Broken Angel

Broken Angel
Part 129


__ADS_3

Yah,Rey tengah menatapnya dengan penuh kebingungan dan juga khawatir.Bingung tentang allena yang terus memanggil nama marga.Khawatir karena keringat dingin begitu deras membasahi tubuhnya dan dia juga menggigil kedinginan, seperti orang demam.


"Wey".Sentak rey,sembari melempar bantal tepat mengenai wajah Allena.


Allena yang belum siap,apalagi dia tengah melamun tentang mimpi yang baru dialami tentu membuat dia kaget bukan main.


Allena,melotot pada Rey yang telah melempar bantal tepat mengenai wajahnya.Emosi begitu menguasai diri Allena yang sejatinya dia memang gadis nakal dan juga bar-bar.Seakan jiwanya yang tertantang,dia bangkit berdiri hendak menerjang rey.


"Kurang ajar loe, berani-berani nya sama cewek".Gertak Allena, tangganya hendak menggapai tubuh rey yang ingin dia cabik-cabik.


Bukan Rey, namanya jika dia tidak mampu membaca situasi dan kondisi yang ada.Baru saja tangan allena,hendak menggapai tubuh.Dia dengan cepat menghindari amukan Allena yang dia kejutkan.


"Oh tidak semudah itu ferguso".Ledek rey.


Jiwa bar-bar Allena benar-benar di uji dan tertantang begitu saja.Dwngan berkacak pinggang dan juga napas yang terengah-engah seperti banteng yang ingin menyeruduk musuhnya,Allena mengumpulkan tenaga dan kekuatan agar bisa menumbangkan lawannya.


"Kau benar-benar menguji kesabaran ku".Gertak Allena.Berlari,mengejar rey yang sekali lagi Rey menghindar darinya.

__ADS_1


"Coba saja kali bisa?".Rey, benar-benar menantang jiwa bar-bar Allena.


Mendapatkan sebuah tantangan jelas membuat jiwa nakal dan bar-bar nya kembali keluar.Satu bulan lebih dia puasa dari sikap bar-bar nya,kini seakan dia sedang berbuka puasa dan mempunyai kekuatan baru.Dia dengan kalapnya mengejar Rey,yang terus menghindar darinya.


"Diam di tempat mu, bego!".Seru Allena.


Rey,mana peduli dengan seruan Allena.Jelas dia juga merasa takut pada banteng betina yang sudah tersulut emosi dan tertantang karena ulahnya sendiri.


"Benar-benar banteng betina".Gumam Rey,di sela larinya.


Rey,terus berlari ke sembarang arah demi menghindar dari amukan Allena yang semakin menjadi.Lupa akan rencananya,lupa akan janjinya yang telah tersusun sejak jauh-jauh hari.


"Kemari kau.Jangan terus menghindar,jadi cowok tuh harus gentle.Berani berbuat,berani bertanggungjawab!".Seru Allena.


"Bodoh amat".Sahut Rey,berlari ketakutan dari amukan Allena yang baru di ketahui nya begitu ganas dan mematikan.


Rey,turun dari lantai atas ke lantai bawah.Berlari sebisa dan sejauh mungkin.Kemana saja,dari mulai ruang tamu,dapur,kamar mandi,tempat fitness hingga sekarang ke kolam renang.Sudah sejauh itu Rey berlari tapi tak menyulutkan rasa kesal dan emosi aena, begitu pun dengan langkah kakinya yang kian mengencang.

__ADS_1


"Si putri tidur,gak ada capeknya dia berlari".Ucap rey, terengah-engah mengatur napasnya yang tersengal akibat berlari,menghindari allena.


"Huh hah huh hah".Rey,masih sibuk mengatur napasnya.Tanpa sadar,Allena sudah berdiri di belakangnya.


"Kena kau".Sentak Allena,sembari menjambak rambut rey.


Rey,mengaduh kesakitan."Aduh".Pekik Rey,tak di sangka nya Allena sudah berada si belakangnya."Kau memang banteng betina,Allena".Ucap rey,berusaha untuk melepaskan diri dari jambakan rambut allena.


"Loe yang udah membangunkan sifat iblis gue, bego".Gertak allena.


"Sorry".Sahut Rey,pasrah begitu saja dari amukan allena.


Seakan mendapatkan kesempatan.Allena menghajar rey secara bertubi-tubi,di mulai dari menjambak,memukul,menampar hingga mendaratkan sebuah pukulan tepat di perut rey.


Meski merasa kesakitan,tak menyulutkan Rey untuk membalas perbuatan Allena.Baginya tak gentle bila seorang laki-laki bermain tangan pada seorang wanita.Dia mengorbankan dirinya sebagai sasaran amukan allena,tak mengapa itu salah dia sendiri.


"Sudah puaskah?".Tanya Rey,yang terduduk dengan memegangi perutnya.

__ADS_1


"Belum".Ucap Allena,mengatur napasnya yang tersengal.


__ADS_2