
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...~~~...
...•...
#BROKEN ANGEL S2 EPS. 111
...•...
Kania grasak-grusuk di kasurnya tidak bisa diam karena memikirkan Aldi yang dirawat di rumah sakit, berkali-kali ia bangun lalu tidur lagi dan terus begitu saja sampai Nobita lulus sekolah. Akhirnya Kania memilih bangun dan memakai jaket denim miliknya, ia hendak pergi ke rumah sakit mengecek sendiri kondisi Aldi karena selalu tidak bisa tenang.
"Gue ke rumah sakit aja deh sekarang, gue gak bisa tenang kalo gak lihat secara langsung! Semoga aja kak Valen lagi di kamarnya, jadi gue bisa keluar rumah tanpa harus ribut dulu sama dia!" batin Kania.
Setelah memakai jaket serta celana panjang, Kania pun keluar dari kamarnya lalu turun ke bawah sambil mengendap-endap agar tidak ketahuan abangnya. Kania selalu melihat ke sekeliling rumahnya mencari tahu apakah abangnya ada disana atau tidak, namun ternyata tidak ada Valen di bawah sehingga Kania pun langsung mempercepat langkahnya menuruni tangga sebelum abangnya melihat.
Naasnya, ketika ia hendak menuju pintu depan secara tiba-tiba ada tangan yang menariknya dari belakang lalu mendekap tubuhnya. Kania terkejut kemudian mendongakkan wajahnya untuk melihat siapakah orang itu, ya tentu saja itu adalah Valen.
"Kak?" ucap Kania pelan.
"Mau kemana?" tanya Valen dingin.
"Eee gue mau keluar sebentar, kak!" jawab Kania.
"Ya keluar kemana?" tanya Valen lagi tak berhenti menatap adiknya dengan tajam.
"Eee rumah sakit," jawab Kania gugup.
"Mau ngapain? Lu ada yang sakit?" tanya Valen masih penasaran.
"Bukan kak, tapi gue mau jenguk temen!" jawab Kania.
__ADS_1
"Besok aja, sekarang udah malem! Gak baik cewek keluar malam-malam begini, nanti kalo terjadi apa-apa sama lu gimana?" ujar Valen.
"Sebentar doang kok, kak! Boleh ya?" ucap Kania memasang wajah memelas.
"Gak ada, gue gak bakal izinin lu buat keluar di atas jam 9 malam! Ayo balik ke kamar!" ucap Valen lalu menarik tangan Kania secara paksa.
"Ih gue gak mau!" ucap Kania memberontak.
"Heh, lu nurut aja udah gausah banyak omong! Besok pagi aja lu ke rumah sakitnya, lagian ini udah malem gak mungkin juga lu dibolehin buat jenguk temen lu itu!" ujar Valen membentak Kania.
"Kak, gue cuma mau tau kondisi dia aja! Abis itu janji deh gue bakal pulang lagi, kak!" ucap Kania.
Valen tak menggubris perkataan adiknya, ia malah mendekap erat tubuh Kania lalu membawanya secara paksa ke kamar wanita itu. Semakin kuat Kania berontak Valen malah semakin erat menahan tubuh adiknya sehingga Kania kesakitan.
Begitu sampai di kamar, Valen langsung mendorong pelan tubuh Kania ke atas ranjang dan meninggalkannya disana sendirian.
"Lu disini aja!" ucap Valen tegas.
Valen pun keluar dari kamar Kania bahkan menguncinya dari luar, ia tak perduli teriakan dari sang adik karena menurutnya tindakannya ini sudah benar supaya Kania bisa aman.
...•••...
"Kita bakal tinggal disini, sayang?" tanya Wilona.
"Ya iya dong, cantik! Rumah ini hadiah dari aku spesial buat kamu, yuk masuk!" jawab Dimas.
Wilona mengangguk sambil tersenyum, lalu Dimas merangkul pundak istrinya itu dan mengajaknya ke dalam rumah yang besar tersebut. Mereka tampak mesra bagaikan pasangan suami-istri lainnya, padahal Wilona sama sekali tidak mencintai pria di sampingnya itu dan Dimas juga hanya mengincar tubuh dari gadis tersebut serta kekuasaan yang diberikan oleh Wilona padanya.
Sesampainya di dalam rumah itu, Dimas langsung menggendong sang istri dengan mesra lalu membawanya ke kamar. Tampak keduanya saling memandang sambil tersenyum, ketika masuk di kamar mereka Dimas pun merebahkan tubuh gadis itu di atas ranjang yang cukup luas dan empuk.
"Kita nikmati malam ini dengan bermain, aku bakal bikin kamu puas dan gak bisa melupakan malam ini sayang!" ucap Dimas dengan nada menggoda berbicara di dekat telinga sang istri.
"Apapun itu terserah kamu, sayangku!" ucap Wilona.
__ADS_1
Dimas tersenyum memperlihatkan gigi-giginya, tanpa basa-basi lagi Dimas langsung melumatt bibir Wilona dengan rakus sambil kedua tangannya terus meremass gunung kembar Wilona yang masih tertutupi pakaian itu. Gadis itu sangat menikmati permainan yang dilakukan Dimas, ia membuka mulutnya sehingga Dimas bisa menjelajahi rongga mulut Wilona dengan lidahnya. Mereka saling berbalas ciuman yang semakin panas itu, lalu Wilona melingkarkan tangannya di leher Dimas.
Tiba-tiba saja Dimas melepas ciumannya sehingga Wilona tampak heran karena tidak biasanya Dimas melakukan itu, Wilona langsung bangkit dari tidurnya menatap wajah Dimas dengan terheran-heran.
"Kamu kenapa, sayangku?" tanya Wilona.
"Gak tau, rasanya ada yang mengganggu pikiran aku! Aku jadi gak bergairah lagi buat lanjutin ini, sebentar ya aku keluar dulu! Kamu disini aja jangan kemana-mana!" ucap Dimas tampak suntuk.
Dimas langsung bangkit lalu keluar dari kamarnya dan tak lupa mengunci pintu tersebut dari luar sehingga Wilona tidak bisa keluar tanpa izinnya.
"Kenapa ya sama dia? Gawat nih kalo dia mulai gak punya selera sama gue, bisa-bisa rencana gue gagal semua buat kalahin para bidadari itu!" ucap Wilona merasa cemas dan panik.
...•••...
Disisi lain, Sahira tiba-tiba terbangun dari tidurnya padahal jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Ia mendadak mempunyai firasat tidak enak pada Dimas alias kekasih pertamanya itu, entah mengapa hal itu bisa terjadi padahal mereka sudah cukup lama tidak bertemu lagi. Sahira pun bangkit dari tidurnya lalu masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka.
"Dimas kenapa ya? Apa maksud dari firasat gue ini? Semoga aja deh gak terjadi apa-apa sama dia, biar gimanapun juga Dimas masih terhitung kekasih gue karena gue belum putusin dia!" batin Sahira menatap cermin di kamar mandi sambil membasuh mukanya.
Setelah dirasa cukup, Sahira pun kembali ke ranjangnya dan berusaha lanjut tidur. Akan tetapi, ia seperti tidak bisa menutup matanya dan selalu terbayang-bayang wajah Dimas. Akhirnya Sahira memutuskan untuk keluar dan duduk di balkon kamarnya sambil menatap langit gelap yang dihiasi bintang-bintang indah itu.
"Hey langit, kenapa kamu tidak membiarkan aku tertidur? Aku tau Dimas masih kekasih ku, gak mungkin aku melupakan hal itu! Tapi tolong, jangan ganggu aku sekarang dengan memunculkan wajah Dimas di kepalaku! Itu rasanya sangat sakit, aku butuh tidur supaya esok hari bisa kembali segar! Lagi pun aku juga tidak tau Dimas ada dimana sekarang, dia gak pernah kembali lagi kesini!" ucap Sahira berbicara pada sang penguasa langit.
Sahira menghentikan ucapannya karena menurutnya itu sia-sia saja, tidak mungkin raja langit akan menuruti kemauan dirinya dan turun kesana hanya untuk menemuinya. Sahira pun kembali masuk ke kamarnya karena suasana disana lumayan dingin.
"Apa gue harus temuin Dimas sekarang ya?" batin Sahira terheran-heran.
Disaat Sahira hendak menggunakan kekuatannya untuk melihat keberadaan Dimas, tiba-tiba saja ratu Keira muncul di hadapannya.
"Sahira!" ucap ratu Keira dengan nada keras.
Sontak Sahira langsung menoleh ke asal suara tersebut, wajahnya nampak memucat ketika melihat sang ratu ada di kamarnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...