Broken Angel

Broken Angel
Part 42


__ADS_3

Rey,tidak menanggapi pertanyaan marga,dia juga ikut duduk menyusul marga yang sudah duduk terlebih dahulu.Benar kata marga,berdiri terus hanya membuat kaki pegal dan kram.


"Aku ingin menunjukkan sesuatu pada mu, mengenai gadis anak didik mu".Ucap marga,sendu.


"Apa?".Tanya rey, penasaran.


Marga mengeluarkan iPhone nya dalam saku celana.Mengeluatkannya dengan hati-hati seakan terdapat harta Karun.


"Tapi,kamu jangan cengeng yah?,jadi laki-laki itu harus kuat".Ledek marga,di sertai tawa cekikikan.


"Sembarang kalau ngomong".Sahut rey."Mana".Pinta Rey sembari menengadahkan kepalanya tangan nya.


"Marga, menyodorkan iPhone ke tangan marga demi memperlihatkan kegiatan Allena di bawah pohon rindang.


Rey,mengamati bukti rekaman video yang sebelumnya sudah di rekam oleh marga.Wajahnya amat serius melihat rekaman itu,gurat wajahnya tiba-tiba mengeras seakan menahan emosi yang membuncah.


"Kurang ajar".Gertak Rey, mengepalkan tangan nya.Geram rey.


"Gue kira loe bakalan nangis sesenggukan kayak anak gadis habis si putus ma pacarnya, nyatanya kayak anak gadis lagi pms".Ledek marga,tak tau situasi dan kondisi sekali.


"Yah,lebih tepatnya kayak singa betina yang lagi kelaparan".Sahut Rey,menatap tajam pada marga.

__ADS_1


"Wuih,iblis nya udah keluar".Ledek marga lagi.


"Gak usah banyak bicara".Gertak Rey."Aku ingin kau menyelidiki kediaman Allan McQuarrie".


"Untuk?".


"Dia ayah kandung allena,bodoh?".


Marga menepuk jidatnya."Astaga".Ucapnya tak percaya."Jadi,cewek ini,anak dari seorang konglomerat?".


"Yuaps".


Kembali rey berdiam diri,memandang tubuh Allena yang meringkuk.Sedangkan,marga dia tengah asyik berkutat di layar laptopnya.Mencari tau tentang seseorang yang di minta oleh rey untuk di selidiki.


Jelas,ada raut khawatir dan kesedihan dalam diri Rey terhadap anak didiknya yang dia tau bukan sekedar mengkhawatirkan,ada perasaan lain dalam diri rey terhadap allena.


"Menikmati air hujan, berjingkrak-jingkrak bak anak kecil dan bernyanyi seakan melepas beban pikiran.Apa serumit itu beban pikiran mu, allena?".Tanya rey pada diri sendiri.


Marga di sampingnya tidak menanggapi ucapan rey.Dia fokus menjalankan perintah rey.Tak ingin terlewatkan barang sedikit informasi pun tentang Allena dan kehidupan orang tuanya.


Semua yang ada dalam diri orang tuanya dan juga permasalahan yang terjadi,tentu ada kaitannya dengan keadaan Allena yang sekarang.

__ADS_1


Allena,bagaikan anak kucing yang tersesat,bak itik yang kehilangan induknya.Jalan hidupnya begitu berliku dan terjal untuk dia lewati di umurnya yang bahkan belum genap 18 tahun ini.Dia memang mempunyai segala fasilitas yang tidak di miliki oleh orang lain,tapi jauh di dalam hinggar bingar kemewahan,jauh di dalamnya terdapat luka hati dan psikisnya terganggu.


"Oh my good".Teriak marga.


"Pelan kan suara mu, bego".Gertak rey.


"Sorry".Sahut rey sembari menutup mulutnya menggunakan telapak tangan nya.


"Apa yang kau temukan hingga kau berteriak seperti itu?".Tanya Rey, mendekat kearah marga.


Marga, menyodorkan laptop nya kearah rey.Membiarkan rey membaca sendiri hasil penyelidikan nya.


"Najis".Gertak rey."Pantas hidup Allena begitu bebasnya dan begitu urakan, ternyata memang orang tua nya goblok".Gertak Rey,tak bisa menahan emosi nya.


"Pelan kan suara mu, bego".Sindir marga.


Rey malah menyengir kuda."Sorry,saking terkejutnya.Lupa diri,lupa pada orang yang tengah terbaring sakit".


"Apa yang kalian temukan?".Suara wanita berhasil membuat rey dan marga saling pandang dan salah tingkah.


"Allena".Ucap marga dan Rey bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2