Broken Angel

Broken Angel
Episode 271 [SEASON 3]


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...



...~Ikhlas itu bohong, yang ada hanyalah melepaskan dengan terpaksa~...


...×××...


#BROKEN ANGEL S3 EPS. 15


...•...


...HAPPY READING....🎉🎉🎉...


...❤️...


Lucas pulang ke rumah di malam hari yang masih terlalu awal ini, ya tak biasanya memang Lucas pulang jam segini karena ia selalu main sampai tengah malam tak ingat waktu, entah mengapa hari ini ia pulang lebih awal setelah mengantar Sahira pulang sebelumya.


Lucas langsung masuk ke dalam setelah menaruh motornya di garasi, ia membawa plastik berisi tahu bulat pesanan Gina alias adik sepupunya itu yang tadi ia beli di jalan bersama Sahira. Ketika masuk ia melihat suasana rumahnya cukup sepi tak seperti biasanya yang selalu ramai dengan suara Gina.


Akhirnya Lucas pun memutuskan untuk menuju kamar adik sepupunya itu dan memberikan tahu bulat yang sudah ia belikan, namun baru beberapa langkah ia menaiki tangga pelayannya yang bekerja di rumah itu memanggilnya dari bawah membuat ia berhenti sejenak lalu menoleh.


"Den!"


"Iya bik, kenapa?" tanya Lucas heran.


"Tumben udah pulang, gak main di jalan dulu?" ucap bibiknya menyindir sambil tersenyum tipis.


"Hahaha, ini saya mau kasih tahu bulat dulu ke Gina! Oh ya, Gina nya dimana ya bik? Daritadi saya gak dengar suara dia, padahal selama ini kan Gina yang bikin rame rumah ini!" ucap Lucas terkekeh.


"Ohh, non Gina ada di kamar den! Katanya sih tadi mau ngerjain tugas yang numpuk, samperin aja!" ucap bibiknya.


"Makasih bik, yaudah saya kesana dulu ya?" ucap Lucas tersenyum lalu hendak berbalik badan dan melangkah kembali, namun bibiknya itu memanggil namanya lagi.


"Tunggu den!" ucap bibiknya.


"Iya bik, kenapa lagi??" tanya Lucas.


"Anu den, aden gak mau dibikinin minum atau apa gitu sama bibik? Kan aden abis dari luar, pasti haus sama capek kan?" ucap bibiknya.


"Umm... boleh deh bik, tolong buatin sirup jeruk yang manis ya! Nanti bibik anterin aja ke kamar Gina, itu aja bik!" ucap Lucas tersenyum.


"Oke siap den, es sirup segera meluncur!" ucapnya.


Setelah bibiknya itu kembali ke dapur, Lucas pun bergerak menaiki tangga menuju kamar Gina dengan terburu-buru. Ia sudah tidak sabar untuk segera pergi keluar dan menemui teman-temannya lagi, walau ia baru juga sampai di rumahnya.


TOK TOK TOK....


Lucas langsung mengetuk pintu kamar adiknya dengan cepat dan keras supaya Gina bisa mendengarnya lalu membukakan pintu untuknya, namun sepertinya Gina sangat serius mengerjakan tugas sampai tak mendengar ketukan itu.


"Gin, Gina...!!"


TOK TOK TOK....


Ceklek...


Akhirnya pintu terbuka dan muncullah wajah Gina yang suntuk dan rambut berantakan itu, Lucas pun tertawa melihatnya karena kondisi Gina benar-benar lucu apalagi gadis itu menatapnya bengis dan kesal karena Lucas telah mengganggunya.


"Apaan sih?" tanya Gina kesal.


"Heh, kok lu kesel gitu sama gue? Ini gue udah bawain tahu bulat loh sesuai kemauan lu, harusnya lu seneng sambut kepulangan gue ini dengan meriah dan canda tawa!" ujar Lucas.


"Iya iya maaf, yaudah sini tahunya!" ujar Gina.


"Eits, ada syaratnya dong!" ujar Lucas.


"Hah? Apaan??" tanya Gina heran.


"Bilang dulu kayak gini, kak Lucas ganteng kak Lucas kece sampe tiga kali! Baru nanti gue kasih tahu bulat ini buat lu!" jawab Lucas tersenyum.


"Dih, gak mau!" ujar Gina.

__ADS_1


"Yah yaudah kalo gak mau, biar tahu bulatnya buat gue aja nanti gue sendiri yang abisin deh!" ucap Lucas berbalik badan.


"Eh jangan! Yaudah iya Gina mau bilang begitu, tapi satu kali aja!" ucap Gina.


"Ah gak puas kalo cuma sekali, dua kali minimal lah! Kalo sepuluh juga bagus banget malah, nanti gue bantu ngerjain tugasnya!" ucap Lucas.


"Seriusan kak? Kak Lucas mau bantu Gina ngerjain tugas-tugas Gina??" tanya Gina.


"Iya dong, makanya buruan bilang begitu!" jawab Lucas sambil senyum-senyum.


"Umm.... oke Gina mau, tapi bener ya kak Lucas mau bantu Gina ngerjain tugas-tugas Gina?" ucap Gina.


"Iya bener, gak percayaan amat sih jadi orang! Emang kapan gue pernah bohong sama lu, ha? Udah buruan bilang, eh tapi bentar deh gue rekam sekalian aja biar viral!" ucap Lucas.


"Hah? Jangan dong kak, Gina malu!" ucap Gina.


"Gausah malu, bentar doang kok!" ucap Lucas.


"Haish.... yaudah deh gapapa, yang penting kak Lucas mau bantu ngerjain tugas-tugas Gina sampe selesai!" ucap Gina.


"Kak Lucas ganteng, kak Lucas kece! Kak Lucas ganteng, kak Lucas kece!"


Gina pun terus mengucapkan kalimat itu sampai sepuluh kali dan direkam oleh Lucas melalui ponselnya sambil menahan tawa, ekspresi gadis itu membuat Lucas tak kuat lagi menahan tawanya sehingga ia pun tertawa disaat merekam.


...•••...


TOK TOK TOK....


Nur mengetuk pintu kamar Sahira dengan wajah panik dan gusar memikirkan perkataan Nawal tadi yang melaporkan kondisi ratu serta para bidadari saat ini, ia hendak menjelaskan itu semua pada Sahira sekaligus memikirkan apa cara yang akan mereka lakukan demi membebaskan ratu.


Ceklek...


Tak lama akhirnya Sahira keluar menemui Nur dengan senyum tersimpul di bibirnya karena ia belum tahu apa yang akan disampaikan oleh temannya itu, namun ekspresinya berubah begitu melihat wajah Nur tampak panik seperti itu ditambah sepertinya Nur juga tengah khawatir.


"Nur, lu kenapa?" tanya Sahira terheran-heran.


"Gue mau bicara sama lu, di dalam aja!" jawab Nur.


"Yaudah, yuk!"


"Lu kenapa? Kok kayak lagi panik gitu? Cerita dong, gue penasaran nih!" ujar Sahira cemas.


"Iya, ini gue juga mau cerita kok sama lu! Makanya gue temuin lu disini, soalnya ini penting banget dan gawat darurat menyangkut keselamatan ratu sama temen-temen kita di nirwana!" ucap Nur.


"Hah? Emangnya kenapa sama ratu dan yang lain? Mereka kena bahaya lagi, atau ada orang yang nyerang mereka lagi?" tanya Sahira panik.


"Iya benar, tadi sore Nawal temuin gue di taman! Dia kasih tau ke gue kalau Wilona nyerang lagi ke nirwana, kali ini dia dibantu sama ratu Sofia yang terkenal kuat itu!" jawab Nur menjelaskan.


"Apa? Ish, bener-bener gak ada abisnya tuh orang ya cari masalah mulu kerjaannya!" ujar Sahira kesal.


"Iya itu dia yang gue heran, padahal ratu udah kasih dia kesempatan buat hidup dan minta dia supaya kembali ke jalan yang bener dengan bergabung sama ratu dan kita kita.... eh dia malah balik nyerang lagi ke nirwana, terus sekarang seenaknya dia jadi ratu disana bareng bidadari merah!" ucap Nur.


"Sialan tuh Wilona! Kalo kayak gini waktu itu mending gue abisin aja dia sekalian, harusnya gue gak ikutin kemauan ratu! Karena dari awal gue juga yakin kalau Wilona gak mungkin bisa berubah!" ucap Sahira.


"Tahan dulu, mending sekarang kita cari cara buat lawan Wilona dan ratu Sofia! Karena mereka itu jadi lebih kuat dari sebelumnya, kita butuh rencana yang bagus supaya bisa kalahin mereka!" ucap Nur.


"Iya, tapi sekarang ratu sama yang lain tinggal dimana? Apa mereka baik-baik aja?" tanya Sahira.


"Tenang aja, tadi kata Nawal mereka tinggal di kerajaan langit bareng raja Nuril! Sekarang kita cuma perlu mikirin cara untuk kalahin Wilona, dan usir dia dari nirwana!" ucap Nur.


"Syukurlah, iya lu bener! Karena Wilona itu gak pantes buat tinggal di nirwana dan jadi penguasa disana, kita harus bisa usir dia!" ujar Sahira.


Nur manggut-manggut lalu mereka pun mulai membicarakan rencana untuk bisa mengalahkan Wilona yang dibackup oleh ratu Sofia, mereka tampak serius karena bukanlah hal yang mudah bagi mereka untuk bisa mengalahkan kedua gadis itu.


Setelah sekitar 15 menitan mereka akhirnya berhasil menemukan cara yang tepat untuk melakukan misi penyerangan kepada Wilona & Ratu Sofia, namun Sahira masih belum yakin kalau rencana yang ia buat itu akan berhasil atau tidak.


"Kenapa?" tanya Nur.


"Entahlah, rasanya gue belum yakin banget kalau rencana ini bakal berhasil! Masalahnya kita kan belum tahu pasti kekuatan ratu Sofia itu kayak gimana, kita harus jajal dia dulu!" ucap Sahira.


"Eh iya bener juga, kalo gitu kita datengin aja mereka di nirwana berdua! Terus kita coba lawan mereka secara langsung supaya kita bisa tau kekuatan ratu Sofia, setelah itu baru deh kita lancarkan rencana yang tadi kita buat!" ucap Nur.


"Bener juga, tapi kita harus hati-hati dan gak boleh sampai ketangkap sama mereka!" ucap Sahira.


"Oke!"

__ADS_1


"Jangan Sahira, Nur!!"


Tiba-tiba Nawal muncul disana dan langsung berkata seperti itu, ia mencegah Sahira serta Nur untuk pergi ke nirwana menyerang ratu Sofia & Wilona disana. Tentu saja Sahira & Nur kembali dibuat kaget oleh kemunculan Nawal yang mendadak itu.


"ISH, NAWAL...!!" kedua bidadari itu kompak berteriak karena emosi pada Nawal.


...•••...


Disisi lain, Willy bersama anggota the darks lainnya masih menunggu kedatangan sosok adik yang disebut oleh Dans di markas baru mereka. Namun, hingga malam pria yang mereka tunggu itu tak kunjung muncul juga.


Dans sendiri juga bingung mengapa orang itu belum datang sampai sekarang, padahal dia sudah janji untuk menyusulnya kesana sebelumnya dan Dans juga sudah memintanya segera datang tanpa terlambat.


"Bang, mana orangnya?" tanya Willy kebingungan.


"Iya bang, udah berjam-jam kita nunggu tapi dia belum dateng juga! Sampe bosen nih kita duduk terus disini, minum udah abis 10 gelas kali bang!" sahut Alves yang merasa kembung.


"Sabar aja, gue juga gak tahu kenapa dia belum dateng! Mungkin dia ada urusan atau lagi di jalan sekarang, kita tunggu satu jam lagi!" ucap Dans.


"Oke bang, tapi kalo dalam satu jam dia gak dateng sorry ya gue gak bisa lama-lama lagi disini! Gue harus pulang takut ditanyain emak, soalnya emak gue tuh cerewet banget!" ucap Rio.


"Hahaha, Rio Rio... anak geng motor kok masih takut sama emak, dimana jiwa laki-laki lu?" ledek Alves.


"Heh, emangnya kenapa kalo dia takut sama ibunya? Gue anak motor, tapi gue juga takut kok dan hormat sama nyokap gue! Bukan cuma nyokap, tapi semua orang yang lebih tua dari gue! Karena pada dasarnya kita gak boleh bertindak semena-mena sama mereka, paham kalian??" ujar Dans.


"Paham bang, sorry gue gak maksud buat nyinggung lu bang!" ucap Alves panik dan ketakutan.


"Yaudah, lanjut aja ngobrolnya! Gue mau cek ke depan siapa tau adek gue udah muncul, Wil titip mereka dulu!" ucap Dans bangkit dari duduknya.


"Siap, bang!" ucap Willy.


Dans pun berjalan keluar markas untuk mengecek apakah adiknya sudah datang atau belum, tapi ternyata disana juga tidak ada siapa-siapa selain dirinya dan suasana jalan nampak sepi tanpa ada tanda-tanda kalau seseorang akan datang.


"Haish, lu kemana sih?" gumam Dans.


Baru saja Dans hendak masuk kembali ke dalam markasnya, tiba-tiba seseorang menepuk punggungnya dari belakang. Dans yang terkejut serta panik mengira itu adalah musuhnya, langsung berbalik cepat dan memelintir tangan orang itu.


"Bang, bang tahan bang ini gue!!"


Rupanya sosok itu adalah adiknya sendiri yang baru datang setelah ditunggu sekian lama, tentu Dans langsung melepaskan tangan adiknya karena tak mau dia terus menjerit kesakitan.


"Ah elah lu, ngagetin gue aja!" ujar Dans emosi.


"Hehe, maaf bang!" ucapnya nyengir.


"Lu darimana aja sih? Kenapa baru dateng jam segini? Kan gue mintanya sorean, ini mah udah malam!" tanya Dans.


"Santai bang, tadi gue kerjain tugas sekolah dulu! Nah pas udah selesai baru deh gue capcus kesini, makanya gue telat!" jawabnya.


"Ah ada-ada aja lu! Yaudah, yuk masuk biar gue kenalin lu sama anak-anak the darks!" ucap Dans.


Dans langsung merangkul adiknya dan membawa dia ke dalam markas untuk bertemu dengan para anggota the darks disana, pria itu tersenyum lebar saat memasuki ruangan yang besar dan juga mewah ditambah dekorasi indah menambah kemewahan tempat tersebut.


"Ini lu yang bikin bang?" tanyanya.


"Iyalah, emang siapa lagi?" ujar Dans menyombongkan diri.


"Ajib dah, emang keren lu!"


Dans tersenyum sembari mengusap rambutnya sambil terus melangkah menghampiri anggota the darks di depan sana, pria itu tampak merubah ekspresinya begitu melihat para orang-orang disana agar ia terlihat sangar.


Sementara Willy dan teman-temannya langsung terdiam begitu melihat Dans sudah kembali kesana bersama seorang pria, mereka tampak berbisik-bisik mencari tahu siapakah pria itu dan apa mungkin kalau dia adalah adik dari Dans.


"Guys, ini dia adik gue yang tadi siang gue ceritain kalau dia akan datang kesini dan gabung sama kita!" ucap Dans mengenalkan adiknya.


Sontak semua anggota the darks menatap ke arah adik dari ketua mereka yang berdiri tepat di samping Dans secara tajam, mereka kompak melihat tubuh pria itu dari atas sampai bawah tanpa ada yang tertinggal sedikitpun.


"Heh, kenalin diri lu!" ucap Dans.


"Oke bang,"


Pria itu maju selangkah lebih dekat dan tersenyum ke arah orang-orang disana.


"Kenalin gue Saputra, biasa dipanggil Putra!" ucapnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2