
...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...
..."BROKEN ANGEL"...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...~Dengarkanlah Di sepanjang malam, aku berdoa, Bersujud dan lalu aku meminta, Semoga kita bersama, Dengarkanlah Di sepanjang malam, aku berdoa, Cintaku untukmu s'lalu terjaga, Dan aku pasti setia. Anjay setia gak tuh~...
...×××...
#BROKEN ANGEL S3 EPS. 73
...•...
...HAPPY READING....🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Keesokan paginya, Lucas dan Alan kembali menjemput kekasih mereka di depan rumahnya dan saat ini kedua pria tersebut tengah menunggu kemunculan dari Sahira serta Nur. Sembari menunggu tentunya mereka akan ngobrol-ngobrol seperti biasa, kali ini Alan yang memulai obrolan diantara mereka agar suasana tidak gabut.
Memang kedua pria tersebut seringkali mengobrol tidak jelas ketika menjemput Sahira dan Nur di rumahnya itu, ya tentu karena mereka ingin mengisi waktu dengan mengobrol agar tidak gabut ketika menunggu kekasih mereka yang lama sekali keluar dari dalam rumahnya, apalagi Sahira maupun Nur juga sering berdandan setiap hendak sekolah.
"Bro, lu tau gak?" ucap Alan sembari menoleh ke arah Lucas di sampingnya.
"Kagak, tau apaan emang?" Lucas keheranan.
"Iya, kemarin kan ada orang maling ayam pas gue lagi di jalan. Ketahuan gara-gara nyolong motor, diteriakin tuh dia 'woi ini dia nih maling ayam yang nyolong motor gue' gitu bro!" jelas Alan.
Lucas tak mengerti dengan apa yang dikatakan Alan, "Hah? Gimana-gimana? Lu tadi bilangnya maling ayam, terus ngapa jadi nyolong motor? Berarti dia maling motor dong bukan ayam!" ujarnya kesal.
"Orang dia maling ayam," ucap Alan.
"Yang dicolong apa?" tanya Lucas mulai emosi.
"Motor," jawab Alan santai.
"Ya berarti maling motor. Kenapa dia bisa dibilang maling ayam?" tanya Lucas heran.
"Yang punya motor tuh ayam," jawab Alan lagi.
Suasana hening karena Lucas sudah tak mengerti lagi dan tak bisa mencerna apa yang dimaksud oleh Alan sebenarnya, ia bahkan membuang muka menaruh dua tangannya di depan speedometer motornya sambil terheran-heran dengan kelakuan sahabatnya yang tidak jelas itu.
"Yah dia kagak percaya, beneran ini! Hampir digebukin tuh orang! Tapi dia bilang, jangan bang jangan kagak sengaja gua, akhirnya dibiarin dah terus kabur tuh orang!" ujar Alan.
"Enggak, gini deh mana ada orang namanya ayam? Nama samaran kali, ngaco aja lu!" ujar Lucas.
"Serius dia ayam, orang kakinya dua." ucap Alan.
"Semua orang kakinya dua! Yang empat itu mah sapi, babi, anjing!" ujar Lucas ngegas.
"Hahaha, serius ini bro!" ujar Alan.
"Serius serius apaan?! Gak jelas lu! Gini nih kalo kebanyakan nyekok ciu, jadi stress gak waras orangnya!" ucap Lucas geleng-geleng.
Tak lama kemudian, Sahira bersama Nur muncul dari dalam gerbang rumah mereka. Kedua gadis itu tersenyum renyah sembari berjalan menghampiri kekasih mereka yang sudah menunggu di depan sana berduaan, Tampak Sahira serta Nur pun berhenti tepat di samping Lucas dan juga Alan yang memang masih agak slek akibat cerita Alan tadi.
Namun, kemunculan Sahira membuat Lucas berubah menjadi ceria kembali dan melupakan saja cerita tidak jelas dari Alan tadi yang hanya membuatnya pusing tak menentu. Lucas langsung meraih dua tangan Sahira alias kekasihnya itu dan menggenggamnya erat, ia juga membelai rambut gadisnya sambil tersenyum menatap wajah Sahira.
"Kamu kenapa sih? Tadi kok aku lihat wajah kamu kayak lagi cemberut begitu?" tanya Sahira heran.
"Eee tadi si Alan itu ceritain cerita yang gak jelas banget, kan aku jadi jengkel sayang! Tapi, sekarang rasa jengkel aku udah lumayan hilang sejak ngeliat kamu ada di depan mata aku!" jawab Lucas.
__ADS_1
"Ah bisa aja kamu! Emang Alan cerita apa sih sayang? Kok kamu bisa jengkel begitu?" ucap Sahira bertanya pada kekasihnya itu.
"Pokoknya gak jelas deh! Udah ah, gausah dibahas lagi soal cerita Alan mah! Nanti yang ada aku makin jengkel sayang, mending kita langsung berangkat aja ke sekolah mumpung masih jam segini! Jadi, kita bisa berdua-duaan dulu di sekolah nanti sayang!" ucap Lucas menggoda gadisnya dengan cara mencolek dagu Sahira.
"Iya, aku ngikut aja deh sama pacar aku yang satu ini!" ucap Sahira tersenyum manis.
Lucas pun menyodorkan helm ke arah Sahira dan gadis itu memberi isyarat pada Lucas agar mau memakaikan helm itu di kepala, Lucas yang mengerti langsung melakukan apa yang diinginkan oleh gadis tersebut. Lucas memakaikan helm itu di kepala kekasihnya dan mengaitkan tali helmnya itu, barulah ia tersenyum setelah helm itu terpasang di kepala Sahira dan kini ia bersiap menyalakan motornya.
"Ayo naik!" ucap Lucas tersenyum.
"Iya,"
Sahira pun naik ke atas jok motor Lucas lalu memeluk pinggang sang kekasih sembari menaruh wajahnya pada punggung Lucas dengan senyum yang terukir di bibirnya dan memejamkan mata.
"Bro, gue sama Sahira duluan ya? Kalian juga jangan lama-lama pacaran disini nya! Nanti kalo telat lagi kan repot bro, dah ya bye!" ucap Lucas.
"Iya bro, hati-hati lu!" ucap Alan.
Setelah berpamitan pada sahabatnya, Lucas pun bergegas melaju kencang dengan motornya meninggalkan rumah Sahira untuk menuju ke sekolahnya bersama sang kekasih.
Sementara Alan kini kembali menatap gadisnya setelah motor Lucas tak terlihat, Alan pun tersenyum lalu memegang wajah Nur dan menarik tangannya untuk mendekat ke arah tubuhnya.
"Kamu mau ngapain sih?" tanya Nur heran.
"Mumpung gak ada yang lihat, ciuman yuk!" jawab Alan langsung to the point mengungkapkan keinginannnya sambil tersenyum.
"Haish, ya emang gak ada orang yang lihat sekarang. Tapi, masih ada Tuhan yang maha melihat! Kamu jangan ngada-ngada deh, gak boleh yang begitu-begitu tuh!" ucap Nur.
"Eee iya maaf! Kan aku cuma khilaf sayang, maklumlah anak lelaki." ujar Alan nyengir.
"Yaudah iya gapapa, aku maafin kok kali ini! Tapi, awas aja kalo lain kali kamu minta begitu lagi! Aku gak akan segan-segan kasih hukuman buat kamu, supaya pikiran kamu itu gak menjurus terus ke arah yang begituan!" ucap Nur.
"Iya iya, jangan begitu ya cantik!" ucap Alan membujuk gadisnya sembari mengusap wajah cantik milik Nur sambil senyum-senyum genit.
"Sayang, jangan marah dong! Masa kamu cuekin dan buang muka dari aku kayak gitu sih?" ujar Alan.
"Apa sih sayang? Siapa yang marah sama kamu? Aku cuma geli aja lihat ekspresi kamu yang sok ganjen kayak tadi itu, makanya aku gak kuat buat ketawa. Yaudah aku balik badan aja deh," ucap Nur.
"Yah kebiasaan kamu mah!" ujar Alan.
"Apanya kebiasaan?" tanya Nur heran.
"Ya itu kamu, kalo mau ketawa pasti balik badan. Harusnya lihat ke arah aku aja dong, supaya aku bisa ngeliat muka cantik kamu!" ucap Alan.
"Ah bisa aja! Udah yuk kita berangkat sekarang, nanti telat lagi loh!" ucap Nur.
"Iya iya sayang...." Alan setuju dengan perkataan Nur, ia pun memberikan helm itu pada gadisnya dan langsung naik ke motornya.
Tanpa basa-basi lagi, Alan segera menancap gas setelah memastikan Nur telah naik ke motor dan memeluk tubuhnya.
•
•
Tak butuh waktu yang lama bagi Lucas untuk sampai di sekolahnya bersama Sahira, ya mereka kini telah berada di parkiran sekolah dan tengah turun dari motor untuk bersiap masuk ke dalam sekolah. Lucas melepas helm di kepalanya lalu beralih melepas helm yang menempel di kepala gadisnya, barulah mereka lanjut bergandengan tangan untuk pergi dari sana.
Disaat mereka hendak masuk ke dalam sekolah, tiba-tiba saja Edrea serta teman-temannya justru muncul dan menghadang jalan mereka berdua di depan pintu masuk sekolah. Ya tentu saja Lucas serta Sahira mengira jika Edrea ingin mencari masalah kembali dengan mereka, karena memang biasanya gadis itu selalu begitu.
"Heh, mau ngapain lagi sih kalian cegat kita? Apa belum puas kalian udah sering banget ganggu hubungan kita berdua, ha?" tanya Lucas yang kesal plus emosi.
"Kamu jangan marah-marah dulu Lucas! Kali ini aku gak mau gangguin kalian kok, justru aku sama yang lain ini mau minta maaf sama kalian karena kami udah sering banget gangguin kalian dan cari masalah sama kalian selama ini!" ucap Edrea.
__ADS_1
"Iya Kas, bener tuh! Kita udah sadar semua kelakuan kita ini salah, makanya sekarang kita semua mau minta maaf sama kalian! Ya semoga aja kalian pada mau maafin kita!" sahut Imeh.
Sontak Lucas dan Sahira pun terkejut mendengar perkataan dari Edrea serta Imeh barusan, ya mereka sama-sama tak menyangka jika kumpulan gadis tersebut ingin meminta maaf pada mereka. Padahal selama ini mereka semua seringkali membuat masalah dan mencari ribut dengan Lucas maupun Sahira kapanpun dimanapun.
"Lu serius ngomong kayak gitu? Jangan bilang kalo ini cuma jebakan dari kalian!" ucap Lucas.
"Kita serius kok! Kali ini kita gak lagi bohong atau ngasih jebakan buat kalian, gue sama yang lain ini bener-bener tulus minta maaf sama kalian!" ucap Edrea menjelaskan kalau ia serius.
"Apa buktinya?" tanya Lucas.
"Eee kamu mau bukti apa Lucas? Ya kalau aku bisa kasih lihat ke kamu isi hati aku sekarang, pasti bakal langsung aku kasih kok supaya kamu percaya kalau aku ini gak berbohong atau nyusun rencana buat rusakin hubungan kalian!" jawab Edrea.
"Kas, kita ini tulus loh minta maaf sama kalian! Kita gak ada maksud apa-apa lagi selain itu, karena kita semua tuh udah sadar!" sahut Imeh.
Lucas terdiam, ia coba berunding sejenak dengan Sahira disana untuk mengetahui apakah memang benar kalau Edrea serta teman-temannya itu meminta maaf pada mereka dan menyesali semua perbuatan yang telah dilakukannya, karena Lucas masih sedikit ragu dengan perkataan dari mulut Edrea serta Imeh barusan.
"Sayang, apa mereka bener-bener tulus minta maaf sama kita?" tanya Lucas berbisik.
"Umm, aku gak tau pasti sih. Tapi, firasat aku bilang kalau mereka emang beneran mau minta maaf sama kita dan gak akan ngulangin perbuatan mereka lagi!" jawab Sahira juga berbisik.
"Kalo gitu menurut kamu gimana? Kita maafin mereka atau gausah?" tanya Lucas lagi.
"Ya maafin lah! Gak boleh tau nyimpen dendam atau apalah itu ke orang lain! Apalagi kamu sekarang udah jadi pangeran, ngerti?" ucap Sahira.
"Iya sayang...." ucap Lucas tersenyum.
Akhirnya Lucas pun memutuskan untuk memaafkan Edrea serta teman-temannya sesuai dengan apa yang dikatakan Sahira tadi, ya sebenarnya Lucas memang masih ragu untuk memaafkan mereka karena ia belum yakin kalau Edrea itu benar-benar tulus meminta maaf padanya saat ini, namun ucapan Sahira membuatnya tak bisa berkutik lagi.
"Oke, gue bakal maafin kalian semua! Tapi, kalian harus janji sama gue satu hal!" ucap Lucas.
"Apa itu?" tanya Edrea penasaran.
"Jangan pernah kalian ulangi lagi perbuatan yang kalian lakukan ke kita sebelumnya, kalau sampai itu terjadi gak akan ada maaf buat kalian semua!" jawab Lucas menjelaskan.
"Eee iya kamu tenang aja! Kita semua janji kok, kita gak akan pernah usik hubungan kalian lagi seperti dulu kok!" ucap Edrea penuh keyakinan.
"Baguslah, gue pegang kata-kata lu barusan itu! Awas aja ya kalau kalian masih aja seperti kemarin, gue gak akan pernah maafin kalian semua sampai kapanpun itu!" ucap Lucas tegas.
"Udah Lucas!" ucap Sahira. "Edrea, semuanya, aku sama Lucas udah maafin kalian kok! Malah dari sebelum kalian minta maaf!" sambungnya.
"Yang bener Sahira...??" tanya Imeh terkejut.
"Iya Imeh, kita itu udah maafin kalian semua kok! Karena gak baik ada dendam apapun itu dan ke siapapun itu, aku juga gak mau terus-terusan punya musuh. Lebih baik aku punya sedikit musuh dan banyak teman, iya kan?" jawab Sahira.
"Jadi, lu mau temenan sama kita nih?" tanya Edrea menatap wajah Sahira sambil tersenyum.
"Ya kenapa enggak? Aku yakin Lucas juga mau kok temenan sama kalian, justru makin banyak temen itu makin bagus tau!" ucap Sahira.
"Syukur deh! Akhirnya gue bisa punya temen kayak lu juga, makasih ya Sahira!" ucap Edrea senang.
"Sama-sama. Yaudah, kita kan udah jadi temen nih. Gimana kalau kita masuk ke dalamnya itu barengan aja, terus kita makan-makan di kantin? Ya anggap aja sebagai perayaan karena kita sekarang udah berteman, setuju gak?" ucap Sahira memiliki ide.
"Setuju!" ucap Edrea serta yang lainnya bersamaan.
"Iya Sahira, kita setuju! Nanti biar gue yang traktir deh kalian semua! Oh ya, ajak juga Nur sama temen-temen lu yang deh Sahira!" ucap Edrea.
"Umm, boleh! Nanti biar aku yang bilang sama mereka semua, sekarang yuk kita langsung jalan ke kantin aja bareng-bareng! Ayo Lucas!" ucap Sahira tersenyum manis.
Lucas hanya mengangguk pelan dan tersenyum tipis menoleh ke arah Sahira, sejujurnya ia masih malas untuk jalan bareng dengan Edrea serta yang lainnya itu. Namun, saat ini tak ada pilihan lain baginya selain mengikuti saja kemauan dari sang gadis tercinta yakni Sahira.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...