Broken Angel

Broken Angel
Episode 257 [SEASON 3]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...



...Hay, are you ready...???...


...~~~...


#BROKEN ANGEL S3 EPS. 2


...β€’...


...Happy Reading....πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰...


...🌺...


Hari ini para murid SMA panca sakti harus kembali pergi bersekolah setelah 2 hari mereka menjalani liburan, mereka tampak sangat bersemangat karena sekolah memang momen yang paling dinantikan oleh setiap murid di seluruh negara bahkan dunia.


Dari semua murid yang datang ke sekolah itu, ada satu orang asing yang sebelumnya belum pernah sama sekali dilihat oleh siapapun disana dan bahkan baru kali ini ia mendatangi sekolah tersebut dengan gaya serta tubuh modis nan tampan yang langsung menjadi pemandangan indah bagi para wanita disana.


Hampir seluruh mata tertuju padanya karena wajahnya yang mempesona menjadi daya tarik sendiri bagi para siswi disana, pria itu perlahan melangkah maju ke dalam sekolah dengan sikap dinginnya yang tentu membuat seluruh wanita akan tergila-gila padanya.


Bruuukkk...


Naas baginya, disaat sedang menikmati tatapan dari para cewek-cewek disana dan coba terus bersikap cool alias keren supaya menjadi perhatian bagi seluruh cewek disana, eh sayangnya dia malah ditabrak oleh seorang wanita yang membawa banyak buku di tangannya.


"Duh, sorry banget ya!" ucap wanita itu langsung meminta maaf kemudian membereskan buku-buku yang berserakan dimana-mana.


Pria itu tak berkata apapun dan hanya diam sembari membersihkan bajunya yang bekas tertabrak tubuh wanita tersebut, ia tak perduli dengan kondisi si cewek dan memilih pergi begitu saja tanpa membantu atau sekedar berucap.


Sontak wanita yang tak lain adalah Tiara itu cukup heran dan penasaran siapakah pria yang barusan ia tabrak, karena sebelumnya ia memang belum pernah bertemu atau sekedar berpapasan dengan pria seperti itu di sekolah ini.


"Dia siapa sih? Gayanya sok cool banget, padahal mah malah bikin jijik...!!" umpat Tiara di dalam hatinya.


Namun, Tiara tak lagi memperdulikan siapa pria itu dan mau apa dia di sekolah ini karena sekarang ada yang lebih penting baginya yakni mengantar semua buku-buku tersebut ke perpustakaan sesuai perintah dari pak Juan selaku penjaga gudang.


Sementara si cowok tadi kini sudah memasuki lorong sekolah yang cukup ramai dan berisik, seperti tadi tentu cowok ini berjalan dengan gaya cool nya sembari menoleh ke kanan dan ke kiri lalu melempar senyum saat melihat sosok wanita cantik yang tengah memandanginya.


Ya tentu saja suasana lorong sekolah jadi semakin heboh dan berisik sejak kedatangan pria tersebut, mereka semua kompak membicarakan dirinya karena penasaran siapakah pria yang terlihat keren itu bahkan bukan hanya wanita melainkan juga para cowok-cowok yang berpapasan dengannya.


Langkahnya terhenti saat melihat sosok wanita cantik tengah duduk sendirian di sebelah kirinya, yang membuatnya lebih heran adalah hanya wanita itu satu-satunya yang tidak perduli dengan kehadiran dirinya dari semua murid yang ada di lorong tersebut.


Karena ia adalah tipe cowok yang gila akan pujian, ia pun cukup penasaran mengapa wanita itu tidak ikut membicarakan dirinya seperti yang lain bahkan untuk sekedar meliriknya saja tidak dilakukan oleh wanita itu.


Akhirnya pria itu pun mendekati wanita tersebut untuk berusaha membuatnya terpukau akan pesona dirinya yang menurutnya tiada tandingannya, ia berdiri tepat di samping wanita itu lalu memandangnya dari sana.


"Ehem, ehem..." pria itu berdehem pelan berusaha menarik perhatian wanita tersebut.


Akan tetapi, wanita itu tetap fokus dengan handphonenya tanpa memperdulikan sedikitpun deheman dari pria di sampingnya bahkan ia juga tidak bergerak sedikitpun.


"Buset, nih cewek kalo main hp serius amat!" batin si cowok sedikit merasa kesal.


"Ehem...!!!"


Akhirnya pria itu mengeraskan sedikit suara deheman dari mulutnya berharap wanita itu bisa sadar dan menoleh ke arahnya, ya seperti dugaannya wanita itu berhasil sadar kalau disana ada keberadaan dirinya dan kini pun menoleh memandang ke arahnya.


"Lu siapa?" tanya wanita itu.


Pria itu tak menjawab dan malah senyum-senyum sendiri sambil mengedipkan satu matanya, rupanya ia berusaha membuat wanita di samping itu terpesona akan ketampanan wajahnya serta pesona dirinya yang tak ada tandingannya.


"Kalo mau godain cewek, jangan gue ya! Lu salah sasaran, nanti lu bisa masuk UGD!" ucap wanita itu.


Sontak wajah pria itu langsung berubah seketika karena terkejut dengan ucapan si cewek barusan, ia tak mengerti apa maksudnya kalau ia akan masuk UGD bila mendekati wanita itu.


"Maksud lu apa?" tanya pria itu.


Wanita yang tak lain adalah Sahira si bidadari itu tersenyum sembari memalingkan wajahnya, ia kembali menatap wajah pria itu untuk menjelaskan maksud dari perkataannya tadi.


"Maksudnya...."


Belum sempat Sahira menyelesaikan ucapannya, ia malah melihat kekasihnya yakni Lucas tengah berjalan ke arahnya bersama para anggota wild blood yang berjumlah 2 orang itu.

__ADS_1


"Nah bentar lagi lu juga bakal tahu kok, sabar ya!" ucap Sahira tersenyum kemudian kembali memainkan ponselnya.


"Hah? Apaan sih??" ujar pria itu kebingungan.


Tak lama kemudian, Lucas bersama Alan & Jack sampai disana dengan tatapan tajam saat melihat ada sosok pria yang berani mendekati Sahira bahkan tampak terus memandangi wajah gadis itu.


"Heh, lu siapa?" tanya Lucas.


Pria itu pun terkejut karena tiba-tiba di dekatnya sudah ada 3 pria tangguh yang terlihat emosi, tentu saja ia cukup gemetar ketakutan saat ditatap seperti itu oleh Lucas dan teman-temannya.


"Kalo ditanya jawab, jangan diem!" bentak Lucas.


"Gue murid baru disini...." jawab pria itu.


"Ohh, oke kalo gitu gue maklumin dan maafin lu! Tapi, mulai sekarang lu jangan pernah berani deketin cewek ini lagi atau lu bakal gue bikin masuk UGD!" ucap Lucas tegas.


Sontak pria itu terdiam dengan wajah ketakutan mendengar ancaman dari Lucas, ia juga sadar kali ini mengapa Sahira tadi mengatakan padanya kalau ia jangan mengganggu Sahira karena bisa dibuat masuk ke UGD.


"Yaudah, pergi sana!" bentak Lucas.


"I-i-iya..." ucap pria itu gugup.


Pria itu pun bergegas pergi dari sana untuk mencari aman dari amukan Lucas dan gengnya, namun tiba-tiba tangannya dicengkeram oleh Lucas sehingga ia tak bisa lanjut bergerak pergi.


"Tunggu!" ucap Lucas.


"Kenapa lagi?" tanya pria itu.


"Lu anak kelas berapa?" ucap Lucas penasaran.


"10..." ucap pria itu.


"Siapa nama lu?" tanya Lucas lagi.


"Gue Saputra, biasa dipanggil Putra!" jawab pria itu.


Setelah pria bernama Putra itu menjawab pertanyaan darinya, Lucas pun melepaskan cengkeramannya dari tangan Putra lalu membiarkan pria itu untuk pergi dari sana sembari mengibaskan tangannya.


"Pergi sana, kalo masih kelas 10 gausah banyak gaya!" ucap Lucas dingin.


🌺


Sementara Lucas kini menghampiri kekasihnya yang tengah sibuk bermain hp, ia duduk di samping Sahira sambil terus memandangi wajah cantik gadisnya dari samping yang memang terlihat lebih anggun pagi ini walau tanpa senyum di wajahnya.


"Sayang, udah dulu dong main hp nya! Kan ada aku disini, masa dicuekin sih?" ucap Lucas.


Mendengar ucapan Lucas membuat Sahira langsung mengalihkan pandangannya dari handphone menuju ke arah sang kekasih di sampingnya, bahkan ia juga menaruh dan menyimpan ponselnya ke dalam tas untuk bisa bicara dengan leluasa bersama Lucas.


"Iya, sayang! Udah kan?" ucap Sahira tersenyum.


"Nah gitu dong, kamu makin manis deh jadinya!" ucap Lucas sembari mencubit pipi Sahira.


Mereka berdua saling bertatapan dan tersenyum manis dengan Lucas yang semakin menggeser posisi duduknya ke dekat Sahira, sedangkan Alan & Jack tampak gusar karena harus menyaksikan duo sejoli itu bermesraan di hadapan mereka.


"Kas, kita duluan ya?" ujar Alan yang sudah tak tahan melihat keromantisan ketua gengnya itu.


"Hooh Kas, gue juga!" sahut Jack.


"Oh iya, gue lupa kalo ada kalian! Oke, yaudah kalian pergi aja sana!" ucap Lucas terkekeh.


"Yeh si Malih! Giliran ada pacar, sahabat sendiri dilupain!" cibir Alan.


Lucas hanya tersenyum memperlihatkan gigi-giginya melihat kekesalan di wajah Alan & Jack, akhirnya kedua sahabatnya itu pergi meninggalkan Lucas bersama Sahira yang masih ingin bermesraan disana tanpa malu walau banyak pasang mata memperhatikan kelakuan mereka.


Setelah Alan & Jack pergi, Lucas semakin mendekatkan tubuhnya ke Sahira bahkan sampai merangkul gadis itu dan mendekap tubuh Sahira dari samping untuk menempel ke tubuhnya seperti lem perekat yang selalu kuat nempel.


"Kamu kalo dideketin sama cowok kayak tadi, teriak aja sebut nama aku!" ucap Lucas.


"Gak akan ada lagi yang berani deketin aku, sayang! Kan sekarang semua cowok di sekolah ini udah pada tahu, kalau aku ini cuma milik kamu seorang si ketua geng yang ganas dan seram!" ucap Sahira.


"Hahaha, pinter kamu..." ucap Lucas tertawa kecil sembari mencolek hidung Sahira.


Disaat mereka tengah asyik-asyiknya bermesraan sembari tertawa ria, secara mendadak Bu Meli yang merupakan guru disana sekaligus juga sepupu dari Lucas muncul dan langsung menegur sejoli yang tengah bermesraan tak tahu tempat itu.


"Ehem ehem... pacaran terus...!!" sindir Bu Meli.

__ADS_1


Sontak Lucas & Sahira kaget lalu reflek menjauhkan diri dan tampak salah tingkah, mereka berdua terkejut saat melihat Bu Meli sudah berdiri di hadapan mereka padahal sebelumnya tidak ada guru siapapun disana.


"Eh Bu Meli... sejak kapan disitu, Bu?" ucap Lucas nyengir sambil garuk-garuk kepala.


"Sejak kamu sama Sahira rangkulan begitu! Dasar anak muda ya, ke sekolah bukannya belajar malah pada asik pacaran begini...!! Lucas, emang kamu mau kalau aku laporin ke mama kamu?" ucap Bu Meli memarahi sepupunya.


"Waduh, jangan dong Bu! Kalau dilaporin ke mama saya, nanti saya bisa diomelin!" ujar Lucas.


"Nah yaudah, makanya kamu jangan pacaran sembarangan di sekolah kayak gitu! Masih untung kamu cuma kepergok sama aku, coba kalo sama Bu Tantri atau kepala sekolah sekalian!" ucap Bu Meli.


"Iya Bu, maaf! Saya janji deh gak akan begitu lagi, peace ya Bu peace...!!" ucap Lucas memelas.


"Hmm... yasudah, awas ya kalau kamu masih ngulangin itu lagi! Aku gak akan segan-segan buat laporin kamu ke mama kamu, supaya kamu dimasukin ke pesantren sekalian!" ucap Bu Meli.


"Duh, ya jangan dong Bu! Iya iya, saya gak akan ngulangin itu lagi kok!" ucap Lucas.


"Oke, aku pegang kata-kata kamu Lucas! Sekarang mending kalian pada masuk ke kelas, sebentar lagi bel bunyi dan pak Johan bakal keliling buat cek murid yang masih diluar kelas!" ucap Bu Meli.


"Siap, Bu!" ucap Lucas langsung berdiri diikuti Sahira yang juga melakukan hal yang sama.


Tanpa berbicara lagi, Lucas bersama Sahira langsung pergi dari sana dengan bergandengan tangan meninggalkan Bu Meli yang masih berdiri disana sembari geleng-geleng kepala melihat tingkah laku sepupunya yang semakin nakal.


β€’


β€’


Tiba-tiba Lucas menghentikan langkahnya saat hendak menaiki tangga di dekat sana, tentu saja Sahira yang masih digandeng oleh kekasihnya itu merasa heran mengapa Lucas malah berhenti padahal tangganya sudah ada di depannya.


"Kas, kamu kenapa berhenti?" tanya Sahira heran.


"Aku bingung aja, kok Bu Meli nyuruh kita masuk kelas ya? Sekarang kan hari Senin, emang gak ada upacara bendera apa??" ujar Lucas kebingungan.


"Umm... iya juga ya, aku baru inget kalau sekarang hari Senin dan harusnya kan kita upacara bendera di lapangan!" ucap Sahira ikut berpikir keras.


"Ah udah lah, biarin aja! Kita ikutin aja perintah Bu Meli buat naik ke kelas, nanti kalo misal ada guru yang nanya kenapa kita malah di kelas bukannya ke lapangan buat upacara tinggal bilang aja disuruh sama Bu Meli!" ucap Lucas memberi usul.


"Boleh tuh, cerdas deh kamu...!!" puji Sahira.


"Ya iya dong, Lucas gitu loh hehe..." ujar Lucas sembari mengusap rambutnya ke belakang.


"Yaudah, kita naik yuk!" ucap Sahira.


Baru saja mereka berdua hendak melangkahkan kaki menaiki tangga di depannya, tiba-tiba suara teriakan seorang pria yang terdengar berat dan mengerikan muncul membuat mereka seketika terkejut lalu tidak jadi naik ke atas sana.


"Heh kalian!"


Sahira & Lucas pun menoleh secara bersamaan ke asal suara lalu tercengang melihat pak Farhan tengah berjalan ke arah mereka dengan wajah emosi, sontak keduanya tampak panik dan langsung menunduk ketakutan khawatir terkena omelan dari guru galak tersebut.


Akan tetapi, diluar dugaan justru pak Farhan melewati keduanya begitu saja tanpa menegur mereka sedikitpun bahkan sekedar melirik sekilas saja tidak karena sepertinya memang bukan mereka lah yang dituju oleh pak Farhan.


Ya barulah mereka menyadari kalau pak Farhan ternyata hendak memarahi anak-anak yang berada di belakang mereka, yang tak lain adalah rombongan Saka dan teman-temannya.


"Huh ternyata bukan kita yang mau dimarahin, padahal aku udah dag dig dug ser...!!" ucap Lucas.


"Iya sama, eh malah pak Farhan nya lewat gitu aja! Tapi, itu kan si Saka teman kamu yang dimarahin!" ucap Sahira.


"Heh, koreksi dikit... bukan temen, tapi mantan temen!" ucap Lucas.


"Iya iya, maksud aku mantan temen kamu!" ucap Sahira meralat ucapannya.


"Nah, baru bener...." ucap Lucas tersenyum sembari mencolek hidung serta pipi Sahira.


"Lagian emangnya kenapa kamu gak baikan aja sih sama si Saka?" tanya Sahira penasaran.


Lucas malah diam memalingkan wajahnya sembari garuk-garuk kepala, Sahira pun semakin heran mengapa kekasihnya tidak mau berbaikan dengan Saka seperti dulu lagi.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...



...Awali pagi dengan senyumanπŸ€—...


...~Sahira~...

__ADS_1


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2