Broken Angel

Broken Angel
Episode 222 [SEASON 2]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 122


...•...



...Lihatin Sahira dulu gengs...


...❤️❤️❤️...


...|||...


Dimas akhirnya berhasil mencuri mustika merah dari tubuh Sahira, ya ia pun tertawa puas karena kini mustika itu sudah berada di tangannya seperti yang ia inginkan sebelumnya. Tampak Sahira tergeletak lemas di jalan tak berdaya karena hampir setengah kekuatannya dilumpuhkan oleh Dimas, pria itu membuang begitu saja tongkat milik Sahira karena ia sangat gembira bisa mendapatkan mustika itu.


"Hahaha, ahahaha... akhirnya aku berhasil mendapatkan mustika ini, sebentar lagi aku akan menjadi penguasa alam semesta!" ujar Dimas berteriak sembari tertawa terbahak-bahak.


Wilona pun ikut bahagia melihatnya, ia juga senang karena Dimas berhasil melumpuhkan Sahira walau bidadari itu masih belum sepenuhnya mati. Wilona menghampiri suaminya sambil tersenyum untuk memberi ucapan selamat padanya, bagaimanapun berkat Dimas rencananya kali ini berhasil.


"Sayang, selamat ya! Sebentar lagi kamu bakal jadi pimpinan di seluruh alam semesta ini, dan aku juga akan menjadi ratu kamu..." ucap Wilona tersenyum memeluk suaminya dari belakang.


"Lepas!" ujar Dimas membentak istrinya.


Entah mengapa Dimas malah mendorong tubuh Wilona hingga hampir terjungkal ke jalan, beruntung ia dapat menahan dirinya. Namun, tentu saja perlakuan Dimas membuatnya sangat geram seakan tak percaya kalau suaminya akan bersikap begitu.


"Kenapa kamu begitu, Dimas? Bukankah kita sudah berjanji kalau kamu tidak akan berkhianat dariku, dimana janjimu itu??" ujar Wilona kesal.


"Halah, berisik! Kau lebih baik diam, atau aku akan menghabisi mu dengan mustika ini!" ujar Dimas berteriak mengancam istrinya.


"Apa? Dasar kurang ajar! Kamu tidak akan bisa mendapatkan mustika itu jika bukan karena aku, sekarang kamu malah berkata seperti itu padaku! Memang dasar manusia tidak tahu berterima kasih kamu, Dimas!" ujar Wilona sangat kesal.


"Hahaha, ya benar kau sungguh benar! Baiklah, aku akan mengucapkan terima kasih padamu! Sebentar ya, aku pasang dulu mustika ini di tubuhku!" ucap Dimas tertawa kemudian mencerna mustika merah itu ke dalam tubuhnya dan seketika kekuatannya bertambah berkali-kali lipat.


"Terimakasih, sayangku!" sambungnya sambil menatap tajam ke arah Wilona, satu tangannya terangkat dan seketika juga tubuh Wilona ikut terangkat mengikuti gerakan tangan Dimas.


"Apa ini? Apa yang kamu ingin lakukan padaku? Berhenti, Dimas!" ujar Wilona ketakutan, ia berusaha turun tetapi tubuhnya seperti kaku.

__ADS_1


"Aku akan menyerap kekuatan mu juga, dan dengan begitu kamu tidak akan bisa memiliki kekuatan apapun lagi! Tapi tenang, kamu masih ku anggap sebagai pemuas nafsuu ku Wilona!" ujar Dimas.


"Kurang ajar! Dasar manusia busuk!" umpat Wilona tapi tidak didengar oleh Dimas.


Lelaki itu dengan cepat menggunakan kekuatan mustika nya untuk menyerap seluruh energi yang dimiliki istrinya, Wilona langsung menjerit kesakitan karena seluruh kekuatannya direbut paksa.


Setelah berhasil menyerapnya, Dimas merasa semakin kuat dan hebat. Sementara wanita itu terjatuh pingsan di atas aspal, wajahnya pun berubah menjadi Wilona yang biasanya. Sedangkan Edrea juga telah sadar, namun langsung pingsan karena tubuhnya tidak cukup kuat menahan energi tadi.


"Hahaha... hahahaha...."


Dimas tertawa puas menatap langit seakan menyombongkan kekuatan yang dimilikinya, ia mengangkat kedua tangannya ke atas dan seketika kilat bermunculan disertai awam hitam pekat membuat suasana disana sangat mencekam.


Sahira di setengah kesadarannya masih bisa melihat momen mengerikan itu, ia berusaha berbicara kepada Dimas untuk menghentikan semuanya tetapi tidak berhasil karena mulutnya seperti terkunci.


"Sekarang, akulah penguasa di alam semesta ini! Tidak ada siapapun yang bisa mengalahkan ku, termasuk kalian para raja langit yang sombong! Hahaha, hahaha..." teriak Dimas.


"Berhenti!"


Tiba-tiba ada suara teriakan seseorang dari belakangnya yang membuat Dimas terkejut, ia pun menoleh lalu cukup kaget karena disana ada 3 orang yang tengah berdiri menatapnya tajam.


"Siapa kalian? Kenapa kalian bisa tidak terpengaruh dengan kekuatan henti waktu Sahira?" tanya Dimas terheran-heran.


"Hahaha, kekuatan itu hanya terpengaruh pada seorang manusia biasa! Kami ini adalah jin dan kami tidak mungkin bisa terkena pengaruhnya, jadi sekarang cepat hentikan perbuatan mu itu!" teriak salah seorang dari mereka.


"Diam kau, bodoh!" bentak Dorta.


Ya ketiga makhluk itu adalah nyai selendang hijau, Dorta dan juga Lucas yang sudah diberi kekuatan oleh banci tersebut agar tidak terkena pengaruh henti waktu yang dilakukan Sahira.


"Ohh, aku tahu salah satu dari kalian itu! Kau yang sudah merebut Sahira dariku, baguslah kau berada disini manusia bodoh! Aku akan membalas dendam dengan cara membuatmu mati dan hancur berkeping-keping layaknya bangunan terkena bom, bersiaplah menghadapi kematian mu!" ujar Dimas mengenali wajah Lucas.


Sontak Lucas langsung ketakutan ketika Dimas mulai mengeluarkan kekuatannya, ia bersembunyi di balik Dorta untuk meminta perlindungan darinya.


"Hey, kenapa kau sembunyi? Jangan modus ya!" ujar Dorta salah pengertian.


"Bukan begitu, tolong lindungi gue! Nanti kalo gue kena kekuatan dia bisa mati!" ucap Lucas panik.


Slaasshhh...


Dimas langsung menyemburkan kekuatan dari telapak tangannya ke arah mereka, ia tampak sekuat tenaga mengeluarkan itu. Namun, nyai selendang hijau berhasil menghalaunya dengan mudah tanpa harus mengerahkan seluruh tenaganya.


"Hahaha, mudah!" ujar nyai selendang hijau menyombongkan diri.


"Kurang ajar, berani sekali kau berkata seperti itu di hadapan ku nyai bodoh! Rasakan ini!" teriak Dimas lalu mengambil ancang-ancang untuk menggunakan kekuatan lainnya yang ia miliki.

__ADS_1


Nyai selendang hijau pun juga bersiap menghalaunya kembali, ia menarik selendangnya mengambil posisi pertahanan karena pasti Dimas akan mengerahkan tenaga lebih banyak lagi kali ini.


"Matilah kau, nyai bodoh!" teriak Dimas kemudian menyerang nyai selendang hijau dengan kekuatannya.


Nyai selendang hijau sudah berusaha menahannya dengan selendang miliknya, tetapi kekuatan itu terlalu hebat sehingga ia terpental jauh ke belakang dan mendarat di atas pohon.


"Waduh, si nyai nyangsang disana euy!" ujar Dorta.


"Gimana nih, bang?" tanya Lucas panik.


"Bang bang, gundul mu! Panggil eike tante!" ujar Dorta menggeplak kepala Lucas.


"Iya maaf, tante! Terus gimana ini?" ujar Lucas.


"Gak tahu ah, tapi eike mau tolong si nyai dulu! You hadapi dia ya jangan biarin dia nyerang nyai lagi, ayo you pasti bisa!" ujar Dorta lalu pergi begitu.


"Woi jangan tinggalin gue!" teriak Lucas panik.


Teriakannya tak didengar oleh Dorta yang terlanjur mencemaskan kondisi nyai selendang hijau, tentu saja Lucas panik dan cemas apalagi di hadapannya ada Dimas yang siap menyerang.


Namun, sebagai seorang pria dan juga kekasih dari Sahira, Lucas pun berbalik badan menatap wajah Dimas dengan tatapan menyala penuh amarah. Matanya juga melirik ke sekeliling melihat teman-temannya banyak yang tergeletak, termasuk juga Sahira kekasihnya.


..."Itu kan Sahira, kenapa tampilan dia seperti itu?" batin Lucas terheran-heran....


Booomm...


Disaat Lucas tengah fokus memperhatikan Sahira yang berbeda, tiba-tiba serangan muncul menghantam tubuhnya hingga ia terpental karena tak sempat menghindarinya.


"Hahaha, manusia lemah sepertimu tidak cocok untuk bisa bersama Sahira! Sekarang, nikmatilah saat-saat terakhir di hidupmu!" ujar Dimas tertawa puas lalu meloncat dan mendarat di dekat Lucas.


"Uhuk.. uhuk..." Lucas terbatuk-batuk akibat terkena serangan dari Dimas secara mendadak, tubuhnya juga tergeletak di aspal dan sulit digerakkan.


"Si-siapa kau sebenarnya?" tanya Lucas pada Dimas.


"Siapa aku itu tak penting! Yang penting kau akan mati di tanganku, manusia lemah!" ujar Dimas lalu mengangkat tangannya ke atas.


Sebuah senjata panjang berbentuk seperti trisula berwarna emas muncul di tangannya disertai petir yang menggelegar, Dimas tertawa lalu bersiap mengarahkan senjata itu kepada Lucas.


"Berhenti....!!!"


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2