Broken Angel

Broken Angel
Part 136


__ADS_3

Dengan mulut penuh,Allena membalas senyuman rey.Mempeelihatkan mochi yang sudah di cabik-cabik oleh gigi geraham Allena,tak lupa lesung pipi itu terlihat memperindah senyuman manisnya.Sama seperti rey.


"Kau memiliki lesung pipi?".Tanya Rey, seakan tak percaya dengan penglihatan nya.


"Dari orok".Sahut Allena.


"Tak ku sangka".Ucap rey, setengah berbisik.


Yah,satu lagi kesamaan antara dirinya dengan Allena.Yaitu memiliki lesung pipi yang memperindah senyuman mereka.Kesamaan nasib dan ciri fisik inilah tak pelak Rey dan Allena seperti adik-kakak apalagi baju mereka sama.


Rey,diam memperhatikan Allena yang sibuk dengan sangkar bambu di tangan nya dengan mulut sibuk mengunyah mochi dalam bentuk bulat kecil.Tiba-tiba ide jahil tercetus di benak Rey,saat dia tak sengaja melihat tepung kanji mengotori bajunya.


Dia secara perlahan-lahan,mengambil sangkar burung bekas tempat mochi milik allena.Dia oleskan tangannya ke dalam sangkar bambu yang terdapat Baluran tepung kanji.


Allena yang sibuk dengan makanan nya tanpa menawari Rey,ikut makan bersama nya.Tak menyadari tangan rey bergerak nakal,mengincar pipinya.Rey, dengan cepat mengoles pipi allena dengan tepung kanji,tak hanya sedikit melainkan banyak karena Rey mengambil tepung kanji itu di dua sangkar bambu sekaligus.


Allena,jelas dia meradang saat tangan nakal rey membaluri pipinya dengan banyak taburan tepung kanji.Lagi-lagi Rey menganggu kegiatannya, kesenangan nya dan juga kebahagiaan nya.


"Sialan loe".Gertak Allena, bangkit berdiri hendak menghajar Rey.

__ADS_1


Tapi, sekali lagi rey berhasil menghindar."Ayo kejar,kalau berani".Tantang rey,sembari berlari keatas.


"Kampret loe,bangsat loe".Sederet kata cacian Allena lontarkan untuk rey yang selalu menjahili dirinya.


Tertantang dengan ucapan rey,Allena mengejar rey dengan semangat 45,kali ini tak akan dia kasih ampun walau dia berlutut 7 tahun,7 bulan,7 jam,7,menit,7 detik bahkan 7 turunan pun tak akan dia ampuni.Sudah kepalang kesal,hari ini dia di buat emosi oleh rey.


Tapi,niatan Allena harus di urungkan tatkala rey berjalan menuju tempat pemeriksaan tiket.Dimana,disana terdapat orang yang hendak menuntun mereka agar mereka bisa masuk ke tempat tujuan mereka.


"Benar-benar licik nih orang".Ucap Allena, mengepalkan tangan.


Rey,yang menyadari raut kesal nya.Dia hanya terkekeh geli,melihat wajah kesalnya sekaligus menunjukkan ruam merah di wajahnya.


"Cemberut?,cemberut mata loe cemberut".Sahut Allena.


Rey,mengandeng mesra tangan allena layaknya sepasang kekasih tanpa memperdulikan raut wajah Allena yang semakin cemberut dengan ruam merah yang jelas begitu terlihat seperti kepiting rebus saja dia.


"CK,sok mesra amat".Gerutu Allena,tanpa melepaskan genggaman tangan rey yang kembali menyeret paksa diri nya.


"Diam dan ikuti langkah kaki ku".Ucap Rey.

__ADS_1


Hal yang seperti inilah yang di benci Allena pada Rey,selain sifatnya yang suka memaksa,dia juga sering mengganggu kesenangannya.Amat berbeda dengan marga.


Rey,menarik paksa tangan allena untuk terus mengikuti langkah kakinya,menuju ruang pemeriksaan tiket.


Disana sang penjaga tiket menanyai tentang tiket mereka,menscan nya sebelum pintu masuk terbuka.


Rey dan Allena terus melangkah mengikuti instruksi petugas yang menuntun jalan mereka.Mereka di bawa ke bus pariwisata yang khusus mengangkut pengunjung menuju kawah putih.


Sepanjang perjalanan Allena mengerutkan keningnya."Kenapa kita naik mobil ini?".Tanya allena, duduk manis di samping rey.


"Ini namanya ontang-anting.Mobil khusus untuk mengangkut pengunjung menuju kawah putih".Jelas Rey, panjang lebar.


"Oh".Allena hanya beroh ria.


Ternyata mobil yang di maksud bernama ontang-anting dimana ini seperti bus pariwisata yang ada di Inggris tapi tak bertingkat ini masih menunggu penumpang yang memenuhi mobil dengan kapasitas 8-9 orang ini.


"Apa masih lama?".Tanya allena,jenuh terus menunggu.


"Sebentar lagi".Sahut rey,sembari memangku kamera nya diatas pahanya.

__ADS_1


__ADS_2