Broken Angel

Broken Angel
Episode 273 [SEASON 3]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...



...~Di meja ada paku, di hatiku ada kamu!~...


...~Di kotak ada tisu, di kontakku ada nomormu!~...


...~Di lemari ada baju, di galeriku ada fotomu!~...


...×××...


#BROKEN ANGEL S3 EPS. 17


...•...


...HAPPY READING....🎉🎉🎉...


...❤️...


Sahira, Nur serta Lucas telah kembali ke bumi sesudah mereka merundingkan rencana untuk mengalahkan Wilona dan ratu Sofia lalu mengusir mereka dari nirwana. Saat ini ketiganya tampak bingung dengan rencana yang dijalankan sang ratu, karena rencana itu cukup rumit dilakukan.


Bahkan Sahira sendiri sampai tak percaya jika ratu Keira bisa memikirkan rencana tersebut, padahal biasanya sang ratu hanya membuat rencana yang sederhana tanpa serumit ini, akibatnya sekarang mereka kebingungan harus memulai semuanya darimana karena belum terlalu mengerti.


"Sahira, kita harus ngapain nih sekarang?" tanya Nur.


"Aku juga gak tau, kita ikutin aja rencana dari ratu! Sekarang kita stay dulu di bumi sampai ada kabar kalau Wilona mau turun kesini, baru setelahnya kita berangkat ke nirwana seperti yang ratu bilang!" jawab Sahira menjelaskan pada Nur.


"Tapi, darimana kita bisa tau kalau Wilona bakal datang ke bumi??" tanya Nur lagi.


"Ah kamu mah banyak nanya! Aku juga lagi pusing tau mikirin rencana ratu yang ribet ini, kamu sabar dong tunggu aja panggilan dari ratu selanjutnya! Lagian di bumi kan kita bukan cuma berdua sekarang, ada satu bidadari yang udah diutus ratu untuk menyamar juga disini!" ucap Sahira kesal.


"Iya ya, tapi kira-kira siapa satu bidadari lagi yang diutus sang ratu buat menyamar itu?" ucap Nur.


"Gak tahu juga sih, soalnya kan ratu tadi gak bilang! Tapi, kita bisa tau dari siapa-siapa aja yang gak datang ke istana langit tadi! Kamu hitung gak jumlah bidadari disana ada berapa?" ucap Sahira.


"Waduh, aku gak ngeliat tuh!" ucap Nur.


"Ah elah, emang gak bisa diandalin kamu itu! Ngitung jumlah bidadari di istana langit aja gak bisa, apa sih yang kamu bisa ha?" ujar Sahira.


"Yeh sombong banget! Emang kamu ngeliat mereka ada berapa tadi disana, ha?" ujar Nur.


"Ya enggak juga, tapi kan aku disana sibuk ngobrol sama ratu bahas rencana yang rumitnya gak ketulungan ini! Lah kamu yang diem-diem aja disana malah gak ngitungin mereka, gimana sih?" ujar Sahira.


"Yaudah si gausah marah-marah! Sekarang mending kita pulang aja, udah selesai semua kan urusannya? Aku capek banget nih berdiri terus, pegel tau!" ujar Nur memegangi kakinya.


"Ah lebay! Masa bidadari kecapekan sih?" ujar Sahira.


"Ish, sekarang kan kita udah jadi manusia biasa lagi bukan bidadari kayak tadi! Makanya sekarang aku bisa ngerasain capek, kamu gimana sih?" ucap Nur.


"Heh, kalian kok ribut mulu sih? Emang kalian mau ucapan kalian itu didengar sama orang-orang, ha?" ujar Lucas melerai mereka.


"Ya gak mau, tuh si Nur kalo ngomong suaranya kayak petasan kenceng banget!" ujar Sahira.


"Apaan? Kok jadi aku sih? Udah jelas-jelas kamu duluan yang ngegas tadi, aku nanya baik-baik kamu jawabnya malah begitu!" ujar Nur.


"Hey, udah udah cukup! Stop!" bentak Lucas.


Sontak Sahira dan Nur berhenti berbicara dan terdiam sembari menatap wajah Lucas, mereka langsung menunduk sambil menyatukan telapak tangan masing-masing di depan, Lucas yang melihatnya malah jadi terkekeh geli.


"Kalian ngapain kayak gitu? Udah kayak anak kecil aja, dasar bidadari aneh!" ujar Lucas tertawa.


"Hah? Kan kamu marah tadi, makanya kita begini! Soalnya kita emang dididik begini dari dulu sama ratu, kamu gak ngerti sih!" ucap Sahira.

__ADS_1


"Ohh...."


...•••...


Willy & April baru selesai olahraga pagi di tempat yang sama dengan Kania serta Aldi, mereka pun beristirahat lebih dulu di sebuah kursi yang tersedia untuk sekedar minum sekaligus mengambil nafas dan menyeka keringat mereka.


Namun, tanpa sengaja Willy malah melihat Kania yang sedang bersama Aldi di kursi yang tak jauh dari sana. Willy pun coba berdiri untuk memastikan apakah yang dilihatnya benar Kania atau bukan, nyatanya memang benar itu adalah Kania.


"Bang, lu mau kemana?" tanya April penasaran, ia langsung berdiri menggenggam lengan Willy.


"Gue kesana sebentar, lu disini aja dulu!" jawab Willy sambil menatap April dan menyingkirkan tangan gadis itu dari lengannya.


April hanya mengangguk pelan sambil perlahan menurunkan tangannya dari lengan sang abang, ia membiarkan Willy pergi menghampiri Kania dan lalu kembali duduk disana, namun ia tetap memperhatikan abangnya dari sana.


"Bang Willy ngapain sih?" batin April terheran-heran.


Willy pun terus berjalan mendekati Kania di dekat sana lalu berhenti tepat di hadapan gadis itu dan juga Aldi, ia memandangi wajah Kania sambil berdiri dan menunduk sedikit.


Kania yang menyadari keberadaan Willy disana langsung merasa tidak enak, apalagi pria itu seperti menatap bengis ke arah Aldi yang saat ini tengah sibuk mengobati kakinya, entah mengapa ia berpikir kalau Willy akan melakukan sesuatu disana.


"Heh!"


Aldi terkejut dan seketika berbalik badan, ia tambah kaget saat melihat Willy musuh abadinya berdiri disana memandang ke arahnya, ia yang tak mengerti apa maksud Willy menatapnya seperti itu hanya bisa terheran-heran sembari melirik ke arah Kania.


"Kenapa?" tanya Aldi kebingungan.


"Lu lagi ngapain sama cewek gue?" ujar Willy.


"Hah? Apa lu bilang? Cewek lu? Hahaha, kalo stress jangan keluyuran deh, bahaya!" ujar Aldi meledek Willy sambil tertawa kecil.


"Kurang ajar lu!"


Willy emosi lalu menarik baju Aldi dengan kasar hingga pria itu berdiri menatapnya, tanpa basa-basi Willy melayangkan tinjuan ke wajah Aldi sampai Aldi terjatuh ke bawah, Kania yang melihatnya sontak menutup mulut karena terkejut hal itu akan terjadi.


"Jangan pernah deketin Kania!!" ujar Willy.


"Willy! Apa sih masalah lu, ha? Gue tuh sama sekali gak pernah anggap lu jadi pacar gue, jadi lu gausah sok paling deket sama gue!" ujar Kania kesal.


Willy yang melihatnya semakin emosi dan kesal, terlebih lagi Kania malah membela Aldi dibanding dirinya, padahal hingga kini ia masih menyimpan rasa pada gadis itu dan ingin Kania juga merasakan hal yang sama padanya.


"Kamu gapapa?" tanya Kania cemas.


"Gak kok, luka segini mah gak ada apa-apanya kok! Kamu gausah panik, santai aja!" jawab Aldi tersenyum.


"Yaudah, kita pergi aja yuk! Aku gak mau ada keributan lagi disini, mendingan kita aja yang ngalah!" ucap Kania coba membantu Aldi bangkit sembari melirik sinis ke arah Willy.


"Iya, aku ngikut aja apa kata kamu!" ucap Aldi.


Hati Willy semakin terbakar melihat Kania memapah tubuh Aldi dan mereka saling merangkul satu sama lain, ia tidak bisa menerima itu karena seharusnya yang disana adalah ia bukan Aldi atau siapapun dan yang pantas memiliki Kania adalah ia sendiri.


Kania pun berjalan dengan kaki sedikit terpincang menahan sakit akibat terjatuh tadi, namun ia berusaha tenang dan juga membantu Aldi berjalan pergi dari sana, Aldi merasa senang karena Kania lebih memilihnya dibanding Willy tadi.


...•••...


Sahira, Nur serta Lucas telah sampai di rumah setelah menempuh perjalanan cukup jauh dengan berjalan kaki. Entah apa alasan mereka bertiga memilih pulang ke rumah sambil jalan kaki, padahal mereka bisa saja menggunakan ilmu mereka untuk mendarat langsung di dalam rumah.


Sesampainya mereka di depan gerbang rumah, tampak seorang pria tengah berdiri disana menunggu di depan pagar. Tentu Lucas langsung tersenyum geleng-geleng kepala menyadari bahwa pria itu adalah Alan, sedangkan Nur tampak senang melihat kekasihnya disana.


"Bro!" ucap Lucas menyapa sohibnya.


Alan langsung menoleh begitu mendengar suara Lucas dan tersenyum saat melihat kekasihnya yakni Nur ada disana juga, namun ia agak heran mengapa mereka bisa bertigaan dan datang secara bersama kesana.


"Eh, kok lu rakus amat sih?" tanya Alan.


"Hah? Rakus gimana sih maksud lu?" ujar Lucas.


"Ya itu masa cewek gue, lu embat juga? Emang gak cukup apa lu udah dapetin Sahira yang cantiknya gak kira-kira itu??" ujar Alan.

__ADS_1


"Hadeh, lu ngomong apa sih? Bukan gue yang mau, Nur sendiri yang godain gue!" ucap Lucas.


Sontak ekspresi Alan berubah menjadi kesal pada Nur dan menatap gadis itu dengan tatapan tajam, sedangkan Lucas serta Sahira hanya terkekeh saja sambil bergandengan tangan, Nur yang melihat itu tampak emosi dan menyenggol lengan Lucas.


"Ish, stress lu ya! Sejak kapan gue godain lu, ha? Gini-gini gue juga setia kawan kali, lagian pacar gue gak kalah ganteng kok dari lu!" ucap Nur.


"Hahaha, tuh kan Lan! Dia sengaja muji-muji lu begitu, supaya lu gak curiga lagi!" ucap Lucas.


"Ah bener-bener lu ya! Udah sana pergi, pacaran di dalam sana! Jangan gangguin gue sama Alan!" ujar Nur kesal mengusir Lucas dari sana.


"Hahaha... hahaha...."


Lucas tertawa terpingkal-pingkal lalu berjalan menggandeng lengan Sahira, mereka masuk ke dalam rumah meninggalkan pasangan Alan serta Nur yang masih disana, Sahira tersenyum tipis melihat keusilan kekasihnya tersebut.


Nur pun langsung menghampiri Alan setelah Lucas serta Sahira pergi, ia tersenyum mendempetkan tubuhnya ke Alan seraya menggoda kekasihnya agar tidak marah lagi, karena semua itu memang tidak benar dan hanya jualan Lucas.


"Lan, jangan marah dong! Lucas itu cuma bohong, aku gak godain dia kok!" ucap Nur.


"Ah masa? Terus ngapain kamu ikut-ikut sama Lucas dan Sahira??" tanya Alan penasaran.


"Tadi aku diajak sama Sahira, lagian cuma jalan pagi kok! Percaya ya sama aku, gak mungkin aku godain Lucas! Ya walau emang sih Lucas itu lebih ganteng dari kamu, tapi aku setia loh!" ucap Nur.


"Lebih gantengnya itu gausah dibawa-bawa dong! Nyebelin banget sih kamu, emang kurang aku apa sih sampe kamu masih godain cowok lain?" ucap Alan.


"Apa sih, Alan? Aku kan cuma bercanda tadi, lagian kamu gampang banget sih dibohongin sama Lucas! Udah dong jangan marah terus, yuk mending kita pergi jalan-jalan kemana gitu!" ucap Nur berusaha menggoda Alan dengan menggandeng lengan Alan.


"Yaudah oke, tapi kamu gak mau mandi dulu? Itu kamu keringetan loh, nanti di jalan malah banyak yang ngelirik tubuh kamu!" ucap Alan.


"Iya sih, tapi emang kenapa? Kamu kebauan ya? Ah perasaan aku gak bau deh, mana ada sih baunya??" ujar Nur reflek mencium tubuhnya sendiri mengira kalau ia bau.


"Bukan masalah baunya, kamu mah mau gimana juga tetep wangi kok! Cuma aku takut aja banyak cowok-cowok di luaran sana yang ngelirik kamu, udah kamu mandi dulu gih!" ucap Alan.


"Haish, iya iya!!"


Nur pun masuk ke dalam meninggalkan Alan begitu saja dengan raut kesal, Alan yang ditinggal begitu saja merasa kebingungan harus ikut menyusul masuk ke dalam atau menunggu disana, ia tak mau dianggap tidak sopan jika langsung masuk.


...•••...


Disisi lain, Wilona kedatangan ratu Sofia serta para keronconya yang boncel-boncel di nirwana tempat ia sekarang memimpin. Wilona memang sekarang menjadi ratu disana dan banyak para bidadari merah yang ia bawa kesana.


"Ratu Sofi, silahkan duduk!" ucap Wilona tersenyum menyambut kedatangan mereka.


"Terimakasih, ratu Wilona!" ucap Sofia.


"Bisa aja ratu ini, panggil aja aku Wilona seperti biasanya! Lagian semua ini berhasil aku dapatkan, atas bantuan ratu Sofi juga!" ucap Wilona.


"Gapapa, aku kan juga harus panggil kamu ratu! Supaya lebih afdol aja," ucap Sofia.


"Hahaha, oh ya apa yang ingin ratu sampaikan ke aku sekarang? Tumben banget nih udah dateng aja kesini, biasanya kan ratu itu selalu datang akhir-akhir menjelang kegelapan tiba!" ucap Wilona.


"Iya benar, aku cuma mau kasih tau informasi yang sangat berharga ke kamu! Info ini sangat-sangat penting buat kamu, dan aku yakin kamu pasti bakal seneng banget begitu tau infonya!" ucap Sofia.


"Hah? Lalu, memangnya info apa yang ratu punya untuk aku??" tanya Wilona penasaran.


"Begini, aku barusan dapat kabar dari salah satu anak buah ku yang bekerja di istana langit sebagai mata-mata! Katanya tadi si Keira dan para bidadari termasuk Sahira, sedang membahas rencana untuk bisa mengalahkan kita!" jawab Sofia.


"Apa? Sialan, mereka sepertinya masih belum terima kekalahan kemarin!" ucap Wilona geram.


"Ya, untuk itu aku datang kesini supaya kita bisa selangkah lebih maju dibanding mereka! Untungnya juga aku sudah mendengar semua rencana mereka, dan kita pasti gak akan terjebak!" ucap Sofia.


"Hahaha, ratu ini memang pintar! Gak salah aku memutuskan untuk bekerjasama denganmu, seandainya Dimas masih ada pasti dia akan sangat bahagia juga seperti aku!" ucap Wilona.


"Sudahlah, jangan lagi kamu ingat masa lalu! Sekarang kita fokus ke depan, demi bisa menguasai seluruh alam semesta!" ucap Sofia.


"Baik ratu, aku akan mewujudkan mimpi suamiku yang belum sempat terwujud itu! Aku juga yakin, pasti kita bisa menjadi penguasa tertinggi di seluruh dunia termasuk alam semesta!" ucap Wilona.


Ratu Sofia bersama Wilona saling tersenyum tipis satu sama lain, mereka pun melanjutkan perbincangan dan membahas rencana yang akan dilaksanakan oleh ratu Keira.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2