
Allena tergugu mendengar perkataan mamah Sri yang seolah-olah menjawab rasa bimbang dan keraguan nya terhadap nasib hidupnya,segala permasalahan yang ada dalam hidupnya dan bahkan pertentangan nya terhadap orang tuanya.
Mamah Sri yang menyadari perubahan mimik wajah Allena,semakin merapatkan diri pada tubuh ringkih itu yang sekarang semakin kurus dan berwarna coklat akibat terbakar sinar matahari.
"Aku tau,kamu sedang lari dari masalah mu".Ucap mamah Sri."Aku lebih tau apa yang tidak kamu tau,lebih dulu hidup ku ketimbang kau.Allena".Jelas mamah Sri.
Allena,semakin dibuat heran dengan perkataan mamah Sri.Lagi-lagi dia seperti tau jalan hidupnya, cerita dan nasib yang di lalui nya.
"Bagaimana mamah tau, tentang keluarga ku?".Tanya allena, penasaran.
Mamah Sri bukannya menjawab,dia malah menoleh kearah kamar.Tempat dimana,kedua malaikat kecilnya tengah tertidur lelap,di buai mimpi,tak mengerti akan pahit nya jalan hidup yang harus mereka lalui.
Mau tak mau Allena juga menoleh kearah kamar, tempat kedua bocah cilik yang selama ini menjadi adik angkatnya, tengah tertidur.Tidak merasa terganggu sedikitpun dengan pembicaraan mereka.
"Apa kau seorang paranormal?". Tanya allena lagi.
"Aku bahkan tau,akar masalah dalam rumah mu".Celetuk mamah Sri.Dia menoleh kearah Allena."Aku tau kamu bukan anak sembarang,aku juga tau kamu sedang lari menjauh dan yang pasti kamu korban Broken home".Jelas mamah Sri.
__ADS_1
Deg
Seakan di sayat sembilu, penjelasan mamah Sri memang benar adanya,tak kurang dan tak lebih.Sekali lagi allena di buat heran dengan perkataan mamah Sri yang mengetahui seluk-beluk permasalahan hidupnya.
Mamah Sri menepuk pundak Allena."Kamu pasti bertanya-tanya kenapa aku bisa tau tentang masalah hidup mu?".
Allena menganggukkan kepala."Yah". Jawabnya polos.
Mamah Sri mengusap puncak kepala Allena, memberikan ulasan senyum terindahnya dan mengenggam tangan allena."Aku tau Al,aku tau".Ucap mamah Sri lirih.
Air mata yang sejak tadi menganak dalam pelupuk matanya yang sayu,kini tak bisa lagi terbendung.Air mata itu berjatuhan kala dia mengingat kembali kenangan-kenangan pahit setelah dia di jatuhkan talak oleh suaminya tanpa harta benda yang dia bisa bawa.
"Allena,kembalilah ke rumah orang tua mu".Ucap mamah Sri lirih."Kembalilah,pasti mereka merindukan mu". Katanya lagi, meyakinkan hati Allena yang dia tahu,hatinya penuh dengan kebencian.
Allena menggelengkan kepala,tak setuju dengan ucapan mamah Sri.Selama satu bulan penuh ini dia sudah berlari sejauh mungkin dan sekuat tenaga dia lupakan tentang orang tuanya, tentang kemewahan,tentang pria yang telah menorehkan luka dan pria yang..
Tunggu!entah mengapa pemikiran Allena terhenti pada satu sosok remaja tanggung,pria itu yang telah memberikan earphone dan memberikan sedikit ketenangan baginya.
__ADS_1
Yah,Allena terlupa pada sosok laki-laki yang tanpa sengaja di temuinya,tentang senyuman itu, tentang earphone itu.
Dengan langkah lebar,Allena berjalan kearah kardus, tempat penyimpanan pakaiannya dan kebutuhan nya.
"Dimana?".Tanya allena,sembari mengacak-acak pakaiannya.
Mamah Sri, menatap bingung kearah Allena.Seingatnya dia hanya memberikan sedikit nasehat dan menyuruh Allena pulang,bukan mengacak-acak pakaiannya.
Semakin Allena mengaduk seisi kardus nya, semakin di buat pusing kepala Allena karena benda yang di carinya ternyata tidak di temukan.
"Cari apa?". Tanya mamah Sri.
"Cari earphone".Sahut Allena, sembari terus menelisik isi kardus beserta kantung celana dan bajunya.
Allena,mendesah frustasi karena benda yang amat berharga dan yang dia jaga itu ternyata sudah raib,entah kemana.
"Arggggh".Teriak Allena, kalap.
__ADS_1
Mamah Sri mendekat kearah Allena, membungkam mulut Allena yang berteriak tak tau aturan."Pelan kan,suara mu Allena". Peringkat mamah Sri.
Allena duduk termenung, meratapi benda kesayangan dan aset berharga nya yang hilang,tak di temukan tanpa jejak.