kamu menjerit kenikmatan sampai kamu minta berhenti dan meronta-ronta! Aku mau kamu merasakan kehangatan yang aku berikan nanti, selain itu aku juga mau menanam benih anakku di dalam tubuh kamu supaya kita bisa segera dikaruniai seorang anak pewaris tahta ku!" ucap Dimas membelai rambut istrinya yang masih tercengang.


"Dasar gila!" umpat Wilona pada suaminya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2