Broken Angel

Broken Angel
Episode 183 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 83


...•...


...|||...


...happy reading....🎉🎉🎉...


...✨✨✨...


Geng wild blood tengah kumpul-kumpul di markas baru mereka yang tiada lain adalah warung babeh tempat dulu mereka juga suka nongkrong sambil jajan.


Sengaja babeh meminta mereka untuk kumpul disana agar warungnya laris dan banyak yang beli, walau sebenarnya hanya beberapa saja yang jajan disana sisanya mah ngobrol doang.


"Eh guys, menurut kalian si Lucas itu peduli gak sih sama geng kita? Masa dia sampe sekarang belum urus soal markas kita yang dibakar orang, harusnya kalo emang dia peduli ya dia cari dong pelakunya itu! Lah ini malah asik asikan pacaran mulu...." ujar Daffa.


"Iya tuh bener kata si Dapa, kayaknya Lucas udah mulai ngelupain geng kita deh sejak jadian sama Sahira! Dia jadi lebih mentingin ceweknya daripada geng wild blood!" saut Geri.


"Kalo begini terus kita bukan lagi raja jalanan namanya, masa markas aja gak punya! Udah gitu sampe sekarang kita juga belum bisa ungkap siapa pelaku yang udah bakar markas kita, mau taro dimana muka kita? Harga diri geng kita udah diinjak-injak!" ujar Zaki.


"Sabar guys, mungkin Lucas punya rencananya sendiri kali dan gak mau kasih tau kita supaya gak terjadi perang lagi! Gak mungkin lah Lucas lupain geng yang udah dia bangun sejak lama ini, ayolah berpikir positif guys!" ucap Wildan.


"Nah ini nih, kebanyakan berpikir positif jadinya gak bisa buka matanya lebar-lebar! Udah jelas kalo si Lucas itu cuek sekarang ke kita, masih aja dibela! Heh Wildan, lu dibayar berapa si ha sama si ketua bucin itu??" ujar Geri.


"Apaan sih lu Ger? Gua bukannya belain Lucas, tapi emang kita gak boleh mikir yang enggak-enggak sama ketua kita sendiri!" ujar Wildan mulai emosi meladeni sikap teman-temannya yang kurang dewasa.


Lalu, babeh yang tak tahan lagi dengan perdebatan itu pun keluar dari warungnya menemui mereka.

__ADS_1


"Heh heh, udah jangan pada ribut! Gak baik sesama teman ribut kayak gitu, bener apa yang dibilang si Wildan kalian gak boleh suudzon sama Lucas! Udah nih mending kita semua pada ke masjid dah bareng-bareng, dah mau Dzuhur nih yok kita shalat berjamaah!" ucap babeh menenangkan suasana yang panas.


Semua anggota wild blood setuju dan jalan bersama-sama menuju masjid dipimpin oleh babeh, walau masih tampak kekesalan di wajah mereka semua akibat perdebatan tadi.


Naasnya, saat dalam perjalanan ke masjid mereka malah bertemu alias dihadang oleh sekumpulan anak geng motor yang berjumlah cukup banyak.


"Waduh siapa mereka? Berani-beraninya masuk ke kawasan kita kayak gini," ujar Wisnu.


"Udah jelas ini pasti karena si Lucas yang bucin itu! Sekarang kita udah gak ada harga dirinya lagi dan gak ada yang takut lagi sama kita!" ucap Daffa.


Motor motor itu memutari mereka sehingga babeh serta anak wild blood membentuk lingkaran berjaga-jaga akan serangan dari geng motor itu.


Namun, rupanya mereka hanya melakukan itu sambil menertawakan wild blood tanpa menyerang apalagi melukai anggota wild blood.


"Kurang ajar tuh mereka, bisa-bisanya kita diketawain dan direndahin kayak gitu! Awas aja bakal gue bales tuh geng gak jelas!" ujar Geri emosi mengepalkan tangannya.


"Sabar Ger, kagak boleh tuh balas balas kayak gitu gak baik! Udah yok kita kan mau jamaah, hilangin semua pikiran buruk lu lu pada! Mau ketemu Allah kita harus bersih..." ujar babeh.


Semuanya manggut-manggut lalu lanjut berjalan menuju masjid bersama babeh.


Disisi lain, jam pulang sekolah telah tiba dan Kania seorang diri langsung keluar kelas menuruni tangga dan hendak menuju gerbang sekolah untuk pulang.


Namun, tiba-tiba ia merasa kebelet dan akhirnya memutar balik ke arah toilet lantai bawah tempat Sahira sebelumnya bertemu sosok seram disana.


Begitu masuk ke dalam toilet itu, Kania tampak santai-santai saja karena memang sudah tak ada apa-apa disana.... ia mengunci pintu dari dalam lalu buang air kecil disana.


Tak lama setelahnya, datang segerombolan anak cewek ke toilet tersebut sambil berbincang-bincang membuat suasana jadi ramai.


Kania yang telah selesai buang air pun membuka pintu lalu keluar, tapi anehnya suara ramai tadi mendadak hilang tanpa jejak membuat Kania kebingungan.


"Loh perasaan tadi kayak ada suara orang, ah mungkin udah pada pergi kali ya? Biarin aja deh gak penting juga...." ujar Kania coba berpikir positif.


Disaat ia melangkah keluar, ia malah bertabrakan dengan tubuh seorang pria dan hampir terjatuh jika tangan kekar tak menahannya.


"Lu gapapa?" tanya pria itu menanyakan kondisi Kania yang tertabrak olehnya.

__ADS_1


Kania menatap wajah pria itu, tentu ia sangat mengenalnya karena dia adalah Aldi pria yang telah membuatnya malu satu sekolah.


"Gapapa, lepasin!" ujar Kania berontak dari pegangan Aldi dan berhasil karena pria itu memang sengaja melepaskannya.


"Kania, boleh kita bicara sebentar?" tanya Aldi.


"Gak bisa maaf, gue harus pulang!" jawab Kania singkat, padat dan cuek alias jutek.


Kania membenarkan posisi tasnya lalu berputar badan dan pergi meninggalkan Aldi yang masih terpaku disana dengan kesedihannya.




Sementara itu, Lucas sudah stay menunggu di depan kelas Sahira saat gadis itu keluar setelah selesai jam pelajaran di kelasnya.


"Siang cantik!" ucap Lucas menyapa gadisnya yang baru keluar sambil mencolek pipinya.


"Siang sayang, kamu udah disini aja sih dari kapan?" ujar Sahira heran.


"Daritadi sih sejak aku keluar kelas, kebetulan jam terakhir aku tadi kosong makanya bisa kesini tungguin kamu!" ucap Lucas tersenyum.


"So sweet banget sih kamu sayang!" ucap Sahira mendorong dada bidang Lucas pelan karena tersipu dengan perlakuan Lucas padanya.


"Yaudah yuk kita jalan-jalan!" ujar Lucas mengulurkan tangannya di depan Sahira.


Tentu saja Sahira manggut-manggut tersenyum dan meraih tangan kekar di hadapannya itu, mereka pun pergi sambil bergandengan tangan dan jadi pusat perhatian para cewek disana.


Sedangkan dari dalam kelasnya, Saka sengaja baru keluar karena tak sanggup jika harus melihat wanita yang pernah dicintanya itu mesra-mesraan dengan mantan sahabatnya.


"Padahal gue dah punya Grey, tapi kenapa gue masih belum bisa ikhlasin Sahira buat Lucas?" gumam Saka memandangi tubuh Sahira dari belakang sampai gadis itu tak terlihat lagi.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2