Broken Angel

Broken Angel
Part 63


__ADS_3

Rey, mengemudikan mobil Allena dengan kecepatan sedang,membelah jalanan ibu kota dengan tatapan fokus ke depan.Berbeda dengan Allena,sudah sejak tadi dia memberenggut sebal.Sudah di keluarkan, sekarang dia berada di dalam mobilnya dengan orang yang tidak dia sukai.


Allena membuang wajahnya,menghadap pada luar jalanan.Tatapannya kosong, membayangkan nasib hidupnya, tentang bagaimana sikap mamahnya terhadapnya ketika dia tau bahwa putri semata wayangnya,telah di keluarkan dari sekolah.


Tak dapat Allena bayangkan, kemarahan sang mamah terhadapnya yang menginginkan hidupnya sesuai dengan keinginannya,tapi tidak pernah mengerti akan segala permasalahan hidupnya.


Sayap-sayap semangat Allena, telah di patahkan oleh sebuah perceraian orang tuanya,mentalnya di hancurkan dengan hidupnya yang selalu dibanding-bandingkan dengan kehidupan anak teman,sahabat dan bahkan anak tetangga mamahnya, tanpa mau berbicara sedikitpun dan bahkan tidak pernah mengenali bakat dan minat dari anaknya.


Tak terasa,kristal bening yang sejak tadi dia berusaha untuk menahan nya agar tak jatuh,kini tanpa atas seizin nya malah meluncur sempurna membasahi pipi mulusnya.


Allena,gadis manis yang tidak hanya di hancurkan secara fisik tapi juga mentalnya oleh orang-orang terdekatnya.Dia adalah korban Broken home,yang mengarahkan pada broken Angel.Wanita yang di Landa depresi dan kesedihan,akibat perceraian orang tuanya yang telah menghancurkan tatanan hidupnya yang semula hidup harmonis dan bergelimang kasih sayang.


Rey,menyadari Allena,yang tengah menangis dalam diamnya.Entah apa yang di tangisi oleh Allena,yang pasti Allena pasti terpukul dengan keputusan pihak sekolah,dan parahnya Allena harus menyaksikan dan mendengarkan keputusan itu.


"Allena".Ucap Rey,lembut.

__ADS_1


Allena,tak mengubris ucapan Rey.Dia masih tenggelam dalam kesedihan,masih larut akan bayang-bayang masa lalu.Tentang betapa bahagianya dia saat orang tuanya masih utuh,lalu sedetik kemudian dia menjadi murung.Tatkala dia mengingat awal kehancuran dari hidup nya.


"Allena".Ucap Rey lagi,menyentuh bahu Allena.


Allena buru-buru menghapus jejak air matanya,tak ingin terlihat lemah di hadapan orang lain, apalagi orang itu adalah guru yang amat sangat di bencinya.


"Yah kenapa?".Tanya allena,menoleh kearah rey.


"Are you oke?".Tanya Rey, tanpa melihat kearah Allena.Fokus ke depan.


Rey,tak langsung menjawab pertanyaan allena yang seakan tengah menantangnya."Kau menangis?". Hati-hati sekali Rey, bertanya.Takut Allena bersikap arogan lagi.


Allena menarik napasnya secara kasar."Mau gue nangis,mau gue marah,mau gue murung,sekalipun gue m*** itu bukan urusan loe.".Gertak Allena."Urusan lie, tetap fokus ke jalanan bukan sibuk k mengurus hidup orang lain".


Deg

__ADS_1


Kata-kata Allena seakan menyindir dirinya.Menyindir secara halus agar dia tak ikut campur dengan urusan orang lain.Tapi,kalau bukan dia,siapa lagi?,begitu pikir rey.


Tak ingin menambah daftar perdebatan panjang dengan Allena,dia memutuskan untuk diam.Tak lagi, bertanya hal yang mungkin bagi Allena itu adalah pertanyaan yang sensitif untuknya.


"Hah,kena mental yah?".Sindir Allena,sembari menyandarkan punggungnya ke kursi.


Lagi,Rey tak menggubris ucapan allena.Dia tetap fokus ke jalanan.


Jadilah sepanjang perjalanan ini, mereka saling diam.Sudah lelah bagi Allena untuk berdebat atau sekedar basa-basi,dia pasrah saja diam di tempatnya tanpa tau atau bertanya ke rey,kemana dia akan membawa pergi jiwa Allena yang terlihat tegar tapi dalam raganya, menyimpan luka.


Merasa tak ada gangguan, membuat rey bisa leluasa konsentrasi pada padatnya jalanan ibukota.Membawa mobil Allena dengan perasaan sedih bercampur prihatin.


Tentu,itu bukan tanpa alasan.Sebab dia sendiri yang sudah melihat dan menyaksikan perilaku mamahnya Allena, sekaligus perilaku Allena.Berusaha tegar untuk menutupi luka hatinya, meminta perhatian orang tua nya dengan kenakalan yang sengaja dia ciptakan demi sebuah perhatian dari orang tuanya.


'Ternyata hidup ku lebih beruntung dari hidup mu, Allena '.Gumam Rey,membatin.

__ADS_1


__ADS_2