Broken Angel

Broken Angel
Part 153


__ADS_3

Allena,terkekeh dengan raut wajah penasaran Rey diantara fokusnya berkendara.Membagi fokus dan penglihatannya antara dirinya dan juga berkendara.


"Ada yang lucu?". Tanya Rey, mengerutkan keningnya.


Allena, menggerakkan jari telunjuknya.Memaju mundurkan nya, seakan meminta Rey mendekat.


"Aku,lagi nyetir.Allena".Sentak rey.


"Bisa kan kita berhenti dulu?".


"Tidak bisa,jalanan sedang padat".


Allena, menepuk jidatnya."Maksud ku,kita bisa menepi dulu kan di pinggir jalan?.Sentak Allena.


"Oh".


Tanpa banyak basa-basi,Rey menambah kecepatan laju berkendara nya sambil mencari tempat untuk menghentikan mobilnya.Tidak mudah,mencari tempat untuk parkir di tengah padatnya kendaraan.


Susah payah Rey,mencari tempat untuk bisa parkir sebentar.Menuruti kemauan Allena.Sepasang matanya telah menangkap tempat yang cocok untuk menghentikan mobilnya.


"So".Ucap rey."Apa yang ingin kamu bicarakan?".Tanya Rey, langsung pada intinya.


Dengan santai nya allena,duduk bersandar di kursi, seakan Tengah berjemur di terik nya matahari.


"Penasaran apa penasaran?".Goda Allena,tersenyum manis.

__ADS_1


"Aku gak suka main-main yah,Allena".Gertak rey, menatap tajam pada gadis kecilnya."Kau katakan saja,gak usah main rahasia-rahasia an sebab aku bukan anak kecil lagi".


"Kalem bos".Sahut Allena,tak terpancing sama sekali dengan nada bicara rey yang meninggi.


Allena,merubah posisi duduknya.Kali ini,dia duduk menyerong.Menghadap Rey."Aku ingin pergi ke bar".


"What?".Rey,terlonjak kaget begitu mendengar keinginan Allena."TIDAK BOLEH".Rey, bahkan menyilang kan tangan nya,membentuk huruf X,yang artinya di larang keras.


"Itu, sebagai syarat untuk sepenggal cerita ku.Hidup ku bahkan terlalu berharga untuk sekedar menghabiskan sebotol wine".Jelas Allena,santai sekali memberikan persyaratan.


Rey, menggelengkan kepalanya."Lebih baik,kau ngamuk sekalian daripada ku turuti mau mu".Sentak rey,kembali melajukan mobilnya tanpa menghiraukan permintaan allena.


Allena,menekuk wajahnya.Tak di sangka nya Rey, bersikap seperti ibunya bahkan melebihi sikap ibu nya.Dia kira, sepenggal cerita nya bisa di tukar dengan sebotol wine, nyata nya memang hidupnya tak berarti bahkan bagi orang tua nya sendiri.


Marga dan aida telah selesai membeli perhiasan sebagai salah satu syarat lamaran.Kini, kedua nya tengah duduk sambil menanti makanan mereka siap di hidangkan.


Sedari tadi aida terus melamun, memikirkan wanita yang bernama allena.Wanita yang seperti nya hendak mengatakan sesuatu.Namun, terhalang oleh tangan rey.


Marga,menyadari ada raut yang berbeda dari kekasihnya.Tak biasanya sang kekasih bermuram durja, bicara pun sangat irit.


"Aida".Panggil marga,menyentuh lengan aida.


Yang mendapatkan panggilan tidak menjawab,dia sibuk dengan lamunan nya sendiri tentang wanita yang baru dia temui.


"Aida".Panggil marga, sekali lagi.

__ADS_1


Kali ini,aida menoleh."Yah".


Benar dugaan marga,ada sesuatu yang mengganjal di hati kekasih yang dia duga itu mengenai pertemuan tak sengaja nya dengan Allena.


"Apa yang kau pikirkan?".Tanya marga,duduk lebih dekat dengan aida.


"Apa yang aku pikirkan?".Aida,membeo.


"Yah,apa yang kamu pikirkan?,aku lihat kamu melamun terus sejak bertemu dengan wanita bernama Allena".Tebak marga,menyelidik.


Aida, terdiam.Seharusnya dia sadar bahwa marga mampu menebak isi pikiran orang lain,termasuk isi hatinya.Dia dengan kemampuan nya bisa tau,apa yang ada di dalam pikiran dan hatinya.


"Aida ".Sentak marga.


Aida, bukan nya menjawab panggilan marga.Dia malah semakin diam seribu bahasa sembari menundukkan pandangannya dari marga.Takut dan malu berkata jujur.


Marga, menghela nafas nya secara kasar.Dia memang bisa membaca pikiran lawan bicaranya.Tapi,untuk kekasihnya ,untuk mahkluk lemah namun kuat,untuk mahkluk bernama WANITA.Itu adalah kelemahan nya,tak mudah membaca pikiran seorang wanita.


"Aida,aku mohon jujur lah pada ku jangan ada rahasia diantara kita".Pinta marga, memelas.


"Aku atau kamu?". Dengan suara berat,aida melontarkan pertanyaan."Aku atau kamu yang main rahasia?". Tanya aida, mengangkat kepalanya secara perlahan.


Marga, sekali lagi tak mengerti dengan pertanyaan aida.".Aku?".Marga,membeo.


Aida, mengangguk kepala nya."Yah kamu.Kamu yang jauh di mata namun dekat di do'a".Jawab aida, memberikan kata-kata menohok.

__ADS_1


__ADS_2