Broken Angel

Broken Angel
Part 52


__ADS_3

Puk..Puk..Puk


Allena keluar dari balik persembunyian sembari bertepuk tangan, memberikan applaus untuk dua orang bawahan karena dengan entengnya bisa bergosip di saat mereka seharusnya mengerjakan pekerjaan mereka.


"Hebat.. Luar biasa.Apakah ini, pekerjaan tambahan Kelian di saat majikan kalian tidak ada?".Sindir Allena,begitu menohok.


Pak tejo dan bi Surti,saling pandang.Terkejut,sudah pasti dan tentunya malu ketahuan tengah membicarakan majikan mereka sendiri.


Pak tejo dan bi Surti mendekat kearah Allena,bersujud di kakinya,memohon sebuah ampunan atas kelancangan mereka.


"Ampun non".Bi Surti mengiba,di ikuti oleh pak tejo yang harus kembali menyesal karena gagal melindungi majikannya sendiri.


"Maafkan mamang non,mamang tidak bisa menjaga ibu".Mohonnya di sertai dengan Isak tangis.


Allena,tak bergeming dengan permohonan ampunan mereka.Sudah ketahuan tak becus kerja, sekarang dengan gampangnya mereka memohon ampun.


Allena tersenyum smirk."Trik lama".Ucapnya ketus.


Lama bi Surti dan pak tejo,bersujud di kaki Allena.Tapi, majikannya yang satu ini memang terkenal dengan ketidakpedulian nya terhadap bawahan nya sendiri.

__ADS_1


"Hoam".Allena menguap,lama berdiri dengan dua orang yang berada di bawahnya tanpa mau beranjak sedikitpun,membuat Allena mengantuk.Rasa laparnya sudah terbit saat dengan tidak sengaja dia mendapati satpam dan asisten rumah tangga nya,tengah asyik membicarakan majikan nya.


"Bangun".Sentak allena,sembari mundur tiga langkah menghindari tangan Bu Surti dan pak tejo yang menyentuh kakinya.


Pak tejo dan bi Surti bukannya menuruti perintah Allena,malah mereka semakin menunduk.


"Gue bilang,bangun yah bangun.Apa dengan bergosip membuat kalian menjadi tuli?".Tanya allena.


Dengan spontanitas nya dan kepolosan nya,pak tejo menganggukkan kepalanya."Heem". Ucapnya ,polos.


Allena, terkekeh."The real of karma".Sahutnya.


Pak tejo yang tidak menyadari akan kepolosannya,saling pandang dengan bi surti.


Bi Surti dan pak tejo, dengan segera bangkit berdiri.Menghidari amukan Allena yang mungkin bisa menjadi-jadi.


"Maaf non".Ucap pak tejo,sembari menunduk."Maafkan saya yang tidak mampu melindungi ibu dari amukan bapak". Ucapnya lagi,penuh dengan penyesalan.


"Saya,juga minta maaf non".Sambar bi Surti.

__ADS_1


"Lebaran masih lama,ngapain juga pake acara maaf-maafan?".Celetuk Allena.


"Jadi?".Pak Tejo mengangkat kepalanya,senang karena majikan nya memaafkan kesalahannya."Jadi non, memaafkan saya dan juga bi Surti"? Tanya pak tejo,antusias.


"Haha..haha".Allena tertawa terbahak-bahak,memang satpam nya yang satu ini benar-benar polos.


Bi Surti dan pak tejo kembali saling pandang,tak mengerti dengan sikap majikannya yang tiba-tiba tertawa dengan begitu kerasnya.Sekaligus merasa senang karena majikan nya yang tak sedikitpun tersenyum bahkan tertawa pun jarang, akhirnya bisa tertawa lepas juga.


"Bapak memang polos".Ucap Allena,sembari menepuk pundak pak tejo."Lagian siapa juga,yang memaafkan bapak dan bi Surti".Ucapnya,tegas.


"Lah,tadi apa dong?".


"Maksud gue,ntar maafin loe nya kalau udah lebaran tiba".Jelas Allena.


"Masih lama dong".Celetuk pak tejo.


"memang masih lama mamang.Dan sekarang sebagai hukumannya,lari mengelilingi rumah ini sebanyak 100 kali".Katanya."Dan untuk bi Surti,cepat buatkan saya makanan,sebab saya sudah merasakan lapar".Kata Allena lagu sembari menatap bi Surti.


Bi Surti dan pak tejo dengan sigap menuruti perintah Allena, mereka berjalan ke tempat yang di perintahkan.Dalam hati mereka mengucapkan syukur,karena hukuman yang mereka dapatkan lebih ringan daripada harus di potong gajih, seperti yang sudah-sudah terjadi.

__ADS_1


"Kalian boleh senang karena hari ini pak tejo udah buat gue senang juga.Tapi,gak tau untuk nanti,mungkin lebih dari sebuah potongan gajih ".Ucap Allena, setelah kepergian pak tejo dan bi Surti.


Bukan Allena namanya jika di dalam otaknya tidak terdapat rencana jahil nan licik.Mirip sekali dengan sang ayah.


__ADS_2