Broken Angel

Broken Angel
Episode 221 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 121


...•...



...Pagi-pagi enaknya lihatin bidadari...


...❤️❤️❤️...


...|||...


Wilona yang saat ini tengah menjadi nyai selendang hijau maju mendekat ke arah Sahira, wanita itu tampak sumringah melihat dua bidadari tersebut terluka karena serangan Edrea alias teman sekolah mereka sendiri. Tentunya Wilona sangat berharap Sahira dapat mengeluarkan kekuatannya dan ia bisa dengan mudah merebut mustika merah darinya.


Sahira menangis di samping tubuh temannya, ia terus berteriak menepuk-nepuk wajah Nur berharap agar gadis itu bisa sadar. Pandangannya kini tertuju pada sosok selendang hijau yang tengah menuju ke arahnya, ia bangkit lalu mendekat dan menatap wajah sosok itu dengan tajam serta amarah yang memuncak. Tangannya terkepal kuat, tubuhnya bergetar akibat menahan emosi.


"Hahaha.... sekarang giliran kamu!" ujar Wilona.


"Kurang ajar, kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu perbuat terhadap teman-teman ku!" ucap Sahira emosi.


"Bagus, ayo Sahira keluarkan kekuatan mu!" batin Wilona tidak sabar menunggu Sahira berubah.


Sahira sudah sangat emosi pada sosok itu, ia berusaha kerasa menahan dirinya untuk tidak menggunakan kekuatannya karena takut akan terjadi masalah yang lebih besar. Namun, melihat keadaan teman-temannya yang terancam dan Nur yang tergeletak pingsan membuat Sahira kesulitan menahan itu semua. Sahira menunduk sejenak mengambil nafas, barulah ia kembali mendongak menatap sosok selendang hijau di depannya.


Tangan-tangan Sahira terangkat dengan sendirinya, sinar putih muncul dari telapak tangannya itu menandakan kalau ia sebentar lagi akan merubah wujudnya menjadi bidadari. Kania dan yang lainnya melihat kejadian itu secara langsung, mereka heran apa yang terjadi pada Sahira saat ini sampai tangannya bisa mengeluarkan cahaya putih.


"Guys, itu Sahira kok bisa gitu sih?" tanya Diandra heran dengan suara berbisik.


"Iya ih aneh, gue juga heran dia kok bisa gitu ya?" saut Tasya yang berada di sebelahnya.


"Udah diem aja! Emang kalian mau sosok itu nyerang kita nanti?" ujar Kania.


Sontak Diandra dan yang lainnya terdiam memandang dari jauh, mereka menganga saat melihat Sahira perlahan-lahan mulai merubah penampilan dirinya. Belum ada yang bisa mengerti mengapa Sahira seperti itu, bahkan mereka mengucek-ngucek mata untuk memastikan apakah yang mereka lihat benar atau hanya halusinasi.

__ADS_1


Sementara Sahira sudah tidak bisa lagi menahan dirinya sendiri agar tak berubah menjadi bidadari, perlahan tubuhnya mulai menunjukkan perubahan dari kaki hingga ke atasnya. Dengan sekali putaran Sahira berhasil mengubah tubuhnya menjadi bidadari yang cantik jelita, bahkan tongkat bintang miliknya juga sudah muncul dan Sahira resmi berubah.


Wilona pun tampak senang dan puas akan itu, ia tersenyum licik penuh kepuasan menatap Sahira dari jarak dekat. Sementara Edrea yang masih dipengaruhi, hanya bisa diam melotot menyaksikan momen tersebut.


"Kamu harus menanggung akibatnya karena sudah membuat semua orang menderita!" ucap Sahira.


Perlahan Sahira mengangkat tongkatnya ke atas, seketika waktu terhenti sehingga semua orang termasuk temannya mematung dan tak bisa menyaksikan kejadian antara Sahira dengan Wilona.


"Hahaha, kenapa kamu harus menghentikan waktu? Apa kamu tidak ingin mereka semua melihat keganasan mu itu? Hey bidadari bodoh, nasib mu ada di tanganku sekarang karena sebentar lagi kamu akan segera mati!" ucap Wilona.


"Tidak perlu banyak bicara, kamu sudah banyak membuat teman-teman ku menderita! Sekarang saatnya aku membalas semuanya, bersiaplah menghadapi kehancuran!!" ujar Sahira mengangkat tongkatnya ke atas hingga mengeluarkan sebuah cahaya disertai bintang-bintang kecil.


"Kamulah yang akan hancur di tanganku, Sahira! Bidadari sepertimu tidak mungkin bisa mengalahkan aku, serahkan mustika merah itu padaku jika kau ingin selamat dan temanmu ini akan ku bebaskan!" ucap Wilona mengancam Sahira sambil merangkul Edrea yang masih diam mematung.


Sontak Sahira terdiam memikirkan perkataan selendang hijau tersebut, ia baru tahu jika sosok itu ternyata mengincar mustika miliknya. Pantas saja sang ratu mengingatkan dirinya untuk menjaga baik-baik mustika itu, ia pun dibuat bingung saat ini apakah tetap menyerang sosok itu atau menyerah demi keselamatan teman-temannya termasuk Edrea yang sedang dalam pengaruh sosok itu.


Wilona tahu kalau Sahira memiliki sikap lemah lembut, tentu Sahira tak mungkin tega membiarkan teman-temannya tersakiti apalagi sampai dijadikan budak pengabdi nya. Wilona terus mencecar Sahira dengan perkataan yang memojokkan sehingga bidadari itu makin dibuat bingung keputusan apa yang harus diambil olehnya saat ini, Sahira menurunkan tongkatnya kembali.


"Hahaha, kenapa kamu tidak jadi menggunakan tongkat itu? Ayo, serang aku!" ucap Wilona memancing bidadari itu agar menyerangnya.


"Bagaimana ini? Kasihan Edrea kalau sampai terus-terusan menjadi budaknya, tidak mungkin juga aku melawannya karena Edrea adalah temanku!" batin Sahira kebingungan.


Sahira langsung panik saat Edrea melangkah maju dan mengangkat tangannya ke atas, cahaya hijau berkumpul jadi satu di telapak tangannya. Ia pun menggunakan tongkatnya untuk membuat pertahanan menahan serangan Edrea.


Slaasshhh...


Edrea mengarahkan cahaya hijau itu ke arah Sahira, energinya cukup kuat hingga Sahira kewalahan untuk menahannya apalagi ia tidak mau mengeluarkan seluruh kekuatan karena takut melukai Edrea.


"Aaaa..."


Teriak Sahira saat cahaya itu berhasil menembus pertahanan miliknya dan membuat tubuhnya terpental jauh, Sahira tergeletak dengan punggung terbentur pagar sekolahnya. Sementara Edrea masih belum puas, ia kembali mendekati Sahira dan bersiap menyerang bidadari itu dengan kekuatan maksimal.


"Berhenti!"


Suara teriakan seorang pria menghentikan Edrea untuk mengeluarkan kekuatannya, ya tentu saja itu adalah Dimas yang muncul dari atas langit. Pria tersebut langsung mendekati Wilona untuk meminta istrinya itu berhenti menyiksa Sahira.


"Cukup, Wilona! Biar aku yang melanjutkan ini agar bisa berjalan dengan cepat..." ucap Dimas.


"Baiklah, sayangku! Hey, kemarilah tugas mu sudah selesai! Kerja bagus, gadisku!" ucap Wilona memanggil Edrea ke arahnya.


Edrea pun menurut lalu menghampiri Wilona, sedangkan Dimas kini yang maju mendekati Sahira. Gadis itu belum tahu kalau Dimas sudah berada di pihak yang salah, ia malah tampak sumringah melihat kedatangan kekasihnya.

__ADS_1


"Dimas, akhirnya kamu datang..." ucap Sahira menahan sakit di tubuhnya.


"Ya, tentu saja aku akan datang!" ucap Dimas tersenyum lalu berjongkok di hadapan Sahira.


"Aku tidak bisa menghadapi mereka, tolong bantu aku!" ucap Sahira menatap Dimas dengan tulus.


Dimas terdiam sejenak memandangi kecantikan gadisnya yang semakin bertambah, ada rasa tidak tega saat ia memandangnya apalagi sampai sekarang status mereka masih resmi berpacaran.


"Kamu tenang aja ya, aku akan bantu kamu kok!" ucap Dimas tersenyum memegang pundak Sahira.


"Terimakasih, maaf sebelumnya karena aku selalu bersikap seperti anak kecil sama kamu!" ucap Sahira matanya mulai berkaca-kaca menatap wajah Dimas.


"Tidak perlu meminta maaf, Sahira!" ucap Dimas.


Tiba-tiba senyum manis di wajahnya berubah menjadi senyuman kejahatan, ya rencana yang ia susun dengan matang berjalan mulus.


Deg...


Tepukan tangan Dimas di bahu Sahira membuat gadis itu terdiam mematung tak dapat bergerak, namun Sahira masih bisa melirik serta berbicara.


"Apa yang kamu lakukan, Dimas? Kenapa kamu begini sama aku?" tanya Sahira heran.


Dimas berdiri tegak tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah bidadari itu, dengan cepat Dimas mengambil tongkat milik Sahira lalu akan menggunakannya untuk mengambil mustika merah dari tubuh gadis itu.


"Hahaha, sebentar lagi mustika nya akan berada di tubuhku!" ucap Dimas tertawa kecil.


"Enggak, jangan Dimas! Tolong, kenapa kamu jadi seperti ini? Apa kamu lupa kalau kita saling mencintai, seharusnya kamu ada di pihak aku!" ucap Sahira mulai cemas dan panik karena Dimas mengetahui cara untuk mengambil mustika merah dari dalam tubuhnya.


"Omong kosong! Kalau kamu cinta sama aku, gak mungkin kamu dekat dengan lelaki lain! Sudahlah, sekarang aku akan merebut mustika itu dari kamu!" ujar Dimas emosi lalu mengangkat tongkat itu ke atas sehingga sinar putih keluar dari sana.


Dimas langsung mengarahkannya ke tubuh Sahira hingga gadis itu kesakitan, rintihan terus keluar dari mulut Sahira menahan rasa sakit yang diterimanya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...



...Jalan-jalan sama Alan kuy...


...❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2