Broken Angel

Broken Angel
Episode 255 [SEASON 2] Selesai~


__ADS_3

...HAY, WELCOME TO MY STORY..!!!...


..."BROKEN ANGEL"...


...~~~...


...•...


#BROKEN ANGEL S2 EPS. 155


...•...


Lucas & Sahira kini sudah berada di meja kantin yang kosong karena memang merupakan tempat khusus milik mereka dan tidak ada siapapun yang berani duduk disana, ya mereka berdua tampak senang sambil senyum-senyum sendiri menatap satu sama lain dengan Lucas yang terus membelai rambut gadisnya dari samping itu.


"Awalnya aku heran banget sama kamu, kenapa kamu bisa cantik banget kayak gini..." ucap Lucas sembari mencolek dagu kekasihnya.


"Tapi, sekarang aku udah tahu rahasianya... jujur aku bersyukur banget bisa dapetin wanita seperti kamu, kan jarang manusia yang bisa punya kekasih bidadari...." sambungnya sambil tersenyum.


Sahira pun tampak salah tingkah apalagi saat Lucas berdesis di telinganya dalam mengucap kata bidadari tentu agar tak ada yang mendengarnya, ia tersipu saat Lucas terus membelai rambutnya sembari mencolek dagunya membuat hatinya merasa senang dan seakan-akan terbang ke langit ketujuh.


"Aku juga beruntung bisa ketemu manusia seperti kamu, Lucas! Ya walau dulu kamu nyebelin banget dan selalu cari masalah sama aku!" ucap Sahira.


"Hahaha, udah dong jangan diingat-ingat lagi soal itu! Yang dulu biarlah berlalu, sekarang saatnya kita mengukir masa depan yang indah bersama-sama dan lupakan semua masa lalu...!!" ucap Lucas.


Sahira manggut-manggut sambil tersenyum manis memandang wajah Lucas yang kini cukup dekat dengannya, membuat semua orang disana tampak iri terlebih bagi mereka yang jomblo karena tidak memiliki pasangan untuk bisa diajak deket-deket kayak mereka berdua disana.


Kemudian, Sahira merasa lapar begitupun dengan Lucas yang memang sedari tadi juga menahan rasa laparnya hanya untuk berduaan dulu bersama Sahira disana padahal seharusnya mereka bisa pesan makan lebih dulu supaya lebih gampang dan enak.


"Sayang, aku laper nih... pesen makan yuk!" ucap Sahira merengek sembari mengelus perutnya.


"Iya sama nih, sayang! Yaudah kamu mau makan apa, biar aku aja yang pesenin!" ucap Lucas.


"Umm... kayaknya kalo makan spaghetti pedas enak deh sekarang, kamu doyan juga gak?" ucap Sahira.


"Hah??"


Lucas terkejut saat mendengar kata pedas terucap dari mulut Sahira, ya pria itu memang tak bisa memakan makanan pedas dan bisa sakit perut jika dipaksa memakannya. Namun, sepertinya Lucas tak ingin malu di hadapan kekasihnya dan hendak mencoba untuk makan makanan pedas.


"Kenapa, sayang?" tanya Sahira heran.


"Eh gapapa kok, iya aku doyan lah masa enggak! Kan aku cowok, yakali cowok gak bisa makan pedes!" ujar Lucas sambil nyengir.


"Oke, kalo gitu kita makan itu aja ya? Minumnya aku mau pop ice rasa taro..." ucap Sahira.


"Ah siap! Ditunggu sebentar ya, cantikku yang manisnya gak ada obat ini...!!" ucap Lucas langsung bangkit dari duduknya sembari mencolek dagu Sahira dengan lembut.


"Apaan sih? Kamu kerjaannya gombal terus deh!" ujar Sahira senyum-senyum tersipu.


"Hahaha... yaudah aku pesenin dulu, ya? Kamu tunggu disini dan jangan kemana-mana! Aku gak mau loh kamu sampe kenapa-napa, sayang!" ucap Lucas mengusap puncak kepala kekasihnya.


"Iya, tenang aja sayang!" ucap Sahira.


Lucas pun tersenyum manis kemudian berjalan menuju tempat penjual spaghetti pedas serta pop ice yang dipesan Sahira, seperti biasa tentunya ia meminta pesanannya dibuat lebih dulu walau ia datang paling belakang dan disana sudah banyak murid yang mengantri lama.


Sedangkan Sahira tetap disana menunggu Lucas kembali sembari memainkan ponselnya, ia tampak tengah berbunga-bunga mengingat perlakuan manis kekasihnya tadi bahkan sampai ia senyum-senyum sendiri dan menjadi pusat perhatian para murid yang tengah malam disana.




Sementara itu, tak berbeda jauh dengan Lucas & Sahira kini Alan serta Nur juga sudah berada di kantin dan duduk berdua pada meja yang sama karena memang mereka sengaja ingin berduaan disana menikmati makanan di kantin itu.


Tampak Alan sedari tadi terus saja memandangi wajah kekasihnya yang ada di hadapannya itu, sedangkan Nur asik memakan siomay pesanannya sambil bermain ponsel walau cuma sekedar scroll sosial media miliknya.


"Sayang, kata mama aku kalo lagi makan itu jangan sambil main hp! Nanti bahaya loh hp kamu bisa jatuh ke piring siomaynya...!!" ucap Alan mengingatkan.

__ADS_1


"Abisnya aku bosen kalo gak main hp, kamu juga daritadi malah diem aja gak ada inisiatifnya buat ajak ngobrol aku gitu! Ya makanya aku main hp aja daripada bosen cuma makan doang, makanya kamu ajak ngobrol dong!" ujar Nur.


"Hehehe, iya iya! Yaudah hp nya ditaruh dulu dong kalo bisa sih masukin aja ke kantong! Jadi kita ngobrolnya bisa lebih enak..." ucap Alan nyengir.


"Oke, tapi awas ya kalo ngobrolnya gak asik dan gak jelas atau cuma muter-muter di gombalan garing kamu! Nanti aku main hp lagi deh kalo kamu cuma bisa gombalin aku, paham gak?" ujar Nur.


"Iya paham, sayangku...!!" ucap Alan.


Akhirnya Nur pun menaruh hp nya di saku baju, dengan cekatan Alan meraih telapak tangan Nur yang kebetulan tergeletak di atas meja lalu menggenggamnya erat dan mengelusnya merasakan kehalusan tangan bidadari yang jarang-jarang bisa dilakukan oleh manusia lainnya.


"Mulus banget ya tangan kamu! Aku jadi candu buat ngelus-ngelus tangan kamu ini..." ucap Alan.


"Ish, tuh kan malah gombal! Kan aku tadi udah ngingetin kamu supaya gak gombal!" ujar Nur.


"Loh apa sih, sayang? Mana ada aku gombal? Aku tuh bicara fakta bukan gombal, emang tangan kamu halus dan mulus banget kok! Kalo kamu gak percaya tanya aja pak haji..." ujar Alan.


"Hah? Pak haji siapa??" tanya Nur terheran-heran.


"Eh kok jadi kebawa-bawa Adit sopo Jarwo ya? Kagak-kagak, bukan siapa-siapa kok sayang! Udah lupain aja gausah dibahas, ya!" ujar Alan nyengir.


"Ah aneh kamu mah! Aku main hp lagi nih kalo topik obrolan kamu gak jelas gini..." ancam Nur.


"Eh eh eh, jangan dong manis! Iya aku bakal cari topik yang lebih seru deh, tapi sabar jangan main ancam-ancam terus...!!" ucap Alan.


Nur terdiam sembari membelai rambutnya ke belakang dengan satu tangan yang masih bebas, ya tangan lainnya memang tengah digenggam kuat oleh Alan sehingga tak bisa digunakan untuk saat ini apalagi Alan menggenggamnya dengan dua tangan.


"Duh, damage kamu emang gak ngotak deh kalo lagi benerin rambut begitu..." puji Alan sambil tersenyum.


"Apaan dah? Kamu mau nih aku main hp lagi terus cuekin kamu gara-gara gombal lagi??" ujar Nur.


"Hehehe, iya maaf sayang iya! Tapi, aku punya satu pertanyaan nih buat kamu..." ucap Alan.


"Umm... pertanyaan apa?" tanya Nur penasaran.


Ya ekspresi Nur pun langsung berubah seketika saat Alan sang kekasih menanyakan hal itu, ia kebingungan harus menjawab apa dan tentunya tak mungkin kalau ia mengatakan bahwa dirinya adalah bidadari dan kaum bidadari itu nyata.


...•••...


Aldi berpapasan dengan Kania saat hendak menuju lapangan voli, baru saja ia hendak mendekati wanita itu dan menyapanya tapi dengan cepat Kania malah berbalik badan lalu menjauh dari Aldi karena dia tak ingin bertemu dengan pria tersebut untuk saat ini.


Aldi pun heran mengapa Kania jadi bersikap seperti itu padanya, padahal sebelum ini mereka memang sudah cukup dekat dan bahkan Kania seperti mulai membuka hatinya untuk Aldi dengan menunjukkan sikap-sikap manis serta perhatian pada pria itu.


"Kania kenapa, ya?" gumam Aldi kebingungan.


Akhirnya Aldi memutuskan untuk mengejar Kania dengan membawa bola voli di tangannya yang sudah ditunggu oleh anak-anak kelasnya di lapangan, ya Aldi sangat penasaran mengapa Kania sampai menghindari dirinya dan tak perduli bila nantinya ia dimarahi oleh teman-temannya.


"Kania, tunggu dong...!!" teriak Aldi sembari berlari mengejar Kania di depannya.


Bukannya berhenti, Kania justru mempercepat langkahnya untuk menghindar dari Aldi yang sudah semakin dekat dengannya. Namun, rupanya Aldi berhasil menahan gadis itu pergi dengan menarik tangannya dari belakang dan mereka pun berhenti disana karena Aldi ingin bicara.


"Ish, lepasin gue!" bentak Kania berontak dari genggaman tangan Aldi.


"Nanti aku lepasin kok, tapi kamu jawab dulu pertanyaan dari aku!" ucap Aldi.


"Pertanyaan apa sih?" tanya Kania kesal.


"Kamu kenapa malah menghindar dari aku? Bukannya kemarin-kemarin kamu udah mulai mau buka hati buat aku? Kok sekarang malah jadi kayak gini lagi sih sama aku??" ujar Aldi.


"Ya lu tanya aja sendiri sama diri lu...!!" bentak Kania.


"Maksudnya apa sih, ha? Jujur aku gak ngerti loh sama sikap kamu yang mendadak berubah ini, ayolah kamu jangan kayak gini!" ujar Aldi.


"Gue gak berubah kok, itu perasaan lu aja kali! Makanya jadi cowok jangan kayak bebek sawah, cewek mana aja diembat..." ujar Kania kesal.


"Hah? Masa aku disamain sama bebek sawah sih, Kania? Aku mah setia gak kayak begitu, untuk sekarang cuma kamu cewek yang aku cintai dan bahkan aku sayangi dengan tulus...!!" ucap Aldi mendekati Kania dan menatap mata gadis itu.

__ADS_1


Kania berusaha menghindar dari tatapan mata Aldi yang menyala itu, akan tetapi Aldi malah mencengkeram dagunya hingga ia terpaksa terus menatap pandangan mata Aldi yang membuatnya sedikit terpesona serta tersipu malu.


"Memangnya kamu mikir kalo aku deket sama siapa lagi, Kania??" tanya Aldi.


"Harusnya lu jangan tanya ke gue! Tanya aja sama diri lu sendiri, cewek mana aja yang udah lu deketin terus lu tinggalin gitu aja...!!" jawab Kania ketus.


"Apa sih? Ayolah, kasih tau aja!" ujar Aldi mulai kesal.


"Tadi pagi gue ngeliat lu deketin Cat di depan sekolah, itu apa maksudnya coba kalo bukan sana sini mau terus dipepet??" ujar Kania.


"Ohh soal itu, hahaha kamu salah paham Kania! Aku bukannya mau deketin Cat, itu tuh aku justru negur dia karena nyebrang jalan gak lihat-lihat dan hampir aja aku nabrak dia tadi... coba kalo aku enggak ngerem, mungkin aja bakal ketabrak!" ucap Aldi.


Kania terdiam menunduk memikirkan sejenak perkataan Aldi yang menjelaskan semua padanya, entah mengapa ada rasa tak percaya di hatinya setelah mendengar ucapan Aldi barusan.


...•••...


Disisi lain, Wilona masih terus berduka memikirkan mendiang suaminya yang kini telah tiada dan pergi meninggalkannya untuk selamanya. Ia belum bisa menerima semua ini karena Dimas adalah sosok suami yang selalu setia menemaninya, ya walau Dimas memang orang licik bahkan sampai tega mengambil semua kekuatan miliknya.


Sudah seminggu lebih sejak kepergian Dimas, Wilona masih saja menangis tersedu-sedu di samping makam sang suami yang sengaja ia ketahui di alamnya agar bisa terus bersama Dimas walau kini mereka telah berbeda jenis. Ya Wilona sangat menyayangi Dimas padahal sebelumnya ia menikahi pria itu hanya untuk memanfaatkannya, tapi lama-kelamaan cinta itu mulai tumbuh.


Berkali-kali para pelayan disana serta bidadari merah miliknya sudah mencoba untuk menghiburnya dan menenangkan hatinya, akan tetapi mereka semua selalu gagal dan malah mendapat bentakan serta amarah dari ratu mereka yang tengah berduka tersebut karena Wilona tidak ingin ada yang mengganggu apalagi menasehati dirinya.


Sampai pada akhirnya, kini seorang wanita bergaun hitam pekat muncul ke alam emas yakni tempat tinggal Wilona memenuhi panggilan dari para bidadari emas yang meminta bantuannya untuk bisa menenangkan Wilona disana.


Ya wanita itu pun menghampiri Wilona yang masih menangis sesenggukan disana, ia menatap Wilona dari kejauhan sembari mengukir senyum di bibirnya dan terus melangkah maju ke dekat Wilona agar bisa berbicara dengan gadis tersebut.


"Hai, Wilona....!!"


Mendengar namanya disebut serta suara yang tiba-tiba muncul membuat Wilona sadar lalu menoleh dengan cepat ke asal suara tersebut, matanya terbelalak lebar dan langsung berdiri sejajar dengan wanita itu karena sangking terkejut serta tidak percayanya ia melihat wanita itu disana.


Sedangkan wanita itu masih stay cool berdiri menatap Wilona dengan senyum tersimpul di wajah dan perlahan maju dua langkah mendekati Wilona, keduanya saling menatap laku tersenyum dengan mata berkaca-kaca karena sudah cukup lama mereka tak bertemu seperti ini.


"Ka-kamu...??"


"Ya, Wilona! Ini aku...."


Wilona menggelengkan kepalanya lalu maju mendekap erat tubuh wanita di hadapannya, ia tampak sumringah dan sangat amat senang bisa bertemu kembali dengan wanita itu bahkan sampai tertawa sesenggukan padahal sebelumnya Wilona masih menangis dipenuhi air mata.


"Sumpah aku gak nyangka banget bisa ketemu kamu lagi, ratu! Bagaimana caranya kamu bisa kesini, dan darimana kamu tahu kalau aku ada disini?" ucap Wilona sangat bahagia.


"Hahaha, jangan sebut aku ratu jika aku tidak bisa menemukan keberadaan kamu, Wilona! Lagipun, para bidadari milikmu lah yang memanggilku kemari untuk menghibur mu... katanya kamu sedang bersedih setelah ditinggal suamimu, benar begitu Wilona?" ucap wanita itu.


"Iya benar, ratu! Oh ya, mari duduk dan aku akan ceritakan semuanya ke kamu...!!" ucap Wilona.


Wanita itu mengangguk pelan kemudian duduk berduaan disana, Wilona sangat bahagia dan mendadak hatinya berbunga-bunga kembali setelah sempat bersedih akibat kehilangan Dimas.


"Lalu, bagaimana ceritanya..??" tanya wanita itu.


"Begini, ratu Sofia...."


...~Selesai~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...


...Yeay hore tamat...


...🥳🥳🥳...



...Bonus foto Wilona di chapter terakhir ini...


...🎉🎉🎉...

__ADS_1


__ADS_2