
Allena,kembali terperangkap pada pria yang sudah memperlakukan dia dengan tulus, tanpa dapat dia bedakan antara tulus dan modus.Dua pria,yang allena tau adalah merupakan sahabat dekat,mereka berdua datang bak malaikat yang menjadi penolongnya kala hidupnya berselimut duka.
Rey,yang memang menjadi pria yang tak sengaja dia temui di masa lalunya dan kembali menjadi penghancur dalam masa depan nya.Kini,Allena mencoba berdamai dengan pria yang sudah memberikan kebahagiaan dan luka di hatinya.
Sembuh dari trauma?,tentu itu bukanlah hal yang mudah bagi Allena yang bahkan sedari kecil sering mendengar pertengkaran demi pertengkaran orang tuanya dan lagi dia tidak berusaha mencarinya atau bahkan bertanya kabar pun tidak.
Setau Allena memang,tidak ada waktu untuk seorang Axel Maureen untuk menghabiskan waktu sejenak saja untuk anaknya.Dia terlalu sibuk dengan urusan bisnisnya.Tanpa dia ketahui,Axel mendatangi tempat dimana dia mengamen.
Mengabaikan teriakan Melinda, mengabaikan larangan nya.Axel meluncur ke tempat dimana anaknya mengamen demi menyambung kehidupan nya yang tak seperti dulu lagi.
Dengan menggunakan mobil Fortuner keluaran terbaru,Axel melesat pergi ke tempat Allena bernyanyi.Dia yang sedari tadi telah menyiapkan beribu pertanyaan dan lahar panas yang siap untuk dia semburkan pada wajah Allena.
"Tak cukupkah kau bermain-main dengan ku?".Gertak Axel, mencengkram stir kemudi .
Axel telah sampai ke tempat tujuannya,sebelum dia turun.Dia edarkan pandangan nya ke depan,mencari sosok Allena.Tapi,dia tidak menemukan sosok yang di carinya,alhasil mau tidak mau Axel harus turun dari mobil mewahnya.
__ADS_1
Memarkirkan mobil pada sembarang jalan,Axel yang memang emosinya sudah naik-turun sebelum dia meluncur ke tempat,jelas tak memperdulikan mobil yang dia parkir sembarang.
Axel,kembali mengedarkan pandangannya ke penjuru arah.Terus berjalan sambil mengamati sekitar, siapa tau ada anaknya di sekitaran sana.Lagi,Axel harus menelan kekecewaannya saat Allena tidak di temukan.
"Permisi,Bu".Ucap Axel,bermaksud bertanya pada pedagang angkringan.
"Iya,Bu ada apa?".Jawab pedagang angkringan itu.
"Apa disini ada pengamen wanita?".Tanya Axel, tanpa basa-basi.
"Oh, begitu yah Bu".Ucap Axel,mendesah kecewa.
Axel,tak mendapatkan titik terang tentang anaknya.Tapi,dia tidak mau menyerah begitu saja.Dia keluarkan iphone-nya yang berada di dalam tas jinjing, menunjukkan foto Allena yang ada di wallpaper layar iPhone nya pada pedagang angkringan itu.
"Apa pengamen ini,pernah mengamen disini?".Tanya Axel,sembari menunjukkan foto Allena.
__ADS_1
Pedagang angkringan itu melihat foto yang ada di wallpaper layar iPhone Axel, mengamatinya dengan teliti.
"Oh iya,betul.Pwngamen cantik bersuara merdu ini,tadi sudah bernyanyi disini dan bahkan menjadi trending topik di media sosial ".Ucap pedagang angkringan itu,antusias sekali dia bercerita tentang pengamen cantik bersuara merdu, tanpa dia ketahui orang yang ada di hadapannya adalah ibu kandungnya.
"Lalu,dimana dia sekarang?".Tanya Axel, penasaran.
"Oh,dia tadi berlari begitu saja karena ada seorang pria tampan yang mencarinya".Jawab pedagang angkringan itu sembari senyum-senyum sendiri,kala membayangkan pria yang mencari Allena.
Axel,mendesah kecewa.Jauh-jauh dia datang kesana tapi tidak menemukan orang yang di carinya.
"Terimakasih atas informasinya Bu".Ucap Axel,menahan rasa kecewa nya.
"Sama-sama Bu".
Setelah sesi pertanyaan nya yang tak membuahkan hasil,Axel kembali ke mobil mewahnya dengan membanting pintu kemudi.Jelas terlihat dia tengah menahan rasa kecewanya.
__ADS_1
"Arghhhh".Teriak Axel, mencengkram kemudinya."Anak itu,semakin susah di kendalikan".Gertak Axel, menatap nyalang pada bahu jalan.