Broken Angel

Broken Angel
Part 162


__ADS_3

Aida,menuntun Allena untuk duduk di kursi.Menenangkan diri agar dia bisa berbicara dari hati ke hati.Buksn berdasarkan emosi sesaat, karena untuk kasus Allena.Dia mudah tersinggung bila membahas suatu perkara berkaitan dengan masa lalunya.


Di bawah tatapan rasa ingin tau rey.Allena duduk di kursi dengan di dampingi oleh aida.Wanita itu dengan sabar menuntun langkah Allena seperti dia menuntun anak kecil.Seperti itulah perlakuan aida terhadap allena.


"Allena".Lembut sekali aida,memanggil nama Allena."Are you ok?".Tanya aida, memperhatikan raut wajah Allena.


Allena,masih menangis sesenggukan.Belum bisa di ajak untuk berbicara.Hati dan pikirannya masih tertuju pada masa lalu.Bayang-bayang akan masa lalu kelam itu terus terngiang-ngiang dalam pikirannya.


"Mamah".Ucap lesu,Allena."Mamah".Allena, menekan-nekan dadanya terasa sakit bola mengingat nya.


Khawatir sekali Rey terhadap kondisi Allena.Dia duduk di samping Allena sambil mengelus puncak kepalanya.


"Kalau kamu gak kuat.Jangan di paksa".Rey,memegang kepala allena.Menyandarkan kepala Allena ke pundaknya.


"Mamah!".Seru Allena.Ingin rasanya dia bercerita,tapi tak kuat.

__ADS_1


"Gak papa Al,jangan di paksa".Ucap lembut rey.


Aida, tanpa terasa dia meneteskan air matanya.Bagaimanalah hidup seorang anak yang berada di lingkungan tak sehat dan dia menerima sebuah pengabaian dari orang tuanya.


Haus akan kasih sayang dan butuh di perhatikan.Itu yang allena inginkan.Tapi,sayang sekali lagi sulit untuk allena wujudkan.Memang tak sedikit anak korban broken home, hidupnya berantakan dan bahkan tak memiliki masa depan.


"Mamah Axel,mengalami kekerasan fisik dari ayah ku.Rey". Dengan sekuat tenaga Allena mulai bercerita."Aku bahkan menyaksikan sendiri dengan mata kepala ku sendiri.Rasanya sakit,Rey".Ucap pilu Allena.


"Tapi,rasa kasihan ku pada mamah ku telah tergantikan oleh rasa benci.Benci yang amat dalam karena aku pun tak pernah merasakan kasih sayang dari nya.Aku anak yang tak di inginkan dan tak di harapkan".


"Tidak Allena,kamu tidak bisa berbicara seperti itu".Ucap Rey,menatap penuh kasih pada allena."Kamu tidak sendiri,Allena.Ada aku".


"Kamu tidak seperti aku".


"Aku tidak seperti mu,tidak bisa merasakan kebahagiaan di masa kecil karena tuntutan orang tua dan didikan keras mereka".Rey, berusaha menguatkan allena.

__ADS_1


Allena,mundur satu langkah.Dia bergeleng kepala."Tidak rey,aku dan kamu berbeda.Ada cerita kita yang berbeda".Ucap lirih allena.


Karena tak kuat lagi aida berdiam diri menyaksikan Allena dalam kesedihan dan luka hati.Aida,kembali berhamburan, memeluk tubuh ringkih Allena.


Bahkan marga pun,menatap aida dengan tatapan tak percaya nya."Tak ku sangka kau bisa tersentuh dengan cepat,aida".Gumam marga.


Marga,memang tak percaya dengan aida bukan masalah pelukannya tapi dia bisa dengan cepat tersentuh.Padahal sebelum memutuskan untuk bertemu dengan Allena pun itu ada intrik drama diantara mereka.


Dengan sabar marga menjelaskan, hati-hati setiap perkataan agar tak menyinggung ke dua belah pihak.Berakhir aida,menyetujui saran marga meski di hatinya masih terasa berat.


Tapi,saat bertemu langsung dengan allena.Menatap secara intens.Aida,luluh begitu saja dengan penderitaan yang di alami oleh allena.


"Terimakasih ya Allah SWT kau telah membolak-balik hati yang keras menjadi lembut dan penuh kasih".Bisik marga, melantunkan do'a-do'a atas kelembutan hati aida pada Allena.


"Apa yang kamu inginkan,dek?".Aida, mengajukan pertanyaan.Berharap itu bisa memberikan solusi.

__ADS_1


__ADS_2