Broken Angel

Broken Angel
Part 159


__ADS_3

Allena benar-benar merajuk bak anak kecil.Ibaratnya sudah jatuh, tertimpa tangga pula.Sudah jatuh bertabrakan dengan tubuh Rey, sekarang jatuh di gendongan rey.


"Allena tunggu".Teriak Rey, berusaha mengejar allena yang sedang merajuk.


Dia,mana peduli dengan teriakan Rey.Kepslang sudah kesal,di buat sakit sekujur tubuhnya.Sekarang dia semuanya memerintah, begitu pikiran Allena terhadap rey.


"Mau,kemana bocah tengil?".Rey,berhasil menangkap tubuh allena.


Bukan allena namanya,jika dia tidak memberontak dari cengkraman tangan rey di pergelangan tangan nya."Loe itu yah,udah salah gak mau minta maaf pula".Sentak Allena.


Dua sejoli ini,memang sama-sama keras kepala dan Egois.Sama-sama tidak mau mengalah,demi ego sendiri.Begitu lah rey,tak mau mengakui kesalahannya.


Walau Allena,menendang,memukul,menjambak bahkan mencakar lengannya.Tak dia pedulikan.Yang dia pedulikan adalah allena tetap berada dalam jangkauan nya, sesuai dengan janji tak terucap nya pada gadis kecil yang dia temui secara tidak sengaja.Apalagi ada kesamaan nasib dan tujuan.


"Luka fisik tak sebanding dengan luka hati".Sentak rey.


Deg


Allena, menghentikan aksi brutalnya pada Rey.Kata-kata Rey, seakan menghujam jantungnya.Memang benar,luka fisik tak seberapa bila di bandingkan dengan luka hati.Seakan dia kembali mengingatkan akan pertengkaran orang tuanya.


Allena,diam mematung.Pikirannya kembali terngiang-ngiang pada kejadian lima tahun yang lalu.Dimana tidak hanya adu argumen saja tetapi di sertai dengan kekerasan dalam rumah tangga orang tuanya.

__ADS_1


Kata-kata rey persis seperti yang di ucapkan oleh mamah Axel.Begitu jelas hingga dia tak sadar menutup kedua telinganya dengan menggunakan kedua tangannya.


"Silahkan kau lukai aku karena luka fisik. tak sebanding dengan luka hati".


Kata-kata mamah Axel, begitu jelas terdengar di telinga nya.Memekakan telinganya, begitu jelas kenangan nya, begitu jelas peristiwa nya.


Rey,mencoba mendekati Allena yang terus menghindar sembari menutup kedua telinganya.


"Tidak..."Teriak allena.


Semakin di buat khawatir saja Rey pada kondisi Allena.Lihatlal dia yang menutup telinganya sembari menggeleng-gelengkan kepala dengan duduk berjongkok, sesekali berlari.Amat memilukan di lihat.


"Tidak.Aku mohon hentikan".Allena berteriak histeris.Terus memohon sesuatu yang belum di mengerti oleh rey.


Dengan sigap rey memeluk tubuh allena.Menenanfkan jiwa rapuh dan raga tak sekuat pundak nya.


"Allena".Rey, menenangkan Allena dengan mengusap punggungnya.


"Tidak".Teriak Allena kalap.


Rey,memeluk semakin. erat tubuh Allena.Menenangkannya beberapa kali.Hingga tubuh Allena ambruk, beruntung dengan sigap tangan rey menangkap tubuh allena sebelum jatuh ke bawah.

__ADS_1


Allena,tak sadarkan diri dalam dekapan rey.Saking khawatir nya rey, tanpa pikir panjang dia membawa Allena ke dalam mobilnya dengan tujuan rumah marga.Yah,rumah marga.Teringat akan pesan marga.


"Allena,sadar".Ucap Rey, sembari fokus menyetir.


Allena bahkan tak mampu mendengar teriakkan rey,yang henti-hentinya memanggil dengan perasaan was-was dan cemas.


Dengan kecepatan penuh Rey,menancap pedal gas nya melesat melaju menuju kediaman marga.


Tok...Tok..Tok


Dengan langkah kaki nya yang lebar dan Allena yang berada dalam gendongan nya.Rey,mengetuk pintu rumah marga dengan perasaan cemas.


"Marga,buka pintunya".Teriak Rey,menggema memekakkan telinga.


Marga yang kebetulan tengah bersama aida di ruang tamu mendengar teriakkan rey.Tak kalah khawatir dia mendengar teriakkan Rey.Marga keluar bersama dengan aida.


Baru juga marga, membuka pintu.Rey,sudah menyelonong masuk ke dalam tanpa kata salam bahkan sang tuan rumah pun belum mempersilakan masuk.


"Rey".Panggil marga,tak mengerti dengan situasi nya.Dia berjalan di belakang rey dengan tatapan meminta penjelasan.


"Allena!".Seru Rey."Dia pingsan,tolong".Rey, berteriak cemas.

__ADS_1


__ADS_2